Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label UNDIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNDIP. Tampilkan semua postingan

HIC USA Jajaki Kerja Bareng dengan Undip

Written By Unknown on Rabu, 06 November 2013 | 10.30

President Higline Community College,Washington State, USA,  Jack Bermingham PhD bertemu Rektor Undip Prof Sudharto PH dalam rangka penjajakan kerja sama baru baru ini.
SEMARANG- Undip menerima kunjungan President Higline Community College (HIC),Washington State, USA,  Jack Bermingham PhD dalam rangka penjajakan kerjasama antara ke dua Universitas, kemarin, di gedung rektorat kampus Tembalang.
    
Jack Bermingham PhD dalam lawatannya ke Undip berkeinginan memperkuat kerja sama di bidang publikasi jurnal internasional, inisiasi pengembangan E-Learning hingga pembentukan klinik manuskrip.
    
Dia pun berharap kunjungannya ke Indonesia secepatnya diikuti  penandatanganan kerjasama. Undip salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Dosen maupun alumninya juga memiliki integritas di tingkat internasional. Ini menjadi alasan kami jauh jauh datang ke Indonesia untuk kemungkinan kemitraan lembaga, tutur Jack.
    
Menurutnya tidak salah apabila kedua lembaga ini menjalin hubungan secara resmi.  Undip dipandang universitas mewakili Indonesia di kancah percaturan internasional.
    
Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD mengatakan pihaknya menyambut baik tawaran kerjasama ini. Hubungan baik dua negara sekaligus  akan mempermudah proses kearah itu. Mereka kedepan juga akan bisa saling mengisi dalam rangka meningkatkan budaya akademik, memperbanyak artikel dosen sekaligus mempertajam kualitas belajar mengajar. Khususnya,  dalam Bahasa Inggris bagi para dosen.
    
Kerjasama ini sekaligus bentuk internasioanalisasi kampus Undip.  Sudah seharusnya perguruan tinggi sekrang tidak hanya dilihat sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat penelitian, atau pusat pengabdian masyarakat semata.
    
Akan tetapi juga harus menjadi suatu entitas korporasi pencetak ilmu pengetahuan masa depan. (H41/SMNetwork/njs)

Sajikan Bajigur, Mahasiswa Undip Juara Kompetisi Ilmiah Jateng-DIY

Mahasiswa Undip berfoto bersama usai meraih juara di ajang karya tulis ilmiah tingkat Jawa Tengah dan DIY yang diselenggarakan Fakultas Pertanian UNS baru-baru ini. 
SEMARANG- Tim Undip menjadi runner-up ajang karya tulis ilmiah tingkat Jawa Tengah dan DIY yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian UNS baru-baru ini. 
Mereka menyajikan karya tulis berkenaan manfaat batako terbuat dari jerami yang ramah lingkungan (bajigur).
    
Menurut Ketua Tim Sigit Arrohman penyajian karya tulis didahului penelitian lumayan panjang.
"Judul karya ilmiah kami seutuhnya  adalah  Batako Jerami Ramah Lingkungan Fotokatalis Nano Tio2,  Dari Limbah Jerami Serta Lumpur Merapi Sebagai Biomaterial Sebagai Peningkatan Ecoenviront di Magelang, Jawa Tengah . Karya tulis ini mengangkat konsep anyar batako jerami ramah lingkungan, tuturnya dalam rilis yang diterim,  kemarin. 
    
Para peneliti muda Undip, merasa banyak limbah erupsi Gunung Merapi dan jerami yang terbuang secara percuma. Padahal bila dikelola dengan baik potensinya besar untuk menambah pendapatan warga.  Riset kemudian dilaksanakan para mahasiswa Undip.
    
Alhasil mereka menemukan metode Bajigur Fotokatalis Nano Tio2. Konsep ini memiliki keunggulan mengurangi penggunaan semen. Bahan perekat semen bahkan digantikan silika dari jerami maupun lumpur Gunung Merapi. Masih ditambah dengan teknologi nanosilika, kekuatan batako semakin sempurna.
    
Sigit mengakui proses seleksi sangat ketat. Dalam tahap final mereka bahkan diwajibkan membawa alat peraga serta MMT untuk keperluan presentasi. Waku presentasi berdurasi 10 menit dilanjutkan dengan 20 menit tanya jawab.
    
Proses seleksi yang panjang, akhirnya didapatkan 9 finalis yang berhasil lolos ke tahap final. Sembilan tim itu terdiri dari enam universitas, salah satunya adalah dari Undip, UGM, UNY, UNS,UAD, UMY. Enam universitas dengan komposisi dua tim dari Undip, satu tim UGM, dua tim UNY, satu tim UMY, dua tim UAD, dan satu tim UNS.
    
Hasil seleksi menunjukkan tim Undip mendapat nilai bagus. Mereka dinyatakan sebagai juara II. Kompetisi ini menjadi tonggak Undip memiliki potensi yang besar menuju Universitas Riset 2020. Kedepannya bajigur juga akan mampu menjawab tantangan pertumbuhan pembangunan yang tinggi dengan mengurangi penggunaan semen.
    
Selain itu menjadikan sumber potensi jerami dan Lumpur Merapi sebagai salah satu sumber penghasilan masyarakat. Tak kurang mahasiswa mempersilahkan investor asing untuk bekerjasama dalam penelitian ini dan pengembangannya. (H41/SMNetwork/njs)

Undip Kerjasama dengan Belanda

Written By arnoldy septiano on Selasa, 29 Januari 2013 | 09.11

HARSEM/DOK
Prof Sudharto P Hadi

KERJASAMA Fakultas Kedokteran (FK) Undip dengan Radboud University Nijmegen yang sudah berlangsung selama 25 tahun memotivasi fakultas lain untuk melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dari Belanda tersebut.

Pembantu Rektor bagian Pengembangan dan Kerjasama, Prof Sultana M Faradz mengatakan, kerjasama tersebut mulai dari penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen. “Bahkan saat ini ada dosen dari universitas tersebut yang mengajar di program S1 dan S2 di FK Undip selama satu tahun ke depan,” ujarnya dalam presentasi ‘Medal of Honor in International Collaboration’ di ruang sidang senat rektorat Undip Tembalang, kemarin.

Sementara itu, rektor dari Radboud University Nijmegen, Prof Sebastian Kortmann mengatakan, MoU tersebut tidak langsung dilakukan di tingkat universitas, tetapi kerjasama di fakultas terlebih dahulu. “Setelah itu berlangsung, baru diresmikan dengan MoU,” ujarnya kepada wartawan usai acara.
Dia mengatakan, jika para staf mulai dari dosen hingga mahasiswa di fakultas tersebut mau

mengembangkan kerjasama dengan serius maka tingkat kesuksesannya jauh lebih tinggi.  “Ini dimulai dari perkenalan dari para dosen itu, baru diangkat ke MoU,” jelasnya.

Di masa yang akan datang, kerjasama tidak hanya dengan fakultas kedokteran, tetapi juga dengan fakultas lain. “Ini yang sudah memulai selain kedokteran adalah hukum, selanjutnya Fakultas MIPA yang akan menjalin kerjasama, terutama di bidang pengajaran,” ujarnya.

Selama ini, masalah yang masih dihadapi yaitu di bahasa. “Tidak semua dosen dan mahasiswa Undip bisa berbahasa Inggris atau Belanda. Begitu juga sebaliknya, mahasiswa dan dosen Belanda tidak semua bisa berbahasa Indonesia,” ujarnya.

Namun demikian, jika ada mahasiswa atau dosen yang akan dikirim ke Indonesia, terlebih dahulu mereka mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. “Walaupun itu hanya bersifat ‘survivol’ atau untuk percakapan sehari-hari. Tapi di perkuliahan mereka tetap menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

Rektor Prof Sudharto P Hadi mengatakan, kerjasama yang sudah dilakukan antara FK dengan Radboud University Nijmegen di antaranya pertukaran mahasiswa dan dosen, kunjungan profesor, pembangunan laboratorium, pelatihan di bidang kedokteran. (awi/nji)

Konsultasi Skrpsi Bisa Online

Written By arnoldy septiano on Rabu, 23 Januari 2013 | 08.37

HARSEM/DOK
Wisudawan menerima ijazah dari Rektor Undip didampingi Dekan Ekonomi Prof Mohamad Nasir.


Pernyataan Wakil Presiden Boediono tentang pentingnya mata kuliah secara online ditanggapi positif oleh Rektor Undip, Prof Sudharto P Hadi. “Di Undip hampir semua prodi menerapkan sistem konsultasi online,” jelasnya usai memimpin upacara wisuda ke 129 Undip di Gedung Prof Sudharto kampus Undip Tembalang, kemarin.

Dengan demikian, konsultasi yang dilakukan mahasiswa kepada dosen akan mengurangi mitos dosen susah dicari. Beberapa konsultasi yang sudah diterapkan dengan sistem online di antaranya, disertasi, makalah, skripsi serta tesis.

Beberapa fakultas yang sudah menerapkan perkuliahan sistem online di antaranya fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (fisip) serta fakultas ekonomi. “Namun ada juga beberapa fakultas lain,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya menghimbau seluruh fakultas di Undip menerapkan sistem tersebut. “Memang sejauh ini masih ada beberapa dosen yang enggan melakukan konsultasi secara online. Namun saya berharap, semua dosen bisa menuju ke arah sana,” paparnya.

Menurutnya, dengan pengajaran sistem online tersebut, para mahasiswa juga bisa memberikan saran dan masukan terkait mata kuliah tertentu.

Bahkan, khusus untuk fakultas ekonomi, saat ini sudah melakukan presensi untuk dosen, karyawan serta mahasiswa secara elektronik. “Seluruh mahasiswa FE Undip, termasuk dosen dan karyawan sekarang ini sudah memiliki kartu presensi. Jadi, siapa yang datang terlambat bisa diketahui,” ujarnya.
Dengan penerapan presensi sistem elektronik, materi perkuliahan bisa dicapai secara maksimal. “Dengan begitu, sistem ini akan mendorong untuk penuntasan materi pembelajaran,” tambahnya.
Wisuda diikuti 1.405 lulusan. Mereka terdiri dari 996 lulusan sarjana, 265 lulusan magister, 14 lulusan doktor, 39 lulusan program spesialis, 23 lulusan program profesi, dan 98 lulusan diploma. (awi/nji)

Fisip Undip Wisuda 132 Mahasiswa

Written By arnoldy septiano on Selasa, 22 Januari 2013 | 08.08


HARSEM/DOK
Wisuda FISIP Undip diikuti oleh 132 lulusan.
FAKULTAS Sosial dan Ilmu Pemerintahan (Fisip) Undip melaksanakan yudisium wisuda 132 lulusan dari program sarjana dan ahli madya. Pada wisuda atau wisuda fakultas ke 123 tersebut, lulusan 105 orang dari program sarjana dan 27 orang dari ahli madya.

Pada sambutannya, Pembantu Dekan I, Agus Hermani mengatakan, kuliah merupakan proses di mana para pendidik bertugas untuk menyiapkan para wisudawan untuk mengarungi kehidupan di masa yang akan datang.

“Untuk itu,  jangan sampai wisudawan kaget ketika mendapat pekerjaan yang berbeda dengan bidang ilmu yang dikuasai semasa kuliah,” pesannya pada acara yang diselenggarakan di Hotel Patra Jasa, Ruang Poncowati, kemarin.

Dirinya berharap, wisudawan dapat berprestasi di manapun berada. “Selain itu, kami juga berharap agar dalam bekerja nanti, Anda bisa mengerti dan melakukan peran yang didapatkan,” tandasnya.

Hingga saat ini, Fisip Undip sudah berhasil meluluskan 9.909 lulusan dari program sarjana dan 3.204 lulusan dari program ahli madya. Acara tersebut juga diisi penampilan salah satu wisudawan dari Jurusan Ilmu Pemerintahan, Zaenal Agung Nugroho yang membacakan puisi dengan judul ‘Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu’.

Puisi tersebut menggambarkan tentang kecintaan dan kebanggaan menjadi seorang anak bangsa. Namun nilai-nilai dari bangsa yang dicintainya telah bergeser akibat dari ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Puisi tersebut juga mengingatkan tentang semangat kebangsaan dalam bersatu membangun dan mempertahankan negara Indonesia untuk menjadi lebih baik. (awi/nji)

Undip Lepas 3.264 Peserta KKN

Written By arnoldy septiano on Selasa, 15 Januari 2013 | 09.32

HARSEM/DOK
Prof Hertanto memberikan semangat kepada peserta KKN agar agar bisa memberikan perubahan yang baik di lokasi.


UNDIP melakukan upacara pelepasan terhadap 3.264 mahasiswa KKN (kuliah kerja nyata) di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Pembantu Rektor I, Prof Hertanto Wahyu Subagyo mengatakan, mereka bisa menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk kepentingan masyarakat.

“Selain itu, kami berharap mahasiswa memiliki daya saing tinggi. Baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya pada upcara yang dilakukan di Lapangan Widyapuraya kampus Undip, Tembalang, kemarin.

Selain itu, agar lulusan Undip nantinya memiliki profil yang ‘komplete. “Yang artinya komunikator, profesional, leader, educator, thinker dan entrepreneur,” ujarnya.

Dia mengatakan, KKN merupakan kegiatan intrakurikuler yang wajib diikuti setiap mahasiswa. “Ini merupakan kegiatan pembelajaran yang mendukung tercapainya berbagai kompetensi yang bermuara pada pencapaian profil komplete itu tadi,” ujarnya.

Selain itu, ilmu yang diperoleh para perkuliahan bisa dijadikan untuk menajamkan kemampuan profesional mahasiswa di tengah masyarakat. “Kami berharap, agar mahasiswa bisa menumbuhkan pemahaman, penghayatan dan empati pada masyarakat. Sehingga membentuk karakter Pangeran Diponegoro yang bersahaja, jujur, berani, dan peduli,” tandasnya.

Kepala Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Undip, Dra Anna Handayaningsih Msi mengatakan, pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), mahasiswa Undip Tim I tahun 2012/2013 ini akan disebar di empat kabupaten, di antaranya Batang, Magelang, Pekalongan, dan Kendal.

Tema yang diangkat di antaranya pemberdayaan wilayah, pemberdayaan UKM, eksplorasi sumber daya alam dan konservasi lingkungan, penerapan teknologi tepat guna, dan pengembangan SDM. (awi/nji)

Profesi Arsiparis Makin Dibutuhkan

Written By arnoldy septiano on Rabu, 09 Januari 2013 | 10.15

HARSEM/DOK
Drs Tidor saat mengikuti studi banding di Undip


PROFESI arsiparis atau staf bidang kearsipan semakin dibutuhkan. Demikian dikatakan Ketua Program D3 Kearsipan FIB (Fakultas Ilmu Budaya) Undip, Dr Alamsyah, kemarin.

Tidak hanya di instansi pemerintah, namun bidang kearsipan juga dibutuhkan banyak perusahaan swasta. “Saat ini permintaan tenaga ahli di bidang kearsipan cenderung meningkat,” ujarnya saat menerima rombongan kunjungan studi banding dari Badan Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di ruang sidang FIB.

Sejauh ini, lulusan Kearsipan Undip diakuinya banyak yang langsung tersalur ke instansi pemerintah maupun perusahaan swasta. “Karena kami juga mengadakan kerjasama dengan instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta,” kata dia.

Beberapa lembaga yang sudah menjalin kerjasama dengan Undip. Di antaranya Arsip Nasional (ANRI), Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Badan Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang setrta PT Taspen.

Mengenai kunjungan, dirinya berharap agar apa yang telah dipelajari oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Undip tersebut bisa dijadikan landasan.  “Untuk ke depannya dituangkan dalam sebuah kerjasama. Baik itu dalam bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, maupun penelitian,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Pembinaan dan Pemasyarakatan Kearsipan
Jatim, Drs Tidor Arif Trionojati MM mengatakan, kunjungannya ke Undip adalah dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan.

“Selain itu, kami juga ingin mengetahui tata cara pelaksanaan, pengelolaan pendidikan, kurikulum dan silabi pembelajaran dalam penyelenggaraan pendidikan Diploma III Kearsipan di Undip,” ungkapnya.
Dia menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik kota maupun kabupaten sangat kekurangan tenaga arsiparis.

“Bahkan, saat kami membuka formasi CPNS beberapa waktu yang lalu, dari formasi 14 formasi yang kami buka untuk provinsi dan kabupaten/kota tetapi hanya 2 yang masuk karena tidak ada yang mendaftar,” urainya.

Kondisi tersebut, kemungkinan karena di Jawa Timur belum ada universitas yang memiliki jurusan D3 Kearsipan. (awi/nji)

Mahasiswi FIB Undip Ikuti Student Exchange

Written By arnoldy septiano on Selasa, 08 Januari 2013 | 10.00

HARSEM/HARTATIK SM NETWORK
Mahasiswi FIB Undip Ikuti Student Exchange


SALAH satu mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip atas nama Galuh Agliesta Erawati Sutopo akan mengikuti Student Exchage ke Thailand. Program yang  diikuti adalah AISEF (Art Immersion and Students Exchange Fieldtrip) yang dibentuk oleh organisasi bernama AYFN ( Asean Youth Friendship Network).

Menurut Pembantu Rektor III, Warsito SU, program student exchange atau pertukaran pelajar ini akan dilaksanakan di Universitas Chiang Mai ,Chiang Mai, Thailand pada tanggal 1-13 Februari 2013.

Mengenai keberhasilan salah satu mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut, dirinya mengatakan, hal tersebut sangat penting dicapai demi merealisasikan visi Undip menjadi universitas riset yang unggul.
"Kita memang mendorong para mahasiswa untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini, diharapkan dengan

adanya pertukaran pelajar ini akan dapat memberikan manfaat bagi mereka setelah selesai kuliah nanti," ungkapnya.

Saat ini Undip juga terus mendorong para mahasiswa untuk dapat ikut berkompetisi baik tingkat nasional maupun internasional dalam rangka mengikuti lomba penelitian ilmiah. "Untuk itu pada tahun 2013, Undip akan menyediakan dana riset untuk para mahasiswa kurang lebih 400 juta,” tuturnya.

Komunitas ASEAN
Sementara itu, terkait pencapaian ini, Galuh mengatakan  200 mahasiswa yang mendaftar dari seluruh Indonesia dan mengikuti seleksi hanya terpilih 20 mahasiswa. "Mahasiswa yang terpilih diantaranya berasal dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran,” ujarnya.
Galuh menambahkan, selama di Thailand dia akan melakukan beberapa kegiatan di antaranya adalah belajar bahasa Thailand dengan tujuan untuk memudahkannya berinteraksi dengan mahasiswa Thailand.
"Selain itu, saya juga akan mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Chiang Mai. Tujuannya adalah  untuk mengenalkan bahasa dan kebudayaan Indonesia di Thailand,” tutur dara asal Kabupaten Boyolali ini.

Dirinya berharap, setelah mengikuti program pertukaran pelajar tersebut, dirinya bisa lebih memahami tentang perbedaan budaya dari negara-negara ASEAN.

"Selain itu, saya juga berharap, agar dengan adanya program ini hubungan antar pemuda di ASEAN semakin erat dan dapat membentuk suatu komunitas pecinta ASEAN," tandasnya. (awi/nji)

Undip Terima Penghargaan Lingkungan

Written By Khoierzblogs on Jumat, 30 November 2012 | 09.25

HARSEM/DOK
Prof Sudharto P Hadi memamerkan penghargaan yang diterimanya.
KARENA kepeduliannya untuk menanam pohon di lingkungan kampus, baru-baru ini Undip memperoleh penghargaan sebagai kampus peduli tanam pohon oleh Kementrian Kehutanan RI.

Penghargaan diberikan dalam rangka peringatan hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam pohon nasional 2012 yang diberikan kepada 31 organisasi dan individu lainnya. Penghargaan ini diberikan langsung oleh menteri Kehutanan dan disaksikan oleh Presiden RI di area hutan kota bandara Soekarno Hatta Provinsi Banten.

Penghargaan diberikan karena Undip dipandang dan dinilai memiliki kepedulian tinggi untuk melakukan penghijauan lingkungan kampus sehingga menjadi asri sejuk dan sehat.

Pada sambutannya, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, para penerima penghargaan adalah pahlawan lingkungan yang mampu menciptakan kelestarian alam dan mendukung program pembangunan berkelanjutan.

“Mereka adalah umat atau hamba Tuhan yang paling terpuji karena selalu dekat dan bersahabat dengan alam yang merupakan karunia Tuhan,” jelasnya.

Menurutnya, para calon pemimpin masa depan haruslah pemimpin yang memiliki komitmen dan peduli terhadap lingkungan.

“Ke depan akan digagas tentang pendidikan peduli lingkungan. Dalam kurikulum mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA akan dimasukkan pelajaran teori dan praktek mencintai lingkungan, pohon dan alam semesta,” paparnya.

Bukti Keberhasilan
Berkaitan dengan budaya menanam pohon, yang terpenting adalah aksi dan pelaksanaannya. “Dalam forum internasional, Indonesia tidak lagi berdebat soal apa yang mesti dilakukan dengan perubahan iklim. Karena Indonesia sudah melakukannya dengan sebaik mungkin melalui kegiatan mengurangi emisi karbon dan menanam satu miliar pohon setiap tahun,” urainya.

Dikatakan, dalam kegiatan penghijauan Indonesia menerapkan prinsip to take action bukan to talk only meskipun banyak yang skeptis. “Tetapi yang terpenting kita punya hak untuk menanami bumi kita,” jelasnya.

Sementara, Rektor Prof Sudharto P Hadi mengungkapkan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi dan kepercayaan terhadap program penghijauan kampus yang sudah dilakukan selama ini.

“Penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pimpinan tetapi menjadi bukti keberhasilan semua warga kampus Undip,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya sudah merencanakan akan semakin banyak menanam pohon. Terutama di wilayah-wilayah kampus yang masing gersang. (awi/nji)

Bedah Buku Nabi Muhammad

Written By Khoierzblogs on Rabu, 14 November 2012 | 10.23



SEMARANG- Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip menggelar bedah buku tentang Nabi Muhammad SAW, kemarin.  Buku tulisan Muhammad Fethullah Gulen ini berisi kumpulan ceramahnya mengenai kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Buku dengan judul ‘Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Islam’ ini mengupas ceramah Muhammad Fethullah yang dilakukan di sejumlah masjid di dunia.

Pada kegiatan bedah buku yang bekerjasama dengan Turkish Cultural Center ini, tokoh akademisi sekaligus Direktur Fethullah Gulen Chair serta dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Ali Unsal PhD bertindak sebagai pembicara.

Dikatakan, buku setebal 1231 ini tidak menempatkan Rasullullah sebagai tokoh masa lalu seperti sirah nabi lainnya. “Tapi merupakan sosok yang bisa menjadi teladan seiring dengan perkembangan jaman,” jelasnya.

Buku tersebut menunjukkan bagaimana kehidupan Rasullullah kesehariannya mulai dari cara beliau duduk, berjalan, cara makan dan minumnya bahkan sampai beliau tidur.

“Hubungan Rasullullah dengan istri, anak, sahabat, bahkan cara kemiliteran beliau, yang semuanya tertuang dengan begitu indah disetiap baris kata, kalimat, dan paragraf dalam buku ini,” paparnya.

“Pada akhir buku ini dijelaskan secara ringkas tentang Ushulu hadist inilah yang membedakan dengan sirah Nabi lainya,” jelasnya.

Menurutnya, buku ini bisa memberikan kontribusi sudut pandang terhadap hadis bagi umat Islam. “Serta menyuguhkan pembahasan ilmiah tentang pentingnya sunnah bagi kehidupan umat muslim dan menjadikan Rasullullah Muhammad SAW sebagai satu-satunya pembimbing,” jelasnya.

Acara dibuka Dekan FIB, Dr Agus Maladi. Sekitar 250 mahasiswa dan kalangan umum mengikuti kegiatan di Gedung Prof Sudharto kampus Undip Tembalang itu.

Buku tersebut menjadi best seller di Turki. Telah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa termasuk bahasa Indonesia dengan oplah mencapai 1.500.000 eksemplar. (awi/nji)

Diponegoro Seven Summit Expedition Part II , Mual dan Pusing di Puncak Kilimanjaro

Written By Khoierzblogs on Rabu, 07 November 2012 | 08.56

PUNCAK KILIMANJARO: Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam tim ekspedisi berhasil mendaki puncak Kilimanjaro
HARSEM/DOK
SEMARANG- Syarifudin Ahmad (18), Umi Lutfiah (18), dan Irwan Hidayatullah (22), berhasil menaklukkan Gunung Kilimanjaro, Tanzania, Afrika.

Mereka yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Diponegoro Seven Summit Expedition Part II menempuh waktu selama kurang lebih satu minggu untuk mendaki gunung dengan ketinggian 5.895 meter ini.

Raut wajah bangga sekaligus bahagia terpancar dari ketiga mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Wapeala) Undip ini. Bagaimana tidak, mereka merasa senang karena berhasil menjalankan misinya mendaki Gunung Kilimanjaro sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat.

Umi Lutfiah, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya ini mengaku, melaksanakan ekspedisi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena sebelum diberangkatkan ke Tanzania, mereka sudah melalui diklat terlebih dahulu untuk menyiapkan fisik dan mental.

“Tidak mudah, persiapan yang dilakukan juga cukup berat. Terutama untuk latihan fisik, dengan melakukan latihan rutin jogging dua minggu sekali. Selain itu juga simulasi pendakian di Gunung Slamet dan Semeru,” kata perempuan berjilbab ini.
Umi mengatakan, banyak hal yang didapat dalam pendakian tersebut. Selain pengalaman baru menaklukkan salah satu gunung tertinggi, sekaligus mengajarkan kebudayaan Indonesia, salah satunya batik, kepada warga Tanzania.

“Mereka sampai kagum saat saya memperlihatkan batik Indonesia. Karena disana motif batiknya sederhana hanya batik celup dan motifnya kebanyakan motif binatang. Disana kita juga membuka mini expo batik di KBRI,” katanya.

Seleksi Ketat

Banyak hal yang mereka dapat di Tanzania maupun selama pendakian menuju puncak Uhuru (Puncak Kebebasan) Gunung Kilimanjaro. Irwan, peserta lainnya, mengatakan, ekspedisi ke Kilimanjaro memang sudah dirancang pada tahun 1997 yang lalu, namun baru dapat dilaksanakan pada tahun ini.

“Melalui proses seleksi yang ketat, akhirnya kami bertiga terpilih untuk melakukan ekspedisi yang baru pertama kali dilakukan oleh Wapeala,” ungkapnya. Menurutnya, hal terberat selama pendakian yakni saat berada di Camp 2 dengan ketinggian 2.900 meter menuju ke Camp 3 dengan ketinggian 3.900 meter. Karena mereka harus menuju ketinggian 4.500 meter dahulu.

“Medan yang dilewati cukup berat. Dalam perjalanan sehari kita bisa jalan selama 7 jam, namun di beberapa camp kita hanya berjalan selama tiga jam,” ungkap putra pasangan Syarifudin dan Hadijah ini.

Kondisi medan yang sulit juga mereka alami saat sudah mencapai puncak Kilimanjaro. Lapisan oksigen yang semakin menipis membuat ketiganya harus merasakan mual, kepala pusing.  “Saat akan menuju puncak, rasanya pusing dan mual karena oksigen sudah mulai tipis disana. Tetapi kami senang akhirnya mampu mencapai puncak dan mengibarkan bendera merah putih disana. Meski hanya 15 menit berada disana tetapi kami sudah cukup bangga,” kata Syarifudin Ahmad, mahasiswa Teknik Mesin.

Setelah berhasil menaklukkan Kilimanjaro, Wapeala Undip berencana untuk melanjutkan ekspedisi ke Gunung Aconcagua (Argentina) dan Gunung Elbrust di Eropa. (wam/15)






Kerjasama Undip dan CTC , Kelola Konservasi Sumberdaya Pantai

Written By Khoierzblogs on Selasa, 06 November 2012 | 10.31

TERIMA CENDERAMATA: Rektor Undip  menerima cenderamata dari Direktur CTC
HARSEM/ARIS WW
SEMARANG- Universitas Diponegoro melakukan penandatanganan kerjasama dengan Coral Triangle Centre (CTC) tentang pengembangan sumberdaya manusia dan pengelolaan konservasi sumberdaya kelautan di Rektorat Undip Tembalang, kemarin.

Acara tersebut sekaligus sebagai pembukaan dari Pelatihan Perancangan Kawasan Konservasi Perairan dan Pelatihan Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan. Direktur Eksekutif CTC, Rilli Djohani mengatakan, kerjasama tersebut merupakan tonggak yang signifigan bagi pihaknya. "Dari kerjasama ini diharapkan nantinya akan dapat memberikan inspirasi dan pengalaman dalam pengelolaan sumberdaya kelautan," jelasnya.

Dikatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya lautnya. "Untuk itu kita  harus mengelolanya dengan baik, pemerintah sendiri sudah menyediakan 20 juta hektar kawasan konservasi laut di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, masih banyak kendala di lapangan yang harus dihadapi. "Misalnya seperti kurangnya kapasitas pengelolaan SDM di lapangan," ujarnya. Untuk itu dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat terwujud pengelolaan dan konservasi sumberdaya perikanan dan kelautan yang efektif, berkelanjutan dan mensejahterakan rakyat Indonesia.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro , Prof Sudharto P Hadi mengemukakan, terumbu karang dan keberlangsungan sumberdaya kelautan merupakan hal yang sangat penting. "Karang merupakan tempat pemijahan bagi biota-biota laut, namun dewasa ini dengan makin gencarnya perburuan ikan hias dan jamur sebagai hiasan ikan hias menimbulkan banyak problematika, karena perburuan ikan hias dapat merusak terumbu karang", ujarnya.

Untuk itu diperlukan sumberdaya manusia dan pengelolaan sumberdaya kelautan yang baik. "Dengan adanya kerjasama ini nantinya semoga tidak hanya FPIK saja yang bisa memanfaatkan kerjasama ini tapi juga keilmuan lain," imbuhnya.

Kerjasama ini juga diharapkan akan memperkuat pola ilmiah pokok, yakni tentang tropical and coastal region eco development. (awi/15)


Redfish Klasifikasikan Sampah Anorganik

Written By Khoierzblogs on Senin, 05 November 2012 | 09.25



SEMARANG- Anggota Redfish Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip belum lama ini mendatangi lokasi obyek wisata Pantai Maron Semarang. Bukan acara liburan, melainkan bergotong royong membersihkan sampah yang berserakan di bibir pantai. Sampah nampak menggunung, lantaran sebelumnya Kota Semarang diguyur hujan lebat. Air hujan membawa sampah dari pemukiman menuju laut dan kembali terdampar di bibir pantai oleh ombak.

Tim yang terdiri dari 20 mahasiswa Undip ini bukan sekadar membersihkan sampah. "Dibagi menjadi dua tim. Dan hanya mengambil sampah anorganik saja," kata Bonifacius Arbanto selaku Pelatih dan Instruktur Selam Redfish.

Bukannya tanpa tujuan. Nantinya sampah-sampah anorganik akan diklasifikasikan lagi berdasarkan jenis dan bentuknya.  Hal ini dinamakan metode ocean coastal clean up. Sampah-sampah yang diambil di antaranya berupa kaleng, sedotan, mainan, balon, kain atau bungkus rokok.

Tujuannya untuk mengetahui sumber-sumber sampah tersebut, dan ini sudah dilakukan di dunia internasional selama sepuluh tahun terakhir. Hal ini memang berbeda dengan metode sebelumnya yang hanya mengklasifikasikan sampah berdasar bahan dasar sampah anorganik.

"Semuanya akan kami data. Hal ini akan rutin dilakukan. Setelah di Maron, kami akan ke Pantai Tulamben Bali. Data-data ini akan dikumpulkan dan semoga hasilnya bisa memberikan masukan pada pemerintah," ujar Bonifacius.

Menurutnya, banyaknya sampah yang ada di pantai tidak lepas dari kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Saat musim hujan tiba, sampah-sampah akan menumpuk di laut. Oleh karenanya ia berharap, aktivitas membersihkan pantai tersebut diikuti tumbuhnya kesadaran masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka ulang tahun Redfish kedua tersebut dilengkapi dengan penanaman 250 mangrove di sekitar pantai. “Tujuannya ikut menyelamatkan bibir pantai dari abrasi. Terlebih lagi, Pantai Maron adalah salah satu obyek wisata yang dimiliki oleh Kota Semarang dan harus dijaga bersama-sama,” ungkapnya.

Redfish, Unit Kegiatan Kemahasiswaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip. Unit ini fokus dalam kegiatan penelitian, selam, dan perikanan. Beberapa kegiatan sebelumnya berupa penelitian karang, ikan, dan penanaman mangrove. (Hanung Soekendro/JBSM/15)

Rektor Undip: Berkorban Atasi Problema Sosial

Written By Khoierzblogs on Rabu, 31 Oktober 2012 | 10.04


SEMARANG- Pada Idhul Adha kali ini, Undip menyembelih 10 sapi sebagai hewan kurban. Daging diberikan kepada warga sekitar Undip yang memang membutuhkan. Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi mengatakan, pihaknya juga memberikan daging kurban kepada beberapa panti asuhan di Semarang.

“Untuk penyembelihan memang sengaja kami lakukan hari Senin, karena beberapa daerah kan sudah banyak yang melakukan penyembelihan hewan pada hari Jumat dan Sabtu. Untuk itu supaya daging tidak menumpuk,” urainya di sela penyembelihan hewan yang dilakukan di Halaman Rektorat Undip Tembalang, Senin (29/11) lalu.

Untuk itu, agar daging bermanfaat dan tidak sampai dihambur-hamburkan. “Jangan sampai pada akhirnya yang menerima daging jadi berlebihan dalam mengkonsumsi. Selain itu supaya distribusi daging juga lebih merata,” kata dia.

Supaya distribusi daging berjalan tertib dan tidak mengganggu kenyamanan warga, Undip sengaja memberikan langsung daging kurban kepada warga. “Intinya kami ingin ini berjalan tertib dan semua bisa mendapatkan daging,” kata dia.

Untuk tahun ini, Undip menyembelih 10 sapi dan lima kambing. “Untuk tahun lalu, ada tujuh sapi dan tujuh kambing. Kami bisa membagikan 1.120 bungkus daging, karena untuk satu sapi bisa menjadi 120 bungkus daging,” urainya.

Karena tahun ini jumlah hewan kurban lebih banyak dari tahun lalu, untuk itu jumlah warga yang mendapatkan juga lebih banyak. “Ajaran berkurban yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim sangatlah kontekstual pada saat ini. Rela berkorban dan berbagi untuk sesama sangatlah diharapkan mampu mengatasi problema sosial dewasa ini, dimana masih banyak warga yang kurang mampu. Maka perlu adanya solidaritas dari kita semua,” tandasnya. (awi/15)

Seminar Nasional FKM Undip 13,8 Juta Anak Hidup Miskin

Written By putra on Senin, 08 Oktober 2012 | 09.01


        KUNJUNGI STAN: Wakil Gubernur Rustriningsih didampingi Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip VG Tinuk Istiarti mengunjungi pameran Semnas World Fit For Children ( HARSEM/JBSM/HARTATIK )

SEMARANG- Pemenuhan hak anak-anak Indonesia perlu mendapat perhatian khusus, baik dari  pemerintah maupun masyarakat, terutama pada bidang pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, dari studi kemiskinan 2012, 13,8 juta anak usia 0-18 tahun masih hidup dalam garis kemiskinan.

''Hanya 15% anak sudah bebas dari kemiskinan multidimensi, maka setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, dan tumbuh kembang serta berhak atas perlindungan dan diskriminasi,” ujar Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip VG Tinuk Istiarti pada seminar nasional World Fit For Children di Gedung Prof Soedarto Tembalang.

Lebih lanjut, Tinuk mengatakan, setiap tahun sekitar 20 bayi per 100 kelahiran hidup,meninggal dalam usia  0-12 hari paska kelahiran. Hasil Riset Kesehatan Dasar pada 2007 menunjukkan, angka kematian balita mencapai 36 per 100 kelahiran hidup. Dari data itu bisa disimpulkan pemenuhan hak-hak anak di Indonesia memang masih terpinggirkan.

Padahal, lanjutnya, anak memiliki peran strategis sebagai bagian investasi bangsa. Untuk itu, maka perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap kebutuhan hak anak mutlak menjadi prioitas. Hal itu terutama menyangkut pelayanan kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan juga aspek lainnya.

Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, sehingga mereka dapat berkembang menjadi penerus bangsa yang memiliki kualitas. “Kami berharap seminar ini bisa memberikan dorongan untuk memperjuangkan peningkatan kualitas hidup anak sebagai generasi penerus bangsa,'' imbbuhnya

Dalam kesempatan itu hadir Wakil Gubernur Rustriningsih yang menyatakan fasilitas bilik ASI  masih belum mendapat perhatian serius oleh instansi. Menurutnya, setiap instansi semestinya memiliki bilik ASI sebagai ruang bagi karyawannya yang menyusui. (J9/JBSM/15)

Ikatan Alumni Pengaruhi Penilaian Akreditasi

Written By putra on Jumat, 05 Oktober 2012 | 09.03


DEKLARASI IKANOT: Mantan rektor Undip Prof Muladi menghadiri deklarasi pembentukan Ikatan Alumni Kenotariatan (Ikanot) Undip, kemarin  di kampus Pleburan ( SM/Hartatik )
 SEMARANG- Dalam sebuah profesi, keberadaan wadah organisasi mutlak diperlukan. Untuk itu, kemarin, alumni Kenotariatan Undip mendeklarasikan terbentuknya Ikanot. Penasehat Ikanot Syafran Sofyan mengatakan, pembentukan wadah alumni ini bisa berpengaruh terhadap penilaian akreditasi program Magister Kenotariatan.

Pasalnya, Ikanot sudah terbentuk pada lima perguruan tinggi lainnya yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara dan Universitas Airlangga.

''Ikanot ini satu-satuya wadah alumni kenotariatan yang diakui dan disahkan DPP IKA Undip. Dalam profesi itu wadahnya harus satu dan standar profesi harus benar-benar ditegakkan,'' katanya, kemarin usai deklarasi Ikanot di kampus Undip Jl Imam Barjo.

Bicara kemampuan alumni Kenotariatan Undip, penggagas terbentuknya Ikanot ini menilai belum puas dan perlu ditingkatkan. Hal itu bisa dilihat dari ujian kode etik notaris. Tidak dipungkiri banyak alumni yang sukses, tapi tidak sedikt mereka bermasalah dengan hukum. Bagi mereka yang sukses diharapkan bisa membantu baik secara fisik maupun non fisik.

''Yang bermasalah tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena itu, Ikanot wajib memberikan penyuluhan hukum melalui sosialisasi bagaimana menjadi notaris yang baik,'' terangnya. Dikatakannya, notaris yang terjerat kasus ini disebabkan dua faktor yakni ketidaktahuan tentang hukum dan mental. Bicara hukum, lanjutnya, tentu tidak hanya perdata saja.

Pasalnya, fungsi notaris itu tidak hanya profesi saja tapi sekaligus sebagai pejabat umum. Untuk itu, kaitannya bukan hanya hukum perdata dan administrasi saja namun juga hukum pidana. Hal itu yang harus ditegakkan, sebab banyak notaris yang tidak paham. 
   
Adapun pelantikan pengurus inti Ikanot akan dilakukan bersamaan Rakernas ke-3 DPP IKA Undip di Yogyakarta, 14 Desember mendatang. Pengurus inti itu terdiri atas ketua umum Diah Sulistyani, akrab disapa Liezty Muladi dan Sekretaris Jenderal Otty Hari Chandra Ubayani. (J9/JBSM/15)































































































Lulusan Keperawatan Undip Harus Standar Internasional

Written By putra on Kamis, 04 Oktober 2012 | 08.48

WORKSHOP KEPERAWATAN: Dekan FK Undip memberikan sambutan dalam pembukaan workshop, didampingi dari kiri Direktur SDM RS dr Kariadi dr Agus Suryanto Sp PD(K), PR 1 Undip Prof Hertanto dan PR Pengembangan Kerjasama Prof Sulthana ( HARSEM/DOK )




SEMARANG-Tenaga perawat Indonesia akan menghadapi kompetisi yang semakin besar. Untuk itu mereka harus berani bersaing. Demikian dikatakan, Dekan Fakultas Kedokteran Undip, dr Endang Ambarwati Sp RM saat mengisi workshop ‘Pengembangan Kurikulum Menuju Standar Internasional” yang digelar Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) FK Undip, kemarin.
 
Hal tersebut terkait dengan para era globalisasi dan adanya kesepakatan MRA (Mutual Recognition Arrangement) menyebabkan terjadinya migrasi perawat dari negara berkembang ke negara maju maupun sebaliknya.
 
“Kondisi tersebut menuntut adanya kualitas perawat yang berstandar internasional agar dapat mengantisipasi masuknya perawat dari luar negeri ke Indonesia. Selain itu juga mempersiapkan perawat Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri,” terangnya pada kegiatan yang dilaksanakan di Gedung LP2MP Undip Tembalang ini.
 
Lebih lanjut diterangkan, untuk memiliki tenaga perawat yang mempunyai kompetensi dan menguasai teknologi maka lulusan keperawatan dari PSIK FK Undip harus mempunyai syarat-syarat yang  berstandar internasional.
 
Selanjutnya, salah satu panelis, Direktur SDM Rumah Sakit dr Kariadi Semarang, dr Agus Suryanto Sp PD (K) memaparkan, seorang perawat yang berstandar internasional harus mempunyai tanggungjawab atas pekerjaan di bidang profesinya.
 
“Harus sesuai dengan kode etik profesinya, mampu meningkatkan keahlian keprofesiannya melalui riset monodisiplin, pelatihan atau pengalaman kerja. Serta mampu melakukan dan mengkomunikasikan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah berdasarkan etika profesi bagi pengembangan profesi, melalui berbagai bentuk media kepada masyarakat umum,” urainya.
 
Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Keperawatan Undip, Wahyu Hidayati mengatakan, tujuan dari workshop tersebut untuk membahas pengembangan kurikulum berstandar internasional PSIK FK Undip. 
 
“Termasuk mempresentasikan hasil pengembangan kurikulum dan memperoleh tanggapan serta masukan dari pakar di bidang kurikulum, stakeholder, asosiasi, profesi, regulator dan penentu kebijakan,” paparnya. (awi/15)

Peringatan Dies Natalis ke-55 Undip Dari Kirab Budaya Hingga Pentas Drama

Written By putra on Rabu, 03 Oktober 2012 | 08.48

SEMARANG- Pembukaan peringatan Dies Natalis ke-55 Undip kemarin, diwarnai dengan kirab budaya, ekspo sains dan teknologi, fashion show dan pentas drama. ( HARSEM/DOK )






Kawasan kampus Universitas Diponegoro kemarin tak seperti biasanya. Hampir seluruh warga Undip gegap gempita merayakan Dies Natalisnya yang ke -55.

Pada Selasa pagi, sebagai pembukaan dari seluruh rangkaian acara, seluruh jajaran pejabat Undip melakukan kirab budaya dari SPBU menuju Gedung Prof Sudharto.

Terlihat, Rektor Undip, Prof Sudharto P Hadi yang didampingi oleh istri, mengenakan pakaian Pangeran Diponegoro menaiki andong.

Disusul oleh pejabat Undip lain, mulai dari pembantu rektor hingga dekan. Mereka juga terlihat mengenakan pakaian tradisional Jawa. Selanjutnya, rombongan yang mulai berjalan dari pukul 08.00 tersebut masuk ke halaman gedung Prof Sudharto untuk membuka ekspo sains dan teknologi.

Ekspo tersebut diikuti oleh seluruh fakultas di Undip serta beberapa stakeholder. Usai membuka ekspo, rombongan masuk ke dalam gedung untuk mengikuti sejumlah acara, di antaranya fashion show batik yang diikuti oleh perwakilan masing-masing fakultas.

Selanjutnya, sebagai puncak acara pada pagelaran hari itu, ada pentas drama yang menceritakan tentang perjuangan Diponegoro untuk meraih kemerdekaan.

Prof Sudharto yang memerankan Pangeran Diponegoro serta peran lain yang dimainkan istri rektor beserta pembantu rektor  terlihat bermain apik. 

Sementara itu, kepada wartawan, rektor mengatakan, pada dies natalis kali ini, Undip mengangkat tema ‘Menjadi Universitas yang Unggul dan Berkarakter”. Unggul yaitu mampu bersaing di tingkat lokal, regional, nasional dan global.

Sedangkan berkarakter yaitu memiliki kepedulian tinggi kepada sekitarnya dan berwawasan kebangsaan. “Itu bisa digali dari nilai-nilai perjuangan Diponegoro. Acara ini untuk menunjukkan semangat yang peduli pada penderitaan yang dialami oleh masyarakat,” urainya.

Diceritakan, saat penjajahan Belanda, Diponegoro turun bersama dengan rakyat melakukan pemberontakan. 

“Saat ini tidak penjajahan fisik, tetapi dalam bentuk pengaruh atau tindakan yang tidak lagi menghargai nilai-nilai kebersamaan, mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan, sert kecenderungan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan,” tandasnya.

Pada pagelaran tersebut, Undip juga lebih menampilkannya dalam balutan budaya. “Karena kami ingin melestarikan budaya yang merupakan warisan dari nenek moyang.

Budaya sebagai pedoman bertindak dan bertingkah laku, yaitu nilai-nilai yang di dalamnya ada nilai kejuangan Diponegoro, untuk itu ada kirab budaya serta pagelaran wayang,” urainya.

Dari wayang, banyak yang bisa diteladani tentang bagaimana yang baik. “Wayang itu kan mengangkat kehidupan manusia, misalnya benci, iri hati, perebutan kekuasaan, cinta, merebut istri orang lain, semua ada di sana, itu yang bisa kita petik pelajarannya,” jelasnya.

Dirinya juga meminta kepada seluruh warga Undip untuk menggunakan momentum ultah ini untuk meningkatkan prestasi tetapi juga harus dilandasi karakter yang baik. (awi/15)


Pranoto Samto Atmojo Raih Doktor Sedimentasi Tinggi, Kapasitas Waduk Menurun

Written By putra on Senin, 01 Oktober 2012 | 09.03

    SERAHKAN IJAZAH: Sekretaris tim penguji Prof Sunarso menyerahkan ijazah kepada Promovendus Program Doktor Teknik Sipil Undip Pranoto Samto Atmojo, di Gedung Program Pascasarjana Kampus Pleburan ( HARSEM/JBSM/HARTATIK )
SEMARANG-  Waduk di Indonesia pada umumnya mengalami penurunan kapasitas tampungan akibat laju sedimentasi yang tinggi. Hal itu diakibatkan karena laju endapan lebih besar dari laju endapan rencana, sehingga umur waduk menjadi lebih pendek dari umur rencana semula.

 Promovendus Program Doktor Teknik Sipil Undip Pranoto Samto Atmojo menguraikan, untuk menghindari kerugian yang lebih besar maka perlu adanya peningkatan tindakan pada pengelolaan sedimen di waduk.

Usaha tersebut bisa diakukan dengan mengendalikan daerah hulu melalui konservasi, pembangunan penangkap pasir, saluran pengelak, penataan tata guna lahan dan pengendalian erosi.

Selain itu, bisa dilakukan dengan mengurangi atau mengeluarkan endapan yang telah terlanjur masuk atau sudah mengendap di dalam waduk, yakni dengan sluicing, venting, penggelontoran hidrolis dan penggalian. Demikian diungkapkan Dosen Jurusan Sipil Fakultas Teknik Undip saat ujian disertasi berjudul 

''Pengaruh Tinggi Muka Air Terhadap Efektivitas Penggelontoran Sedimen'', Sabtu (29/9), di Gedung Program Pascasarjana Kampus Pleburan.

''Di Indonesia pada umumnya, laju endapan yang mengurangi kapasitas waduk terbilang tinggi. Bahkan cukup tinggi bila dibandingkan dengan laju pengurangan kapasitas waduk akibat sedimentasi dunia yang rata-rata 1%,'' urainya.

 Sebagai contoh, Waduk Wonogiri laju pengurangan kapasitas akibat sedimentasi rata-rata 2,7% per tahun, Waduk Mrica 2,6% per tahun, Waduk Sempor 1,64% per tahun, Waduk Bili-Bili 2,67% per tahun. 

Lebih lanjut, pria kelahiran Sukoharjo, 3 Februari 1954 ini mengungkapkan, potensi kerugian fungsi waduk akibat sedimentasi di Jawa mencapai 84 juta USD akibat penurunan energi istrik. 

Selain itu kerugian yang diakibatkan kehilangan kemampuan pemenuhan kebutuhan beban puncak mencapai 105 juta USD dan 2 juta USD untuk penurunan penyediaan air baku.

 Bapak tiga anak ini menguraikan, dari persoalan tersebut belum ada evaluasi untuk kerja operasional bangunan penggelontor sedimen pada waduk. 

Hal itu termasuk kaitannya antara konsentrasi sedimen yang keluar dengan faktor-faktor ketebalan endapan, diameter sedimen, tinggi muka air yang efektif, dan kecepatan aliran pada pelaksanaan penggelontoran.
    
Dari identifikasi masalah itu, diperoleh empat faktor penting pada penelitian itu yakni pengaruh bentuk geometri sayap hulu pintu, bukaan pintu yang efektif, tinggi muka air efektiif pada pelaksanaan penggelontoran dan formula konsentrasi sedimen tergerus.

''Dalam kaitan penggelontoran bentuk sayap hulu bersudut 45 derajat lebih baik dari bentuk sudut  90 derajat, sedangkan bukaan satu pintu yang paling efisien. 

Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat sebagai referensi awal pada pelaksanaan operasional penggelontoran pada tampungan sedimen waduk,'' jelasnya. (J9/JBSM/15)

























UPPM FT Undip Gelar Workshop UKM

Written By putra on Kamis, 27 September 2012 | 08.45

PENGAWETAN IKAN: Margaretha Tuti Susanti bersama mahasiswa sedang mendemonstrasikan proses pengawetan ikan ( HARSEM/DOK )
 SEMARANG- Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Fakultas Teknik (FT) Undip mengadakan Workshop Pemberdayaan  Usaha Kecil dan Menengah di gedung Dekanat Fakultas Teknik, kemarin.

Workshop diikuti oleh beberapa instansi pemerintah seperti Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan para mahasiswa. Di sela-sela workshop, Ketua UPPM FT Undip Rusnaldy menjelaskan, lembaga nonstruktural itu di bawah koordinasi Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Undip.

“Didirikan pada awal tahun 2012, unit ini sebelumnya bernama Unit Pengembangan Penelitian Teknologi (UPPT) Fakultas Teknik Undip,” jelasnya. Lebih lanjut dia menerangkan tujuan dari didirikannya unit ini untuk memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh seluruh staf akademik di lingkungan FT Undip.

“Tujuan workshop ini untuk menyosialisasikan program penelitian unggulan dari para dosen untuk dapat diketahui oleh publik dan hasil penelitian itu dapat dimanfaatkan untuk masyarakat umum,” terangnya.
Pemakalah hasil penelitian dari FT Undip, Margaretha Tuti Susanti memaparkan penelitiannya mengenai pengawetan ikan dengan micro kapsul oleoresin kayumanis dan cengkeh.

“Ini merupakan hasil dari ekstrasi rempah-rempah dengan pelarut organik seperti etanol dan heksan. Fungsi rempah sendiri pada awalnya untuk menutupi bau atau terjadinya pencemaran pada daging yang disimpan. Dewasa ini fungsi rempah berkembang menjadi penyedap rasa, pengawet, pemberi warna, obat dan lain-lain,” urainya.

Konsep pengawetan ikan dengan micro kapsul oleoresin dan cengkeh diharapkan akan menjadi antimikroba dan antioksidan sehingga akan menghambat pertumbuhan mikroba dan kerusakan oksidatif pada ikan, sehingga umur simpannya panjang. (awi/15)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger