Home » , , , » Longsor, Dua Kelas SMPN 4 Terancam Ambruk Hujan Lima Jam

Longsor, Dua Kelas SMPN 4 Terancam Ambruk Hujan Lima Jam

Written By nur rochkimatul on Jumat, 01 November 2013 | 10.23

Talut tanah Sungai Ploso, Kampung Plosoarum, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara,  ambrol menggerus  pondasi bangunan SMPN 4.
KLATEN-Talut tanah Sungai Ploso di Kampung Plosoarum, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, kemarin longsor. Ambrolnya talut setinggi tiga meter itu menyebabkan dua ruang kelas SMPN 4 rawan ambruk, pondasi bangunan sebab longsor sudah menyeret pagar sekolah.
   
''Yang kali pertama mengetahui talut ambrol itu para siswa,'' ungkap Satuan Pengamanan SMPN 4, Winarto. Menurutnya, sekitar pukul 06.15 sejumlah siswa yang hendak memarkir sepeda onthel di parkiran kaget sebab melihat talut di belakang sekolah rontok. Bahkan pagar sekolah di bagian belakang ikut ambrol ke sungai. Siswa melaporkan kejadian itu kepadanya dan diteruskan ke Kepala Sekolah Agus Ristanto.
   
Ambrolnya talut itu baru kali pertama terjadi. Meski sekolah berada di tepi sungai, sejak lama tidak ada longsor di lokasi. Baru sekali ini longsor dan menyeret pagar sekolah. Dia khawatir jika hujan turun deras sekali lagi tanah yang rontok akan semakin meluas. Dampaknya pondasi sekolah akan ikut hanyut. Padahal di bagian belakang sekolah ada dua kelas dan satu lahan parkir. Sungai Ploso menurutnya tidak memiliki aliran yang deras meski hujan. Penyebab utama longsor bukan karena banjir tetapi air selokan yang turun ke sungai.
   
Hartono, warga sekitar mengatakan sebelum talut ambrol hujan turun dengan deras sejak, Selasa (29/10) petang sampai hampir tengah malam. '' Air di sekitar lokasi deras sebab limpahan dari jalan raya,'' terangnya. Air di Jl Dr Wahidin yang deras mengalir ke jalan di sebelah selatan SMPN 4. Di lokasi itu, hanya ada sekolak kecil dan banyak yang sudah tertutup. Padahal di sisi SMPN 4, juga dibangun pagar SMKN I. Apes lagi, tidak ada selokan di dekat bangunan pagar baru itu sehingga air melimpas ke SMPN 4.
     
Menurut Kepala Sekolah SMPN 4, Agus Ristanto yang roboh hanya pagar dengan kerugian tidak seberapa. Namun jika hujan lagi dia khawatir bangunan dua ruang kelas SMPN 4 akan ikut hanyut. '' Padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan longsor, '' jelasnya. Menurutnya, longsor itu baru kali pertama dan sebelumnya tidak ada keretakan di tanah dan pagar. Kejadian longsor itu mendadak karena hujan deras sekitar lima jam.
     
Di depan sekolahnya sebenarnya sudah dibangun selokan untuk menampung air ke sungai. Namun karena debit terlalu besar, selokan tidak muat dan air berbelok ke lahan parkir. Air terus menerjang menuju ke badan sungai. Tanah di sekitar pagar yang tak kuat menahan air akhirnya ambrol.  Kejadian itu sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten. Untuk sementara, proses belajar mengajar tidak terganggu dan siswa tetap belajar seperti biasa. (H34/SMNetwork/njs)


Share this article :

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger