Latest Post
Tampilkan postingan dengan label pelestarian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelestarian. Tampilkan semua postingan
09.29
SDN 01 Sendangmulyo Wujudkan Sekolah Rindang
Written By Khoierzblogs on Jumat, 02 November 2012 | 09.29
| HARSEM/JBSM/MODESTA FISKA TANAM POHON: Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tembalang Sowad menanam pohon di lingkungan SDN Sendangmulyo 01, Kamis (1/11) dalam gerakan Kecil Menanam Dewasa Memanen |
SEMARANG- Kegiatan penghijauan Kecil Menanam Dewasa Memanen (KMDM) terus digerakkan di lingkungan sekolah seperti di SDN 01 Sendangmulyo Kecamatan Tembalang yang berlangsung Kamis (1/11) pagi. Sebanyak 125 pohon berbagai jenis seperti sawo kecik, matoa, tanjung dan mangga ditanam oleh perwakilan orangtua serta ratusan siswa di dalam dan di depan area sekolah seluas lebih dari 6.470 m2.
Menurut Kepala Sekolah SDN Sendangmulyo 01 Immanuel Tri S, kegiatan ini dilakukan sebagai sebuah inovasi yang konsisten mewujudkan lingkungan sekolah rindang sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan serta mendukung pembelajaran bagi siswa.
''Dengan banyak pohon maka lingkungan sekolah jadi rindang, sejuk dan nyaman. Apalagi di areal sekolah ini masih cukup luas dan belum dimanfaatkan,'' papar Immanuel.
Dia menambahkan, langkah ini juga diharapkan bisa mendorong anak-anak untuk lebih mencintai lingkungan di sekitarnya dan belajar untuk merawat pohon yang sudah ditanam tersebut.
Biaya pelaksanaan kegiatan ini diperoleh dari bantuan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pemali Jratun Kementerian Kehutanan, Bantuan Operasional Sekolah serta dari masyarakat yang tidak mengikat.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tembalang Sowad mengimbau, masing-masing siswa bisa memelihara atau menanam pohon di rumahnya agar lingkungan bisa lebih asri. Manfaat yang diperoleh pun cukup besar karena dengan menanam nantinya akan memanen banyak hal positif dari keberadaan tanaman itu.
''Manfaatnya sangat besar, jangan diartikan semata-mata memanen buah, daun atau batang tetapi dibalik itu banyak hal bisa diperoleh mulai dari menghasilkan oksigen, kerindangan hingga kesejukan membuat kita nyaman belajar di sekolah ataupun di rumah,'' terang Sowad. (J14/JBSM/15)
Label:
pelestarian,
Pendidikan,
SD,
Siswa
09.10
Para siswa dari kelas VII dan kelas XI tersebut terlihat tekun dan sabar mengikuti setiap tahapan dalam membuat batik tulis. Mulai dari menggambar pola, mencanting, memberi warna, memoles malam, dan proses nglorot. Pada pelatihan itu, para siswa mendapat pengetahuan batik langsung dari sejumlah pengrajin batik tulis dari Kampung Batik BNI Wiradesa, Pekalongan.
Meskipun rata-rata dari mereka terlihat kesulitan ketika mencantingkan cairan lilin karena tidak terbiasa, namun mereka tampak menikmati. Belajar membatik ini menjadi pengalaman baru bagi mereka.
Pembina OSIS Semesta Billingual Boarding School, Achmad Bernadi mengatakan, kegiatan pelatihan membuat batik ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan lebih jauh siswa Semesta dengan salah satu budaya asli Indonesia berupa batik tulis. “Dengan mengenalkan proses pembuatannya diharapkan para siswa akan lebih mencintai batik dan bersedia melestarikannya,” terangnya di sela-sela kegiatan, kemarin.
Selain itu, kegiatan yang diselenggarakan dengan menggandeng Kampung Batik BNI Wiradesa, Pekalongan itu juga untuk mempersiapkan siswa-siswi Semesta untuk mengikuti lomba antar sekolah Pasiad di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret mendatang.
Sementara, Kasubag Sentra Kredit BNI Pekalongan Kunto Edi Nugroho yang pada kesempatan itu hadir mewakili Pimpinan BNI Pekalongan mengungkapkan apresiasinya atas semangat siswa Semesta yang sangat antusias mempelajari batik yang sudah diakui Unesco sebagai warisan dunia. “Kami berharap sekolah-sekolah lain bisa melakukan kegiatan semacam ini supaya batik bisa tetap jaga kelestariannya,” ucapnya.
Kunto juga mengatakan, pihaknya baru kali pertama ini bekerjasama dengan sekolah di luar wilayah Pekalongan untuk menggelar pelatihan membuat batik. Pihaknya berharap ke depannya ada sekolah-sekolah lain yang akan melakukannya. “Kami sendiri sangat membuka diri untuk diajak kerjasama sekolah-sekolah yang berminat mengenalkan batik kepada anak didiknya,” ujarnya.(sna/nji)
Belajar Batik, Semesta Didanai BNI
Written By p3joeang45 on Kamis, 19 Januari 2012 | 09.10
![]() |
| Sejumlah siswa Semesta antusias dan telaten mencantingkan lilin yang merupakan salah satu tahap membatik |
MELESTARIKAN batik tidak hanya bisa dilakukan dengan mengenakan pakaian batik secara rutin. Mengenal dan mempelajari proses pembuatannya juga lebih efektif bisa menjaga kelestarian warisan budaya leluhur ini. Dengan alasan itu sebanyak 100 siswa Semesta Billingual Boarding School, Gunungpati, antusias mengikuti pelatihan atau workshop membuat batik tulis di sekolahnya, siang kemarin (18/1).
Para siswa dari kelas VII dan kelas XI tersebut terlihat tekun dan sabar mengikuti setiap tahapan dalam membuat batik tulis. Mulai dari menggambar pola, mencanting, memberi warna, memoles malam, dan proses nglorot. Pada pelatihan itu, para siswa mendapat pengetahuan batik langsung dari sejumlah pengrajin batik tulis dari Kampung Batik BNI Wiradesa, Pekalongan.
Meskipun rata-rata dari mereka terlihat kesulitan ketika mencantingkan cairan lilin karena tidak terbiasa, namun mereka tampak menikmati. Belajar membatik ini menjadi pengalaman baru bagi mereka.
Pembina OSIS Semesta Billingual Boarding School, Achmad Bernadi mengatakan, kegiatan pelatihan membuat batik ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan lebih jauh siswa Semesta dengan salah satu budaya asli Indonesia berupa batik tulis. “Dengan mengenalkan proses pembuatannya diharapkan para siswa akan lebih mencintai batik dan bersedia melestarikannya,” terangnya di sela-sela kegiatan, kemarin.
Selain itu, kegiatan yang diselenggarakan dengan menggandeng Kampung Batik BNI Wiradesa, Pekalongan itu juga untuk mempersiapkan siswa-siswi Semesta untuk mengikuti lomba antar sekolah Pasiad di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret mendatang.
Sementara, Kasubag Sentra Kredit BNI Pekalongan Kunto Edi Nugroho yang pada kesempatan itu hadir mewakili Pimpinan BNI Pekalongan mengungkapkan apresiasinya atas semangat siswa Semesta yang sangat antusias mempelajari batik yang sudah diakui Unesco sebagai warisan dunia. “Kami berharap sekolah-sekolah lain bisa melakukan kegiatan semacam ini supaya batik bisa tetap jaga kelestariannya,” ucapnya.
Kunto juga mengatakan, pihaknya baru kali pertama ini bekerjasama dengan sekolah di luar wilayah Pekalongan untuk menggelar pelatihan membuat batik. Pihaknya berharap ke depannya ada sekolah-sekolah lain yang akan melakukannya. “Kami sendiri sangat membuka diri untuk diajak kerjasama sekolah-sekolah yang berminat mengenalkan batik kepada anak didiknya,” ujarnya.(sna/nji)
Label:
pelestarian,
Pendidikan





