Home » , , » Bonita Rahardiyanti Mahasiswa Udinus (upper) Bikin Resto Perpaduan Jawa-Italia

Bonita Rahardiyanti Mahasiswa Udinus (upper) Bikin Resto Perpaduan Jawa-Italia

Written By arnoldy septiano on Jumat, 18 Januari 2013 | 08.57

HARSEM/PANJI JOKO SATRIO
Bonita Rahardiyanti di restoran miliknya.
Usianya masih belia, belum genap 18 tahun. Tetapi, mahasiswa Manajemen Udinus ini sudah memiliki resto berkelas.

DIALAH Bonita Rahardiyanti, pemilik Bon Bon Resto di Kompleks Ruko BQ Square Tembalang. Sudah sekitar setengah setahun, Bonita mengelola resto dengan sasaran pelanggan mahasiswa dan keluarga muda ini.

"Resto ini kudirikan sekitar Juli tahun lalu. Modalnya dari membobol tabungan dan dibantu mama," jelas alumni SMA Negeri 1 Semarang ini.

Pendirian resto yang kini laris manis ini tak lepas dari tajamnya insting bisnis gadis beralamat di bilangan Semeru Semarang ini. Karena orangtuanya kerap sibuk keluar kota, dia sendirian di rumah. Akibatnya, terpaksa kerap makan di warung.

"Tapi seringnya males makan. Kebanyakan warung kurang higienis. Memang ada restoran higienis, tapi harganya biasanya mahal," jelasnya.

Dari obrolan dengan karib sesama pelajar maupun mahasiswa, dia yakin resto yang higienis dengan harga terjangkau kantong akan laris manis. "Dengan dorongan orangtua, akhirnya saya mantap mendirikan dan mengelola resto ini," ceritanya bangga.

10 Ribu

Konsep yang diusung resto ini adalah hygiene & low price. Yakni menjadi resto dengan harga terjangkau, tetapi makanan yang disajikan berkualitas. "Tanpa pengawet, perasa, dan bahan kimia," jelas dara yang mengaku belum punya pacar ini.

Bahan baku makanan juga dia pilih yang berkualitas. Terutama menu-menu seafood dan bahan lain. “Aku nggak sembarangan membeli bahan baku. Harus yang berkualitas,” jelasnya.

Resto Bon Bon menyediakan menu campuran Italia dan Jawa. Salah satu menu andalannya adalah pasta soto dan fettucinni. 

Pasta soto pada dasarnya merupakan soto semarangan. Ada nasi, bihun, potongan daging sapi, serta kuah bening. "Kemudian diperkaya pasta," jelasnya.

Bagaimana rasanya? "Sotonya segar dengan cita rasa tradisional. Pastanya sangat lembut di lidah, sangat disukai anak-anak muda terutama mahasiswa," jelasnya.

Adapun Fettucini merupakan pasta dengan saus putih (susu). "Kebanyakan menu merupakan perpaduan Jawa dengan Italia," bebernya.

Untuk menjaring konsumen mahasiswa, dia mematok harga kisaran Rp 10 ribu. Bonita mempekerjakan empat karyawan yakni dua koki dan dua waiter. Perihal omzet, dia bercerita dalam sehari bisa didatangi sekitar 200-an pengunjung. "Mudah-mudahan semakin laris," jelasnya yang bercita-cita menjadi wirausahawan ini. (nji)
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger