Home » , , » Siswa Gila Bola, Difasilitasi Futsal

Siswa Gila Bola, Difasilitasi Futsal

Written By Harian Semarang on Selasa, 15 Maret 2011 | 08.21

Karena banyak siswa hobi sepakbola, SDN Tugurejo 03 membuat eskul futsal. Bakat dan minat siswa pun bisa berkembang lebih optimal dan terarah.

TAK ada hari tanpa bermain sepakbola. Kalimat itu cocok untuk menggambarkan rutinitas yang dilakukan mayoritas siswa di SDN Tugurejo 03. Selain belajar, setiap hari mereka rutin menggocek si kulit bundar. Tak peduli tersengat panas matahari atau terguyur gerimis. Jika ada waktu luang di sela kegiatan belajar, mereka pasti langsung berhamburan ke halaman sekolah untuk bermain sepakbola.

“Bahkan, saat baru datang ke sekolah sebelum jam belajar dimulai, anak-anak sudah bermain sepakbola. Begitu pula saat jam istirahat dan selesai jam sekolah. Mereka sangat hobi bermain sepakbola. Mereka membawa bola plastik sendiri dari rumah,” jelas Kepala Sekolah Retno Ambarwati, saat Harsem berkunjung ke sekolah, kemarin, (14/3).

Apa yang dikatakan Retno benar adanya. Ketika Harsem masih mewawancarainya di dalam ruang kerja kepala sekolah, suara riuh tiba-tiba terdengar dari halaman sekolah. Disusul suara tendangan bola-bola plastik. Karena halaman sekolah diperkeras menggunakan paving block, suara bola yang menyasar halaman sangat jelas terdengar.

Siang itu, selepas jam belajar usai, beberapa siswa terlihat saling tendang dan saling umpan dua bola plastik. Mereka terlihat tak peduli meski panas sedang berada di puncaknya waktu itu. “Itulah pemandangan yang paling gampang dijumpai setiap hari di sini,” tukas Retno.
Bola Pernah Disita
Minat siswa SDN Tugurejo 03 terhadap sepakbola memang sangat besar. Diceritakan Retno, pernah suatu ketika pihaknya menyita bola plastik yang dibawa siswa, karena membuat gaduh. Bukannya jera atau mengambil bola yang disita di kantor guru, keesokan paginya siswa membawa bola baru dari rumah.

“Melihat besarnya minat para siswa dalam sepakbola, akhirnya mulai semester baru kemarin kami putuskan membuka ekstrakurikuler futsal. Kami berharap dengan eskul ini, minat dan bakat mereka bisa berkembang lebih terarah dan optimal. Agar nantinya mereka juga bisa menjadi pemain profesional,” ujarnya.

Futsal dipilih karena bisa dikatakan sebagai sepak bola mini. Tidak memerlukan lapangan atau area luas, menggunakan halaman sekolah pun bisa. “Eskul futsal ini kami laksanakan tiga kali sepekan, yakni Senin dan Rabu pukul empat sore serta Sabtu seusai jam sekolah,” imbuhnya.

Agar hasilnya sesuai yang diharapkan, sekolah mendatangkan pelatih khusus namun tetap melibatkan guru olahraga. “Guru olahraga sifatnya pendamping. Karena kalau latihan hanya di-handle pelatih dari luar, biasanya siswa kurang berani bertanya karena takut atau malu,” kata dia.

Sigit Tri Wibowo selaku guru olahraga dan pendamping eskul mengatakan, siswa peserta eksul futsal mencapai sekitar 60 siswa, baik dari kelas II–V. Sementara untuk pemain intinya ada sekitar 26 siswa.

Kendati baru dibentuk beberapa bulan lalu, ia menambahkan, eskul futsal ini telah berjaya dalam turnamen futsal antar-SSB (sekolah sepakbola) Kota Semarang dengan menyabet juara II.

“Hari Minggu kemarin (13/3) tim kami mengikuti turnamen futsal antar-SSB kota Semarang yang diselenggarakan SSB Ngaliyan. Kami berhasil menyabet juara kedua,” terangnya.

Prestasi ini diharapkan dapat memicu siswa untuk lebih giat melakukan penggalian kemampuan lagi. Agar eskul dapat bermanfaat untuk diri siswa di masa mendatang. (sokhibun ni’am/nji)

Share this article :

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger