Latest Post
Tampilkan postingan dengan label SNMPTN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SNMPTN. Tampilkan semua postingan
09.38
UKT Berlaku Semua Jalur Penerimaan
Written By Unknown on Senin, 08 Juli 2013 | 09.38
|
Foto : Rektor Undip Prof Sudharto
P Hadi-HARSEM/WARA MERDEKAWATI
|
Uang Kuliah Tunggal (UKT)
diberlakukan untuk semua jalur penerimaan mahasiswa baru (SNMPTN, SBMPTN dan
Ujian Mandiri atau UM). Dengan demikian dapat dipastikan bahwa biaya pendidikan
pada jalur Ujian Mandiri tidak akan lebih mahal disbanding jalur SNMPTN dan
SBMPTN. Demikian disampaikan Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi, kemarin.
“Prinsip UKT meringankan beban
mahasiswa dan membantu mahasiswa dari kalangan tidak mampu. Meringankan
mahasiswa, karena UKT yang dibayarkan per semester sudah termasuk biaya
laboratorium, KKN, KKL bahkan asuransi mahasiswa,” jelasnya.
Sudharto menuturkan, membantu
mahasiswa miskin merupakan bentuk dari subsidi silang artinya mereka yang kaya
dan mampu harus membayar lebih tinggi dibanding yang miskin.
“Mahasiswa tidak mampu ada di
semua jalur penerimaan mahasiswa baru. Di jalur SNMPTN diperoleh data semua
program studi mengalokasikan jenjang UKT pertama (0-Rp 500.000,-) dan kedua (Rp
500.000,- sampai Rp 1.000.000,-) masing-masing 5% dari jumlah mahasiswa yang
diterima. Hal ini juga akan dilakukan untuk jalur SBMPTN dan UM,” tuturnya.
Dikatakan, untuk alokasi bidik
misi untuk tahun 2013 sebesar 800 mahasiswa. Dengan demikian, jumlah mahasiswa
tidak mampu yang dibantu minimal 20% dari jumlah mahasiswa yang diterima tahun
2013. Jika permintaan Undip untuk menambah alokasi Bidik Misi sebesar 200 orang
diterima, bisa dipastikan jumlah mahasiswa miskin yang dibantu akan lebih dari
20%.
Bisa Ajukan Banding
Bagi orang tua calon mahasiswa
yang diterima di jalur SBMPTN dan UM, jika merasa keberatan dengan UKT yang
ditetapkan oleh Undip bisa mengajukan keberatan (banding) sekali saja melalui
online dan tidak perlu datang ke kampus.
“Kami akan melakukan verifikasi
dan mengumumkan lagi melalui on line. Dihimbau agar orang tua/wali dengan jujur
menyampaikan data penghasilannya. Jika ditemui ketidakjujuran setelah
diverifikasi kelulusannya akan dibatalkan,” jelasnya.
Hal ini juga diberlakukan untuk
para mahasiswa penerima bidik misi, jika ditemukan bahwa mereka memanipulasi
data, maka kelulusannya akan dibatalkan.
“Tahun lalu Undip masih
mentolerir dengan hanya membatalkan penerimaan bidik misinya dan masih diterima
sebagai mahasiswa regular. Tetapi tahun ini semua rektor PTN sepakat untuk
mengambil tindakan tegas, ” tandasnya. (wam)
Label:
Pendidikan,
SNMPTN,
Universitas
08.29
SEJUMLAH
pihak mempertanyakan akurasi survei SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri). Salah satunya, Kepala Sekolah MAN Lasem
Kabupaten Rembang, Maskuri. Menurutnya, lemahnya akurasi merugikan
siswa.
“Kebetulan korbannya tetangga saya. Petugas dari universitas tidak melakukan wawancara kepada siswa atau keluarganya namun kepada tetangga,” paparnya.
Akibatnya, informasinya tidak akurat. “Saat itu rumah siswa sedang kosong. Kemudian petugas mencari informasi dari tetangganya, yang tidak akurat,” jelasnya.
Cerita Maskuri dikutip ulang dalam diskusi media dan talkshow ‘Mengupas Tuntas Jalur Masuk Undip’ di Gedung ICT Undip Tembalang, kemarin. Acara menghadirkan narasumber Pembantu Rektor I Prof Hertanto Wahyu Subagyo dan Ketua LP2MP Undip, Prof M Arifin.
Puluhan guru serta kepala sekolah menanyakan mekanisme penerimaan mahasiswa baru (PMB) Undip. Prof Hertanto mengatakan, PMB terbagi dua yakni SNMPTN serta SBMPTN (seleksi bersama masuk PTN) atau UM (ujian mandiri). “SBMPTN dan UM dikelola langsung Majelis Rektor PTN,” ujarnya.
Dikatakan, Undip akan mengambil 50 persen dari jalur undangan, 30 persen SBMPTN dan 20 persen jalur UM. Dia berharap sekolah mendata siswanya dengan baik dan akurat. “Jangan sampai ada pintar yang terlewat. SNMPTN tergantung catatan akademik yang diorganisir sekolah,” paparnya.
Prof Arifin mengatakan, total Undip akan menerima 8.011 mahasiswa baru untuk jenjang S1. Yakni 4.006 dari SNMPTN, 2.422 dari SBMPTN dan 1.583 dari UM. (awi/nji)
Written By arnoldy septiano on Rabu, 30 Januari 2013 | 08.29
| HARSEM/DOK Prof Hertoto (tengah) dan Prof Arifin |
“Kebetulan korbannya tetangga saya. Petugas dari universitas tidak melakukan wawancara kepada siswa atau keluarganya namun kepada tetangga,” paparnya.
Akibatnya, informasinya tidak akurat. “Saat itu rumah siswa sedang kosong. Kemudian petugas mencari informasi dari tetangganya, yang tidak akurat,” jelasnya.
Cerita Maskuri dikutip ulang dalam diskusi media dan talkshow ‘Mengupas Tuntas Jalur Masuk Undip’ di Gedung ICT Undip Tembalang, kemarin. Acara menghadirkan narasumber Pembantu Rektor I Prof Hertanto Wahyu Subagyo dan Ketua LP2MP Undip, Prof M Arifin.
Puluhan guru serta kepala sekolah menanyakan mekanisme penerimaan mahasiswa baru (PMB) Undip. Prof Hertanto mengatakan, PMB terbagi dua yakni SNMPTN serta SBMPTN (seleksi bersama masuk PTN) atau UM (ujian mandiri). “SBMPTN dan UM dikelola langsung Majelis Rektor PTN,” ujarnya.
Dikatakan, Undip akan mengambil 50 persen dari jalur undangan, 30 persen SBMPTN dan 20 persen jalur UM. Dia berharap sekolah mendata siswanya dengan baik dan akurat. “Jangan sampai ada pintar yang terlewat. SNMPTN tergantung catatan akademik yang diorganisir sekolah,” paparnya.
Prof Arifin mengatakan, total Undip akan menerima 8.011 mahasiswa baru untuk jenjang S1. Yakni 4.006 dari SNMPTN, 2.422 dari SBMPTN dan 1.583 dari UM. (awi/nji)
Label:
Pendidikan,
SNMPTN,
Universitas
09.43
Ramli juga mengatakan, nilai Ujian Nasional (UN) akan dijadikan instrumen seleksi. Nanti nilainya akan digabung dengan nilai tes potensi akademik. Namun Ramli belum menjelaskan formulasinya. “Nilai Ujian Nasional akan menjadi salah satu syarat masuk perguruan tinggi negeri. Karena itu, siswa mempersipakan UN dengan sebaik-baiknya,” pintanya.
Tahun lalu, materi soal SNMPTN meliputi tes potensi akademik (TPA) dan tes kemampuan dasar. Tes kemampuan dasar meliputi matematika dasar, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris yang wajib ikuti pendaftar yang emngambil program studi IPA dan IPS.
Selanjutnya, pendaftar IPA mengikuti tes bidang studi (TBS) prediktif meliputi Matematika IPA, biologi, fisika, dan kimia. Adapun untuk IPS mata ujinya sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi.
Mulai tahun depan, kuota SNMPTN juga dipangkas tinggal 10%. Adapun sisanya melalui jalur undangan dan jalur mandiri. Rinciannya, jalur undangan 50% dan jalur mandiri 40%.
Kisi-kisi UN
Ramli juga mengatakan, BNSP sebagai bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mengkaji rencana soal UN untuk tahun depan. Sampai saat ini, kisi-kisi soal UN 2013 sudah rampung disusun.
Rencananya, besok (Selasa, 20/11), kisi-kisi sudah dapat diakses oleh para guru melalui situs BSNP atau situs milik Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Kisi-kisi sudah rampung. Nanti bisa langsung dilihat di situs kami. Yang pasti tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya," jelas Ramli.
Ramli juga mengatakan, variaiso soal tetapt sebanyak 20 seperti telah disampaikan sebelumnya, “Dalam satu kelas, akan ada 20 variasi jenis soal," tandasnya kemudian.
Ketua BSNP Moehammad Aman Wirakartakusumah menambahkan, 20 variasi soal untuk mencegah siswa mencontek. Variasi soal sebanyak itu akan diambil dari bank soal yang sedang disiapkan pihaknya. Bentuk soa sama dengan sebelumnya, pilihan ganda.
Ditanya perihal kecurangan dalam UN, Aman berjanji akan memperbaik pengawasan. ”Memang masih ada celah kecurangan, nanti akan diperbaiki,” ujarnya. (nji)
SNMPTN Tak Gunakan Tes Bidang Studi, Besok, Kisi-kisi UN Bisa Diakses
Written By Khoierzblogs on Senin, 19 November 2012 | 09.43
![]() |
| HARSEM/DOK TIDAK LAKU: Seorang pedagang memperlihatkan buku persiapan SNMPTN yang masih menggunakan tes bidang studi. |
JAKARTA-Pemerintah berencana mengubah instrumen Seleksi Nasional Masuk Pergruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Jika dulu menggunakan tes bidang studi (TBS) prediktif, mulai tahun depan hanya tes potensi akademik (TPA).
RENCANA itu diungkap anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli Zakaria. Menurut dia, materi mata pelajaran tidak akan lagi diujikan dalam Seleksi Masuk Perguruan Tingggi Negeri (SNMPTN). “Tes mata pelajaran kan sudah melalui Ujian Nasional. Jadi tidak perlu diujikan lagi,” jelasnya.
RENCANA itu diungkap anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli Zakaria. Menurut dia, materi mata pelajaran tidak akan lagi diujikan dalam Seleksi Masuk Perguruan Tingggi Negeri (SNMPTN). “Tes mata pelajaran kan sudah melalui Ujian Nasional. Jadi tidak perlu diujikan lagi,” jelasnya.
Ramli juga mengatakan, nilai Ujian Nasional (UN) akan dijadikan instrumen seleksi. Nanti nilainya akan digabung dengan nilai tes potensi akademik. Namun Ramli belum menjelaskan formulasinya. “Nilai Ujian Nasional akan menjadi salah satu syarat masuk perguruan tinggi negeri. Karena itu, siswa mempersipakan UN dengan sebaik-baiknya,” pintanya.
Tahun lalu, materi soal SNMPTN meliputi tes potensi akademik (TPA) dan tes kemampuan dasar. Tes kemampuan dasar meliputi matematika dasar, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris yang wajib ikuti pendaftar yang emngambil program studi IPA dan IPS.
Selanjutnya, pendaftar IPA mengikuti tes bidang studi (TBS) prediktif meliputi Matematika IPA, biologi, fisika, dan kimia. Adapun untuk IPS mata ujinya sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi.
Mulai tahun depan, kuota SNMPTN juga dipangkas tinggal 10%. Adapun sisanya melalui jalur undangan dan jalur mandiri. Rinciannya, jalur undangan 50% dan jalur mandiri 40%.
Kisi-kisi UN
Ramli juga mengatakan, BNSP sebagai bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mengkaji rencana soal UN untuk tahun depan. Sampai saat ini, kisi-kisi soal UN 2013 sudah rampung disusun.
Rencananya, besok (Selasa, 20/11), kisi-kisi sudah dapat diakses oleh para guru melalui situs BSNP atau situs milik Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Kisi-kisi sudah rampung. Nanti bisa langsung dilihat di situs kami. Yang pasti tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya," jelas Ramli.
Ramli juga mengatakan, variaiso soal tetapt sebanyak 20 seperti telah disampaikan sebelumnya, “Dalam satu kelas, akan ada 20 variasi jenis soal," tandasnya kemudian.
Ketua BSNP Moehammad Aman Wirakartakusumah menambahkan, 20 variasi soal untuk mencegah siswa mencontek. Variasi soal sebanyak itu akan diambil dari bank soal yang sedang disiapkan pihaknya. Bentuk soa sama dengan sebelumnya, pilihan ganda.
Ditanya perihal kecurangan dalam UN, Aman berjanji akan memperbaik pengawasan. ”Memang masih ada celah kecurangan, nanti akan diperbaiki,” ujarnya. (nji)
Label:
Pendidikan,
SNMPTN
15.36
Saat ini mereka yang berusia 18-21 tahun dan kuliah masih rendah, yakni berkisar 26%. Dengan penambahan daya tampung, dia berharap bisa meningkatkan APK pendidikan tinggi. Menurutnya, penambahan daya tampung tetap mempertimbangkan rasio dosen dan mahasiswa. Selain itu, juga kesiapan prasarana seperti infrastruktur perkuliahan.
Peningkatan daya tampung diberlakukan tidak hanya untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tapi juga Ujian Mandiri (UM). Namun, berapa proporsinya, Sudharto belum bisa memastikan.
''Kita lihat dulu hasil ujian tulis SNMPTN, setelah itu baru bisa diranking. Sisanya, kita alokasikan untuk jalur UM,'' imbuhnya. Ujian tulis SNMPTN baru akan diumumkan 7 Juli mendatang. Mengenai jumlah pasti, lanjut Sudharto, belum dapat dikonfirmasi karena masih ada kemungkinan untuk terus berubah-ubah.
Rasio dosen dan mahasiswa di Undip masih proporsional. Hingga kini jumlah tenaga pengajar yang dimiliki Undip sekitar 1.800 orang. Jika disetujui pusat, Undip akan mengajukan pengadaan dosen. Pasalnya, tidak sedikit guru besar yang akan memasuki purnatugas. Contohnya, Fakultas Kedokteran dengan 39 guru besar. Dari jumlah itu, sekitar 20 orang akan memasuki purnatugas. (J9/JBSM/15)
Undip Tambah 800 Kursi
Written By amoy ya annisaa on Senin, 18 Juni 2012 | 15.36
SEMARANG- Tahun ini Undip menambah daya tampung penerimaan mahasiswa baru sebanyak 10%. Melalui beragam jalur masuk, total daya tampung Undip yang telah ditetapkan saat ini mencapai 8.000 kursi.
''Kami akan tambah 10% atau sekitar 800 kursi.
''Kami akan tambah 10% atau sekitar 800 kursi.
Penambahan tersebut untuk mengejar Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi pada tahun 2014 agar bisa mencapai 34%,'' kata Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi.
Saat ini mereka yang berusia 18-21 tahun dan kuliah masih rendah, yakni berkisar 26%. Dengan penambahan daya tampung, dia berharap bisa meningkatkan APK pendidikan tinggi. Menurutnya, penambahan daya tampung tetap mempertimbangkan rasio dosen dan mahasiswa. Selain itu, juga kesiapan prasarana seperti infrastruktur perkuliahan.
Peningkatan daya tampung diberlakukan tidak hanya untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tapi juga Ujian Mandiri (UM). Namun, berapa proporsinya, Sudharto belum bisa memastikan.
''Kita lihat dulu hasil ujian tulis SNMPTN, setelah itu baru bisa diranking. Sisanya, kita alokasikan untuk jalur UM,'' imbuhnya. Ujian tulis SNMPTN baru akan diumumkan 7 Juli mendatang. Mengenai jumlah pasti, lanjut Sudharto, belum dapat dikonfirmasi karena masih ada kemungkinan untuk terus berubah-ubah.
Tiap program studi dimungkinkan terjadi penambahan daya tampung sekitar 5-7%. Dia menyebutkan, penambahan daya tampung terbesar akan dialokasikan ke Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Rasio dosen dan mahasiswa di Undip masih proporsional. Hingga kini jumlah tenaga pengajar yang dimiliki Undip sekitar 1.800 orang. Jika disetujui pusat, Undip akan mengajukan pengadaan dosen. Pasalnya, tidak sedikit guru besar yang akan memasuki purnatugas. Contohnya, Fakultas Kedokteran dengan 39 guru besar. Dari jumlah itu, sekitar 20 orang akan memasuki purnatugas. (J9/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
SNMPTN,
Tes,
UNDIP
14.35
Dalam daftar pengumuman SNMPTN jalur undangan, Bidikmisi dialokasikan sekitar 64% atau 994 beasiswa dari 1.450 kuota yang diterima Unnes.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik Agus Wahyudin mengatakan, setelah pengumuman SNMPTN jalur undangan pihak Unnes langsung menerjunkan tim survei atau verifikator 150 personel untuk membuktikan kebenaran data calon mahasiswa penerima Bidikmisi dari jalur tersebut. Ternyata dari jatah 994 mahasiswa Bidikmisi dari jalur undangan, 63 peserta terbukti tidak miskin.
''Meski tidak lolos sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, peserta tidak gagal dalam proses SNMPTN jalur undangan. Pasalnya, mereka hanya akan berganti status dari miskin menjadi umum. Selain itu, mereka harus mengikuti mekanisme lain dengan membayar biaya kuliah,'' katanya, kemarin.
Sementara itu, sisa kuota Bidikmisi Unnes akan dialokasikan ke jalur lain, yakni 16% untuk jalur tulis dan 20% untuk jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes (SPMU).
Selanjutnya, calon mahasiswa baru Unnes yang telah diterima melalui jalur undangan diwajibkan mengikuti pembekalan pada 12-13 Juni 2012. Jika mereka tidak datang pada pembekalan tanggal tersebut, maka dianggap mengundurkan diri.
''Sesuai jadwal tanggal 12 Juni untuk lapor diri FIP, FBS, FT, FIK, sedangkan 13 Juni untuk FIS, FMIPA, FH, dan FE. Pembekalan dimulai pukul 07.00 di Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungpati, Semarang,'' tutur Agus.
Pada saat pembekalan, peserta juga diwajibkan membawa fotokopi buku rapor SMA/MA/SMK yang dilegalisasi kepala sekolah, kartu peserta SNMPTN undangan, dan surat keterangan lulus (SKL).
Kegiatan lapor diri akan diselenggarakan 19 Juni untuk FIP, FT, FIK, lalu 20 Juni untuk FIS, FMIPA, FH, dan 21 Juni untuk FBS, FE. Terkait dengan pembayaran SPP, besaran biaya direncanakan diumumkan pada 10 Juni 2012 di laman unnes.ac.id serta registrasi.unnes.ac.id. Pembayaran dapat dilakukan 11 Juni hingga 18 Juni 2012. (K3/JBSM/15)
Pendaftar Palsukan Data Bidikmisi Unnes, Mampu tapi Mengaku Miskin
Written By amoy ya annisaa on Senin, 11 Juni 2012 | 14.35
SEMARANG- Sebanyak 63 pendaftar Bidikmisi Unnes melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan tidak lolos dalam survei atau verifikasi. Dalam proses survei, calon mahasiswa tidak mampu membuktikan status miskinnya.
Dalam daftar pengumuman SNMPTN jalur undangan, Bidikmisi dialokasikan sekitar 64% atau 994 beasiswa dari 1.450 kuota yang diterima Unnes.
Akan tetapi, pada saat proses survei lapangan atau verifikasi yang dilakukan tim Unnes di Jawa dan luar Jawa, ternyata ditemukan pemalsuan data oleh pendaftar yang sebenarnya mampu, tapi mengaku miskin, sehingga yang dinyatakan lolos Bidikmisi pada jalur undangan sebanyak 931 pendaftar.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik Agus Wahyudin mengatakan, setelah pengumuman SNMPTN jalur undangan pihak Unnes langsung menerjunkan tim survei atau verifikator 150 personel untuk membuktikan kebenaran data calon mahasiswa penerima Bidikmisi dari jalur tersebut. Ternyata dari jatah 994 mahasiswa Bidikmisi dari jalur undangan, 63 peserta terbukti tidak miskin.
''Meski tidak lolos sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, peserta tidak gagal dalam proses SNMPTN jalur undangan. Pasalnya, mereka hanya akan berganti status dari miskin menjadi umum. Selain itu, mereka harus mengikuti mekanisme lain dengan membayar biaya kuliah,'' katanya, kemarin.
Sementara itu, sisa kuota Bidikmisi Unnes akan dialokasikan ke jalur lain, yakni 16% untuk jalur tulis dan 20% untuk jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes (SPMU).
Selanjutnya, calon mahasiswa baru Unnes yang telah diterima melalui jalur undangan diwajibkan mengikuti pembekalan pada 12-13 Juni 2012. Jika mereka tidak datang pada pembekalan tanggal tersebut, maka dianggap mengundurkan diri.
''Sesuai jadwal tanggal 12 Juni untuk lapor diri FIP, FBS, FT, FIK, sedangkan 13 Juni untuk FIS, FMIPA, FH, dan FE. Pembekalan dimulai pukul 07.00 di Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungpati, Semarang,'' tutur Agus.
Pada saat pembekalan, peserta juga diwajibkan membawa fotokopi buku rapor SMA/MA/SMK yang dilegalisasi kepala sekolah, kartu peserta SNMPTN undangan, dan surat keterangan lulus (SKL).
Kegiatan lapor diri akan diselenggarakan 19 Juni untuk FIP, FT, FIK, lalu 20 Juni untuk FIS, FMIPA, FH, dan 21 Juni untuk FBS, FE. Terkait dengan pembayaran SPP, besaran biaya direncanakan diumumkan pada 10 Juni 2012 di laman unnes.ac.id serta registrasi.unnes.ac.id. Pembayaran dapat dilakukan 11 Juni hingga 18 Juni 2012. (K3/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
SNMPTN,
UNNES
14.26
Menjelang ujian tulis SNMPTN 2012 tanggal 12 dan 13 Juli 2012 mendatang, peserta disarankan untuk melihat lokasi ujian sebelum hari ujian, yaitu di Unnes, Undip Tembalang, Pleburan, Polines, USM dan sejumlah SMK/SMA di Semarang.
Untuk ujian program IPA diadakan di Unnes,USM, SMA Kesatrian 1, SMAN 6, SMKN 2, SMA Teuku Umar, SMKN 6, SMK dan SMA Ibu Kartini, SMAN 12 dan SMA Institut Indonesia.
Sementara itu, untuk program IPS diadakan di Undip, USM, SMAN 4, SMAN 9. Sedangkan untuk program IPC dilaksanakan di Undip, Polines, SMAN 1, SMKN 4, SMKN 8, SMKN 3, SMA Islam Sultan Agung 1, SMAN 3, dan SMAN 5.
Kepala UPT Humas Undip, Agus Naryoso mengatakan, pihaknya mengimbau kepada para peserta agar sebelum tes lebih dahulu membuka internet di um.undip.ac.id. “Dengan melihat tempat ujian terlebih dahulu, diharapkan tidak terjadi kesalahan ruang dan terbuangnya waktu untuk mencari ruangan terlebih dahulu,” jelasnya.
Dikatakan, jika peserta yang bersangkutan memiliki GPS atau HP yang memiliki GPS, maka peserta bisa langsung membuka melalui google maps. “Atau bisa juga melalui internet langsung. Terutama untuk peserta yang berasal dari luar Kota Semarang,” jelasnya.
Dikatakan, salah satu faktor untuk lolos SNMPTN adalah kesiapan peserta dalam menghadapi tes. “Mengetahui lokasi ujian terlebih dahulu juga diharapkan dapat menjadi salah satu persiapan yang cukup penting selain belajar tentunya,” kata dia.
Dengan mengetahui lokasi sehari sebelum ujian maka peserta dapat mengetahui tempat dimana dia akan menjalani tes dan mengetahui harus lewat jalan mana untuk menuju lokasi sehingga dapat mencegah keterlambatan.
Sementara itu, jika ada peserta nantinya mengalami salah ruangan, maka peserta tersebut tidak akan diperkenankan masuk. “Mereka harus mengikuti ujian di tempat yang telah ditentukan. Hal ini kami terapkan guna menghindari perjokian dalam pelaksanaan SNMPTN ini,“ tandasnya. (awi/15)
SNMPTN Lihat Lokasi Lewat GPS
![]() |
| LIHAT LOKASI: Peserta yang memiliki GPS atau HP yang memiliki GPS, bisa langsung melihat lokasi ujian SNMPTN melalui google maps (HARSEM/JBSM/HARTATI) |
SEMARANG- Undip sebagai panlok (panitia lokal) Semarang SNMPTN mengimbau peserta bisa melihat lokasi ujian sebelum pelaksanaan ujian.
Menjelang ujian tulis SNMPTN 2012 tanggal 12 dan 13 Juli 2012 mendatang, peserta disarankan untuk melihat lokasi ujian sebelum hari ujian, yaitu di Unnes, Undip Tembalang, Pleburan, Polines, USM dan sejumlah SMK/SMA di Semarang.
Untuk ujian program IPA diadakan di Unnes,USM, SMA Kesatrian 1, SMAN 6, SMKN 2, SMA Teuku Umar, SMKN 6, SMK dan SMA Ibu Kartini, SMAN 12 dan SMA Institut Indonesia.
Sementara itu, untuk program IPS diadakan di Undip, USM, SMAN 4, SMAN 9. Sedangkan untuk program IPC dilaksanakan di Undip, Polines, SMAN 1, SMKN 4, SMKN 8, SMKN 3, SMA Islam Sultan Agung 1, SMAN 3, dan SMAN 5.
Kepala UPT Humas Undip, Agus Naryoso mengatakan, pihaknya mengimbau kepada para peserta agar sebelum tes lebih dahulu membuka internet di um.undip.ac.id. “Dengan melihat tempat ujian terlebih dahulu, diharapkan tidak terjadi kesalahan ruang dan terbuangnya waktu untuk mencari ruangan terlebih dahulu,” jelasnya.
Dikatakan, jika peserta yang bersangkutan memiliki GPS atau HP yang memiliki GPS, maka peserta bisa langsung membuka melalui google maps. “Atau bisa juga melalui internet langsung. Terutama untuk peserta yang berasal dari luar Kota Semarang,” jelasnya.
Dikatakan, salah satu faktor untuk lolos SNMPTN adalah kesiapan peserta dalam menghadapi tes. “Mengetahui lokasi ujian terlebih dahulu juga diharapkan dapat menjadi salah satu persiapan yang cukup penting selain belajar tentunya,” kata dia.
Dengan mengetahui lokasi sehari sebelum ujian maka peserta dapat mengetahui tempat dimana dia akan menjalani tes dan mengetahui harus lewat jalan mana untuk menuju lokasi sehingga dapat mencegah keterlambatan.
Sementara itu, jika ada peserta nantinya mengalami salah ruangan, maka peserta tersebut tidak akan diperkenankan masuk. “Mereka harus mengikuti ujian di tempat yang telah ditentukan. Hal ini kami terapkan guna menghindari perjokian dalam pelaksanaan SNMPTN ini,“ tandasnya. (awi/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
SNMPTN,
Ujian,
UNDIP
14.46
SEMARANG-Selain melalui SNMPTN Jalur Undangan, beasiswa Bidik Misi juga tersedia melalui SNMPTN Jalur Ujian Tulis. Namun kuota tergantung masing-masing perguruan tinggi.
SNMPTN Jalur Undangan telah digelar beberapa waktu lalu dan hasilnya akan diumumkan 26 Mei mendatang. Adapun SNMPTN Jalur Tulis-Keterampilan dibuka 10-30 Mei. Pendaftaran beasiswa dilakukan melalui situs http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id.
Koordinator Wilayah (Korwil) II Jateng DIY SNMPTN Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, calon yang gagal memperoleh beasiswa melalui Jalur Undangan, bisa ‘mencoba lagi’ melalui Jalur Ujian Tulis.
“Sebenarnya peminat sudah bisa mendaftarkan diri secara online sejak 1 Mei hingga 29 Mei. Namun, khusus pendaftaran SNMPTN Jalur Ujian Tulis-Keterampilanbaru akan dibuka 10-30 Mei 2012,” katanya di sela rapat koordinasi wilayah di Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, kemarin.
Rapat diikuti 19 perguruan tinggi, sembilan panitia lokal, dan tiga pencetak naskah ujian SNMPTN dalam wilayah itu. Membahas petunjuk pendaftaran yang harus dipahami panitia dan pendaftar.
Khusus Unnes, Prof Sudijono mengatakan, pihaknya menyediakan 1.500 kursi. Jumlah ini yang terbanyak di antara PTN seluruh Indonesia. “Ini merupakan komitmen Unnes untuk menyediakan 20% bangku kuliah gratis bagi keluarga tidak mampu, namun memiliki kemampuan akademik/nonakademik tinggi,” katanya.
Dari kuota sebanyak itu, 960 penerima diseleksi lewat SNMPT Undangan dan 240 melalui SNMPTN Ujian Tulis-Keterampilan. Selebihnya atau 300 paket akan diperebutkan melalui SPMU yang pendaftarannya dibuka 7 Juli 2012. (K3-JBSM/16)
Masih Tersedia, Beasiswa Bidik Misi
Written By amoy ya annisaa on Kamis, 24 Mei 2012 | 14.46
![]() |
| DAFTAR SNMPTN::Seorang siswa mendaftar SNMPTN Tulis-Keterampilanpada pendaftaran hari pertama, kemarin (HARSEM/ANGGUN PUSPITA-JBSM) |
SEMARANG-Selain melalui SNMPTN Jalur Undangan, beasiswa Bidik Misi juga tersedia melalui SNMPTN Jalur Ujian Tulis. Namun kuota tergantung masing-masing perguruan tinggi.
SNMPTN Jalur Undangan telah digelar beberapa waktu lalu dan hasilnya akan diumumkan 26 Mei mendatang. Adapun SNMPTN Jalur Tulis-Keterampilan dibuka 10-30 Mei. Pendaftaran beasiswa dilakukan melalui situs http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id.
Koordinator Wilayah (Korwil) II Jateng DIY SNMPTN Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, calon yang gagal memperoleh beasiswa melalui Jalur Undangan, bisa ‘mencoba lagi’ melalui Jalur Ujian Tulis.
“Sebenarnya peminat sudah bisa mendaftarkan diri secara online sejak 1 Mei hingga 29 Mei. Namun, khusus pendaftaran SNMPTN Jalur Ujian Tulis-Keterampilanbaru akan dibuka 10-30 Mei 2012,” katanya di sela rapat koordinasi wilayah di Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, kemarin.
Rapat diikuti 19 perguruan tinggi, sembilan panitia lokal, dan tiga pencetak naskah ujian SNMPTN dalam wilayah itu. Membahas petunjuk pendaftaran yang harus dipahami panitia dan pendaftar.
Rektor Unnes ini meminta membaca cermat petunjuk pendaftaran. Sebab, semua informasi sudah tersedia lengkap di dua web, yakni snmptn.ac.id untuk registrasi SNMPTN dan bidikmisi.dikti.ac.id bagi pendaftar beasiswa.
Kuota Terbanyak
Dia mengemukakan, secara nasional tahun ini disediakan 30.000 paket beasiswa Bidik Misi. Penerima terbebas dari semua biaya kuliah selama delapan semester. Bahkan, setiap bulan mereka mendapat bantuan biaya hidup Rp 600.000.
Kuota Terbanyak
Dia mengemukakan, secara nasional tahun ini disediakan 30.000 paket beasiswa Bidik Misi. Penerima terbebas dari semua biaya kuliah selama delapan semester. Bahkan, setiap bulan mereka mendapat bantuan biaya hidup Rp 600.000.
Khusus Unnes, Prof Sudijono mengatakan, pihaknya menyediakan 1.500 kursi. Jumlah ini yang terbanyak di antara PTN seluruh Indonesia. “Ini merupakan komitmen Unnes untuk menyediakan 20% bangku kuliah gratis bagi keluarga tidak mampu, namun memiliki kemampuan akademik/nonakademik tinggi,” katanya.
Dari kuota sebanyak itu, 960 penerima diseleksi lewat SNMPT Undangan dan 240 melalui SNMPTN Ujian Tulis-Keterampilan. Selebihnya atau 300 paket akan diperebutkan melalui SPMU yang pendaftarannya dibuka 7 Juli 2012. (K3-JBSM/16)
Label:
Pendidikan,
Semarang,
Siswa,
SNMPTN,
UNNES









