Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Tes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tes. Tampilkan semua postingan
09.44
Peserta melakukan tiga kali tes. Yakni tes pengetahuan agama Islam (PAI), tes kemampuan bahasa (bahasa Indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab), dan tes potensi akademik (TPA).
Rektor IAIN Walisongo, Prof Dr H Muhibbin MAg mengatakan, Seleksi pada tahun ini memang sangat ketat, tidak sembarang siswa bisa kami terima menjadi mahasiswa. “Tentu mereka yang kami pilih harus memiliki pengetahuan agama Islam yang baik juga," katanya.
Nantinya IAIN akan menerima 2.000 mahasiswa baru. "Penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur mandiri ini menunggu mahasiswa jalur PTAIN selesai registrasi semua. Sehingga kami bisa menentukan jumlah jalur mandiri yang nantinya akan diterima,” tandas guru besar Hukum Islam tersebut.
Ditambahkan, diharapkan mahasiswa yang diterima nanti memiliki kompetensi dan prestasi tidak hanya pengetahuan agama islam saja. Tetapi juga kemampuan di bidang potensi akademik dan kemampuan bahasa inggris dan bahasa arab yang baik. (H74/JBSM/15)
Seleksi Mahasiswa IAIN Sangat Ketat
Written By amoy ya annisaa on Selasa, 24 Juli 2012 | 09.44
![]() |
| AWASI PESERTA: Pengawas tes jalur mandiri PMB IAIN Walisongo memantau peserta tes di Aula II kampus 3, belum lama ini. (HARSEM/JBSM/ZAKKI AMALI) |
SEMARANG- Sebanyak 1.325 peserta mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri IAIN Walisongo Semarang tahun akademik 2012/2013 belum lama ini.
Tes dimulai pukul 07.00 sampai selesai. Terbagi menjadi 98 ruang terpusat di kampus 3 IAIN, di sebar di Aula II, Fakultas Syariah (Gedung H, Gedung G, gedung M dan gedung L), fakultas Dakwah (gedung I gedung J), dan Gedung Serba Guna.
Peserta melakukan tiga kali tes. Yakni tes pengetahuan agama Islam (PAI), tes kemampuan bahasa (bahasa Indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab), dan tes potensi akademik (TPA).
Rektor IAIN Walisongo, Prof Dr H Muhibbin MAg mengatakan, Seleksi pada tahun ini memang sangat ketat, tidak sembarang siswa bisa kami terima menjadi mahasiswa. “Tentu mereka yang kami pilih harus memiliki pengetahuan agama Islam yang baik juga," katanya.
Nantinya IAIN akan menerima 2.000 mahasiswa baru. "Penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur mandiri ini menunggu mahasiswa jalur PTAIN selesai registrasi semua. Sehingga kami bisa menentukan jumlah jalur mandiri yang nantinya akan diterima,” tandas guru besar Hukum Islam tersebut.
Ditambahkan, diharapkan mahasiswa yang diterima nanti memiliki kompetensi dan prestasi tidak hanya pengetahuan agama islam saja. Tetapi juga kemampuan di bidang potensi akademik dan kemampuan bahasa inggris dan bahasa arab yang baik. (H74/JBSM/15)
Label:
IAIN,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
Tes
15.36
Saat ini mereka yang berusia 18-21 tahun dan kuliah masih rendah, yakni berkisar 26%. Dengan penambahan daya tampung, dia berharap bisa meningkatkan APK pendidikan tinggi. Menurutnya, penambahan daya tampung tetap mempertimbangkan rasio dosen dan mahasiswa. Selain itu, juga kesiapan prasarana seperti infrastruktur perkuliahan.
Peningkatan daya tampung diberlakukan tidak hanya untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tapi juga Ujian Mandiri (UM). Namun, berapa proporsinya, Sudharto belum bisa memastikan.
''Kita lihat dulu hasil ujian tulis SNMPTN, setelah itu baru bisa diranking. Sisanya, kita alokasikan untuk jalur UM,'' imbuhnya. Ujian tulis SNMPTN baru akan diumumkan 7 Juli mendatang. Mengenai jumlah pasti, lanjut Sudharto, belum dapat dikonfirmasi karena masih ada kemungkinan untuk terus berubah-ubah.
Rasio dosen dan mahasiswa di Undip masih proporsional. Hingga kini jumlah tenaga pengajar yang dimiliki Undip sekitar 1.800 orang. Jika disetujui pusat, Undip akan mengajukan pengadaan dosen. Pasalnya, tidak sedikit guru besar yang akan memasuki purnatugas. Contohnya, Fakultas Kedokteran dengan 39 guru besar. Dari jumlah itu, sekitar 20 orang akan memasuki purnatugas. (J9/JBSM/15)
Undip Tambah 800 Kursi
Written By amoy ya annisaa on Senin, 18 Juni 2012 | 15.36
SEMARANG- Tahun ini Undip menambah daya tampung penerimaan mahasiswa baru sebanyak 10%. Melalui beragam jalur masuk, total daya tampung Undip yang telah ditetapkan saat ini mencapai 8.000 kursi.
''Kami akan tambah 10% atau sekitar 800 kursi.
''Kami akan tambah 10% atau sekitar 800 kursi.
Penambahan tersebut untuk mengejar Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi pada tahun 2014 agar bisa mencapai 34%,'' kata Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi.
Saat ini mereka yang berusia 18-21 tahun dan kuliah masih rendah, yakni berkisar 26%. Dengan penambahan daya tampung, dia berharap bisa meningkatkan APK pendidikan tinggi. Menurutnya, penambahan daya tampung tetap mempertimbangkan rasio dosen dan mahasiswa. Selain itu, juga kesiapan prasarana seperti infrastruktur perkuliahan.
Peningkatan daya tampung diberlakukan tidak hanya untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tapi juga Ujian Mandiri (UM). Namun, berapa proporsinya, Sudharto belum bisa memastikan.
''Kita lihat dulu hasil ujian tulis SNMPTN, setelah itu baru bisa diranking. Sisanya, kita alokasikan untuk jalur UM,'' imbuhnya. Ujian tulis SNMPTN baru akan diumumkan 7 Juli mendatang. Mengenai jumlah pasti, lanjut Sudharto, belum dapat dikonfirmasi karena masih ada kemungkinan untuk terus berubah-ubah.
Tiap program studi dimungkinkan terjadi penambahan daya tampung sekitar 5-7%. Dia menyebutkan, penambahan daya tampung terbesar akan dialokasikan ke Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Rasio dosen dan mahasiswa di Undip masih proporsional. Hingga kini jumlah tenaga pengajar yang dimiliki Undip sekitar 1.800 orang. Jika disetujui pusat, Undip akan mengajukan pengadaan dosen. Pasalnya, tidak sedikit guru besar yang akan memasuki purnatugas. Contohnya, Fakultas Kedokteran dengan 39 guru besar. Dari jumlah itu, sekitar 20 orang akan memasuki purnatugas. (J9/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
SNMPTN,
Tes,
UNDIP
14.07
''Ketika sudah dinyatakan diterima, kami berharap mereka tidak terlena dan bisa mempertahankan nilai yang sudah bagus sejak di bangku sekolah,'' tandasnya. Undip menetapkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa penerima beasiswa bidik misi selama empat semester minimal 2,75. Mereka yang memiliki nilai di bawah standar minimal ini diharuskan mengikuti pembinaan intensif Pembantu Dekan III di masing-masing fakultas.
Kabag Kesejahteraan Mahasiswa Undip Retno Nur Kadarwati mengatakan, hingga periode kedua (2010-2011) mahasiswa penerima bidikmisi berjumlah 725 orang. Dari jumlah itu, nilai IPK sembilan orang mahasiswa mencapai 4,0.
''Mereka yang nilai IPK di bawah 2,75, kurang dari 10 persen. Kami meminta Pembantu Dekan III melakukan pembinaan secara intensif terhadap mereka yang memiliki nilai di bawah standar minimal tersebut, '' ujarnya, didampingi Kasubag Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Damami, belum lama ini.
Tidak dimungkiri, mereka yang nilainya di bawah standar minimal ini cenderung mengalami kesulitan dalam penyesuaian di kampus. Sebelumnya, di SMA proses pembelajaran bergantung pada guru tapi kini mereka mesti mandiri. Rasa minder juga ditengarai mengurangi kepercayaan diri mereka dalam pergaulan. Pasalnya, mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi ini berlatar belakang dari keluarga ekonomi lemah.
Untuk menumbuhkan kepercayaan diri mereka, pihaknya mengadakan pelatihan kepemimpinan Emotional Spiritual Quotient (ESQ LC). Kegiatan itu telah dilangsungkan Sabtu (9/6), di Akpol dengan mendatangkan motivator dari Jakarta, Ary Ginanjar Agustian. Dalam kegiatan itu, mahasiswa penerima bidik misi angkatan I (225 orang) dan angkatan II (500) dibekali rasa nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan Diponegoro.
Sedangkan pembinaan prestasi akademik, mereka diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan mengikuti kursus. Selain itu, mereka juga akan dibekali pelatihan karya ilmiah. Hal itu bisa meningkatkan peluang mahasiswa untuk mengakses dana penelitian dari Dikti. (J9/JBSM/15)
Penerima Bidikmisi Jangan Terlena
Written By amoy ya annisaa on Kamis, 14 Juni 2012 | 14.07
SEMARANG- Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengajukan penambahan kuota penerima beasiswa bidik misi dari 600 menjadi 1.000 mahasiswa. Dia mengimbau para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk mempertahankan prestasi akademiknya.
''Ketika sudah dinyatakan diterima, kami berharap mereka tidak terlena dan bisa mempertahankan nilai yang sudah bagus sejak di bangku sekolah,'' tandasnya. Undip menetapkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa penerima beasiswa bidik misi selama empat semester minimal 2,75. Mereka yang memiliki nilai di bawah standar minimal ini diharuskan mengikuti pembinaan intensif Pembantu Dekan III di masing-masing fakultas.
Kabag Kesejahteraan Mahasiswa Undip Retno Nur Kadarwati mengatakan, hingga periode kedua (2010-2011) mahasiswa penerima bidikmisi berjumlah 725 orang. Dari jumlah itu, nilai IPK sembilan orang mahasiswa mencapai 4,0.
''Mereka yang nilai IPK di bawah 2,75, kurang dari 10 persen. Kami meminta Pembantu Dekan III melakukan pembinaan secara intensif terhadap mereka yang memiliki nilai di bawah standar minimal tersebut, '' ujarnya, didampingi Kasubag Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Damami, belum lama ini.
Tidak dimungkiri, mereka yang nilainya di bawah standar minimal ini cenderung mengalami kesulitan dalam penyesuaian di kampus. Sebelumnya, di SMA proses pembelajaran bergantung pada guru tapi kini mereka mesti mandiri. Rasa minder juga ditengarai mengurangi kepercayaan diri mereka dalam pergaulan. Pasalnya, mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi ini berlatar belakang dari keluarga ekonomi lemah.
Untuk menumbuhkan kepercayaan diri mereka, pihaknya mengadakan pelatihan kepemimpinan Emotional Spiritual Quotient (ESQ LC). Kegiatan itu telah dilangsungkan Sabtu (9/6), di Akpol dengan mendatangkan motivator dari Jakarta, Ary Ginanjar Agustian. Dalam kegiatan itu, mahasiswa penerima bidik misi angkatan I (225 orang) dan angkatan II (500) dibekali rasa nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan Diponegoro.
Sedangkan pembinaan prestasi akademik, mereka diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan mengikuti kursus. Selain itu, mereka juga akan dibekali pelatihan karya ilmiah. Hal itu bisa meningkatkan peluang mahasiswa untuk mengakses dana penelitian dari Dikti. (J9/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
SMPTN,
Tes,
UNDIP
14.03
Demikian dikatakan Rektor Undip Prof Sudharto PH di sela-sela pantuan pelaksanaan SNMPTN wilayah Semarang di Gedung FIB (Fakultas Ilmu Budaya) Undip, kemarin. Dirinya mengatakan, SNMPTN bagian penting dalam proses seleksi masuk PTN ini.
"Karena input yang baik akan mempermudah proses. Dan dengan input yang baik maka outputnya akan baik pula," jelasnya. Hal yang menggembirakan dari SNMPTN 2012 ini adalah peminatnya sangat tinggi. "Ada 27.682 peserta. Belum pernah panlok (panitia lokal) 42 Semarang yang meliputi Undip dan Unnes mencapai angka sebesar itu," ujarnya.
Sejauh ini, jumlah hanya mendekati sekitar 22 ribu. "Jadi ada peningkatan 15 hingga 20 persen. Bagi kami dari perguruan tinggi yang menjadi tujuan, ini sangat menggembirakan. Kami harapkan bisa mendapatkan calon mahasiswa yang betul-betul berkualitas," tambahnya.
Salah satu tolok ukur input itu bagus apabila tingkat kompetisinya tinggi. "Dari calon yang berkualitas akan mendapatkan lulusan yang unggul," kata dia. Sementara itu, ujian dilakukan di sejumlah gedung di Undip.
Untuk Undip sendiri, pada pilihan I, jurusan terbanyak yang dipilih yaitu Kedokteran, terendah Sejarah. Untuk pilihan II tertinggi Ilmu Hukum, terendah Budidaya Perairan. Pilihan III pilihan tertinggi Akuntasi dan terendah Budidaya Perairan.
Usai jam ujian pertama, Matematika dan Tes Potensi Akademik, sejumlah peserta terlihat memasuki ruang panitia. Mereka diminta melapor mengenai perubahan foto yang ada pada kartu peserta. Salah satunya Anggi (19), peserta asal Pekalongan.
"Karena foto yang di kartu saya tidak pakai jilbab, sekarang saya pakai jilbab. Jadi ada perbedaan," ujarnya. Tak hanya Anggi, namun ada beberapa peserta lain yang juga mengalami hal yang sama. Namun demikian, hal tersebut bukan kendala dalam pelaksanaan ujian. (awi/15)
SNMPTN Makin Kompetitif
![]() |
| PANTAU SELEKSI SNMPTN : Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi memantau para peserta SMPTN 42 Semarang tahun ini, kemarin . (HARSEM/INDRA PRABAWA) |
SEMARANG- Semakin banyak peserta yang mengikuti SNMPTN, akan semakin kompetitif seleksi yang dilakukan.
Demikian dikatakan Rektor Undip Prof Sudharto PH di sela-sela pantuan pelaksanaan SNMPTN wilayah Semarang di Gedung FIB (Fakultas Ilmu Budaya) Undip, kemarin. Dirinya mengatakan, SNMPTN bagian penting dalam proses seleksi masuk PTN ini.
"Karena input yang baik akan mempermudah proses. Dan dengan input yang baik maka outputnya akan baik pula," jelasnya. Hal yang menggembirakan dari SNMPTN 2012 ini adalah peminatnya sangat tinggi. "Ada 27.682 peserta. Belum pernah panlok (panitia lokal) 42 Semarang yang meliputi Undip dan Unnes mencapai angka sebesar itu," ujarnya.
Sejauh ini, jumlah hanya mendekati sekitar 22 ribu. "Jadi ada peningkatan 15 hingga 20 persen. Bagi kami dari perguruan tinggi yang menjadi tujuan, ini sangat menggembirakan. Kami harapkan bisa mendapatkan calon mahasiswa yang betul-betul berkualitas," tambahnya.
Salah satu tolok ukur input itu bagus apabila tingkat kompetisinya tinggi. "Dari calon yang berkualitas akan mendapatkan lulusan yang unggul," kata dia. Sementara itu, ujian dilakukan di sejumlah gedung di Undip.
Untuk FIB sendiri, kapasitas dari peserta yaitu 720 orang. Untuk pengawas yang dilibatkan 72 orang. Sedangkan untuk ruangan yang digunakan, meliputi gedung A 20 ruang dan gedung B, 7 ruang.
Untuk Undip sendiri, pada pilihan I, jurusan terbanyak yang dipilih yaitu Kedokteran, terendah Sejarah. Untuk pilihan II tertinggi Ilmu Hukum, terendah Budidaya Perairan. Pilihan III pilihan tertinggi Akuntasi dan terendah Budidaya Perairan.
Usai jam ujian pertama, Matematika dan Tes Potensi Akademik, sejumlah peserta terlihat memasuki ruang panitia. Mereka diminta melapor mengenai perubahan foto yang ada pada kartu peserta. Salah satunya Anggi (19), peserta asal Pekalongan.
"Karena foto yang di kartu saya tidak pakai jilbab, sekarang saya pakai jilbab. Jadi ada perbedaan," ujarnya. Tak hanya Anggi, namun ada beberapa peserta lain yang juga mengalami hal yang sama. Namun demikian, hal tersebut bukan kendala dalam pelaksanaan ujian. (awi/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Rektor,
SMPTN,
Tes,
UNDIP








