Home » , , , , » Pramuka Harus Pahami Dasa Dharma

Pramuka Harus Pahami Dasa Dharma

Written By amoy ya annisaa on Senin, 27 Agustus 2012 | 11.53

KHIDMAT: Suasana pembacaan Dasa Dharma dan menyalakan sepuluh obor Renungan HUT Pramuka di Taman Makam Pahlawan yang dipimpin Gubernur Bibit Waluyo. (Harsem/Wara Merdekawati)


GUBERNUR Jateng Bibit Waluyo selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jateng, memandu jalannya renungan dan Ulang Janji HUT Pramuka ke-51 di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Senin (13/8) malam.

Diikuti sekitar 700 anggota pramuka yang merupakan utusan dari 35 kwartir Cabang se-Jateng, para anggota Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jateng dan para Andalan Daerah Jateng, pelaksanaan renungan dan ulang janji terasa berlangsung khidmat.

Renungan diawali dengan penyalaan api Dasa Dharma sebagai simbol 10 dharma Pramuka yang perlu dihayati, ditanamkan, dan diamalkan anggota Pramuka. Sepuluh api Dasa Dharma dibawa oleh 10 pembawa obor dari Pramuka Penegak, satu per satu menyalakan obor dengan mengucapkan Dasa Dharma sebagai wujud janji Pramuka terhadap negara dalam menjaga ibu pertiwi.

Tak lama kemudian, Sang Merah Putih , lambang kebanggaan Indonesia yang mencerminkan keberanian karena membela yang benar serta kesucian karena ketulusan mengabdi kepada Pertiwi, menjadi saksi renungan yang dilakukan jajaran Pramuka.

Selanjutnya, Bibit Waluyo selaku pembina upacara memimpin Ulang Janji dengan memegang Bendera Merah Putih diikuti seluruh peserta upacara memegang Setangan leher Merah Putih, diletakkan dengan tangan kiri di dada dan tangan kanan menghormat bendera. Sebagai tanda selama jantung masih berdetak, gerakan Pramuka terus mengabdikan diri kepada nusa.

“Mari kita pegang Sang Merah Putih yang ada di pundak kita, selama jantung kita masih berdetak, kita akan selalu ingat, bahwa dipundak kita dipercayakan tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan Tri Satya, janji Pramuka,” kata Bibit yang diikuti seluruh peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Bibit menuturkan, menjadi anggota Pramuka merupakan pilihan yang tepat bagi penerus bangsa untuk menciptakan pemimpin yang handal. Mengingat dalam perkembangannya, generasi bangsa terjebak dalam krisis ideologi, krisis karakter, dan krisis kepercayaan.

“Dasa Dharma menjadi modal yang sangat baik untuk menjadi manusia yang berguna. Seorang Pramuka harus pahami benar dari 10 Dasa Dharma, jangan terjebak dengan krisis ideologi, karakter, maupun kepercayaan,” tuturnya. (wam/12)

Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger