Home » , , , » Annisa Nugraeni, Seimbangkan Teori dan Praktik

Annisa Nugraeni, Seimbangkan Teori dan Praktik

Written By Harian Semarang on Minggu, 30 Oktober 2011 | 23.02

Annisa Nugraeni
SEORANG mahasiswa dituntut kreatif dalam mengembangkan keilmuannya pada realitas kehidupan. Terutama setelah menyerap teori dari bangku kuliah. Hal ini sangat penting bagi kesiapan menerjuni kehidupan bermasyarakat seusai menyandang gelar sarjana. Namun, dari sekian banyak mahasiswa, hanya beberapa yang menyadari. Salah satunya adalah Annisa Nugraeni, mahasiswa Fisip Jurusan Ilmu Komunikasi Undip.

Putri bungsu pasangan H Soekimin dan Hj Mardiyatun ini berhasil didaulat menjadi salah satu lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,60 pada wisuda yang digelar Undip di Hotel Patra Semarang Jalan Sisingamangaraja Candi Baru, kemarin (24/10).

“Kuliah hanya memberikan teori, sehingga menjadi mahasiswa harus pandai mempraktikkan di dunia nyata. Hal ini akan tampak betapa pentingnya antara teori dan praktik. Jadi, tidak hanya pandai bicara, tapi terjun secara langsung,” ujar Annisa, begitu ia akrab disapa.

Prestasi yang diraihnya sekarang, dilaluinya dengan usaha keras. Ia mengaku bahwa kesempatan yang dimilikinya semasa muda dipergunakan secara bijak dalam menempuh pendidikan. Tak berlebihan jika ia menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengembangkan dengan membaur di dunia luar.

“Terpenting adalah berani dan memiliki minat kuat untuk bisa. Proses itu tidak gampang, setiap perjalanannya tak jarang akan menemui rintangan. Tapi jangan putus asa dan anggap itu sebagai motivasi diri,” tuturnya.

Selain itu, Annisa aktif mengikuti organisasi sebagai bentuk kegemarannya mempelajari kebudayaan-kebudayaan baru dan lahan membangun hubungan. Seperti LSM Dejavato Foundations Jalan Bukit Panjangan Asri Blok M /7 Semarang. Dari itu, ia diutus ke Spanyol pada Juli 2009 hingga Februari 2010 sekaligus sebagai magang kuliah.

“Di sana saya mendapat banyak pelajaran sosial, bagaimana membantu masyarakat Indonesia dengan bekerjasama orang asing,” lanjut dara kelahiran Semarang, 17 Juni 1988 ini.

Ia menambahkan sebagai generasi muda haruslah membuka diri untuk pengetahuan-pengetahuan nonakademis. Pasalnya, masyarakat yang akan dihadapi memiliki persoalan kompleks. “Kuliah memberikan pelajaran bagus, tapi lebih bagus bila ditambah dengan pengalaman berkehidupan secara langsung,” ucapnya.

Di keluarga, ia memiliki tiga saudara yaitu Henny Puspaningrum, Familla DN, dan Fajar Ismail. Ia tak segan bertanya guna memperluas wawasan. Bahkan, Annisa tak segan memberikan kritik membangun kepada saudara-suadaranya.

H Soekimin, ayah kandungnya, membenarkan akan hal itu. Karakter kuat dan rasa ingin tahu membawa Annisa menjadi kebanggaan keluarga maupun institusi Undip.
“Annisa cukup kuat pendiriannya, percaya diri, dan tidak gampang menyerah. Kami bangga ia bisa berprestasi,” ujarnya.

Ditambahkan bahwa sebagai orangtua, Soekimin tak ingin mengekang atas keinginan anak-anaknya. Termasuk Annisa yang memilih kuliah dengan mengembangkan langsung ilmu di salah satu organisasi kemasyarakatan. “Selagi itu positif, orangtua pasti mendukung,” papar pria yang berkediaman di Jalan Srinindito VII/50 Semarang ini. (wika setiawan/nji)

Share this article :

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger