Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Bantuan Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantuan Sosial. Tampilkan semua postingan
09.14
CILACAP- SMK Negeri 1 Kawunganten, menggelar pasar murah di halaman sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai penutupan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) tahun pelajaran 2013/2014, kemarin.
Menurut Kepala SMK Negeri 1 Kawunganten Drs Suharto MSi, pasar murah yang diselenggarakan sekolah menyediakan 200 paket sembako. Setiap paket berisi minyak goreng, gula pasir, gula jawa (gula merah), dan bawang.
"Paket sembako tersebut dijual lebih murah dari harga pasar. Selain paket sembako, pasar murah tersebut juga menyediakan kebutuhan lain bagi warga sekitar," katanya.
Selain mengadakan pasar murah, lanjut dia, penutupan MOPDB juga ditandai dengan kegiatan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Bahkan, SMK Negeri 1 Kawunganten bekerja sama dengan Bank BRI juga mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk memberi pemahaman kepada siswa akan pentingnya menabung sebagai persiapan setelah lulus kelak melalui "Tabungan Ku".
"Kegiatan itu diadakan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan. Hal ini sesuai visi sekolah yaitu Sekolah Unggul Berwawasan Lingkungan," kata Suharto.(ag/SMNetwork/njs)
SMKN 1 Kawunganten Adakan Pasar Murah
Written By Unknown on Kamis, 25 Juli 2013 | 09.14
![]() |
Menurut Kepala SMK Negeri 1 Kawunganten Drs Suharto MSi, pasar murah yang diselenggarakan sekolah menyediakan 200 paket sembako. Setiap paket berisi minyak goreng, gula pasir, gula jawa (gula merah), dan bawang.
"Paket sembako tersebut dijual lebih murah dari harga pasar. Selain paket sembako, pasar murah tersebut juga menyediakan kebutuhan lain bagi warga sekitar," katanya.
Selain mengadakan pasar murah, lanjut dia, penutupan MOPDB juga ditandai dengan kegiatan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Bahkan, SMK Negeri 1 Kawunganten bekerja sama dengan Bank BRI juga mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk memberi pemahaman kepada siswa akan pentingnya menabung sebagai persiapan setelah lulus kelak melalui "Tabungan Ku".
"Kegiatan itu diadakan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan. Hal ini sesuai visi sekolah yaitu Sekolah Unggul Berwawasan Lingkungan," kata Suharto.(ag/SMNetwork/njs)
Label:
Bantuan Sosial,
MOS,
Pendidikan,
SMK
13.53
Dikatakan Wakil Ketua I TP PKK Kota Semarang, Reny Nur Rachmad, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Pemkot Semarang. “Tujuannya untuk meningkatkan konsolidasi dan rasa persaudaraan antara pengurus DPC GOPTKI Kota Semarang dengan GOPTKI Ranting,” ujar Reny, kemarin.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab GOPTKI terhadap penyelenggaraan Taman Kanak-kanak yang bermutu dan berbudaya. “Sedini mungkin seni dan budaya sudah mulai diajarkan pada anak supaya menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa Indonesia,” katanya ramah.
Melalui seni dan budaya, lanjut Renny, anak-anak akan bergembira, mengekspresikan emosi, bereksplorasi, meningkatkan kemampuan berbahasa dan kecakapan berkomunikasi, meningkatkan kepedulian sensori melalui ritmik, bahasa tubuh, waktu dan ruang.
“Dengan demikian anak-anak kita, anak Indonesia akan menjadi sehat, cerdas, dan berkarakter,” imbuhnya.
Dalam event tersebut, kata Renny, juga ada pemberian bantuan, piagam serta APE (Alat Peraga Edukatif) dari DPD GOPTKI Jawa Tengah. Bantuan tersebut diserahkan kepada guru yang telah mengabdi 10-30 tahun serta anak didik yang kurang mampu.
“Penghargaan untuk guru diberikan kepada Hj Asmujiyati dari TK Islam Miftahul Jannah Beringin Kecamatan Ngaliyan dengan masa pengabdian 13 tahun.
Sedangkan kepada anak Didik berprestasi, bantuan diberikan kepada Inolah Ayuning Lesmana dari TK Mijen, Wulan Ramandhani dari TK PGRI 43 Tandang Kecamatan Tembalang, dan Ari Luhur Abadi dari TK Kanisius-Cabean Kecamatan Semarang Barat.
Sedangkan untuk penerima bantuan Alat Bantuan Edukatif (APE) diberikan kepada GOPTKI Ranting Semarang Barat, Ranting Genuk, Ranting Semarang Utara dan Ranting Tugu.
Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Wakil Ketua Dharma Wanita Nurul Cahyo Bintarum, serta pengurus, pembina dan penasehat GOPTKI, Organisasi Wanita GOW, PKK dan Dharma Wanita. (lif/12)
GOPTKI Beri Bantuan Guru TK
Written By amoy ya annisaa on Senin, 25 Juni 2012 | 13.53
| BANTUAN: Wakil Ketua PKK Kota Semarang menyerahkan bantuan kepada anak didik yang tidak mampu dan guru yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri. (Foto: Harsem/Lissa Febrina) |
BERTEMPAT di lantai 8 Ruang Lokarida, Kamis (21/6) kemarin diadakan Peringatan HUT ke-55 GOPTKI (Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia) dengan mengangkat tema “Melalui Seni Budaya Kita Tanamkan Cinta Indonesia pada Anak Usia Dini”.
Dikatakan Wakil Ketua I TP PKK Kota Semarang, Reny Nur Rachmad, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Pemkot Semarang. “Tujuannya untuk meningkatkan konsolidasi dan rasa persaudaraan antara pengurus DPC GOPTKI Kota Semarang dengan GOPTKI Ranting,” ujar Reny, kemarin.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab GOPTKI terhadap penyelenggaraan Taman Kanak-kanak yang bermutu dan berbudaya. “Sedini mungkin seni dan budaya sudah mulai diajarkan pada anak supaya menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa Indonesia,” katanya ramah.
Melalui seni dan budaya, lanjut Renny, anak-anak akan bergembira, mengekspresikan emosi, bereksplorasi, meningkatkan kemampuan berbahasa dan kecakapan berkomunikasi, meningkatkan kepedulian sensori melalui ritmik, bahasa tubuh, waktu dan ruang.
“Dengan demikian anak-anak kita, anak Indonesia akan menjadi sehat, cerdas, dan berkarakter,” imbuhnya.
Dalam event tersebut, kata Renny, juga ada pemberian bantuan, piagam serta APE (Alat Peraga Edukatif) dari DPD GOPTKI Jawa Tengah. Bantuan tersebut diserahkan kepada guru yang telah mengabdi 10-30 tahun serta anak didik yang kurang mampu.
“Penghargaan untuk guru diberikan kepada Hj Asmujiyati dari TK Islam Miftahul Jannah Beringin Kecamatan Ngaliyan dengan masa pengabdian 13 tahun.
Puji Astuti A dari TK Rousthotul Jannah Kecamatan Pedurungan masa pengabdian selama 16 tahun. Tri Sunarsih dari TK Pertiwi 37 Kecamatan Gajah Mungkur masa pengabdian selama 25 tahun, dan Endang Sudaryani dari TK PGRI 66 Kecamatan Gayamsari yang mengabdi selama 29 tahun,” bebernya.
Sedangkan kepada anak Didik berprestasi, bantuan diberikan kepada Inolah Ayuning Lesmana dari TK Mijen, Wulan Ramandhani dari TK PGRI 43 Tandang Kecamatan Tembalang, dan Ari Luhur Abadi dari TK Kanisius-Cabean Kecamatan Semarang Barat.
Sedangkan untuk penerima bantuan Alat Bantuan Edukatif (APE) diberikan kepada GOPTKI Ranting Semarang Barat, Ranting Genuk, Ranting Semarang Utara dan Ranting Tugu.
Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Wakil Ketua Dharma Wanita Nurul Cahyo Bintarum, serta pengurus, pembina dan penasehat GOPTKI, Organisasi Wanita GOW, PKK dan Dharma Wanita. (lif/12)
Label:
Bantuan Sosial,
GOPTKI,
Guru,
Pendidikan,
Penghargaan,
TK
14.14
Kepala Sekolah TK ABA 59 Sri Dedyningrum mengatakan, pemberian bantuan kepada mushola sebagai wujud kepedulian siswa terhadap keberlangsungan tempat ibadah di sekitar sekolah. “Selain itu, ini merupakan salah satu pembelajaran di sekolah yakni mengenai dakwah Islam,” katanya.
Dijelaskan, bantuan merupakan uang infak siswa yang dikumpulkan tiap hari Jumat. “Jumlah nominal tiap siswa beragam, karena infak bersifat sukarela yang penting tidak memberatkan orang tua siswa,” ungkapnya.
Uang yang terkumpul itulah, diberikan kepada Mushola TPQ AL Ikhlas dan Mushola di RW 22 Kelurahan Meteseh. “Dengan kunjungan ini memberikan pembelajaran kepada siswa untuk membantu sesama. Serta menumbuhkan kepedulian siswa, mengajarkan siswa untuk berinfak,” lanjutnya.
Para siswa terlihat antusias saat mengunjungi mushola dan perkenalan dengan ustazah yang ada di TPQ AL Ikhlas. Aditya salah satunya, dia mengaku senang dapat ikut serta dalam pemberian bantuan. “Senang bisa membantu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala TPQ AL Ikhlas Nasriyati Ta’ga mengatakan, dana tersebut akan digunakan dan bermanfaat bagi mushola. “Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi mushola maupun TPQ AL Ikhlas,” ungkapnya. (wam/16)
TPQ AL Ikhlas Meteseh Mendapat Bantuan
Written By amoy ya annisaa on Kamis, 21 Juni 2012 | 14.14
![]() |
| SERAHKAN BANTUAN: Sri Dedyningrum menyerahkan bantuan kepada Kepala TPQ AL Ikhlas Nasriyati Ta’ga. (HARSEM/WARA MERDEKAWATI) |
METESEH-Mengasah
kepedulian sosial sangat penting untuk diajarkan. Seperti yang
dilakukan sekitar 60 siswa TK ABA 59 Semarang. Mereka mengunjungi
Mushola dan TPQ Al Ikhlas RW 22 Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang.
Selain bersilaturahmi, juga memberikan bantuan.
Kepala Sekolah TK ABA 59 Sri Dedyningrum mengatakan, pemberian bantuan kepada mushola sebagai wujud kepedulian siswa terhadap keberlangsungan tempat ibadah di sekitar sekolah. “Selain itu, ini merupakan salah satu pembelajaran di sekolah yakni mengenai dakwah Islam,” katanya.
Dijelaskan, bantuan merupakan uang infak siswa yang dikumpulkan tiap hari Jumat. “Jumlah nominal tiap siswa beragam, karena infak bersifat sukarela yang penting tidak memberatkan orang tua siswa,” ungkapnya.
Uang yang terkumpul itulah, diberikan kepada Mushola TPQ AL Ikhlas dan Mushola di RW 22 Kelurahan Meteseh. “Dengan kunjungan ini memberikan pembelajaran kepada siswa untuk membantu sesama. Serta menumbuhkan kepedulian siswa, mengajarkan siswa untuk berinfak,” lanjutnya.
Para siswa terlihat antusias saat mengunjungi mushola dan perkenalan dengan ustazah yang ada di TPQ AL Ikhlas. Aditya salah satunya, dia mengaku senang dapat ikut serta dalam pemberian bantuan. “Senang bisa membantu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala TPQ AL Ikhlas Nasriyati Ta’ga mengatakan, dana tersebut akan digunakan dan bermanfaat bagi mushola. “Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi mushola maupun TPQ AL Ikhlas,” ungkapnya. (wam/16)
Label:
Bantuan Sosial,
Kepala Sekolah,
Pendidikan,
Semarang,
TK
13.28
Dikatakan Ketua Panitia, Agung Sarjito, dalam peringatan Harlah ke-9 BAZ ini diselenggarakan sejumlah kegiatan, di antaranya khitanan masal, jalan sehat, bantuan jambanisasi, pengobatan gratis, pemberian santunan bagi guru TPQ, modin, serta warga yang membutuhkan.
Diperinci Agung, sebanyak 50 anak mengikuti khitanan massal, 10 warga mendapat bantuan jambanisasi, pengobatan gratis sebanyak 400 orang, santunan guru TPQ dan modin serta warga miskin masing-masing 10 penerima.
“Kegiatan-kegiatan ini selain bertujuan sebagai upaya menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan, juga merupakan implementasi nyata program BAZ yang menyentuh langsung kepada masyarakat,” ujar Agung.
Kegiatan sosialisasi dan visualisasi gerakan CTPS ini diikuti kurang lebih 1.500 siswa-siswi sekolah dasar. Para siswa ini dilatih gerakan demi gerakan cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu pola hidup bersih sehat yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.
Sementara itu, Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang hadir sekaligus sebagai Ketua BAZ Kota Semarang mengungkapkan, berbagai rangkaian kegiatan dan penyaluran bantuan BAZ merupakan bentuk komitmen dan keinginan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesame, khususnya yang membutuhkan.
“Tugas BAZ dalam hal ini adalah untuk mengumpulkan dana dari orang-orang yang mampu untuk kemudian disalurkan dan berbagi kebahagiaan kepada yang membutuhkan,” ungkap Wakil Walikota.
Lebih lanjut, salah satunya melalui BAZ, Wakil Walikota pun berpesan kepada warga masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dengan sesame, misalnya dengan program bantuan modal usaha.
“Bila melihat warga yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan, dapat datang kepada kantor BAZ Kota Semarang, selanjutnya tim akan melakukan survey untuk penyaluran bantuan ataupun modal usaha sesuai dengan hasil survey lapangan,” tandasnya. (lif/12)
Ribuan Siswa SD Meriahkan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun
Written By amoy ya annisaa on Rabu, 20 Juni 2012 | 13.28
| SUNAT MASSAL: Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjenguk sekaligus memberikan dukungan pada salah satu peserta sunat masal dalam rangka Harlah BAZ ke-9. (Foto: Harsem/Lissa Febrina) |
MEMPERINGATI hari ulang tahunnya yang ke-9, Badan Amil Zakat Kota Semarang, mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Visualisasi Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), di Kompleks Islamic Cntre, Sabtu lalu. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan panitia HUT ke-9 BAZ.
Dikatakan Ketua Panitia, Agung Sarjito, dalam peringatan Harlah ke-9 BAZ ini diselenggarakan sejumlah kegiatan, di antaranya khitanan masal, jalan sehat, bantuan jambanisasi, pengobatan gratis, pemberian santunan bagi guru TPQ, modin, serta warga yang membutuhkan.
Diperinci Agung, sebanyak 50 anak mengikuti khitanan massal, 10 warga mendapat bantuan jambanisasi, pengobatan gratis sebanyak 400 orang, santunan guru TPQ dan modin serta warga miskin masing-masing 10 penerima.
“Kegiatan-kegiatan ini selain bertujuan sebagai upaya menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan, juga merupakan implementasi nyata program BAZ yang menyentuh langsung kepada masyarakat,” ujar Agung.
Kegiatan sosialisasi dan visualisasi gerakan CTPS ini diikuti kurang lebih 1.500 siswa-siswi sekolah dasar. Para siswa ini dilatih gerakan demi gerakan cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu pola hidup bersih sehat yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.
Sementara itu, Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang hadir sekaligus sebagai Ketua BAZ Kota Semarang mengungkapkan, berbagai rangkaian kegiatan dan penyaluran bantuan BAZ merupakan bentuk komitmen dan keinginan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesame, khususnya yang membutuhkan.
“Tugas BAZ dalam hal ini adalah untuk mengumpulkan dana dari orang-orang yang mampu untuk kemudian disalurkan dan berbagi kebahagiaan kepada yang membutuhkan,” ungkap Wakil Walikota.
Lebih lanjut, salah satunya melalui BAZ, Wakil Walikota pun berpesan kepada warga masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dengan sesame, misalnya dengan program bantuan modal usaha.
“Bila melihat warga yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan, dapat datang kepada kantor BAZ Kota Semarang, selanjutnya tim akan melakukan survey untuk penyaluran bantuan ataupun modal usaha sesuai dengan hasil survey lapangan,” tandasnya. (lif/12)
Label:
Bantuan Sosial,
Pendidikan,
SD,
Siswa
-clp.jpg)





