Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kepala Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepala Sekolah. Tampilkan semua postingan

Kasek SMAN 2 Ungaran Raih ‘Citra Wanita Indonesia Berprestasi’

Written By arnoldy septiano on Jumat, 04 Januari 2013 | 10.24

HARSEM/DOK
Kepala SMA 2 Ungaran, Jatmi Rahayu, menerima penghargaan yang diserahkan 
Kepala Disbudpar Jateng, Prasteyo Wibowo, baru-baru ini.





KEPALA SMA 2 Ungaran Dra Jatmi Rahayu MM mendapat penghargaan Citra Wanita Indonesia Berprestasi 2012 dari Wakil Gubernur Jateng, baru-baru ini. Pemberian penghargaan tersebut dikemas bersamaan event Pemilihan Model Indonesia yang digelar Exis't Modelling Bayu Ramli.

Dalam acara tersebut ada 10 wanita berprestasi di Jateng yang mendapat penghargaan tersebut. Pihaknya merasa senang dapat beramah tamah dengan Wagub Rustriningsih dalam event itu.

''Saya berupaya melakukan pekerjaan dengan baik, dan meraih hal terbaik tidak gampang,'' ungkap dia.
Pada tahun ini, sekolah yang dipimpinnya meraih nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) IPA peringkat I tingkat Kabupaten Semarang. ''Untuk nilai rata-rata matematika, kimia, biologi, dan bahasa Inggris, tahun 2012 siswa kami tertinggi di kabupaten ini,'' jelas dia. 

Ditambahkan, yang diterima di perguruan tinggi melalui jalur undangan dari 89 anak diterima 50 %, dan yang lain melalui tes reguler. Dari jumlah tersebut ada 20 anak mendapat beasiswa Bidikmisi. 

''Alumni SMA 2 kemarin banyak yang diterima di Undip, UGM, dan Unnes. Mereka yang tidak melanjutkan kuliah kami arahkan ke LPK,'' tutur ibu dari Ermita Arisanti dan Erizal Dwihandoko ini.

Jatmi mengawali karier sebagai guru di SMA Bergas pada 1985 mengajar biologi. Pada 2004 menjabat Kepala SMA 1 Tuntang, dan 2009 dimutasi ke SMA 2 Ungaran. (H14-SM Network/nji)

Enam Kepsek Baru Sertijab

Written By putra on Rabu, 03 Oktober 2012 | 08.42


BERITA ACARA: Kepala Sekolah SD Pedalangan 01 yang baru Isdarwanti menandatangani berita acara yang disaksikan Kepala UPTD Banyumanik Siswoyo Hendro
( HARSEM/WARA MERDEKAWATI )

SEMARANG- Kepala UPTD Banyumanik Siswoyo Hendro, di sela-sela acara serah terima jabatan kepala sekolah SDN UPTD Kecamatan Banyumanik, kemarin menyatakan,”Syukuri dan terima, karena apa yang kamu terima itu adalah amanat yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.”

Bertempat di aula SD Tinjomoyo 01, acara sertijab dihadiri kepala sekolah SDN se-UPTD Banyumanik, dan pengawas TK/SD. Ada enam kepala sekolah yang mutasi maupun promosi yang berada di wilayah Banyumanik.

Kepala Sekolah yang melakukan serah terima jabatan, di antaranya Isdarwanti menggantikan Plt Kepala Sekolah SD Pedalangan 01 Ponimin dan Sukeri menggantikan Kepala Sekolah SD Pedalangan 02 Suci Kristiningsih.

Sedang Abdul Mu’arif menggantikan Utik Setyarti di SD Banyumanik 04, Rita Hermiati sebagai Kepala Sekolah SD Pudakpayung 03, dan Rowiyanto memimpin SD Srondol Kulon 01.

“Bagi kepala sekolah yang promosi maupun mutasi, jangan sampai ada anggapan jika mutasi sebagai punishment. Karena mutasi merupakan hal yang biasa terjadi di lingkungan PNS,” kata Siswoyo Hendro.

Siswoyo berpesan, bagi kepala sekolah yang mutasi maupun promosi yang datang ke UPTD Banyumanik untuk segera beradaptasi. Karena, sebagai pemimpin haruslah mengerti karakteristik guru dan karyawannya, dan melaksanakan program sebelumnya.

“Bagi yang datang cepatlah beradaptasi, membaur karena UPTD Banyumanik sudah terkenal dengan kebersamaannya, sedangkan yang keluar dari UPTD Banyumanik tunjukkan etos kerja yang baik karena pastinya akan membawa harum nama UPTD Banyumanik,” pesannya.

Dikatakan, dalam kurun waktu setahun ini, UPTD Banyumanik telah menorehkan banyak prestasi. Di antaranya, predikat juara umum POPDA Kota Semarang, dan dalam hasil ujian nasional mendapat peringkat kedua se-Kota Semarang.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja yang solid antara kepala sekolah, guru, dan pengawas. Untuk itu, kami harap dengan dilantiknya enam kepala sekolah yang baru di Banyumanik bisa menambah prestasi yang telah diraih,” katanya. (wam/15)





SMAN 2 Mranggen Terima ISO 9001:2008, Berharap Gampang Dapat Bantuan

Written By Sena on Jumat, 20 Juli 2012 | 09.44

TERIMA SERTIFIKAT: Kepala Sekolah  SMAN 2 Mranggen Drs Siswandi MPd (kanan) saat menerima sertifikat  ISO 9001: 2008 dari Drs Anjang Wibowo (HARSEM/TEGUH ARGARI BISONO)

DEMAK- Kemarin SMAN 2 Mranggen meluncurkan sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008 di sekolah yang berlokasi di Perumnas Pucang Gading itu. Diharapkan setelah menerima sertifikat tersebut, sekolah tersebut akan lebih mudah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Peluncuran sistem manajemen mutu tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat  ISO 9001: 2008  dari konsultan ISO, Indah Supriyatiningrum kepada Wakil Bupati Demak, yang diwakili Drs Anjang Wibowo. Selanjutnya sertifikat itu diserahkan kepada Kepala Sekolah  SMAN 2 Mranggen Drs Siswandi MPd.
 
Menurut Siswandi, untuk memperoleh sertifikat itu dibutuhkan perjuangan cukup berat yang dilakukan kepala sekolah sebelumnya, sejak sekolah itu berdiri tahun 1996. “Hanya saja pada tahun ini, ketika saya menjabat sebagai kepala sekolah, sertifikat itu akhirnya bisa diberikan. Kami berharap setelah ini dapat memberikan pelayanan yang lebih prima lagi kepada masyarakat,” ungkapnya, sewaktu memberikan sambutan.
 
Ditambahkan Suwandi, pihaknya juga tetap berharap mendapat bantuan sarana prasarana dan alokasi anggaran dari pemerintah. Prestasi yang diraih sekolah ini di antaranya sembilan alumninya telah diterima di PTN melalui jalur undangan, salah-satunya UGM. Pihaknya juga berharap sekolahnya bisa segera menjadi RSBI.
 
Dalam acara peluncuran tersebut, juga ditampilkan kebolehan para siswa sekolah tersebut. Seperti misalnya kegiatan Paskibra, yang tiga tahun berturut-turut menjadi juara di Demak, sehingga memperoleh piala tetap. 

Yang unik, gerakan pasukan pengibar bendera itu tidak monoton, namun dikreasi dengan kreatifitas seni. Seperti juga menembangkan “Cublak-cublak Suweng” dengan diiringi gerakan kaki yang lincah, sehingga memancing tepuk tangan para peserta acara tersebut.
 
Selain itu juga ditampilkan robot-robot karya para siswa tersebut dan penanaman pohon di halaman sekolah. Sedang Anjang Wibowo dalam sambutannya berharap dengan adanya sertifikat tersebut,  prestasi sekolah ini bisa dipertahankan. 

“Diharapkan dengan adanya ISO tersebut, kepercayaan pemerintah pada sekolah ini akan makin meningkat, sehingga SMAN 2 Mranggen bisa mendapat  bantuan lebih banyak,” tambahnya.
 
Anjang Wibowo juga membacakan sambutan dari Wakil Bupati Demak. Dalam sambutan tertulisnya, wakil bupati mengharapkan agar pihak sekolah dengan adanya sertifikat tersebut tidak cepat puas, namun bisa memacu semangat agar kinerjanya lebih meningkat lagi. (tab)    

Sri Panglipurningsih: Menata Kedisiplinan

Written By amoy ya annisaa on Kamis, 05 Juli 2012 | 13.51

Sri Panglipurningsih (HARSEM/ARIS W)

SEMARANG- Belum lama Sri Panglipurningsih menjabat sebagai kepala sekolah di SDN Brumbungan. Dirinya mengatakan, usia satu tahun layaknya seorang bayi yang baru merangkak. “Saat ini ibaratnya saya masih menata semua yang ada di sini,” jelasnya kepada Harsem saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Penataan tersebut dimulai dari dalam. “Mulai dari guru dan siswa, salah satunya terkait dengan kedisiplinan,” kata dia. Namun demikian, kondisi sekolah saat ini berbeda dengan SDN Bulu 1, yang saat ini bernama SDN Pendrikan Lor 02, yang dulu pernah dipimpinnya. 

“Contoh kecilnya saja lapangan, kalau dulu di SDN Pendrikan Lor 02, lapangannya luas. Sekarang di sini lapangannya sempit,” jelasnya.

Bahkan, jika ada kegiatan olah raga yang membutuhkan lapangan luas, para siswa harus diajak untuk berolah raga di Lapangan Mugas. “Namun demikian hal tersebut bukan menjadikan kami patah semangat. Harus optimis,” jelasnya.

Selain itu, yang menjadi perhatiannya yaitu memperbaiki kondisi sekolah. “Upaya kami yaitu mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah. Semoga dalam waktu dekat ini kami bisa segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” kata wanita kelahiran Semarang, 8 Mei 1959 ini.

Untuk besaran bantuan dirinya belum mengetahuinya secara pasti. “Yang penting cukup untuk mengganti beberapa bagian fisik sekolah yang rusak,” ujarnya. Sejauh ini yang harus diganti yakni kayu-kayu pintu di kelas yang sudah mulai keropos. “Ada tiga kelas yang keropos,” jelasnya.

Sebetulnya, SDN Brumbungan masih kekurangan kelas. “Untuk itu kelas tiga dan empat harus masuk siang, karena kami masih kurang kelas. Tapi sedikit demi sedikit dulu kami perbaiki,” ujarnya. (awi/15)

SD Muhammadiyah 6, Gagal Dapat Dana Alokasi Sekolah

Written By Sena on Senin, 02 Juli 2012 | 14.36


 PAVINGISASI: Bantuan dari pemkot Semarang digunakan untuk mempercantik kondisi halaman sekolah yang sering becek. (HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI)



SEMARANG- Beberapa waktu yang lalu, hampir saja, SD Muhammadiyah 6 akan mendapatkan bantuan untuk perbaikan sekolah dari DAK (Dana Alokasi Sekolah). Namun karena status tanah masih numpang, bantuan tersebut tak bisa diperoleh.
Kepala sekolah, Syukri mengatakan, mestinya ada beberapa ruangan yang seharusnya sudah direhab. “Tapi memang karena kami belum ada dana, jadi ya tidak bisa direhab,” jelasnya kepada Harsem saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Dirinya mengatakan, beberapa tahun yang lalu, sekolah hampir pernah mendapatkan bantuan DAK sebesar Rp 340 juta. “Tapi saat itu akhirnya urung direalisasikan oleh pemerintah Kota Semarang dikarenakan status tanah kami masih numpang,” jelasnya.
Sebelumnya, pihak pemerintah ingin melihat sertifikat dari tanah tersebut. “Tapi kan kami tidak bisa memperlihatkan, karena tanah ini bukan milik Yayasan Muhammadiyah,” kata dia.
Tanah tersebut merupakan tanah milik Mujahidin yang dipinjamkan untuk digunakan sebagai sekolah. “Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1967,” tambahnya. Untuk statusnya hanya dipinjamkan. “Bukan diwakafkan atau dihibahkan. Namun demikian kami bisa memahami kondisi ini,” jelasnya.
Selanjutnya, beberapa waktu yang lalu, lagi-lagi, sekolah tersebut hampir menerima bantuan DAK sebesar Rp 90 juta. “Tapi ya lagi-lagi kami harus kecewa karena terbentur status tanah ini,” tambahnya.
Namun demikian, pihak sekolah tak pernah menyerah untuk terus mengirimkan proposal bantuan kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang. “Selama ini kami tetap mendapatkan bantuan, tapi besarannya tidak lebih dari Rp 20 juta,” jelasnya.
Dari bantuan tersebut, sekolah bisa mengganti beberapa kaca kelas yang pecah, pengecatan serta mengganti pintu kelas dan kantor yang sudah lapuk. “Kami juga bisa memasang paving di halaman sekolah ini, jadi kalau pas hujan tidak becek,” kata dia.
Terkait dengan kondisi tersebut, pihak sekolah memperoleh informasi, jika yayasan akan segera mencarikan tanah baru untuk pembangunan sekolah. “Supaya statusnya lebih jelas. Lagi pula yayasan sendiri pasti juga tidak mau memperbaiki gedung sekolah yang bukan miliknya sendiri,” tandasnya. (awi/15) 

Ratno Cinta Karawitan


RATNO
(HARSEM/WARA MERDEKAWATI)

SEMARANG-Atas dasar ingin melestarikan budaya Jawa, dalam hal ini seni karawitan yang membuat Ratno, Kepala Sekolah SD Negeri Krapyak, terus mengembangkan kesenian itu. Salah satunya dengan memasukkan seni karawitan menjadi ektrakurikuler di SD N Krapyak.

Pria asal Wonogiri ini mengatakan, kepiawaiannya memainkan berbagai alat musik tradisional khas Jawa dimulai saat tengah belajar di Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Kebetulan saat dirinya sekolah terdapat seni karawitan sebagai ekstrakurikuler.

“Saat SPG itu saya mulai belajar seni karawitan, mulai dari cara memukul bonang, gamelan sehingga dapat menciptakan suara yang harmonis dan enak didengar,” ungkapnya. Ratno mengatakan, melatih siswa SD belajar karawitan memang tidaklah mudah, karena diperlukan ekstra ketelatenan dalam mengajarkan cara memainkan alat-alat karawitan. Terutama bonang, yang menjadi melodi dalam alunan musik karawitan.

“Biasanya saya memilih siswa yang pintar memiliki nilai akademik yang bagus untuk memegang bonang. Biasanya saya mulai dari siswa kelas 3 yang saya ajari bermain karawitan,” katanya.

Menurutnya, dalam waktu satu bulan dengan delapan kali pertemuan untuk latihan, siswa sudah bisa memainkan karawitan. Dengan memainkan beberapa lagu yang diajarkan. Misalnya, lagu Menthok-Menthok, Lir Ilir, dan Gambang Suling.

Selain, mengajar di SD, Ratno pun seringkali dimintai tolong untuk mengajar karyawan dari berbagai instansi untuk berlatih karawitan. “Lagu yang saya ajarkan disesuaikan dengan usia pemainnya, kalau siswa SD saya ajarkan lagu anak-anak. Di SD sengaja ditampilkan ekstrakurikuler tersebut, karena ingin sejak SD, siswa sudah mengenal budaya Jawa,” pungkasnya. (wam/15)

TPQ AL Ikhlas Meteseh Mendapat Bantuan

Written By amoy ya annisaa on Kamis, 21 Juni 2012 | 14.14

SERAHKAN BANTUAN: Sri Dedyningrum menyerahkan bantuan kepada Kepala TPQ AL Ikhlas Nasriyati Ta’ga. (HARSEM/WARA MERDEKAWATI)

METESEH-Mengasah kepedulian sosial sangat penting untuk diajarkan. Seperti yang dilakukan sekitar 60 siswa TK ABA 59 Semarang. Mereka mengunjungi Mushola dan TPQ Al Ikhlas RW 22 Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang. Selain bersilaturahmi, juga memberikan bantuan.

Kepala Sekolah TK ABA 59 Sri Dedyningrum mengatakan, pemberian bantuan kepada mushola sebagai wujud kepedulian siswa terhadap keberlangsungan tempat ibadah di sekitar sekolah. “Selain itu, ini merupakan salah satu pembelajaran di sekolah yakni mengenai dakwah Islam,” katanya.

Dijelaskan, bantuan merupakan uang infak siswa yang dikumpulkan tiap hari Jumat. “Jumlah nominal tiap siswa beragam, karena infak bersifat sukarela yang penting tidak memberatkan orang tua siswa,” ungkapnya.
Uang yang terkumpul itulah, diberikan kepada Mushola TPQ AL Ikhlas dan Mushola di RW 22 Kelurahan Meteseh. “Dengan kunjungan ini memberikan pembelajaran kepada siswa untuk membantu sesama. Serta menumbuhkan kepedulian siswa, mengajarkan siswa untuk berinfak,” lanjutnya.

Para siswa terlihat antusias saat mengunjungi mushola dan perkenalan dengan ustazah yang ada di TPQ AL Ikhlas. Aditya salah satunya, dia mengaku senang dapat ikut serta dalam pemberian bantuan. “Senang bisa membantu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala TPQ AL Ikhlas Nasriyati Ta’ga mengatakan, dana tersebut akan digunakan dan bermanfaat bagi mushola. “Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi mushola maupun TPQ AL Ikhlas,” ungkapnya. (wam/16)

Jangan Menghardik Siswa!

Written By Sena on Rabu, 20 Juni 2012 | 13.41


 Nasikhun(HARSEM/WARA MERDEKAWATI)



SEMARANG- Kepala Sekolah SMAN 9 Semarang Nasikhun menyatakan, dalam mendidik anak janganlah sekali-kali menghardik anak. Kuncinya, sebagai guru harus banyak memuji, dan nguwongke mereka. “Kalau mereka ada salah ya jangan menyalahkan dan menghardik, tetapi harus menghargai apa yang sudah dilakukan. Itu sangat ampuh untuk mengendalikan siswa,” ujarnya, kemarin.

Seperti halnya yang diterapkan di SMAN 9 Semarang, dengan menumbuhkan kesadaran siswa siswinya untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan, mulai dari ruang kelas, kamar mandi, hingga kantin. 

“Dulu ruang kelas di SMAN 9 banyak yang kotor akibat coretan siswa, namun melalui pendekatan guru ke siswa hal itu tak terjadi lagi,” katanya.

Ada pengalaman yang pernah dialami Nasikun untuk merubah perilaku siswa menjadi lebih baik. Salah satunya, keberadaan kamar mandi yang cukup vital ini dulunya kondisi sangat kotor, dindingnya yang penuh coretan, ditambah lagi keran air di tiap kamar mandi yang sering hilang.

“Saya sempat menegur pada karyawan saya kenapa tidak dipasang, dia mengatakan percuma kalau dipasang karena nanti hilang lagi,” katanya. Setelah itu, Nasikun masuk ke tiap kelas untuk memberikan pemahaman mengenai betapa pentingnya fasilitas kamarmandi, maupun kantin. 

“Kalau kamar mandi nyaman, bersih dari coretan tentunya semua siswa bisa memanfaatkan dan merasakan kenyamanan itu,” ujarnya.

Dengan memberi pengertian itulah, yang dapat mengendalikan sikap siswa serta mengubah perilakunya menjadi lebih baik. “Menghadapi siswa sekarang ini kita harus memahami dan pendekatan. Ini juga sering saya sampaikan ke orang tua siswa dalam mendidik buah hatinya,” pungkasnya. (wam/15)

Guru Teguh Waluyo Bangga Prestasi Sepakbola

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 29 Mei 2012 | 16.11

Teguh Waluyo
(HARSEM/DOK)

SETELAH keluar menjadi juara 1 di tingkat kota, klub sepakbola dari SMP N 4 Semarang sedang mempersiapkan diri untuk maju dalam Pertandingan Liga Pendidikan Indonesia (Lipio) tingkat Jateng. 
 
Bagi Kepala Sekolah SMP N 4 Semarang Teguh Waluyo, ini menjadi prestasi yang mengharumkan nama sekolah.

Teguh Waluyo mengatakan, setelah menjadi juara pertama di tingkat kota, akan dilanjutkan berlaga di tingkat provinsi. “Persiapan untuk pembinaan pemain-pemain sudah kita lakukan selama satu tahun,” katanya.

Teguh mengatakan, pembibitan pemain telah dilakukan sejak kelas VII. Sehingga untuk Lipio tahun 2012 ini diikuti oleh siswa kelas VII dan VIII. “Kami belajar dari pengalaman sebelumnya yang hanya mendapatkan peringkat runner up. Untuk Lipio 2012 kita optimis menjadi juara pertama,” ungkapnya.

Untuk melatih kemampuan siswanya, Teguh menambahkan, mendatangkan pelatih khusus yakni mantan pelatih PSIS Achmad Wiryo untuk mengglembeng siswa yang akan maju dalam Lipio.

Meski sebagian siswa tengah mempersiapkan Lipio, namun mereka tidak ketinggalan dalam hal pendidikan akademik. Karena, mereka juga diberikan pelajaran tambahan khusus.

“Para siswa yang akan maju Lipio, juga harus mengutamakan pendidikan akademiknya. Jadi, siswa tidak hanya berprestasi di bidang olahraga saja, tetapi juga akademiknya. Kami akan mendukung potensi apa saja yang dimiliki siswa asalkan positif dan membanggakan,” ungkapnya. (wam/16)

Much Muslich Ingin Mewarnai Indonesia

Written By amoy ya annisaa on Kamis, 24 Mei 2012 | 14.14

Guru Muh Muslich
(HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI)


INGIN siswanya berprestasi dan mampu mewarnai Indonesia merupakan harapan Kepala Sekolah SDN Ngaliyan 04, Muh Muslich. Dia mengatakan, sangat berharap bisa mencetak siswa yang berbudi pekerti luhur.

Meski di tengah keterbatasan, mereka tetap mengikuti kegiatan belajar dengan baik. “Siswa di sini semangatnya luar biasa, saya sendiri terharu,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dia mengaku sangat menikmati menjadi pengajar. “Menjadi pengajar itu sangat menyenangkan, karena bisa mengamalkan ilmu kepada siswa,” jelasnya.

Tak heran, dirinya sangat setia mengabdi. “Saya memulai pekerjaan sebagai guru sejak mulai mengajar di pendidikan nonformal, tahun 1980,” jelas pria kelahiran Blora, 20 Agustus 1963 ini.

Banyak pengalaman yang pernah dirasakannya selama mengajar. “Ada pengalaman baik dan buruk. Yang baik kalau siswa punya prestasi yang baik,” jelasnya. Saat dukanya ketika para siswa tidak begitu pintar. “Itu yang kadang bikin guru kecewa,” imbuhnya.

Namun demikian, dia selalu memupuk karakter siswa untuk selalu berprestasi dalam pelajaran. “Karakter bangsa bisa dipupuk melalui berbagai hal. Kalau saya memang lebih menekankan pada ilmu agama,” jelasnya.

Dia meminta guru agama tidak bosan memberikan pemahaman akhlak yang baik kepada siswa. Dia juga sering masuk ke kelas untuk memberikan pendidikan karakter kepada siswa.

Di tengah aktivitasnya, bapak tiga anak ini selalu menyempatkan diri untuk memyalurkan hobinya. “Hobi saya olahraga, terutama sepakbola dan voli. Namun karena sekarang sudah tidak muda lagi dan kaki mulai gampang pegal maka lebih suka olahraga ringan, seperti jalan-jalan,” tukasnya. (awi/16)

Nur Harjito, Guru Harus Lebih Sabar

Kepala sekolah SD Kristen Gergaji, Nur Harjito
(HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI)

SEMARANG-Melakukan pendekatan ke siswa selalu dilakukan oleh Kepala SD Kristen Gergaji, Nur Harjito jika berhadapan dengan siswa yang bermasalah. “Bermasalah jika mereka kok sulit memahami pelajaran yang sudah disampaikan oleh guru,” jelasnya kepada Harsem saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan, siswa yang demikian menjadikan duka tersendiri baginya. “Memang tidak mudah dalam menghadapi siswa yang kadang sulit mengerti dengan apa yang sudah kita jelaskan, tapi mereka tidak paham juga,” urainya.

Jika terlalu ditegasi, maka siswa yang bersangkutan akan terbebani. “Untuk itu ya memang harus lebih sabar. Saya lebih menekankan pada pendekatan,” jelasnya. Pendekatan yang dilakukan yaitu memberikan pengarahan dan penjelasan kepada siswa agar mereka bisa memahami dan mengerti dengan materi tertentu yang itu sulit bagi mereka.

Namun, dengan begitu, dirinya lebih bisa mengikuti perkembangan siswa. “Saat siswa tidak mengerti, namun setelah diberikan penjelasan, mereka mulai mengerti. Dan kita bisa terlibat dalam proses tersebut, itu sangat mengesankan,” papar pria kelahiran Semarang, 27 Agustus 1969 ini.

Untuk prinsip hidup yang selalu diterapkan yaitu menikmati hidup dan mensyukuri semua yang sudah diperoleh. “Dengan begitu maka dalam menjalani hidup, kita akan lebih enak,” jelasnya.

Dirinya yang sudah mengajar sejak tahun 1992 ini juga mengatakan, selalu menikmati saat-saat dimana dirinya bisa bergaul dengan anak-anak. “Bisa bergaul dengan anak-anak itu adalah keasyikan tersendiri,” tambahnya.

Sementara itu, di tengah segudang aktivitasnya sebagai kepala sekolah, dirinya selalu menyempatkan diri untuk mengerjakan apa yang menjadi hobinya. “Hobi saya kebetulan olah raga, saya suka sekali bulu tangkis,” terangnya.

Dengan demikian, hidup akan lebih seimbang ketika dari berbagai sisi berjalan beriringan. “Mulai dari pekerjaan hingga kehidupan pribadi,” tandasnya. (aris wasita widiastuti/15)



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger