Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label SMKN 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMKN 6. Tampilkan semua postingan

Guru Semarang Raih Prestasi Tingkat Nasional

Written By amoy ya annisaa on Rabu, 20 Juni 2012 | 13.21

GURU BERPRESTASI: Wakil Walikota bersama guru-guru berprestasi di ruang kerjanya. (Foto: Harsem/Lissa Febrina )

BEBERAPA waktu lalu, Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi menerima tamu istimewa dua orang murid berprestasi. Senin (18/6) kemarin, Wawali kembali menerima tamu istimewa di ruang kerjanya, yaitu kepala sekolah dan guru berprestasi. Hal yang membanggakan dan mengharumkan Kota Semarang.

Dari prestasi yang diraih oleh kepala sekolah dan guru ini, September 2012 mendatang akan diujikan di tingkat nasional di Jakarta. Sebut saja Kepala SMK 6 Semarang, Ahmad Ishom, yang berhasil meraih juara I Kepsek Berprestasi Tingkat Jateng Tahun 2012. Sedangkan guru berprestasi tingkat Jateng diraih oleh Soleh Amin, guru SMA 3 Semarang.

Prestasi juga diraih oleh Kepsek SMP 33 Moh Ahsan, yang meraih juara III dalam Lomba Kepala Sekolah SMP Berprestasi Jateng, dan Supriyanto, juara II Kepala Sekolah Berwawasan Lingkungan Tingkat Jateng.
Untuk pengawas sekolah berprestasi juara I juga diraih dari Semarang atas nama Drs Sentot. Kemarin para juara ini diterima oleh wakil walikota Hendrar Prihadi.

Dikatakan Ahmad Ishom, Kepala SMK 6 Semarang, dirinya siap mewakili Jateng dalam kompetisi kepala sekolah SMK tingkat nasional di Jakarta, akhir September nanti.

“Pendidikan itu urusan wajib pemerintahan yang harus dilaksanakan, makanya kita selalu berusaha agar kualitas pendidikan di Kota Semarang semakin baik. Salah satunya dengan mendukung prestasi tenaga pendidik,” katanya.

“Mengenai tanggalnya saya belum tahu pasti, katanya sih September, namun pada prinsipnya saya siap ikut kegiatan itu,” lanjutnya.

Selama mengikuti kegiatan kepala sekolah berprestasi, Ahmad mengakui apa yang dilakukan ini semata-mata untuk memajukan pendidikan di sekolahnya. Kalau kemudian pemerintah memberi penghargaan sebagai kepala sekolah berprestasi, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan ini.

Dalam pertemuan tersebut para guru dan kepala sekolah ini didampingi Kadinas Pendidikan Bunyamin, dan Asisten II Isdiyanto SH.

Wakil Walikota Hendrar Prihardi menegaskan, dengan adanya prestasi ini menunjukkan bahwa pendidikan di Kota Semarang lebih maju bila dibandingkan dengan kota metropolitan yang lain.

"Dunia pendidikan di Semarang boleh dikatakan sudah setara dengan kota-kota yang lain, bahkan saya yakin ke depan akan lebih baik lagi," kata wakil walikota.

Prestasi ini melengkapi hasil Ujian Nasional yang menunjukan siswa/siswi dari Semarang juga masuk 10 besar. Atas hasil ini Pemkot memberi apresiasi dan mendukung terus langkah para pendidik berprestasi ini.

Sementara itu Kadinas Pendidikan Kota, Drs Bunyamin MPd menegaskan, pihaknya memberi kesempatan seluas-luasnya pada tenaga pendidikan untuk berprestasi.

“Langkah ini dilakukan karena dengan prestasi ini berarti kualitas pendidikan di Kota Semarang lebih baik dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Jateng,” tandasnya. (lif/12)

Yulia Prantiwati Kuliah Boga, Ngajar Kecantikan

Written By Sena on Kamis, 24 Mei 2012 | 13.31


 Yulia Prantiwati (harsem/aris wasita widiastuti)



KECINTAANNYA pada seni membuat Yulia Prantiwati menjadi salah satu guru kecantikan SMKN 6 Semarang. Wanita yang akrab dipanggil Bu Lia ini mengaku suka pada seni. “Dulunya saya kuliah di jurusan boga, tapi malah ngajar di kecantikan,” jelas lulusan PKK Unnes ini.

Dikatakan, dia mencintai seni sejak sejak dari keluarga besar. “Bukan dari orang tua, tapi justru dari budhe, saudara maupun tetangga. Kebetulan ada yang bekerja sebagai perias,” jelasnya.
Dia sering mengamati proses rias. “Kelihatannya kok asyik. Akhirnya saya terbawa masuk ke dunia ini,” jelas wanita kelahiran Kudus, 8 Juli 1982 ini.

Diakuinya, bidang seni tidak ada batasnya. “Menjaga kecantikan bisa melalui luar dan dalam. Tak hanya itu, namun disitu kita juga mempelajari etika,” jelas pembimbing unit produksi jamu SMKN 6 ini.

Dia mengatakan, jamu memiliki kaitan yang sangat erat di dunia kecantikan. “Selain menjaga kehalusan kulit, juga bisa membantu wanita mengurangi rasa sakit saat datang bulan,” terangnya.
Sejumlah jamu yang diproduksi di antaranya kunir asem dan beras kencur. “Kalau kunir asem untuk mengurangi nyeri saat datang bulan dan sebagai antibiotik alami. Sedangkan beras kencur untuk menghilangkan capai,” urainya.

Sejak awal menjadi pengajar, dia sering dihinggapi rasa grogi. “Awalnya kaget, karena pertama mengajar langsung di SMK, sementara saya dulu dari SMA. Jadi belum tahu dunia SMK,” ujarnya yang menjadi pengajar sejak tiga tahun lalu ini.
Namun demikian, dia sudah mulai menikmati profesinya sebagai pengajar kecantikan. “Saya masih harus banyak belajar dari senior saya,” tandasnya. (awi/16)


Siswa SMKN 6 Magang di Singapura

Written By Harian Semarang on Senin, 03 Januari 2011 | 07.01

Beberapa siswa SMKN 6 Semarang akan magang di Java Kithcen Resto. Sebuah restoran Singapura yang memiliki menu spesial masakan Indonesia.

SMK Negeri 6 semarang kian mendunia. Prestasi mereka tak hanya diakui khalayak domestik, tetapi juga manca. Medio Desember, sekolah di Jalan Sidodadi Barat 8 Semarang ini menjalin kerjasama dengan perusahaan dan sekolah asal Singapura.

Kepala Sekolah H Ahmad Ishom mengatakan, pada 9-12 Desember lalu pihaknya melakukan kunjungan ke Java Kithcen Resto di singapura. “Kunjungan untuk menindaklanjuti MOU tentang
pendidikan sistem ganda yang sudah ditandatangani 27 November silam,” jelasnya.

Kunjungan diikuti Kepala Sekolah SMK N 6 Semarang didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Ummi Rosydiana.

Menurut Ishom, restoran yang memiliki cita rasa khas Indonesia itu mempunyai enam outlet di tempat paling strategis di Singapura. Misalnya di kawasan Orchard Road yang merupakan jantung kota Singapura.

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengirimkan siswanya ke Java Kithcen Resto. Mereka akan mengikuti job training (magang) selama enam bulan. “Siswa akan kami kirim setelah melengkapi persyaratan yang ditentukan,” jelasnya.

Selain ke Java Kithcen Resto, juga dilakukan kunjungan ke AEC College dan Colleman College. Keduanya mempunyai program studi Hospitality. Ishom mengaku beruntung bisa melihat secara langsung proses belajar mengajar di kedua sekolah papan atas itu.

Prestasi Akademik
SMK 6 Semarang memang identik dengan prestasi mata pelajaran kejuruan. Namun hal itu tak menjadikan sekolah tidak memrioritaskan pendidikan akademik.

Ahmad Ishom mengatakan, sekolah selalu mengingatkan siswa untuk tetap mengutamakan pendidikan akademik. “Kami tak ingin ketinggalan dengan sekolah lain dalam hal ini SMA,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskan, sekolah memang dituntut terus mengembangkan pendidikan akademik. “Oleh karenanya, kami juga mendukung siswa untuk mengembangkan prestasi akademik. Karena bidang akademik sangat menunjang pelajaran. Juga sangat berpengaruh untuk masa depan,” paparnya.

Dikatakan pula, orangtua juga proaktif mengikuti perkembangan prestasi anak-anaknya. “Bahkan banyak yang tidak sungkan melakukan dialog dengan kami terkait perkembangan anak mereka,” bebernya.

Pihak sekolah juga sering mengundang orangtua untuk diajak berdiskusi mengenai perkembangan anak mereka. “Kami juga melakukan komunikasi dengan siswa melalui pendekatan di luar jam belajar. Misalnya memberikan bimbingan konseling saat siswa mengikuti upacara. Sekolah juga menggelar bimbingan konseling selama satu jam,” urainya.

Namun tak dapat dipungkiri siswa juga kerap mengalami masalah. “Tidak jarang hambatan justru muncul dari siswa sendiri. Mereka enggan mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Setelah kami lakukan home visit, tidak jarang kami menemui permasalahan yang hampir sama yaitu siswa merupakan korban broken home,” terangnya.

Dijelaskan, banyak siswa dari keluarga kurang mapan. “Itulah masalah yang sering kami temukan saat melakukan home visit,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihak sekolah merasa perlu melakukan pendekatan baik kepada orangtua maupun siswa. “Kami banyak memberikan pengertian kepada orangtua agar anak-anak mereka tidak dibebani permasalahan rumah tangga. Karena mereka masih anak-anak. Tak mungkin bisa turut menyelesaikan masalah tersebut,” tandasnya. (awi/nji)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger