Home » , , , » Teliti Larutan Kulit Udang, Siswa SMA 5 Dapat Medali

Teliti Larutan Kulit Udang, Siswa SMA 5 Dapat Medali

Written By nur rochkimatul on Rabu, 06 November 2013 | 10.15

Tiga siswi SMA 5 Semarang menjadi pemenang medali perunggu OPSI 2013 atas penelitian larutan kitosan kulit udang untuk menyerap logam berat pada kerang darah.
SEMARANG- Kekhawatiran masyarakat mengkonsumsi makanan laut salah satunya kerang yakni karena mengandung logam berat. Akan tetapi ketakutan tersebut dapat diatasi dengan kitosan penemuan dari siswa SMA 5 Semarang.
    
Kitosan yang mereka temukan tersebut berasal dari larutan limbah kulit udang atau cangkang kepiting. Adapun hasil inovasi itu berhasil merebut medali perunggu pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2013.
    
Penelitian di bidang sains dasar tersebut berawal dari permasalahan yang kerap ditemui di lapangan selama ini. ''Banyak orang suka makan seafood, namun kadang mereka takut karena  khususnya kerang darah mengandung logam seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan sukrum (Cu). Selain itu, sifat kerang darah tidak awet atau cepat busuk,'' ungkap Ratna Wulandari Noor Azizi, siswi kelas XII IPA 6 SMA 5 Semarang itu.
    
Kemudian dia bersama dua rekannya Lutfiani Irvin Maulina (XII IPA 3) dan Widiyuta Ayudya Dewanti (XII IPA 6) mencoba mencari solusi terhadap permasalahan tersebut. Akhirnya mereka menggunakan larutan kitosan dari limbah kulit udang. Caranya, daging kerang direndam dengan larutan kitosan agar logam berat pada makanan laut itu terserap.
    
''Fungsi larutan kitosan dari kulit udang tersebut selain menyerap kandungan logam juga melapisi daging kerang agar lebih awet atau tidak cepat busuk. Setelah direndam kemudian daging kerang dibilas dan siap dimasak,'' kata Lutfiani.
    
Pada pengujian laboratorium, perendaman selama 20, 40, dan 60 menit ternyata paling optimal dalam menyerap logam berat pada kerang darah adalah yang 40 menit. ''Sebab jika merendam dengan waktu lebih malah tidak efektif,'' timpal Widiyuta.
    
Adapun saat lomba dan melakukan presentasi di ajang OPSI 2013 tiga dara inipun mendapatkan pengalaman menarik. Penelitiannya diremehkan oleh para juri, karena pemilihan judul yang salah. Namun malah akhirnya mereka mendapat kesempatan lolos di tahap presentasi.
    
Pembina KIR SMA 5 Semarang, Sutardi mengatakan, bahwa dirinya terus mendorong siswa untuk melakukan penelitian. Bahkan berhasilnya prestasi tersebut karena siswa selalu melakukan inovasi baru di semua bidang penelitian. (Anggun Puspita/SMNetwork/njs)
Share this article :

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger