Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Khatam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khatam. Tampilkan semua postingan

Khatam Alquran Bersama

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 10 Juli 2012 | 13.37

SUDAH KHATAM: Pasa santri yang sudah khatam Alquran bersiap membaca kitab suci. (HARSEM/WARA MERDEKAWATI)

MUGASARI-Sedikitnya 29 santriwan dan santriwati mengikuti khataman dan imtihan Alquran di Gedung Dolog, kemarin. Puluhan santri itu merupakan siswa dari pendidikan Alquran Roudhatul Mujawwidin.

Ketua Panitia Ahmad Riyanto mengatakan, para peserta yang mengikuti imtihan dan khatam Quran ditempuh selama 2 sampai 3 tahun. “Dimulai dari usia dini mereka sudah mulai belajar Alquran. Sehingga di usia 9 sampai 10 tahun telah fasih membaca dan menghapal Alquran,” katanya.

Dijelaskan, tamu undangan yang datang dari pengurus cabang qiroati seluruh Indonesia yang berjumlah 650 tamu undangan dari berbagai daerah seperti Jatim, Jabar bahkan dari Kalimantan. “Mereka tidak hanya dari Kota Semarang saja,” katanya.

Salah seorang santriwan Muhammad Lutvi Khoirullah mengatakan untuk belajar Alquran sangat mudah pasalnya setelah belajar Alquran sampai di rumah apa yang disampaikan oleh ustad malamnya dipelajari. “Setelah sampai rumah biasanya diulang dan dipelajari lagi,” katanya.

Dikatakan, untuk proses pembelajaran Aquran di rumah biasanya dilakukan oleh ibunya, dan pembelajaran itu dilakukan mulai pukul 15.00 sampai 16.30. "Jadi setelah sampai di rumah kemudian malam dibuka lagi untuk belajar Alquran," katanya.

Lain halnya dengan Iqbal Baihaqi mengatakan untuk memperlancar dirinya biasanya mengulang kembali apa yang telah disampaikan oleh ustadnya pada malam harinya. "Untuk memperlancar bacaan mulai tajwid sampai Gharib atau bacaan Al Quran yang sulit diulang kembali," Katanya. (wam)

523 Anak Khatam Bareng-bareng

Written By amoy ya annisaa on Senin, 04 Juni 2012 | 14.38


KHATAMAN: Sedikitnya 523 anak mengikuti tahtimul Quran di masjid Raya Candi
(HARSEM/WARA MERDEKAWATI)

KALIWIRU-Lantunan ayat-ayat suci Alquran menggema di masjid Candi Raya Jalan Dr Wahidin Kecamatan Candisari, kemarin. Sebanyak 523 anak-anak di Kecamatan Candisari mengikuti kegiatan tahtimul Quran.

Kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Candisari ini menjadi agenda rutin tiap tahun. Kegiatan yang masuk dalam tahun kesepuluh ini bertujuan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Alquran yang selama banyak ditinggalkan.

Seluruh peserta merupakan anak yang sudah bisa membaca Alquran, namun belum khatam. Sehingga dengan mengikuti tahtimul Quran para peserta bisa mengkhatamkan Alquran bersama-sama.

Salah seorang siswa Muammar Ibraham mengaku, selain belajar ngaji di sekolah dirinya juga belajar ngaji di salah satu TPQ dekat tempat tinggalnya. “Sekarang ini sudah bisa baca Alquran, karena belajar ngaji di sekolah dan di TPQ,” ungkap siswa kelas 6 SDN Candi 04 ini. 

Dalam kegiatan Tahtimul Qur’an ini, yang dibaca mulai dari surat Ad-dhuha sampai An-Nas. Setiap ayat dibaca bersama-sama, dengan dipandu para guru.

Ketua Panitia kegiatan Komarudin mengatakan, kegiatan untuk menumbuhkan kecintaan membaca Alquran dan melaksanakan ajaran dalam Alquran.

“Saat ini generasi muda banyak yang enggan atau bahkan tidak bisa membaca Alquran dengan benar. Serta menumbukan kecintan anak-anak kepada Alquran,” katanya,.

Ketua KKG PAI Kecamatan Candisari Sulaiman SpdI menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempertebal keimanan generasi penerus bangsa, dan mampu menjadi benteng dari era globalisasi yang semakin merusak moral anak muda.

“Saat ini banyak pengaruh negatif yang bisa menjerumuskan generasi muda ke hal-hal yang tidak bermoral. Oleh sebab itu dengan meraka bisa membaca dan mendalami Alquran nantinya jika sudah beranjak remaja bisa membentengi diri mereka sendiri dengan bekal ilmu agama yang dimiliki,” tandasnya. (wam/16)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger