Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label tradiisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradiisional. Tampilkan semua postingan

Ratno Cinta Karawitan

Written By Sena on Senin, 02 Juli 2012 | 14.26


RATNO
(HARSEM/WARA MERDEKAWATI)

SEMARANG-Atas dasar ingin melestarikan budaya Jawa, dalam hal ini seni karawitan yang membuat Ratno, Kepala Sekolah SD Negeri Krapyak, terus mengembangkan kesenian itu. Salah satunya dengan memasukkan seni karawitan menjadi ektrakurikuler di SD N Krapyak.

Pria asal Wonogiri ini mengatakan, kepiawaiannya memainkan berbagai alat musik tradisional khas Jawa dimulai saat tengah belajar di Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Kebetulan saat dirinya sekolah terdapat seni karawitan sebagai ekstrakurikuler.

“Saat SPG itu saya mulai belajar seni karawitan, mulai dari cara memukul bonang, gamelan sehingga dapat menciptakan suara yang harmonis dan enak didengar,” ungkapnya. Ratno mengatakan, melatih siswa SD belajar karawitan memang tidaklah mudah, karena diperlukan ekstra ketelatenan dalam mengajarkan cara memainkan alat-alat karawitan. Terutama bonang, yang menjadi melodi dalam alunan musik karawitan.

“Biasanya saya memilih siswa yang pintar memiliki nilai akademik yang bagus untuk memegang bonang. Biasanya saya mulai dari siswa kelas 3 yang saya ajari bermain karawitan,” katanya.

Menurutnya, dalam waktu satu bulan dengan delapan kali pertemuan untuk latihan, siswa sudah bisa memainkan karawitan. Dengan memainkan beberapa lagu yang diajarkan. Misalnya, lagu Menthok-Menthok, Lir Ilir, dan Gambang Suling.

Selain, mengajar di SD, Ratno pun seringkali dimintai tolong untuk mengajar karyawan dari berbagai instansi untuk berlatih karawitan. “Lagu yang saya ajarkan disesuaikan dengan usia pemainnya, kalau siswa SD saya ajarkan lagu anak-anak. Di SD sengaja ditampilkan ekstrakurikuler tersebut, karena ingin sejak SD, siswa sudah mengenal budaya Jawa,” pungkasnya. (wam/15)

Beli Angklung di Salatiga, Ngamen di Gereja-gereja

Written By p3joeang45 on Rabu, 11 Januari 2012 | 19.05

Para siswa asyik memainkan angklung dengan dipimpin seorang guru
MESKI masih kecil, namun pengalaman manggung di sejumlah gereja pernah dirasakan oleh siswa-siswi TK YSKI 1 Semarang. Bukan sekedar tampil bernyanyi atau sebagai peragawati cilik, namun mereka sudah manggung untuk memainkan alat musik angklung. Kepala TK, Virgilia mengatakan, kegiatan angklung hanya diikuti oleh siswa TK kelompok B.

Dikatakan, grup angklung sekolah sudah pernah pentas di sejumlah kegiatan. “Kalau di gereja-gereja di sekitar Kota Semarang ada kegiatan maka mereka memanggil siswa untuk mengisi acara. Karena ternyata jemaat gereja juga sangat menyukai permainan angklung anak-anak,” jelasnya. Pendek kata, para siswa sudah kerap ‘ngamen’ di banyak gereja.

Untuk mendukung agar kemampuan siswa semakin baik, pihak sekolah memanggil pengajar khusus dari luar sekolah yang ahli di seni musik angklung. “Kalau untuk kegiatan angklung memang kami mendatangkan pengajar dari luar sekolah,” jelasnya kepada Harsem saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan, angklung tersebut sudah masuk menjadi salah satu kegiatan intrakurikuler. “Jadi bukan ekstrakurikuler, oleh karena itu semua siswa harus ikut. Namun karena memainkan alat musik angklung kan tidak mudah, jadi yang mengikuti hanya siswa besar saja,” kata dia.

Dijelaskan, untuk mendukung kegiatan angklung ini, sekolah memiliki dua set angklung untuk latihan. “Untuk latihan siswa, kami membeli dua set angklung. Belinya di Salatiga karena di Semarang nggak ada yang menjual,” jelasnya.

Angklung hanya satu jenis kegiatan di TK YSKI 1. “Masih ada kegiatan lain sebagai penunjang kelas-kelas yang ada di TK ini,” terangnya.

Di antaranya bahasa Mandarin, bahasa Inggris, dan menari. “Bahasa Mandarin dan bahasa Inggris memang kami adakan karena sebisa mungkin anak sudah menguasai dua bahasa internasional tersebut sedini mungkin,” terangnya.

Dijelaskan, sementara untuk menari, hal tersebut juga ditujukan untuk kreativitas siswa. “Untuk kreativitas siswa, dan memang mereka sangat antusias mengikuti kegiatan tari ini,” jelasnya.

Namun karena mereka masih kecil, untuk jenis tari yang dikuasai baru sedikit. “Terutama untuk tari modern yang sudah dimodifikasi,” sambungnya.

Untuk sistem belajar yang dilakukan di sekolah tersebut yaitu menerapkan moving class. “Jadi para siswa akan berpindah-pindah kelas sesuai dengan jadwalnya,” kata dia.

Untuk kelas yang ada, antara lain yaitu art and craft, science and math, readiness, balok serta role play. Untuk art and craft tersebut mempelajari semua di bidang seni, science and math mempelajari di bidang berhitung atau pengenalan angka, readiness di tahap persiapan yaitu mempelajari tentang bahasa, serta role play adalah mempelajari peran.

 “Kalau peran itu siswa dikenalkan berbagai macam jenis pekerjaan atau profesi, jadi mereka layaknya menjadi orang dewasa,” tuturnya.

Sistem moving class ini diterapkan mulai dari play group hingga TK. “Ternyata siswa memang menyukai sistem moving class ini,” tandasnya. (nji)     


Masih TK, Sudah Mahir Angklung

Written By p3joeang45 on Selasa, 10 Januari 2012 | 19.13

Sejumlah siswa TK Islam Sultan Agung 02 Semarang tengah bermain di ruang angklung
SAAT ini beragam kegiatan kstra kurikuler menjadi pilihan siswa di luar kesibukan untuk belajar di bidang akademik. Hampir setiap sekolah berlomba-lomba menyediakan kegiatan dengan fasilitas terbaik. Salah satunya adalah di TPQ-KB-TK Islam Sultan Agung 02 Semarang. Salah satu guru, M Joni Abdillah mengatakan, di sekolah tersebut terdapat berbagai macam kegiatan sebagai penunjang kegiatan siswa.

“Ada seni tari, bahasa Inggris, seni bermain angklung, drumband dan renang,” jelasnya kepada Harsem saat ditemui di ruang kerjanya.

Dikatakan, kegiatan-kegiatan tersebut juga didukung dengan berbagai macam fasilitas penunjang, salah satunya angklung. “Angklung sengaja pesan satu set, karena kalau cari di daerah Semarang sini tentu saja sangat sulit,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengajarnya, pihak sekolah sengaja mendatangkan pengajar dari luar. “Karena kalau dari kami sendiri kan tidak menguasai alat musik tersebut. Jadi memang harus memanggil pengajar dari luar yang benar-benar paham,” terangnya.

Dijelaskan, karena angklung merupakan alat musik yang tidak biasa bagi siswa, maka tidak mudah pula untuk mengajarkannya. “Agak susah ngajarin anak-anak, kami saja para guru juga ikut belajar angklung tersebut,” kata dia.

Namun demikian, antusiasme siswa untuk bisa memainkannya sangat besar. “Mereka tahu, meskipun angklung bukan merupakan alat musik yang mudah dimainkan, namun tetap saja mereka penasaran,” jelasnya

Selain itu, ada pula Bahasa Inggris yang juga dipelajari siswa. “Kalau bahasa Inggris memang merupakan modal bagi mereka, jadi semakin cepat bisa maka semakin baik,” terangnya.
Sedangkan, kegiatan lain yakni komputer juga sangat merupakan kegiatan yang disukai banyak siswa. “Mereka suka komputer, karena kami banyak mengenalkan mereka para permainan-permainan yang ada di komputer,” kata dia.

Untuk permainan di komputer tersebut memang dijadikan sebagai perkenalan anak terhadap komputer itu sendiri. “Awalnya kami memang banyak ngajarin mereka untuk bisa mengoperasikan permainan di komputer, dengan begitu mereka akan terbiasa dengan tombol-tombolnya dan fungsinya juga,” jelasnya.

Untuk komputer, hingga saat ini sekolah tersebut memiliki enam unit komputer. “Karena jumlahnya tidak banyak sementara kami pnya 76 siswa, maka memakainya bergantian. Karena komputer ini kami terapkan terhadap siswa mulai dari KB (kelompok bermain),” paparnya.

Sementara itu, meskipun peralatan komplit, bukan berarti tidak ada kendala yang dihadapi oleh para guru. “Tapi bukan kendala besar, hanya kadang kami kerepotan kalau siswa sudah penasaran terhadap satu alat. Padahal untuk memainkan alat tersebut kan ada aturannya. Karena mereka masih kecil, jadi rasa ingin tahunya besar,” tandasnya. (awi/nji)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger