Latest Post
Tampilkan postingan dengan label UGM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UGM. Tampilkan semua postingan
09.44
SMAN 2 Mranggen Terima ISO 9001:2008, Berharap Gampang Dapat Bantuan
Written By Sena on Jumat, 20 Juli 2012 | 09.44
![]() |
| TERIMA SERTIFIKAT: Kepala Sekolah SMAN 2 Mranggen Drs Siswandi MPd (kanan) saat menerima sertifikat ISO 9001: 2008 dari Drs Anjang Wibowo (HARSEM/TEGUH ARGARI BISONO) |
DEMAK- Kemarin SMAN 2 Mranggen meluncurkan sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008 di sekolah yang berlokasi di Perumnas Pucang Gading itu. Diharapkan setelah menerima sertifikat tersebut, sekolah tersebut akan lebih mudah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Peluncuran sistem manajemen mutu tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat ISO 9001: 2008 dari konsultan ISO, Indah Supriyatiningrum kepada Wakil Bupati Demak, yang diwakili Drs Anjang Wibowo. Selanjutnya sertifikat itu diserahkan kepada Kepala Sekolah SMAN 2 Mranggen Drs Siswandi MPd.
Peluncuran sistem manajemen mutu tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat ISO 9001: 2008 dari konsultan ISO, Indah Supriyatiningrum kepada Wakil Bupati Demak, yang diwakili Drs Anjang Wibowo. Selanjutnya sertifikat itu diserahkan kepada Kepala Sekolah SMAN 2 Mranggen Drs Siswandi MPd.
Menurut Siswandi, untuk memperoleh sertifikat itu dibutuhkan perjuangan cukup berat yang dilakukan kepala sekolah sebelumnya, sejak sekolah itu berdiri tahun 1996. “Hanya saja pada tahun ini, ketika saya menjabat sebagai kepala sekolah, sertifikat itu akhirnya bisa diberikan. Kami berharap setelah ini dapat memberikan pelayanan yang lebih prima lagi kepada masyarakat,” ungkapnya, sewaktu memberikan sambutan.
Ditambahkan Suwandi, pihaknya juga tetap berharap mendapat bantuan sarana prasarana dan alokasi anggaran dari pemerintah. Prestasi yang diraih sekolah ini di antaranya sembilan alumninya telah diterima di PTN melalui jalur undangan, salah-satunya UGM. Pihaknya juga berharap sekolahnya bisa segera menjadi RSBI.
Dalam acara peluncuran tersebut, juga ditampilkan kebolehan para siswa sekolah tersebut. Seperti misalnya kegiatan Paskibra, yang tiga tahun berturut-turut menjadi juara di Demak, sehingga memperoleh piala tetap.
Yang unik, gerakan pasukan pengibar bendera itu tidak monoton, namun dikreasi dengan kreatifitas seni. Seperti juga menembangkan “Cublak-cublak Suweng” dengan diiringi gerakan kaki yang lincah, sehingga memancing tepuk tangan para peserta acara tersebut.
Selain itu juga ditampilkan robot-robot karya para siswa tersebut dan penanaman pohon di halaman sekolah. Sedang Anjang Wibowo dalam sambutannya berharap dengan adanya sertifikat tersebut, prestasi sekolah ini bisa dipertahankan.
“Diharapkan dengan adanya ISO tersebut, kepercayaan pemerintah pada sekolah ini akan makin meningkat, sehingga SMAN 2 Mranggen bisa mendapat bantuan lebih banyak,” tambahnya.
Anjang Wibowo juga membacakan sambutan dari Wakil Bupati Demak. Dalam sambutan tertulisnya, wakil bupati mengharapkan agar pihak sekolah dengan adanya sertifikat tersebut tidak cepat puas, namun bisa memacu semangat agar kinerjanya lebih meningkat lagi. (tab)
Label:
Kepala Sekolah,
Pendidikan,
SMAN2,
UGM
14.41
Nota kesepakatan ditandatangani Rektor UGM Prof Pratikno, Rektor UI yang diwakili Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Industri Sunarji, dan Rektor ITB yang diwakili Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof Dr Wawan Gunawan AK, di Balai Senat UGM, kemarin.
Penandatanganan kesepakatan disaksikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang sebelumnya memberikan pidato ilmiah tentang transformasi ekonomi Indonesia melalui MP3EI, dan melepas mahasiswa KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) UGM.
"Salah satu wujud kerja sama untuk agenda jangka pendek adalah pembangunan jembatan di Selat Sunda. Dengan bertiga bersatu dan memperkuat konektivitas, kita bisa lebih optimal," kata Wawan Gunawan AK yang mewakili ITB.
Kepala Bidang Peningkatan Mutu Penelitian LPPM UGM Prof Dr Harno Dwi Pramono mengatakan, pembagian kerja dengan tiga perguruan tinggi ini bisa saling melengkapi. "ITB tentu lebih berpengalaman dalam bidang konstruksi.
Saat ini proses kajian dan penelitian masih berlangsung dan rencananya digelar seminar internasional untuk menguatkan proyek ini. "Kami memang diminta pemerintah, tetapi kegiatan ini murni dari para akademisi," imbuh Harno.
Secara umum Rektor UGM Prof Pratikno menjelaskan, tiga perguruan tinggi bekerja sama dalam hal pengembangan infrastruktur. Hal itu dilakukan untuk mendorong Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3E) dalam bidang infrastruktur yang progresif dan berkeadilan.
''Ini pekerjaan berat bagi perguruan tinggi untuk ikut berkontribusi memikirkan pendidikan dalam bidang infrastruktur,'' ujar Pratikno. (H50/JBSM/15)
Kerjasama UGM, ITB dan UI, Kaji Pembangunan Jembatan Selat Sunda
Written By amoy ya annisaa on Senin, 02 Juli 2012 | 14.41
YOGYAKARTA - UGM, UI, dan ITB bekerja sama dalam penelitian dan kajian untuk pembangunan jembatan di Selat Sunda. Kerja sama itu merupakan salah satu agenda dari nota kesepahaman tripartit yang ditandatangani ketiga perguruan tinggi tersebut.
Nota kesepakatan ditandatangani Rektor UGM Prof Pratikno, Rektor UI yang diwakili Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Industri Sunarji, dan Rektor ITB yang diwakili Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof Dr Wawan Gunawan AK, di Balai Senat UGM, kemarin.
Penandatanganan kesepakatan disaksikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang sebelumnya memberikan pidato ilmiah tentang transformasi ekonomi Indonesia melalui MP3EI, dan melepas mahasiswa KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) UGM.
"Salah satu wujud kerja sama untuk agenda jangka pendek adalah pembangunan jembatan di Selat Sunda. Dengan bertiga bersatu dan memperkuat konektivitas, kita bisa lebih optimal," kata Wawan Gunawan AK yang mewakili ITB.
Kepala Bidang Peningkatan Mutu Penelitian LPPM UGM Prof Dr Harno Dwi Pramono mengatakan, pembagian kerja dengan tiga perguruan tinggi ini bisa saling melengkapi. "ITB tentu lebih berpengalaman dalam bidang konstruksi.
Tetapi, mereka tidak punya ahli di bidang sosial, ekonomi, dan hukum. Ini yang akan diisi UI dan UGM, karena pembangunan infrastruktur tidak hanya mempertimbangkan fisik, tetapi juga sosio-ekonomi kultural masyarakat setempat," ungkap Harno tentang proyek yang pada tahap pertama berlangsung hingga 2017 itu.
Saat ini proses kajian dan penelitian masih berlangsung dan rencananya digelar seminar internasional untuk menguatkan proyek ini. "Kami memang diminta pemerintah, tetapi kegiatan ini murni dari para akademisi," imbuh Harno.
Secara umum Rektor UGM Prof Pratikno menjelaskan, tiga perguruan tinggi bekerja sama dalam hal pengembangan infrastruktur. Hal itu dilakukan untuk mendorong Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3E) dalam bidang infrastruktur yang progresif dan berkeadilan.
''Ini pekerjaan berat bagi perguruan tinggi untuk ikut berkontribusi memikirkan pendidikan dalam bidang infrastruktur,'' ujar Pratikno. (H50/JBSM/15)
Label:
ITB,
Kerjasama,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
UGM,
UI





