Home » » Pasok Kebutuhan Pelaut, Kemdikbud Dirikan Polimarin

Pasok Kebutuhan Pelaut, Kemdikbud Dirikan Polimarin

Written By arnoldy septiano on Selasa, 15 Januari 2013 | 09.29

HARSEM/JBSM
Mendikbud Muhammad Nuh mengangkat pataka menandai peresmian Polimarin Semarang.

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan memperbanyak akademi komunitas atau institusi sejenis politeknik di berbagai daerah. Langkah ini sebagai wujud upaya memperkuat pendidikan vokasi.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhammad Nuh saat mersemikan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Senin (14/1) di kampus Jalan Pawiyatan Luhur. Dia mengatakan, pemerintah mewujudkan program pendidikan vokasi yang memproyeksikan lulusan siap kerja. Maka pihaknya akan membuka akademi komunitas seperti politeknik di setiap provinsi.

''Misalnya, Jawa Tengah saat ini hanya memiliki dua politeknik (negeri) termasuk Polimarin yang baru diresmikan. Ini kurang. Sebagai pembanding, Jawa Timur sudah memiliki enam politeknik. Jateng mestinya menambah dan jangan hanya terpusat di Semarang,'' jelasnya.

Upaya itu dilakukan Kemdikbud dalam rangka pendidikan vokasi untuk mempersiapkan lulusan yang siap kerja. Disamping itu, langkah ini juga sebagai pendekatan projob yang sangat penting untuk mengantisipasi pengangguran di usia muda.

Nuh menambahkan, Polimarin yang digadang-gadang untuk berperan menjaga NKRI, juga harus mampu menjadi sumber unggulan pendidikan vokasi.


''Polimarin merupakan salah satu akademi pelayaran di Semarang. Manfaatnya diharapkan tidak untuk politeknik itu sendiri tapi juga harus bisa berkolaborasi dengan lainnya. Misalnya sebagai pusat pembelajaran yang terkait kemaritiman,'' tandasnya.

Direktur Polimarin Semarang Sri Tutie Rahayu mengatakan, selama ini sekolah dan politeknik pelayaran baik negeri maupun swasta di Indonesia baru mampu menyediakan 1.500 pelaut per tahun. Kondisi ini tidak sebanding dengan kebutuhan pelaut di Indonesia yang mencapai 3.500 orang per tahun.

''Saat ini terdapat setidaknya 164 sekolah pelaut, baik tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi. Sedangkan yang boleh mengeluarkan sertifikat hanya empat sekolah, termasuk Polimarin. Kehadiran kami bukan untuk menyaingi sekolah maritim swasta yang sudah ada, melainkan bekerja sama mencukupi kebutuhan pelaut yang selama ini belum terpenuhi maksimal,'' tandasnya. (K3-SM Network/nji)
Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger