Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Pustakawan Harus Miliki Kompetensi Profesional

Written By Unknown on Senin, 11 November 2013 | 11.00

SEMARANG-Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, menyelenggarakan seminar nasional dengan Tema "Kompetensi Pengelola Informasi di Era Globalisasi, di Gedung Prof Soedarto  Kampus Undip Tembalang baru baru ini.
    
Hadir sebagai pembicara antara lain Drs Sobari MSi Kabid dokumentasi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII),Dra Sri Ati MSi Dosen Ilmu perpustakaan Undip dan Eko Tjahyono Pendiri Perpustakaan Anak Bangsa.
    
Menurut Sri Ati di era glopbalisasi seorang pustakawan dituntut memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku sesuai standar nasional yang telah disepakati.
    
Pustakawan yang profesional harus memahami dengan baik mengenai kompetensi teknik, kompetensi dasar, juga manajerial. Kompetensi teknik meliputi pengetahuan tentang terbitan, alat seleksi, transaksi pengadaan bahan pustaka, katalog hingga indeks buku, terangnya.
    
Selebihnya kompetensi dasar berfokus pada keterampilan komunikasi lisan tertulis  serta bekerjasama dalam tim. Adapun  kompetensi manajerial berkaitan dengan kemampuan memecahkan permasalahan perpustakaan, menganalisa data, menganalisa resiko, hingga menyiapkan bahan laporan.
    
Sobari menambahkan pengelola informasi termasuk pustakawan di era globalisasi dituntut memiliki pengetahuan, ketrampilan, kemampuan dalam menyimpan, pengorganisasian dan penyebaran informasi. Ini menjadi sebuah keharusan.
    
Eko Tjahyono mengakui memiliki perpustakaan tapi tidak memiliki kompetensi secara formal tentang ilmu perpustakaan. "Setiap ada kunjungan dari dinas ataupun birokrat, mereka selalu mengatakan ini perpustakaan liar. Bagi saya itu tidak masalah karena Perpustakaan Anak Bangsa tujuannya adalah menumbuhkan menanamkan dan membudayakan minat baca dilingkungan masyarakat yang nantinya akan membantu memberantas buta huruf dan meningkatkan wawasan masyarakat di pedesaan,"ujarnya.
    
Pada sisi lain perpustakaan banyak didirikan tapi memiliki banyak persyaratan, dan terkesan hanya orang terpelajar yang masuk ke perpustakaan. Ironisnya, petugas perpustakaan juga sebagian lebih senang tidak ada pengunjung agar koleksi bukunya tidak hilang. (H41/SMNetwork/njs)

Seluruh Wakil Jateng Gondol Medali Kompetisi Sains Madrasah Nasional

Semua peserta Kompetisi Sains Madrasah (KSM) asal Jateng membawa pulang medali, yakni 4 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Mereka berfoto bersama Ketua Kontingen Jateng Akhmad Su'aedi SPd di sela-sela acara penutupan.
MALANG - Provinsi Jateng mengirimkan sebelas (11) delegasi ke ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional di Malang, 5 - 9 November. Dan, seluruh wakil Jateng tersebut berhasil meraih medali di ajang paling bergengsi tersebut. Perinciannya 4 medali emas, 4 medali perak, dan 3 medali perunggu.
    
Medali emas bidang Matematika tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) diraih Hafidz Nurrohman Ghozali (Karanganyar) sekaligus sebagai the best explorasi, Matematika Madrasah Tsanawiyah (MTs) oleh Muhammad Noor Assiqin (Jepara), Fisika MTs diraih Narizka Nanda Purwodani (Kebumen) dan Fisika Madrasah Aliyah (MA) oleh Ahmad Hasan Asy’ari (Demak) sekaligus sebagai the best experiment. Adapun Ema Nuzula Fatmah siswi MAN 2 Kudus meski mendapatkan medali perak bidang Biologi tetapi terpilih sebagai the best experiment.      Selain KSM, di tempat yang sama juga digelar Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma). Untuk Aksioma, Jateng meraih emas atas nama Nadia Putri Salsabilan asal Banjarnegara dari lomba pidato bahasa Indonesia tingkat MI. Selain itu, Inayatul May asal Temanggung juga meraih emas dari lomba lari 100 meter putri tingkat MTs. Adapun total medali yang dibawa pulang kontingen Aksioma Jateng 9 keping, terdiri atas 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Terpilih sebagai juara umum KSM dan Aksioma adalah kontingen tuan rumah Jawa Timur.
    
Meskipun belum berhasil meraih juara umum, keberhasilan kontingen Jateng meraih banyak medali tersebut tidak lepas dari dukungan semua pihak. Kakanwil Kemenag Jateng Drs H Khaeruddin MA, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Drs H Jamun Effendi MPdI, dan seluruh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten/Kota se-Jateng hadir di Malang dan memberikan dukungan bagi kontingen Jateng untuk berprestasi di ajang tersebut.
    
Tangisan haru memenuhi suasana penutupan kompetisi seni, olahraga dan sains madrasah di GOR Gajayana Malang. Setiap kali panitia menyebut nama peserta sebagai peraih juara, langsung disambut dengan teriakan suporter dan tangisan haru sang juara.
    
Ajang kompetisi yang dikemas Kementerian Agama dengan sebutan Aksioma (Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah) dan KSM (Kompetisi Sains Madrasah) memang menjadi wahana untuk mengukur kemampuan siswa dan sekaligus keberhasilan madrasah dalam meningkatkan kemampuan di bidang seni, olahraga dan ilmu pengetahuan,  kata Direktur Pendidikan Madrasah Prof Dr HM Nur Kholis Setiawan MA.
    
Menurutnya, kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat, kokoh, tahan uji dan memiliki kemampuan yang tangguh di bidangnya dan mampu berkreasi memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan ini juga peserta dapat melatih dan terbiasa untuk selalu meningkatkan daya nalar, kreativitas dan berpikir kritis serta mampu mengaplikasikannya dalam setiap langkah pengembangan ke depan. Oleh karena itu, KSM  merupakan salah satu wadah strategis untuk merealisasikan paradigma pendidikan di atas.
    
Adapun Aksioma diharapkan dapat dijadikan ajang untuk mengembangkan potensi peserta didik pada bidang olahraga dan seni sebagai instrumen untuk mengukur kompetensi siswa dan mutu madrasah. Dalam penyelenggaraan KSM tahun ini memperebutkan 11 medali emas, sedangkan Aksioma 54 medali emas. (D10/SMNetwork/njs)

SMPN 33 Juara Lomba Paskibra

Peserta memperagakan formasi dalam Lomba Paskibra Java Twenty Five Award (Avatar) ''One Determination on The World'' yang digelar di lapangan upacara dan aula SMPN 25 Semarang, kemarin.
SEMARANG - SMPN 33 Semarang keluar sebagai juara umum Lomba Paskibra Java Twenty Five Award (Avatar) ''One Determination on The World'' yang digelar di lapangan upacara dan aula SMPN 25 Semarang, kemarin. Gelar yang diraih SMPN 33 ini merupakan akumulasi hasil dari sejumlah kategori lomba.
    
Dalam kategori lomba pasukan baris-berbaris (PBB) dan variasi formasi misalnya, SMPN 33 meraih peringkat dua. Kemudian untuk kategori danton terbaik, SMPN 33 meraih peringkat tiga.
    
Sedangkan juara untuk kategori PBB diraih SMPN 6 Semarang, kategori danton SMPN 29 Semarang, variasi formasi SMPN 1 Mranggen, dan best performance SMPN 1 Semarang.
    
Juara umum berhak atas Piala Menpora. Kemudian juara kategori meraih Piala Gubernur, Wali Kota Semarang, Danlanal, Arhanudse 15, Danlanumad, dan Purnapasda. Bertindak sebagai juri adalah anggota dari Rindam IV/Diponegoro dan Lanal Semarang.
    
Salah satu panitia, Hanung WS, mengatakan kegiatan ini diikuti 24 regu yang berasal dari SMP/sederajat dari Jateng, Jatim, dan Jabar. ''Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin dan rasa persatuan antaranggota paskibra se-Jawa,'' kata Hanung.
    
Dalam kegiatan ini, tiap regu yang beranggotakan 16 orang itu dituntut mampu berkreasi membuat formasi-formasi di peleton mereka. Selain itu kostum yang mereka kenakan juga masuk dalam penilaian. (H69/SMNetwork/njs)

OJK Gandeng Unwahas Soal Literasi Keuangan

Written By Unknown on Rabu, 06 November 2013 | 10.40

 Rektor Unwahas Dr Noor Achmad (kiri) bersama Komisioner OJK dan pihak perguruan tinggi seusai penandatangan MoU
SEMARANG-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu perguruan tinggi yang diajak bekerja sama adalah Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.
    
Adapun delapan perguruan tinggi yang mendapat kepercayaan menjadi rekan OJK diantaranya, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Trisakti, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Unwahas. Bidang kerja sama yang akan dilakukan OJK dengan perguruan tinggi tersebut termasuk Unwahas yakni untuk memberikan literasi keuangan dan perlindungan pada masyarakat. Sebab akhir-akhir ini terdapat sejumlah kasus praktik-praktik penipuan jasa keuangan.
    
Rektor Unwahas, Dr Noor Achmad mengatakan, dewasa ini banyak sekali praktik penipuan investasi bodong yang menjanjikan bunga tinggi. Disamping itu juga membawa-bawa agama dalam menawarkan jasa investasinya.
    
"Mengantisipasi hal itu kami dari perguruan tinggi juga turut bertanggung jawab untuk memberikan literasi atau informasi pada masyarakat," ungkapnya saat ditemui, kemarin.
    
Upaya dalam bidang akademik yang dapat dilakukan Unwahas adalah dengan menyelenggarakan mata kuliah tentang literasi jasa keuangan.

"Direncanakan nanti yang akan mengajar dari pihak OJK. Sebab kedepan OJK juga akan dibentuk di daerah-daerah," kata Rektor.
    
Disamping itu dalam rangka memberikan literasi kampus akan mendirikan Pojok OJK atau Unwahas Sekuritas yang berfungsi memberikaan informasi serta konseling pada masyarakat.
    
Sementara itu, Komisioner OJK Muliaman menyampaikan, nota kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen OJK untuk meningkatkan literasi keuangan, akses, dan perlindungan konsumen jasa keuangan .
    
''Kami berharap dapat sinergi dengan pihak perguruan tinggi di bidang penelitian dan pemberdayaan masyarakat untuk bidang jasa keuangan. Tidak hanya akses masyarakat terhadap sektor keuangan yang penting, tetapi juga perlu pengelolaan keuangan yang baik, sehingga disinilah peran perguruan tinggi,'' katanya. (K3/SMNetwork/njs)

HIC USA Jajaki Kerja Bareng dengan Undip

President Higline Community College,Washington State, USA,  Jack Bermingham PhD bertemu Rektor Undip Prof Sudharto PH dalam rangka penjajakan kerja sama baru baru ini.
SEMARANG- Undip menerima kunjungan President Higline Community College (HIC),Washington State, USA,  Jack Bermingham PhD dalam rangka penjajakan kerjasama antara ke dua Universitas, kemarin, di gedung rektorat kampus Tembalang.
    
Jack Bermingham PhD dalam lawatannya ke Undip berkeinginan memperkuat kerja sama di bidang publikasi jurnal internasional, inisiasi pengembangan E-Learning hingga pembentukan klinik manuskrip.
    
Dia pun berharap kunjungannya ke Indonesia secepatnya diikuti  penandatanganan kerjasama. Undip salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Dosen maupun alumninya juga memiliki integritas di tingkat internasional. Ini menjadi alasan kami jauh jauh datang ke Indonesia untuk kemungkinan kemitraan lembaga, tutur Jack.
    
Menurutnya tidak salah apabila kedua lembaga ini menjalin hubungan secara resmi.  Undip dipandang universitas mewakili Indonesia di kancah percaturan internasional.
    
Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD mengatakan pihaknya menyambut baik tawaran kerjasama ini. Hubungan baik dua negara sekaligus  akan mempermudah proses kearah itu. Mereka kedepan juga akan bisa saling mengisi dalam rangka meningkatkan budaya akademik, memperbanyak artikel dosen sekaligus mempertajam kualitas belajar mengajar. Khususnya,  dalam Bahasa Inggris bagi para dosen.
    
Kerjasama ini sekaligus bentuk internasioanalisasi kampus Undip.  Sudah seharusnya perguruan tinggi sekrang tidak hanya dilihat sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat penelitian, atau pusat pengabdian masyarakat semata.
    
Akan tetapi juga harus menjadi suatu entitas korporasi pencetak ilmu pengetahuan masa depan. (H41/SMNetwork/njs)

Ribuan Siswa Rayakan Tahun Baru Islam

 Ribuan peserta  mengikuti pawai Ta'aruf dalam perayaan tahun baru Islam 1435 Hijiriah di lapangan Desa Karangpucung Kecamatan Karangpucung, kemarin.
KARANGPUCUNG-Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat maupun lembaga Pendidikan dari tingkat Paud,SLTA hingga Pondok Pesantren di Kecamatan Karangpucung merayakan tahun baru Islam 1435 Hijriah di lapangan Desa Karangpucung Kecamatan Karangpucung Selasa (5/11),kemarin.
    
Perayaan yang dilaksanakan dengan kegiatan pawai Ta'aruf baik dengan menggunakan belasan mobil hias maupun beberapa peserta yang melakukannya dengan berjalan kaki itu bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi antar warga serta sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang sejarah perjalanan Nabi Muhammad pada masa lalu.
    
Ketua Panitia Acara Tarjuki menuturkan, Pawai Ta'aruf dalam perayaan tahun baru Islam 1435 hijriah yang diikuti ribuan warga serta puluhan kelompok dari lembaga Pendidikan dari tingkat Paud,SLTA hingga Pondok Pesantren itu dilakukan dengan menggunakan belasan mobil dan beberapa peserta yang melakukan pawai dengan berjalan kaki.
    
"Rute perjalanan pawai berawal dari Lapangan Karangpucung menuju ke Desa Sindangbarang dan berakhir kembali ke lapangan,"ujarnya.
Dalam perayaan itu lanjut dia,selain untuk memperkuat tali silaturahmi antar warga di seluruh Kecamatan Karangpucung juga untuk memperkenalkan kepada seluruh siswa bahwa tahun baru Islam merupakan sejarah perjalanan Nabi besar Muhammad SAW.
    
Di tempat yang sama, Camat Karangpucung Tasimin mengatakan,kegiatan yang diselenggarakan oleh MUI Karangpucung, KORPRI beserta Muspika itu, juga memberikan bantuan santunan berupa beberapa ekor kambing kepada sejumlah warga fakir miskin yang berada di Kecamatan tersebut.
    
"Kegiatan itu adalah agenda tahunan,namun tahun ini peserta yang ikut dalam pawai cukup banyak dibanding tahun sebelumnya,"ujarnya.(yod/SMNetwork/njs)

Teliti Larutan Kulit Udang, Siswa SMA 5 Dapat Medali

Tiga siswi SMA 5 Semarang menjadi pemenang medali perunggu OPSI 2013 atas penelitian larutan kitosan kulit udang untuk menyerap logam berat pada kerang darah.
SEMARANG- Kekhawatiran masyarakat mengkonsumsi makanan laut salah satunya kerang yakni karena mengandung logam berat. Akan tetapi ketakutan tersebut dapat diatasi dengan kitosan penemuan dari siswa SMA 5 Semarang.
    
Kitosan yang mereka temukan tersebut berasal dari larutan limbah kulit udang atau cangkang kepiting. Adapun hasil inovasi itu berhasil merebut medali perunggu pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2013.
    
Penelitian di bidang sains dasar tersebut berawal dari permasalahan yang kerap ditemui di lapangan selama ini. ''Banyak orang suka makan seafood, namun kadang mereka takut karena  khususnya kerang darah mengandung logam seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan sukrum (Cu). Selain itu, sifat kerang darah tidak awet atau cepat busuk,'' ungkap Ratna Wulandari Noor Azizi, siswi kelas XII IPA 6 SMA 5 Semarang itu.
    
Kemudian dia bersama dua rekannya Lutfiani Irvin Maulina (XII IPA 3) dan Widiyuta Ayudya Dewanti (XII IPA 6) mencoba mencari solusi terhadap permasalahan tersebut. Akhirnya mereka menggunakan larutan kitosan dari limbah kulit udang. Caranya, daging kerang direndam dengan larutan kitosan agar logam berat pada makanan laut itu terserap.
    
''Fungsi larutan kitosan dari kulit udang tersebut selain menyerap kandungan logam juga melapisi daging kerang agar lebih awet atau tidak cepat busuk. Setelah direndam kemudian daging kerang dibilas dan siap dimasak,'' kata Lutfiani.
    
Pada pengujian laboratorium, perendaman selama 20, 40, dan 60 menit ternyata paling optimal dalam menyerap logam berat pada kerang darah adalah yang 40 menit. ''Sebab jika merendam dengan waktu lebih malah tidak efektif,'' timpal Widiyuta.
    
Adapun saat lomba dan melakukan presentasi di ajang OPSI 2013 tiga dara inipun mendapatkan pengalaman menarik. Penelitiannya diremehkan oleh para juri, karena pemilihan judul yang salah. Namun malah akhirnya mereka mendapat kesempatan lolos di tahap presentasi.
    
Pembina KIR SMA 5 Semarang, Sutardi mengatakan, bahwa dirinya terus mendorong siswa untuk melakukan penelitian. Bahkan berhasilnya prestasi tersebut karena siswa selalu melakukan inovasi baru di semua bidang penelitian. (Anggun Puspita/SMNetwork/njs)

Sajikan Bajigur, Mahasiswa Undip Juara Kompetisi Ilmiah Jateng-DIY

Mahasiswa Undip berfoto bersama usai meraih juara di ajang karya tulis ilmiah tingkat Jawa Tengah dan DIY yang diselenggarakan Fakultas Pertanian UNS baru-baru ini. 
SEMARANG- Tim Undip menjadi runner-up ajang karya tulis ilmiah tingkat Jawa Tengah dan DIY yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian UNS baru-baru ini. 
Mereka menyajikan karya tulis berkenaan manfaat batako terbuat dari jerami yang ramah lingkungan (bajigur).
    
Menurut Ketua Tim Sigit Arrohman penyajian karya tulis didahului penelitian lumayan panjang.
"Judul karya ilmiah kami seutuhnya  adalah  Batako Jerami Ramah Lingkungan Fotokatalis Nano Tio2,  Dari Limbah Jerami Serta Lumpur Merapi Sebagai Biomaterial Sebagai Peningkatan Ecoenviront di Magelang, Jawa Tengah . Karya tulis ini mengangkat konsep anyar batako jerami ramah lingkungan, tuturnya dalam rilis yang diterim,  kemarin. 
    
Para peneliti muda Undip, merasa banyak limbah erupsi Gunung Merapi dan jerami yang terbuang secara percuma. Padahal bila dikelola dengan baik potensinya besar untuk menambah pendapatan warga.  Riset kemudian dilaksanakan para mahasiswa Undip.
    
Alhasil mereka menemukan metode Bajigur Fotokatalis Nano Tio2. Konsep ini memiliki keunggulan mengurangi penggunaan semen. Bahan perekat semen bahkan digantikan silika dari jerami maupun lumpur Gunung Merapi. Masih ditambah dengan teknologi nanosilika, kekuatan batako semakin sempurna.
    
Sigit mengakui proses seleksi sangat ketat. Dalam tahap final mereka bahkan diwajibkan membawa alat peraga serta MMT untuk keperluan presentasi. Waku presentasi berdurasi 10 menit dilanjutkan dengan 20 menit tanya jawab.
    
Proses seleksi yang panjang, akhirnya didapatkan 9 finalis yang berhasil lolos ke tahap final. Sembilan tim itu terdiri dari enam universitas, salah satunya adalah dari Undip, UGM, UNY, UNS,UAD, UMY. Enam universitas dengan komposisi dua tim dari Undip, satu tim UGM, dua tim UNY, satu tim UMY, dua tim UAD, dan satu tim UNS.
    
Hasil seleksi menunjukkan tim Undip mendapat nilai bagus. Mereka dinyatakan sebagai juara II. Kompetisi ini menjadi tonggak Undip memiliki potensi yang besar menuju Universitas Riset 2020. Kedepannya bajigur juga akan mampu menjawab tantangan pertumbuhan pembangunan yang tinggi dengan mengurangi penggunaan semen.
    
Selain itu menjadikan sumber potensi jerami dan Lumpur Merapi sebagai salah satu sumber penghasilan masyarakat. Tak kurang mahasiswa mempersilahkan investor asing untuk bekerjasama dalam penelitian ini dan pengembangannya. (H41/SMNetwork/njs)

Mendesak, Perda Pendidikan Madin

Written By Unknown on Jumat, 01 November 2013 | 10.29

PATI-Upaya menumbuhkan karakter yang baik sekaligus membentengi generasi bangsa dari pengaruh negatif harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Penerbitan Peraturan Daerah (Perda) mengenai wajib belajar Madrasah Diniyah (Madin) sangat diperlukan sebagai bentuk dukungan nyata.
    
Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Muh Zen Adv menyatakan, pemunculan perda tersebut di tingkat kabupaten/kota mendesak dilakukan. Itu sebagai penguat kebijakan bersama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kemeterian Agama (Kemenag) tentang penyelenggaraan pendidikan karakter. 
    
Di tingkat provinsi, menurut Zen, regulasi penguat tentang pendidikan karakter sudah ada. Itu tertuang dalam Perda Jawa Tengah No 4 tahun 2012. "Perda tersebut secara jelas memerintahkan sekolah agar selain mendampingi siswa dalam memberikan pendidikan formal, juga diharuskan mendampingi siswa untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan," ujarnya, kemarin.
    
Regulasi tersebut telah berlaku untuk jenjang pendidikan SD dan SMP. Di antaranya, dengan mengupayakan secara internal, yakni guru memberi keteladanan yang baik dan bakti sosial. Selain itu daerah juga didorong menggiatkan penyelenggaraan pendidikan sore seperti Madrasah Diniyah (Madin) atau TPQ.
     Lebih lanjut anggota Fraksi PKB ini menjelaskan, pendidikan Madin dilangsungkan selama empat tahun, yakni selama dua tahun di SD dan dua tahun berikutnya berlanjut di SMP. Harapannya, semula lulusan SMP telah mengantongi ijazah Madin.
     Mengenai tenaga pendidik dan kurikulum, menurutnya sangat siap. Mengingat, di setiap kabupaten/kota telah ada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dan Badko TPQ.
"Saya kira di setiap daerah telah siap untuk melaksanakan itu. Pendidik Madin banyak tersedia. Selain itu, di Kantor Kemenag tingkat kabupaten/kota juga terdapat seksi yang membidangi pesantren dan Madin. Jadi, hanya perlu perbaikan sarana dan prasarana serta pelatihan bagi guru untuk peningkatan kompetensi," tandasnya.
    
Khusus untuk Pati, legislator asal Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan ini meyakini lebih siap untuk menerbitkan perda tersebut. Mengingat, duet Bupati Haryanto dan Wakil Bupati Budiyono dinilai lebih religius dan nasionalis.  "Hanya masih perlu dukungan dari DPRD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mewujudkan perda itu berikut penerapannya," kata dia.
    
Zen melihat, penerapan regulasi tentang penyelenggaraan pendidikan Madin di Jawa Barat, Banten, dan provinsi lain berdampak positif. Karena telah mampu mencetak kader berilmu, beriman, berakhlak dan berkarakter baik. Sehingga ancaman penyimpangan perilaku bagi remaja, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan bentuk kenakalan lainnya dapat diredam.
    
Perda itu juga terbukti mampu menunjang nilai akademis anak. Di Pandeglang Banten, misalnya, setelah diberlakukan regulasi itu indikator akademik siswa menunjukkan nilai rata-rata UN mencapai 8,9. Ada peningkatan dibanding sebelum perda itu diterapkan, yakni nilai rata-rata UN 6,7.
    
Upaya tersebut dibarengi dengan kebijakan penerapan jam wajib belajar bagi anak mulai jam 18.30 hingga 19.30. Waktu selama satu jam itu juga dilarang mengaktifkan televisi.\

Longsor, Dua Kelas SMPN 4 Terancam Ambruk Hujan Lima Jam

Talut tanah Sungai Ploso, Kampung Plosoarum, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara,  ambrol menggerus  pondasi bangunan SMPN 4.
KLATEN-Talut tanah Sungai Ploso di Kampung Plosoarum, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, kemarin longsor. Ambrolnya talut setinggi tiga meter itu menyebabkan dua ruang kelas SMPN 4 rawan ambruk, pondasi bangunan sebab longsor sudah menyeret pagar sekolah.
   
''Yang kali pertama mengetahui talut ambrol itu para siswa,'' ungkap Satuan Pengamanan SMPN 4, Winarto. Menurutnya, sekitar pukul 06.15 sejumlah siswa yang hendak memarkir sepeda onthel di parkiran kaget sebab melihat talut di belakang sekolah rontok. Bahkan pagar sekolah di bagian belakang ikut ambrol ke sungai. Siswa melaporkan kejadian itu kepadanya dan diteruskan ke Kepala Sekolah Agus Ristanto.
   
Ambrolnya talut itu baru kali pertama terjadi. Meski sekolah berada di tepi sungai, sejak lama tidak ada longsor di lokasi. Baru sekali ini longsor dan menyeret pagar sekolah. Dia khawatir jika hujan turun deras sekali lagi tanah yang rontok akan semakin meluas. Dampaknya pondasi sekolah akan ikut hanyut. Padahal di bagian belakang sekolah ada dua kelas dan satu lahan parkir. Sungai Ploso menurutnya tidak memiliki aliran yang deras meski hujan. Penyebab utama longsor bukan karena banjir tetapi air selokan yang turun ke sungai.
   
Hartono, warga sekitar mengatakan sebelum talut ambrol hujan turun dengan deras sejak, Selasa (29/10) petang sampai hampir tengah malam. '' Air di sekitar lokasi deras sebab limpahan dari jalan raya,'' terangnya. Air di Jl Dr Wahidin yang deras mengalir ke jalan di sebelah selatan SMPN 4. Di lokasi itu, hanya ada sekolak kecil dan banyak yang sudah tertutup. Padahal di sisi SMPN 4, juga dibangun pagar SMKN I. Apes lagi, tidak ada selokan di dekat bangunan pagar baru itu sehingga air melimpas ke SMPN 4.
     
Menurut Kepala Sekolah SMPN 4, Agus Ristanto yang roboh hanya pagar dengan kerugian tidak seberapa. Namun jika hujan lagi dia khawatir bangunan dua ruang kelas SMPN 4 akan ikut hanyut. '' Padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan longsor, '' jelasnya. Menurutnya, longsor itu baru kali pertama dan sebelumnya tidak ada keretakan di tanah dan pagar. Kejadian longsor itu mendadak karena hujan deras sekitar lima jam.
     
Di depan sekolahnya sebenarnya sudah dibangun selokan untuk menampung air ke sungai. Namun karena debit terlalu besar, selokan tidak muat dan air berbelok ke lahan parkir. Air terus menerjang menuju ke badan sungai. Tanah di sekitar pagar yang tak kuat menahan air akhirnya ambrol.  Kejadian itu sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten. Untuk sementara, proses belajar mengajar tidak terganggu dan siswa tetap belajar seperti biasa. (H34/SMNetwork/njs)


Jadi Penengah Konflik Timur Tengah Unwahas Terima 23 Mahasiswa Afganistan

Written By Unknown on Senin, 28 Oktober 2013 | 11.41

Rektor Unwahas Semarang Dr Noor Achmad bersama jajaran dan PBNU menerima mahasiswa Afganistan untuk kuliah di universitas tersebut.
SEMARANG-Berupaya sebagai penengah konflik di Timur Tengah, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menerima mahasiswa dari Afganistan, Sabtu (26/10). Sebanyak 23 mahasiswa asal negara tersebut akan mengenyam pendidikan dengan beasiswa penuh dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).
   
Rektor Unwahas Dr Noor Achmad mengatakan, program beasiswa bebas biaya kuliah yang diberikan kepada mahasiswa Afganistan itu merupakan kerja sama NU dengan Pemerintah Afganistan. Tujuannya NU mencoba sebagai penengah konflik disana dan menggandeng Unwahas untuk memfasilitasi mahasiswa tersebut.
   
 ''Beasiswa ini adalah wujud realisasi kerja sama itu. Para mahasiswa Afganistan tersebut memang belum kuliah dan akan difasilitasi Unwahas untuk belajar di jenjang S-1,'' ungkapnya usai menerima para mahasiswa Afganistan di kampus Unwahas Menoreh.
   
 Sebanyak 23 mahasiswa telah diseleksi oleh pihak universitas dan ditempatkan di program studi sesuai pilihan mereka. Adapun mereka akan kuliah di sejumlah prodi seperti, Hukum, Hubungan Internasional, Farmasi, Ilmu Politik, Ekonomi, dan sebagainya. Sedangkan terkait tempat tinggal, para mahasiswa Afganistan akan menempati asrama atau pondok pesantren Unwahas.
    
Pada kesempatan penerimaan mahasiswa program beasiswa PBNU itu juga hadir Wakil Ketua PBNU Pusat KH Dr As'ad Said Ali, Penanggung jawab Beasiswa PBNU KH Mashuri Malik, Ketua Yayasan Unwahas H Suwanto, dan jajaran pimpinan Unwahas lainnya.
    
Penanggung jawab Beasiswa PBNU, KH Mashuri Malik menyampaikan, beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa Afganistan tersebut berasal dari penghimpunan dana umat NU.
    
''Kami yakin beasiswa ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa Afganistan. Kami juga percaya bahwa mereka bisa beradaptasi dan belajar di Unwahas, sebab disini juga merupakan lingkungan pesantren. Sehingga paling tidak setelah mengenyam ilmu dan lulus dari Unwahas mereka bisa benar-benar menerapkan di negaranya,'' katanya.
    
Terkait penerimaan mahasiswa asing, sebelumnya Unwahas di tahun akademik 2013/2014 ini menerima 48 mahasiswa dari Thailand untuk studi di universitas tersebut. (K3/SMNetwork/njs)

Dijajaki, Pendirian PNF di Nusakambangan Ditjen Bantu Taman Baca

Dirjen PAUDNI Kemendikbud Prof Dr Lydia Freyani Hawadi PSi (kaca mata hitam) dan Kepala P2PNFI Regional 2 Semarang Dr Ade Kusmiadi (paling kanan) mengajak anak-anak TK Bintang Nusa, Lapas Nusakambangan, bermain bersama guru-guru mereka.
CILACAP - Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) menjajaki pendirian lembaga pendidikan nonformal (PNF) di tujuh lembaga pemasarakatan (lapas) yang ada di Nusakambangan, Cilacap.
     Hal itu mengemuka pada pertemuan antara Dirjen PAUDNI Prof Dr Lydia Freyani Hawadi PSi dan L Sitinjak, kepala Lapas Batu sekaligus koordinator tujuh lapas di Nusakambangan, Sabtu (26/10).
     Didampingi Kepala P2PNFI Regional 2 Semarang Dr Ade Kusmiadi, Lydia menyampaikan perlunya lembaga PNF di lingkungan Lapas Nusakambangan, agar seluruh warga binaan mendapatkan pendidikan kewirausahaan dan vokasi yang sesuai bakat masing-masing.
     ''Kami dan pihak lapas bersepakat akan mengidentifikasi terlebih dahulu, kebutuhan keterampilan yang sesuai dengan harapan warga binaan dan program lapas sendiri,'' jelas Dirjen.
     Kalapas L Sitinjak menjelaskan pihaknya akan terlebih dahulu menyebar kuesioner kepada seluruh warga binaan. ''Keterampilan seperti apa yang mereka butuhkan selama menjalani pidana di Nusakambangan,'' kata L Sitinjak yang baru sebulan sebagai Kalapas Batu itu.
     Dirjen menawarkan kerja sama untuk memberikan layanan itu, melalui PP PAUDNI Regional 2 Semarang, Dinas Pendidikan Cilacap, dan SKB Cilacap, sebagai pelaksana layanan PNF di lapas.
     ''Tahap pertama, kami akan membantu taman bacaan di dalam lapas, alat permainan edukatif (APE), dan bantuan operasional siswa (BOP) untuk siswa PAUD dan TK. Siswa PAUD dan TK di Nusakambangan adalah anak-anak karyawan dari tujuh lapas yang ada di Nusakambangan. Kerja sama operasional dimulai 2014,'' tambah Ade Kusmiadi.
     Selama tiga hari, sejak Jumat (25/10) hingga Minggu (27/10) Dirjen PAUDNI mengadakan sejumlah kegiatan di Purwokerto dan Cilacap. Antara lain meresmikan model electronic self evaluation (Eseleva) atau evaluasi diri lembaga PAUDNI dengan sistem online dan pelatihan pendidik PAUD di Hotel Horison, Purwokerto.
     Kemudian mengadakan kunjungan kerja dan pengarahan di SKB Cilacap/Gugus PAUD, PAUD Al Irsyad, PKBM Anissa, PAUD Lapas Nusakambangan, Gugus PAUD SKB, Kursus KPH dan Keaksaraan, dan PKBM Batik (Lab Site SKB Kalibagor) Banyumas. (D6,ag/SMNetwork/njs )

Ratusan Siswa SD Ikuti Lomba Mapsi

Written By Unknown on Jumat, 25 Oktober 2013 | 08.54

Peserta Mapsi tingkat Kecamatan Mirit mementaskan seni rebana di MTs Ma'arif Miftahul Huda Mangunranan.
KEBUMEN- Sekitar 425 siswa SD se-Kecamatan Mirit mengikuti lomba Mata Pelajaran Agama dan Seni Islam (Mapsi) di MTs Ma'arif Miftahul Huda Mangunranan dan SDN Mangunranan, Rabu (23/10). Perwakilan 32 SD itu beradu kecerdasan dan keterampilan dalam mengerjakan soal tertulis dan pentas seni yang terdiri atas 10 cabang lomba. Diantaranya, lomba tertulis mapel agama Islam, macapat Islam, rebana, adzan, TIK Islam dan kaligrafi serta memasak.
    
Ketua Panitia, H Muhtasor SAg mengatakan, lomba tersebut merupakan seleksi Mapsi tingkat kecamatan yang nantinya para pemenang akan dikirim ke tingkat kabupaten untuk mengikuti ajang serupa pada 30-31 Oktober mendatang. Perlombaan tahun ini terbilang sangat meriah lantaran mendapat dukungan dari semua pihak, utamanya para orang tua siswa. "Untuk kepanitiaan juga melibatkan perwakilan semua SD yang ada di Mirit," katanya.
    
Dia menjelaskan, lomba tersebut diawali dengan pawai ta'aruf yang diikuti semua peserta dan dilepas oleh Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Mirit, Marsono SPd. Pawai tersebut mengambil garis start di halaman MTs Ma'arif Miftahul Huda Mangunranan berjalan melintasi jalan desa sepanjang satu kilometer. Iring-iringan siswa itu sempat menjadi pusat perhatian warga sekitar untuk melihat keunikan pawai. "Peserta kegiatan dibatasi umur maksimal 14 tahun," ujar dia.
   
 Kepala Sekolah MTs Ma'arif Miftahul Huda Mangunranan, Sukirno SPd mengaku senang bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan Mapsi tahun ini. Usai pawai, kegiatan dilanjutkan dengan lomba-lomba di ruangan kelas dan halaman MTs Ma'arif Miftahul Huda Mangunranan. "Kegiatan ini dilaksanakan satu hari dan hadiah lomba langsung diberikan kepada para penemang," tandasnya. (K42/SMNetwork/njs)

Sugiarto Lulusan Terbaik STIE AKA

SEMARANG- Pada acara Dies Natalis Ke-4 STIE AKA Semarang dan Wisuda Ke-2 Program Sarjana dan Diploma III, di Gedung KORPRI, Semarang,  Sugiarto dari jurusan Manajemen (IPK 3,40) dinyatakan sebagai lulusan terbaik. Selain itu, ada dua orang, Nasron (IPK 3,39) dan Sugiono (IPK 3,38) dari jurusan Manajemen sebagai peraih nilai klasifikasi baik.
   
Ketua STIE AKA Drs H Suyatno MM, mengatakan, hingga saat ini perguruan tinggi yang dipimpinnya telah meluluskan 125 orang mahasiswa. Terinci pada wisuda pertama 22 orang Sarjana Ekonomi (SE)  jurusan Manajemen,  dan 60 SE Manajemen dalam wisuda kedua, total ada 82 sarjana. Sedangkan jurusan akuntansi pada wisuda pertama ada 30 orang, dan 11 orang dalam wisuda kedua.
    
Khusus perpajakan baru ada dua orang yang lulus dalam program Diploma III. ''Dengan demikian dalam umur relatif muda, kami telah berhasil meluluskan 125 sarjana dari jurusan Manajemen, Akuntansi, dan D-III Perpajakan,'' jelas Drs H Suyatno usai acara wisuda, di Gedung KORPRI, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Semarang, belum lama ini .
    
Berkaitan dengan mata kuliah studi kelayakan bisnis, kewiraswastaan, kami akan mengundang praktisi dari luar. Dengan harapan,  ide dari praktisi akan dikembangkan dan ditindak lanjuti dengan praktek kerja usaha dilapangan secara langsung. Selain itu, kami juga mengadakan kerjasama dengan Dirjen Pajak Semarang 1, sebagai tindak lanjut pada pengembangan  jurusan perpajakan, tuturnya.
   
 Untuk diketaui, dari 10 orang yang dipesan pihak luar sebagai tenaga perpajakan. Kami baru dapat memenuhi dua orang, yaitu mereka yang baru saja lulus dalam wisuyda Diploma III tahun ini. Ini merupakan peluang bagi mahasiswa jurusan perpajakan.
   
 Pada kesempatan itu, dalam sambutan tertulis, Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM, mengatakan, para wisudawan agar tidak berpikirvseelag lulus bekerja di perusahaan atau kantor. Namun memiliki arientasi untuk berwirausaha.

Ketua Yayasn Tri Mulya Utama Semarang yang menaungi perguruan tinggi ini, H Martono Atmosoetardjo SH MH, berharap, melalui dukungan dari berbagai pihak semoga cita-cita untuk memulihkan kejayaan perguruan tinggi AKA segera dapat terwujud.(E4/SMNetwork/njs)

Penjaga SD Ngadu DPRD

Written By Unknown on Kamis, 24 Oktober 2013 | 10.00


Sejumlah penjaga SD beraudiensi dengan Ketua Komisi IV DPRD Surakarta Teguh Prakosa dan anggota Komisi IV Reny Widyawati. Mereka meminta kenaikan honor hingga setara UMK yang berlaku di Kota Solo
SOLO - Sejumlah penjaga sekolah dasar (SD), kemarin mendatangi gedung DPRD Surakarta. Mereka meminta agar honor mereka dinaikkan hingga setara Upah Minimum Kota (UMK) yang berlaku di Solo.
  
 Permintaan itu dipicu rencana kenaikan honor petugas sampah di kelurahan, yang tahun depan bakal naik Rp 250 ribu menjadi Rp 950 ribu per bulan. Saat ini, honor petugas sampah adalah Rp 700 ribu per bulan.
  
 Para penjaga SD itu lalu beraudiensi dengan Ketua Komisi IV Teguh Prakosa dan anggota Komisi IV Reny Widyawati. Kepada keduanya, mereka curhat soal kecilnya honor yang diterima setiap bulan.
 
  Asmuri, salah satu penjaga SD mengaku iri dengan honor petugas sampah yang bakal naik tahun depan. Sebab menurutnya, beban kerja petugas sampah tak seberat penjaga SD. "Kami ini kerja 24 jam. Sementara petugas sampah hanya beberapa jam," katanya. 
  
 Penjaga SD Mojosongo I ini mengaku, honornya hanya Rp 175 ribu per bulan. Pada APBD Perubahan 2013, ada kenaikan honor menjadi Rp 300 ribu per bulan. Meski demikian, hingga kini kenaikan honor itu belum diterima karena biasanya honor diberikan secara rapel enam bulan sekali.
 
"Kawan-kawan kami juga menerima honor dari sekolah. Tapi besarnya tidak sama, tergantung
kemampuan sekolah masing-masing," tuturnya.
  
Dia menambahkan, meski ada kenaikan honor, namun jumlahnya masih belum mencukupi kebutuhan. "Kami berharap, honor penjaga SD bisa naik hingga setara UMK. Sebab tugas penjaga SD berat, harus siaga 24 jam," imbuhnya.
  
 Ketua Komisi IV Teguh Prakosa mengatakan, honor penjaga SD ke depan akan dinaikkan lagi. "Kenaikan tidak bisa sekaligus, tapi bertahap," katanya.
  
 Menurut Teguh, di APBD Perubahan 2013 sudah dilakukan kenaikan honor dari Rp 175 ribu menjadi Rp 300 ribu per bulan. "Di APBD 2014 ya tidak bisa langsung dinaikkan lagi. Kami evaluasi dulu. Setelah evaluasi, di APBD Perubahan 2014 kemungkinan bisa dinaikkan lagi," ujarnya. (H44/SMNetwork/njs)

Dosen IKIP PGRI Belajar Termoakustika di Jepang

Dosen jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA IKIP PGRI Semarang, Irna Farikha berpamitan dengan Rektor IKIP PGRI Semarang Dr Muhdi didampingi Dekan FPMIPA Nizaruddin,  sebelum bertolak ke Jepang untuk studi S-3.
SEMARANG-Salah satu dosen IKIP PGRI Semarang memiliki kesempatan untuk belajar tentang ilmu Termoakustika (thermoacoustic) di Tokyo University Agriculture and Technology, Jepang. Dosen jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA IKIP PGRI Semarang, Irna Farikha mendapatkan beasiswa S-3 (Doktor) untuk studi selama tiga tahun.

Termoakustika adalah suatu bidang yang berhubungan dengan fenomena fisis di mana perbedaan suhu dapat membangkitkan gelombang bunyi, dan sebaliknya gelombang bunyi dapat menghasilkan perbedaan suhu. Irna akan mempelajari Termoakustika khususnya di bidang Fisika terapan atau aplikasi.
   
Mantan Mahasiswa Berprestasi IKIP PGRI dan Kopertis VI tahun 2007 itu menjelaskan, alasan dirinya memilih fokus pada Termoakustika karena bidang tersebut dapat dipelajari dengan alat sederhana.   

“Beberapa waktu lalu pun saya sudah membuat alat Termoakustika dari loudspeaker dan dihubungkan pada pralon yang ditumpuki mika. Hasil dari pengembangan penelitian tersebut adalah dapat memanfaatkan limbah gas buang AC atau kulkas menjadi energi listrik. Selain itu saya juga membuat prototipe Termoakustika yang berfungsi mengetahui berapa banyak suhu,'' kata perempuan kelahiran Semarang 10 Januari 1984 itu.
  
 Selama tiga tahun kedepan Irna akan belajar di Department Bio Application and System Engineering Tokyo University dari beasiswa pascasarjana luar negeri yang dibiayai oleh Kemdikbud.
   
Sementara itu, Rektor IKIP PGRI Semarang Dr Muhdi mengatakan, bahwa Irna Farikha merupakan dosen pertama yang mempelajari Termoakustika hingga ke luar negeri. Tentu saja pihak kampus bangga dan mengapresiasi kompetensi dosen yang mendalami atau fokus pada bidang tertentu.
   
''Di samping itu IKIP PGRI terus memacu dosen lain untuk studi lanjut baik di dalam atau luar negeri. Bahkan kami menargetkan setiap tahun ada 10 hingga 15 dosen untuk melanjutkan kuliah di jenjang S-2 atau S-3,'' katanya. (K3/SMNetwork/njs)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger