Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label SMK N 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMK N 2. Tampilkan semua postingan

Wakil Walikota Terima Dua Tamu “Istimewa”

Written By amoy ya annisaa on Jumat, 08 Juni 2012 | 13.21


PRESTASI NASIONAL: Dua siswi peraih nilai UN terbaik tingkat nasional diterima Wakil Walikota Semarang dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang. (Foto: Harsem/ist)

WAKIL Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menerima dua tamu istimewa, Rabu pagi kemarin. Kedua tamu ini mampu mengharumkan nama Kota Semarang di dunia pendidikan.  Dalam undangan tersebut, Wawali memberikan penghargaan dan mengucapkan selamat atas torehan prestasi yang membanggakan ini.

Dua tamu istimewa itu adalah siswi Kota Semarang yang berhasil mencapai nilai UN terbaik di tingkat nasional. Salah satunya adalah  Mutiarani, siswi Akuntansi 1 SMKN 2 Semarang yang berhasil mencapai nilai UN tertinggi tingkat nasional dengan total nilai 29,6. Rinciannya, Mapel Matematika 10, Bahasa Inggris 9,8, Bahasa Indonesia 9,8.

Mutiarani menuturkan sangat ingin meneruskan jenjang pendidikan di bangku kuliah. Meski belum menentukan di universitas mana akan menempuh jalur kuliah, remaja kelahiran 27 November 1994 tersebut bercita-cita bisa masuk ke Fakultas Ekonomi Akutansi. 

“Saya berterima kasih kepada pihak-pihak yang memberi penghargaan. Ini menjadi motivasi bagi saya, untuk belajar lebih keras agar meraih prestasi lebih tinggi lagi,” ujarnya ramah.

Satu lagi tamu istimewa Wakil Walikota adalah siswi dari SMPN 5 Semarang bernama Amalia Adi Nugraha Arisakti, yang berhasil menyabet gelar siswi SMP dengan nilai UN terbaik nomer tiga tingkat nasional. Total nilai UN yang diperoleh 39,8 dari akumulasi empat nilai mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia 9,8, Bahasa Inggris 10, matematika 10B dan IPA 10. 

Wawali yang mengundang khusus kedua siswi berpretasi tersebut mengungkapkan kekaguman dan terimaksihnya. “Selamat dan terima kasih karena prestasi kalian juga telah membuat bangga warga Kota Semarang, khususnya di bidang pendidikan,” ungkap Wakil Walikota di ruang kerjanya, kemarin.

Lebih lanjut, Wakil Walikota meminta agar prestasi dan semangat belajar para siswa dapat terus ditingkatkan.  “Jangan pernah berhenti untuk belajar. Ibarat kristal, semangat belajar harus terus dijaga dan ditingkatkan. Karena kalau sampai pecah, akan sulit untuk mengembalikannya dan tidak akan sesempurna kristal yang utuh. Kalau semangat belajar itu terus dijaga dan ditingkatkan, insya Allah akan terus sukses dan bersinar sebagaimana kilauan kristal,” pesan Wakil Walikota.      
   
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing siswi berprestasi ini mendapatkan piagam penghargaan atas prestasi yang telah dicapai.  Kepala Dinas Pendidikan Kota Bunyamin, yang mendampingi pemberian penghargaan menyampaikan, prestasi yang berhasil diraih siswanya itu menjadi bukti bahwa pelajar Kota Semarang mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Dirinya berharap, generasi emas seperti Amalia Adinugraha dan Mutiarani dapat sukses di kemudian hari.  “Jika diasah dengan benar, kami yakin mereka mampu memberikan sumbangsih besar pada negara,” tandasnya. (lif/12) 
 

Mutiarani Dapat Beasiswa Rp 10 Juta

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 05 Juni 2012 | 13.40

SIMBOLIS: Senior Corporate Communications Manager Alfamart, Choirullah (kiri), menyerahkan bantuan beasiswa secara simbolis kepada Mutiarani di RM Dapur Solo, kemarin. (HARSEM/JBSM/AGUSTINUS ARIAWAN)

SOLO - Salah satu siswa SMK peraih nilai tertinggi ujian nasional UN 2012, Mutiarani, layak bersyukur. Kemarin siswi SMK Negeri 2 Semarang itu mendapat beasiswa pendidikan dari salah satu perusahaan ritel terkemuka, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Penyerahan simbolis bantuan senilai Rp 10 juta dari pemilik jaringan minimarket Alfamart itu dilakukan oleh Senior Corporate Communications Manager, Choirullah, dalam sebuah acara sederhana di RM Dapur Solo, Purwosari, Solo. "Ini adalah salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini kami miliki. Diharapkan, beasiswa ini bisa membantu Mutiarani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," terang Choirullah, sebelum acara berlangsung.

Dijelaskan, latar belakang keluarga dan akademik siswi peraih nilai UN murni 29,6 ini, telah menjadi pertimbangan manajemen dalam memberikan bantuan tersebut. "Kami sudah melihat kondisi keluarga dan pribadi dari Mutiarani. Semangatnya tinggi untuk mengejar cita-cita yang diimpikan almarhum ayahnya, yakni seorang guru. Prestasi belajarnya juga sangat bagus. Kami kira, dia layak mendapatkan fasilitas untuk menggapai mimpinya."

Seperti diketahui, Mutiarani satu di antara 10 siswa SMK peraih nilai tertinggi UN kemarin. Siswi jurusan Akuntansi ini mendapat nilai 9,8 untuk mata ujian Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta nilai sempurna atau 10 untuk mata ujian Matematika. Jika ditambah dengan mata ujian Kompetensi Akuntansi, yakni 9,0, maka total nilai yang diperolehnya adalah 38,6.

Lebih jauh Choirullah menjelaskan, pemberian CSR di bidang pendidikan tersebut telah dilakukan perusahaannya sejak 2007. "Ada enam program umum CSR, yang salah satunya adalah program Alfamart Smart yang concern pada dunia pendidikan. Di antaranya melalui pemberian beasiswa, renovasi sekolah dan sebagainya," terang dia.

Mutiarani sendiri mengatakan, ia bersyukur mendapat beasiswa tersebut, karena bisa membantu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang diidamkannya. Sementara itu, Wakasek SMKN 2, Sutikno Prawoto, yang mendampingi penyerahan itu berharap, bantuan tersebut dapat memacu siswa lain untuk berprestasi lebih baik lagi. (H73/JBSM/15)

Lulusan Terbaik dari Keluarga Sederhana

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 29 Mei 2012 | 16.18

Mutiarani
(HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI)

SEMARANG-Siapa sangka, anak seorang pekerja serabutan bisa menjadi lulusan terbaik untuk Ujian Nasional (UN) SMK tingkat nasional. Dialah Mutiarani, siswa SMKN 2 Semarang ini mengaku tidak menyangka bisa menjadi peringkat satu. “Padahal persiapan saya saat menghadapi UN sama dengan teman-teman yang lain," jelasnya.

Dia juga bukan dari keluarga kaya yang setiap saat bisa memfasilitasi untuk meningkatkan pembelajaran. Anak dari pasangan Juwarto (alm) dan Sutarmi (55) itu mengungkapkan sebenarnya berkeinginan melanjutkan ke perguruan tinggi untuk memperdalam akuntansi. Namun, belum berpikir sejauh itu karena himpitan kondisi ekonomi keluarganya.

Namun bukan berarti usaha yang dia lakukan untuk meraih cita-citanya tidak ada. Diakuinya, dirinya sudah mendaftar beasiswa Bidik Misi di Unnes. "Mudah-mudahan lolos,” jelasnya.

Namun kalaupun tidak lolos, dirinya ingin bekerja terlebih dahulu. "Karena saya harus membantu ekonomi keluarga," jelasnya.

Saat ini, Mutiarani yang tinggal di Pudakpayung Setuk RT 6/RW 4 Semarang itu mengaku kedua kakaknya sudah bekerja di pabrik garmen dan bengkel, sementara ibunya bekerja serabutan membantu menjaga dan merawat rumah tetangga. "Jadi saya ingin membantu mereka," tambahnya.

Kepala SMKN 2 Semarang, Supriyanto mengatakan, Mutiarani termasuk siswa berprestasi di sekolah meski tidak pernah menempati peringkat pertama kelas. "Namun, peringkat tiga besar kerap diraihnya setiap semester," ujarnya.

Untuk nilai yang diperoleh Mutiarani hingga akhirnya bisa menduduki peringkat 1 nasional, di antaranya matematika mendapat 10, bahasa Indonesia dengan nilai 9,8, dan bahasa Inggris mendapat 9,8.

"Untuk itu dia berhasil memperoleh nilai 29,6. Itu nilai murni UN, belum ditambahkan nilai dari sekolah. Untuk itu kami sangat bangga dengan prestasi ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin dalam kesempatan sama mengaku bangga dengan prestasi yang diraih siswa kelas 3 jurusan akuntansi SMKN 2 Semarang itu menempati peringkat pertama UN.

"Dia berasal dari keluarga kurang mampu. Penghasilan ibunya saja hanya Rp 600 ribu/bulan, itu pun tidak tentu. Oleh karena itu, kami akan kawal terus hingga mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi," tegasnya.

Berdasarkan data peringkat siswa SMK 15 besar UN se-Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada tiga siswa SMK di Jateng yang menempati 10 besar, bahkan salah satunya, Mutiarani menempati peringkat pertama.

Peringkat kedua UN SMK secara nasional diraih siswa SMK Mitra Batik Tasikmalaya, disusul SMKN 1 Katapang, Jawa Barat. Dua siswa lain dari Jateng, yakni dari SMK Negeri 1 Purwodadi Grobogan menduduki peringkat tujuh dan delapan. (awi/16)

Bikin Kaligrafi Pelepah Pisang, Raih Rekor Muri

Written By Sena on Rabu, 23 Mei 2012 | 17.19


Para siswa berpose bersama kaligrafi pelepah pisang yang dibuatnya
(harsem/aris wasita widiastuti)




SEMARANG-Kepala SMK2 Semarang, Supriyanto mengatakan sekolahnya memiliki komitmen dalam pengelolaan limbah. Salah satu wujud komitmen tersebut, belum lama ini SMKN 2 mencatatkan rekor Muri. Yakni melalui kegiatan memanfaatkan barang bekas menjadi barang berharga.

Pada Sabtu (12/5), SMK Negeri 2 Semarang berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atas karyanya membuat kaligrafi dari pelepah pisang dengan panjang 720 meter. Kaligrafi bertuliskan ayat suci Alquran surat Al-Baqarah ayat 1-286, dibuat 700 siswa kelas X dan XI. 

Masing-masing siswa membuat kaligrafi diatas papan dengan ukuran satu hingga dua meter dan lebar 40 cm. Tulisan Arab tersebut menggunakan pelepah pisang, sedangkan alas papannya dihias kulit bawang putih, kulit telur, pasir warna serta sejumlah kreasi lainnya yang tersusun cukup rapi. 
Supriyanto mengatakan, sejak beberapa tahun lalu, SMKN 2 memang memilih pengelolaan limbah pelepah pisang. “Awalnya dulu karena banyaknya pelepah pisang yang berserakan di belakang sekolah,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di sela kegiatan. 

Berawal dari banyaknya pelepah pisang yang limbahnya dianggap mengganggu pemandangan, pihak sekolah akhirnya mengubah pelepah pisang menjadi aneka kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. “Untuk kali ini dipilih kerajinan kaligrafi, karya anak-anak ini tidak hanya disimpan saja melainkan juga dijual jika memang ada yang berkenan,” katanya. 

Persiapan pembuatan kaligrafi ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Detail huruf arab tersebut sangat diperhatikan agar tidak salah menulis, sebab kaligrafi memiliki arti. 

Pada 2010, sekolah ini juga pernah mendapatkan rekor Muri berupa melukis dengan media pelepah pisang terbanyak. Waktu itu peserta mencapai 500 siswa dengan lukisan yang dibuat sebanyak 1.040 buah. Kegiatan semacam ini ungkap Supriyanto memang sudah dijadikan tradisi agar siswa baru memiliki kepedulian pada lingkungan. (awi/16)




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger