Home » , , , » ISI Yogya Ajari Siswa SD Membatik

ISI Yogya Ajari Siswa SD Membatik

Written By Ahmad Sahid on Senin, 08 Juli 2013 | 11.45


Sejumlah siswa SD N Sengi 2 Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang belajar membatik dengan bimbingan ISI Yogyakarta.


MAGELANG- Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menjalin kerja sama dengan SD Negeri 2 Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang untuk mengembangkan batik ke sekolah dasar.
 
Lewat kerja sama ini, ISI mengirimkan tujuh mahasiswa guna mengajar siswa-siswi SD N Sengi 2 belajar membatik selama sebulan. Pelatihan disampaikan dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
                 
Kepala SD Negeri Sengi 2 Kecamatan Dukun Widiyanto SPd mengatakan tujuan pelatihan ini adalah untuk menggali bakat siswa yang tinggal di lereng Gunung Merapi.
                
 "Lewat membatik kami ingin merevitalisasi kearifan lokal di sekitar sekolah. Kami gali dan kembangkan bakat seni anak-anak," kata Widiyanto.
              
  Menurut Widiyanto, keterampilan membatik akan memberikan bekal kemampuan kepada siswa untuk masa depan. Diharapkan siswa memiliki berbagai keterampilan baru sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru.
               
 Hal ini sejalan dengan UU no 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dan PP no 19 tahun 2005 tentang Standar nasional Pendidikan. "Kami kerja sama dengan ISI karena memiliki keterampilan dan pengetahuan seni yang kompeten," kata dia.
                 
Disebutkan bahwa ISI tidak hanya mengajarkan cara membatik namun juga seni pedalangan, karawitan, rebana modern (hadroh), tari dan lainnya. Peserta ekstrakulikuler rebana bahkan sudah dipentaskan dihadapan 600 peserta wisuda TK dan PAUD se-Kecamatan Dukun, baru-baru ini.
               
 Widiyanto mengatakan sebelum kerja sama dengan ISI, pihaknya lebih dulu dibantu alumni ISI Yuriah. Ia melatih siswa membatik selama empat bulan. Yuriah bahkan tengah mempersiapkan batik lokal dengan corak sayur-mayur khas pedesaan lereng Gunung Merapi.
                
 "Meski sekolah pinggiran dan terletak di lereng Merapi kami memiliki impian menjadi sekolah unggul dan berprestasi di bidang akademik dan non akademik," tegas Widiyanto.
               
 Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Dukun Tahrir SPd menambahkan bahwa SDN Sengi 2 juga ditunjuk Disdikpora Kabupaten Magelang untuk menggelar pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
               
 Dari 294 siswa, sebanyak 31 siswa diantaranya merupakan siswa slow leaner atau lamban belajar. "Saya mendukung siswa ABK mendapat pelatihan membatik sehingga punya keterampilan dan seni setelah lulus," kata dia.
                
 Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakay (LPM) ISI Yogyakarta Drs Joko Suseno MHum menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan pengganti KKN yang dinamakan P3wilsen atau program pembinaan dan pengembangan wilayah seni.
                 
"LPM ISI membiayai sebagian kegiatan ini. Ini bertujuan untuk membangun kerja sama dengan kelompok seniman lokal Merapi," kata Joko. (H66/SMNetwork/njs)
Share this article :

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger