Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

Risma JT Adakan Pendidikan Kader Lanjut (PKL)

Written By Khoierzblogs on Jumat, 30 November 2012 | 09.20

HARSEM/DOK
Ali Arifin Muchlish (kiri) menerima cinderamata dari Wakil Ketua Risma JT, Prasetyo.
HUJAN lebat dan hawa dingin yang menusuk tulang tak menyurutkan para remaja islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) untuk mengikuti pendidikan kader lanjut (PKL). Kegiatan diadakan  di Ponpes Soko Tunggal, Jalan Sendangguwo Raya nomo 36 Semarang, Ahad (25/11) lalu.

Bagi mereka, kegiatan ini merupakan momen menarik dalam kehidupan berorganisasi. Selain sebagai pengalaman tambahan, apa yang mereka kerjakan ini bisa menjadi sarana pengembangan kepribadian, sikap, mental dan kepemimpinan sebagai bekal calon pemimpin dimasa yang akan datang.

Tidak kurang dari 50 orang anggota Risma JT mengikuti acara ini. Menurut ketua umum Risma JT, Ahsan Fauzim pendidikan kader lanjut ini merupakan program tahunan yang bertujuan melatih kepemimpinan remaja islam untuk lebih melek lagi akan seluk beluk berorganisasi, berketahanan mental.

“Tidak hanya mampu menemukan problem solving. Tetapi juga menjadi remaja Islam yang tangguh dan siap terjun di tengah masyarakat,” jelasnya.

Peran Strategis
Tema yang diangkat adalah dari masjid untuk bangsa. Salah satu sopik yang dibahas yaitu peran strategis media massa. Salah satu pembicara yang juga wartawan Suara Merdeka, Ali Arifin Muchlish mengatakan, pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan.

“Sudah selayaknya pemuda yang tergabung dalam organisasi islam ini mampu berkompetisi menjadi pemuda handal yang bisa menyelaraskan antara imtak dan iptek. Mengerti peranan strategis media massa,” jelasnya.

Ali berkesempatan memberikan pemahaman tentang apa saja yang harus dilakukan untuk bisa menjadi reporter. “Salah satunya memegang teguh kejujuran, menampilkan berita apa adanya dan melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” tambahnya.

Menurutnya, tidak semua peristiwa layak ditulis sebagai berita. “Sebuah tulisan yang bisa dimuat manakala bisa menelaah, mempelajari gaya tulisan, corak dan sebagainya . Kemudian berlatihlah menulis dan menerbitkannya,” jelasnya. (awi/nji)

80 Anak TK Ikuti Lomba Mewarnai

Written By Khoierzblogs on Senin, 26 November 2012 | 08.45

HARSEM/NOVIAR YP-JBSM
PARA PEMENANG: Para juara lomba mewarnai menunjukkan hasil karyanya usai menerima penyerahan piala dan sertifikat dari panitia, Sabtu (24/11).
SEMARANG - Sebanyak 80 anak TK se-Kota Semarang beradu kemampuan dalam lomba mewarnai gambar, Sabtu (24/11). Mereka menunjukkan bakatnya diiringi sorak sorai dukungan dari orang tua dan teman-teman. 

Lomba yang digelar dalam rangka Dies Natalis Sewindu Setara Stikes Karya Husada Semarang itu bertujuan mengasah potensi dan talenta anak-anak TK serta mengembangkan imajinasi mereka. Menurut Ketua Stikes Karya Husada Tri Ismu Pujiyanto, lomba menilai tiga kriteria. Yakni yakni kreativitas pewarnaan, komposisi bentuk dan warna, serta pengamatan objek. Menurut dia, dengan acara ini diharapkan akan muncul anak-anak yang mempunyai kemampuan menggambar dan mewarnai lebih bagus lagi sehingga bisa terus berkembang bakat seninya. Adapun pemenang nominasi tingkat A adalah Syafira Putri Zakiya (TK RA Al Hikmah), juara II Isa (TK A Nurus Saadah), dan juara III Nisa (TK A Nurus Saadah).

Untuk pemenang nominasi tingkat B adalah Shofi (TK Nurus Saadah), juara II Bintang, dan juara III Ananda Ayu Diah (TK PGRI 44). Juara I mendapatkan hadiah tabungan Rp 200.000, juara II Rp 150.000, dan juara III Rp 100.000. Mereka juga memperoleh sertifikat serta piala dari panitia. (nvr-JBSM/nji)

SD Negeri Sampangan 2 Semarang,Berikan Pelajaran Tambahan sejak Dini

Written By Khoierzblogs on Rabu, 21 November 2012 | 09.18

HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI
LUAR KELAS: Para siswa mengikuti pembelajaran di luar kelas. Tujuannya agar siswa tidak bosan.
SEMARANG-Pelajaran tambahan umumnya hanya diberikan kepada siswa kelas enam atau lima. Namun tidak demikian dengan SDN Sampangan 2 Semarang.

Kepala sekolah, Sri Mudjiastuti mengatakan, pelajaran tambahan juga diberikan bagi siswa kelas satu dan dua. “Ini untuk memperlancar membaca dan menulis,” demikian kata Sri Mudjiastuti saat ditemui Harsem di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Dia mengatakan, untuk siswa kelas satu dan dua masih ada beberapa siswa yang belum lancar menulis dan membaca. “Padahal mereka juga harus mengejar ketertinggalan dari teman lain. Untuk itu kami menambahkan jam pelajaran bagi pada pagi hari,” ujarnya.

Jadwal yang diberikan yakni mulai Selasa hingga Kamis. “Mulainya sebelum KBM (kegiatan belajar mengajar),” tambahnya.

Sebetulnya, ada beberapa siswa yang idealnya masuk ke SLB (sekolah luar biasa). “Karena ada yang sama sekali tidak bisa menerima materi pelajaran yang disampaikan guru,” jelasnya.

Namun pihak sekolah lebih memilih untuk tetap membimbing siswa yang bersangkutan. “Karena kami sering mendapatkan sosialisasi dari dinas pendidikan. Bahwa jangan hanya siswa pandai yang dipilih. Intinya kami harus bisa membimbing siapapun siswa yang kami miliki,” urainya.

Pertimbangan lain karena untuk masuk SLB memerlukan biaya tidak sedikit. “Padahal mayoritas siswa berasal dari keluarga kurang mampu. Sekolah di sini gratis untuk semua kegiatan. Kalau akhirnya karena masuk SLB, orangtua harus mengeluarkan biaya kan kasihan, malah jadi tambah beban hidup,” paparnya.

Persiapan UN
Sementara, untuk kegiatan mempersiapkan Ujian Nasional (UN), sejak kelas empat para siswa sudah mendapatkan tambahan pelajaran. “Karena kelulusan nilainya mulai dari rapot kelas empat. Jadi semakin dini kami mempersiapkan anak-anak, kami berharap hasilnya juga akan semakin optimal,” urainya.

Hingga saat ini kendala yang dihadapi yaitu masih ada beberapa anak yang belum memiliki tanggung jawab belajar. “Kadang masih kalah dengan permainan seperti playstation, jadi ada saja siswa yang belum mengerjakan PR,” jelasnya.

Sejauh ini, pihak sekolah berusaha untuk mengingatkan para siswa. “Bahkan orang ua sudah kami kumpulkan untuk dukungannya dalam pembelajaran siswa,” jelasnya.

Karena tidak setiap saat guru bisa memantau kegiatan siswa. “Yang selalu kami lakukan saat di sekolah yaitu mengingatkan siswa agar terus belajar dan menguatkan mental agar jangan nakal. Terutama untuk anak yang suka berkelahi. Biasanya kami lakukan saat upacara bendera,” tandasnya. (awi/nji)

Persiapan Minim, Kurikulum Baru Bisa Gagal

Written By Khoierzblogs on Kamis, 01 November 2012 | 09.23

Muhdi 
HARSEM/JBSM
SEMARANG- Kurikulum baru yang akan diterapkan pada tahun 2013, bisa menjadi pisau bermata dua. Waktu persiapan yang mepet, belum adanya pelatihan guru, dan belum ada persiapan materi yang telah terintegrasi bisa menjadi kendala besar. Sehingga bisa membuat rencana perbaikan pendidikan tak sesuai harapan.

Rektor IKIP PGRI Semarang Muhdi berharap, pemerintah serius menjalankan kurikulum yang diusulkan diberi nama perekat bangsa tersebut. Waktu yang hanya tersisa sekitar tujuh bulan harus benar-benar dimanfaatkan. Pasalnya pada Desember nanti sudah dilakukan uji publik. "Pemerintah tidak boleh bermain-main. Jika sampai salah didik maka hasil pendidikan ke,depan bisa jadi lebih buruk," kata Muhdi, seusai membuka seminar nasional problematika pendidikan di IKIP PGRI Semarang, belum lama ini. 

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah ini mengatakan, pemerintah perlu memberikan pelatihan pada guru dan bukan hanya sekadar sosialisasi. Harapannya guru mengetahui tugas-tugasnya, sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai. Padahal saat ini jumlah guru sekolah dasar di Indonesia mencapai 60 persen dari jumlah total, lebih dari satu juta guru.

Sekiranya waktu persiapan dirasakan tidak mencukupi, lanjutnya, pemerintah bisa menjalankan pada tahun berikutnya dan tidak perlu dipaksakan. Alternatif lain adalah melaksanakan kurikulum baru namun program piloting di beberapa wilayah yang dianggap siap. Hal lain yang perlu dilakukan adalah pengkajian terhadap Ujian Nasional (UN) sebagai perangkat evaluasi pendidikan. "Konsepnya seperti apa? Apakah ada desain lain? Perlu pemetaan," tegasnya.

Perubahan kurikulum tersebut dimaksudkan untuk penyederhanaan pendidikan. Materi pendidikan karakter juga harus termuat dalam semua mata pelajarannnya. Pada seminar yang mengusung tema problematika pembelajaran di sekolah dasar dan solusi pemecahan masalahnya tersebut menghadirkan pembicara Direktur Control Council Local Commite Pendidikan Tinggi (CCLC Dikti) Kama Abdu Hakam. Menurutnya adanya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), tiap-tiap sekolah baik tingkatan SD-SMA memiliki kewenangan untuk melakukan kreasi, inovasi dan improvisasi. Adanya MBS, sekolah dituntut untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan lebih menanamkan nilai-nilai karakter. 

“Sekolah bisa membentuk tim pengembang, tim pakar dan master train untuk para guru-guru SD maupun calon gurunya,” katanya. (H81/JBSM/15)

SMA 3 Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Jateng

Written By putra on Kamis, 27 September 2012 | 08.37

JUARA KARYA ILMIAH: Tiga serangkai siswa SMA 3 Semarang, Ariaseta Setia Alam, Yama Dharma dan Charis Achmad, berhasil meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan Balitbang di Unsoed Purwokerto, belum lama ini. ( HARSEM/JBSM/ANGGUN PUSPITA )
 SEMARANG- Tiga siswa SMAN 3 Semarang jadi Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan Balitbang di Unsoed Purwokerto, belum lama ini.

Cita-cita dan impian tak akan terwujud jika tidak disertai upaya serta doa. Manajemen yang baik dan disiplin waktu pun menjadi kunci kesuksesan yang dipegang oleh tiga serangkai Ariaseta Setia Alam (18), Yama Dharma (15), dan Charis Achmad (15) hingga meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan Balitbang di Unsoed Purwokerto, belum lama ini.

Ya, ketiganya adalah siswa SMA 3 Semarang yang tergabung dalam Ganesha Bussines Club (GBC). Melalui pengalamannya di ekstrakurikuler itu dan bercita-cita menjadi wirausahawan, kemudian mereka menuangkan dalam karya tulis yang dilombakan tersebut. Pada karya tulis yang berjudul ''Upaya Meningkatkan Jiwa dan Keterampilan Wirausaha pada Pelajar untuk Mengatasi Pengangguran Melalui Usaha Pelajar: Studi Kasus di GBC SMA 3 Semarang'' itu mereka berusaha menjelaskan praktik berwirausaha di sekolah.

''Pendidikan kewirausahaan yang dilatihkan kepada siswa yang bergabung di GBC meliputi kepemimpinan, public speaking, dan manajemen waktu. Adapun lainnya, masih ada praktik jual beli dan membentuk usaha serta menciptakan produk baru yang bisa dipasarkan sebagai bagian pengembangan kreativitas,'' jelas Ariaseta, siswa kelas XII IPA 1.

Aktif dalam kegiatan GBC dengan fokus berlatih berwirausaha dan tetap mengikuti pelajaran di sekolah memang tidak mudah. Maka itu, manajemen dan disiplin waktu juga menjadi prinsip yang harus dipegang para entrepreneur muda. 

''Sempat ada yang mengatakan kami (anak-anak GBC,-red) aneh karena ketika mempresentasikan karya tulis, kami mengungkapkan hanya sempat tidur empat jam dalam sehari,'' ungkap Aria yang disepakati Yama dan Charis.

Waktu tidur yang hanya empat jam, kata Yama, sudah cukup sebab selebihnya dia melakukan hal lain seperti belajar untuk sekolah dan merancang proyek wirausaha. Ketertarikannya fokus di bidang wirausaha karena dirinya tidak mau menjadi pengangguran terdidik yang menunggu pekerjaan seusai lulus kuliah nanti.

Sama halnya dengan Yama, Aria juga melakukan hal itu, selain belajar kesibukan lainnya adalah membuat laman manajemen perusahaan di toko komputer dan toko alat musik online yang dirintisnya bersama teman lainnya. Sedangkan Charis, bergabung di GBC karena bercita-cita menjadi ahli pertanian dan hendak mengembangkan bidang agrobisnis. (Anggun PuspitaJBSM/15)

Dahlan Iskan Ajak Mahasiswa Berbisnis

Written By putra on Senin, 24 September 2012 | 09.08

  KULIAH UMUM: Dahlan Iskan menyampaikan kuliah umum “Mandiri Technopreuner” di hadapan sedikitnya 3.000 mahasiswa Unissula, di Kampus Kaligawe, kemarin ( HARSEM/DOK)







SEMARANG- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengajak mahasiswa untuk mulai melakukan usaha sejak masih kuliah.

Pasalnya untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses harus dimulai sejak sekarang, yakni dengan melakukan usaha apa saja meski berskala kecil. ''Intinya, siapa yang mau sukses di bidang usaha harus dilakukan  sedini mungkin. Karena sukses tidak bisa datang tiba-tiba. Untuk menjadi sukses, pastinya akan mengalami pasang surut, mulai dari merugi, ditipu, dan rintangan lainnya. Namun kalau dilakukan dengan tekad dan usaha yang kuat, akan sukses dalam waktu beberapa tahun ke depan,'' jelasnya saat memberi kuliah umum “Mandiri Technopreuner” di hadapan sedikitnya 3.000 mahasiswa Unissula, di Kampus Kaligawe, kemarin.

Tema Mandiri Tecnopreneur pas, mengingat saat ini Unissula sangat gencar menanamkan spirit entrepreneruship dan juga  pengembangan teknologi seperti mobil hibrid, robotik, dan terestrial digital multimedia broadcasting.

Dahlan tampak nyaman saat  menaiki mobil hibrid karya mahasiswa Unissula sekitar 25 menit perjalanan dari Simpang Lima Semarang menuju Unissula yang berjarak sekitar 7 km. Lebih lanjut Dahlan mengatakan, saat ini penduduk Indonesia yang tidak miskin tercatat sebanyak 136 juta, sedangkan yang miskin kurang dari 36 juta orang, dari total jumlah penduduk Indonesia tahun 2012 yang tercatat lebih dari 244 juta jiwa.

Kondisi ini menunjukkan kalau lebih 60 persen penduduk Idonesia sudah masuk kategori warga tidak miskin. Dan ini merupakan modal untuk menjadikan Indonesia menjadi negara maju dalam waktu 10 tahun ke depan. Indikasi lain, saat ini banyak masyarakat yang sudah memiliki jiwa enterpreuner, sehingga membuka lapangan kerja buat orang lain, bukan sebaliknya justru bergantung pada pemerintah.

''Orang harus berpikir untuk maju, apalagi di era global saat ini dimana peluang sesuatu harus diperebutkan dengan usaha yang keras,'' jelasnya didampingi Rektor Unissula Prof Laode M Kamaluddin yang pada kesempatan yang sama me-launching buku karyanya “Saksikan Bahwa Aku Mencintai Islam.”

Laode  mengatakan, Unissula  universitas yang sangat konsen terhadap entrepreneurship di kalangan mahasiswa. Hal itu dimulai sejak mereka menempuh Opspek. Bahkan sejak dua tahun lalu Unissula telah memiliki unit resmi untuk melatih dan praktik mahasiswa berwirausaha yakni unit Bisnis Inkubator. Masih menurut Laode, Unissula memiliki karakter khas yakni budaya akademik Islami dan mengkombinasikannya dengan  kompetensi  global. Mahasiswa Unissula diwajibkan lolos tes TOEFL bahasa Inggris dengan nilai 450 dan 300 untuk TOEFL bahasa Arab. (15)

Mahasiswa Harus Jaga Pancasila

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 04 September 2012 | 09.50

Hendarman Supandji (HARSEM/DOK)

SEMARANG- Mahasiswa sebagai salah satu komponen bangsa Indonesia bertanggung jawab untuk menjaga Pancasila dan menumbuh-kembangkan karakter bangsa agar kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam NKRI  lebih maju dan berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Hendarman Supandji dalam Kuliah Umum dengan tema ''Meneguhkan NKRI melalui Pendidikan Karakter Bangsa'' di Auditorium Ir Widjatmoko USM Jl Soekarno-Hatta, Minggu (2/9).

Kegiatan yang dibuka Rektor USM, Prof Dr Pahlawansjah Harahap SE ME itu diikuti ribuan mahasiswa baru Universitas Semarang (USM). Mantan Jaksa Agung itu mengatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar  di bumi, air dan ruang angkasa sebagai sumber-sumber kehidupan bagi  rakyat, bangsa dan negara.

Indonesia juga memiliki kekayaan  nilai-nilai budaya  yang baik yang tujuannya untuk memanfaatkan bagi keadilan dan kesejahteraan masyarakan secara lestari. ''Dalam getaran hati saya, saya yakin di antara kalian (mahasiswa baru USM), kelak akan ada yang menjadi pemimpin bangsa,'' ujar Hendarman Supandji yang disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Untuk itu, katanya, mahasiswa sebagai kader penerus  bangsa ini harus berperan aktif dalam  membangun dan menumbuh-kembangkan karakter bangsa melalui beberapa hal antara lain, mengenali
lebih jauh dan lebih dalam karakteristik, potensi dan sebaran sumberdaya  alam dan lingkungan

NKRI yang sangat ragam dan kaya, termasuk di dalamnya bumi, tanah, air dan ruang angkasa.
Selain itu,mengenali dan  berinteraksi  dengan seluruh bagian dari masyarakat bangsa Indonesia yang beragam etnik dan budaya, dan membangun pemahaman yang menyeluruh dan mendalami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

''Mahasiswa juga harus mengenali dan menumbuh-kembangkan kekayaan budaya Indonesia yang bersumberkan dari keunikan budaya lokal,'' ungkapnya. (B18/JBSM/15)

Pancasila Harus Dijadikan Pelajaran Sendiri

TERIMA CINDERAMATA: Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid menerima cinderamata dari Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi saat Sosialisasi Empat Pilar Negara dengan metode outbound di kalangan mahasiswa Provinsi Jawa Tengah, kemarin di Hotel Santika Premiere. (HARSEM/JBSM/HARTATIK)
 
SEMARANG- MPR mendorong Kementerian Pendidikan untuk memisahkan Pancasila menjadi kurikulum tersendiri. Pasalnya, dari hasil penelusuran MPR yang dilakukan bersama lembaga survei terkait pemahaman Pancasila, didapati sekitar 76% siswa di Indonesia tidak mengerti makna Pancasila.

Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid menyatakan,''Mulai 2013, Kementerian Pendidikan sudah menegaskan akan menjadikan Pancasila sebagai mata pelajaran sendiri dan terpisah dari bidang studi PKn (Pendidikan Kewarganegaraan-red), dengan format dan pola pemikiran yang berbeda. Hal itu dikatakannya usai membuka Sosialisasi Empat Pilar Negara Dengan Metode Outbound di Kalangan Mahasiswa Provinsi Jawa Tengah, Minggu (2/9), di Hotel Santika Premiere.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan perwakian rektor dari 13 perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Jateng. Politisi yang akrab disapa Farhan ini mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut momentumnya sangat tepat mengingat generasi muda saat ini sudah jauh dari empat pilar negara yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 
 
Di dalam makna Pancasila, lanjutnya, terdapat materi seperti gotong royong, kebersamaan, toleransi, serta yang terpenting adalah dengan diajarkannya Pancasila kepada siswa dapat menekan radikalisme.

Selanjutnya, ideologi Pancasila dapat menjadi penangkal budaya-budaya dari luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa serta tantangan globalisasi. Dengan berlandaskan Pancasila, negara ini tidak terpecah belah atau ada masyarakat daerah tertentu yang ingin memerdekakan sendiri.

Menurutnya, Pancasila tidak bisa direduksi atau diturunkan derajatnya hanya menjadi sekedar urusan ketatanegaraan. Pancasila itu falsafah dasar, bahkan sebagai dasar negara dan di situ ada ruh bangsa dan itu tidak hanya persoalan sistem ketatanegaraan.

“Karena itu Pancasila harus dijadikan pelajaran yang berdiri sendiri dalam pengertian tidak diintegrasikan kepada mata pelajaran lain, bahkan mata pelajaran lain itu sekalipun adalah pendidikan kewarganegaraan,” tambahnya.

Sementara itu,  Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi mengatakan sepakat Pancasila menjadi bidang studi terpisah. Dalam penerimaan mahaasiswa baru, lanjutnya, Undip menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan karakter. Menurutnya, perumusan pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum penting untuk membentuk karakter siswa. (J9/JBSM/15)

Dr Muh Nashirudin: Tawarkan Kalender Universal Untuk Penentuan Awal Hijriyah

DOKTOR ILMU FALAK: Rektor IAIN Walisongo Semarang sekaligus ketua penguji disertasi, Prof Muhibbin memberikan selamat kepada Doktor Ilmu Falak Dr Muh Nashirudin seusai ujian terbuka dan meraih gelar doktor dari program Pascasarjana di kampus I IAIN Walisongo. (HARSEM/JBSM/ANGGUN PUSPITA)

 
SEMARANG- Penentuan awal bulan Ramadan dan Syawal di Indonesia hingga kini masih menjadi perbedaan serta perdebatan di antara pemerintah dengan ormas Islam. Belum ada kajian yang dapat diterapkan untuk menyatukan perbedaan waktu penentuan bulan-bulan Hijriyah tersebut.

Maka ada sebuah harapan yang disampaikan Rektor IAIN Walisongo Semarang sekaligus Ketua Penguji, Prof Muhibbin pada ujian disertasi terbuka promovendus Doktor bidang Hukum Islam Muh Nashirudin di Gedung Program Pascasarjana kampus I IAIN Walisongo, belum lama ini.

Rektor mengatakan, saat ini masyarakat merindukan ada kesatuan ketika mengawali puasa dan dapat lebaran bersama. Maka dengan lahirnya doktor ilmu falak yang disandang Nashirudin pihaknya berharap gagasannya dapat mempersatukan perbedaan tersebut.

Pada disertasi terbuka yang dipromotori Prof Dr Thomas Djamaluddin dan Dr Muhyar Fanani itu, promovendus yang merupakan dosen jurusan Syariah IAIN Surakarta itu menawarkan kalender universal untuk menentukan awal Hijriyah di dunia Islam. 
 
Dengan mengangkat judul disertasi ''Kalender Hijriyah Universal (KHU): Kajian atas Pemikiran Mohammad Shawkat Odeh dan Prospeknya di Indonesia'', lelaki kelahiran Boyolali 2 Desember 1977 ini mencoba mengkaji apakah KHU dapat diterapkan di Indonesia.  Dan apakah KHU juga dapat menyatukan perbedaan awal Hijriyah yang terjadi selama ini di negara ini.

''Pemikiran MS Odeh melalui KHU ini saya tawarkan sebagai upaya untuk menentukan awal bulan Hijriyah. Dan dengan KHU diharapkan ada penyatuan waktu di dunia Islam dalam memulai bulan baru Hijriyah dengan waktu yang sama,'' ungkapnya yang pernah menempuh pendidikan S-2 di Universitas Islam Emir Abdelkader di Constatine, Aljazair ini.

Kajian MS Odeh ini dilakukan dengan membuat kriteria visibilitas hilal, yakni kapan dan pada posisi apa hilal itu bisa dirukyah. Kriteria itulah yang menjadi dasar membuat KHU. Kemudian dengan KHU, dapat membuat dunia Islam berada dalam satu zona, sehingga dapat memulai bulan baru Hijriyah pada waktu yang sama.

''Namun, untuk mengimplementasikanya di Indonesia masih ada kendala, yakni pembagian zona dalam kaidah KHU sangat luas karena meliputi semua benua. 
 
Dan dengan begitu luasnya zona, sebagian besar masyarakat Indonesia masih sulit menerima. Sehingga, tawaran saya mengenai KHU dalam penelitian ini tidak mengadopsi seluruhnya tapi memakai kriteria yang hanya mengambil zona di Indonesia,'' jelas ayah dari tiga putra dan suami dari Imarotus Syari'ah itu.

Harapannya penelitian KHU untuk menentukan awal bulan Hijriyah ini dapat menjadi masukan bagi Kemenag dan ormas Islam di Indonesia. Sehingga ada persatuan dan kesamaan dengan menggunakan kriteria internasional yang memiliki keabsahan secara syar'i dan diterima di kalangan astronomi ini. (K3/JBSM/15)

Di Era Otonomi Daerah Kebijakan Pendidikan Belum Berhasil

Written By amoy ya annisaa on Senin, 03 September 2012 | 13.10

RAIH DOKTOR: Rektor IKIP PGRI Semarang Muhdi SH MHum menerima ijazah dari Direktur PPs Unnes Prof Samsudi seusai meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan pada ujian disertasi terbuka, kemarin. (HARSEM/JBSM/ANGGUN PUSPITA)

 
SEMARANG- Implementasi kebijakan pendidikan di kabupaten/kota pada era otonomi daerah belum mendapatkan hasil yang signifikan. Pasalnya, kebijakan itu belum mampu meningkatkan mutu pendidikan sebagaimana tujuan otonomi daerah pada bidang tersebut.

Hal itu disampaikan promovendus Doktor Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (PPs Unnes), Muhdi SH MHum, pada ujian disertasi terbuka, Kamis (30/8). 

Rektor IKIP PGRI Semarang ini mengatakan, seperti hasil penelitian yang dilakukan pihaknya di Kota Semarang, dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan masih terjadi deviasi operasional. Artinya, penyelenggaraan masih kurang transparan, akuntabel, efektif, dan efisien serta kurang memberdayakan semua komponen stakeholder pendidikan.

''Selama 10 tahun pelaksanaan otonomi pendidikan ternyata hasilnya belum menggembirakan, bahkan muncul berbagai masalah. Untuk itu dalam penelitian ini saya menawarkan suatu model yang bisa diterapkan dalam implementasi kebijakan pendidikan pada era otonomi daerah,'' ungkap lelaki kelahiran Kebumen 27 Januari 1962 ini.

Sesuai dengan disertasi yang berjudul ''Pengembangan Model Implementasi Kebijakan Pendidikan Kota Semarang Pada Era Otonomi Daerah'', Sekretaris PGRI Jawa Tengah ini menawarkan model interaktif, partisipatif, fungsi manajemen dan good governance. 

Pada dewan penguji yang diketuai Direktur PPs Unnes Prof Samsudi dan dipromotori Prof DYP Sugiharto, Muhdi menjelaskan, interaktif yaitu dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan perlu ada interaksi yang dinamis antara penentu (DPRD-Walikota), pelaksana (Dinas Pendidikan), dan pengguna kebijakan pendidikan (Pemangku Kepentingan).

Sementara, partisipatif yaitu bahwa pelaksana dan pengguna kebijakan pendidikan harus berpartisipasi aktif dalam penentuan kebijakan. Adapun, dalam proses penentuan kebijakan perlu diterapkan fungsi manajemen mulai planning, organizing, actuating dan controlling.

''Begitu pula dalam pelaksanaan kebijakan, fungsi manajemen mulai organizing, actuating dan controlling juga perlu diimplementasikan. Sedangkan untuk good governance, yaitu transparansi, akuntabilitas, fairness dan responsivitas dilakukan dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan,'' tandas suami dari Siti Mutmainah yang berhasil meraih IPK 3,72 dengan predikat sangat memuaskan itu. (K3/JBSM/15)

Berorganisasi, Mahasiswa Lebih Toleran

BERBINCANG: Wagub berbincang dengan mahasiswa baru FKM Undip. (HARSEM/DOK)

SEMARANG- Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih mengajak mahasiswa FKM Undip aktif berorganisasi.

Hal tersebut disampaikan Rustri saat memberikan kuliah di hadapan 700 mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip di Tembalang, kemarin. Rustri menjelaskan ada beberapa organisasi kemahasiswaan yang bisa dipilih oleh para mahasiswa, mulai dari kemasyarakatan hingga keagamaan.

“Dengan organisasi, mahasiswa akan dilatih untuk bermusyawarah dan bermufakat dengan baik. Organisasi juga akan membuat mahasiswa jauh lebih toleran serta mempunyai solidaritas yang tinggi,” ujarnya.

Terutama bagi perempuan yang selama ini dipersepsikan lemah, emosional, jengkel dan sensitif  akan jauh lebih tertempa dan kuat bila aktif di organisasi. “Organisasi bisa menjadi sarana yang efektif untuk menunjukkan kemampuan, tunjukkan jangan sampai dianggap remeh,” paparnya.

Organisasi juga merupakan tempat untuk mengasah kepekaan dalam memahami dan mengenali situasi. “Mengikuti organisasi bisa mendeteksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, serta mengambil sikap untuk mengantisipasinya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga memberikan motivasi kepada mahasiswa baru bahwa dengan kuliah, wawasan akan jauh lebih berkembang dan pola pikir akan berbeda, jauh lebih berperspektif dan kritis. "Selain belajar menggali ilmu di bangku kuliah mahasiswa harus membekali diri dengan latihan,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar mahasiswa selalu menekuni dengan baik materi yang diberikan dosen. “Jangan sampai menjadi mahasiswa yang tidak berprestasi,” tandasnya. Rustri juga meminta para mahasiswa untuk selalu bersikap jujur dan peduli. “Hal tersebut menjadi penentu keberhasilan meraih karir, terutama saat menghadapi kesulitan,” pesannya.

Pada kesempatan itu ia juga mengajak serta menekankan mahasiswa untuk tidak pernah takut dengan kegagalan. “Hidup itu tidak selalu mulus, pada saat ada kegagalan tetap harus berpikir positif, dan optimis bahwa sesuatu yang terbaik akan kita raih,” tandasnya. (awi/15)

Untag Tambah Dua Doktor Ekonomi

SERAHKAN IJASAH: Sekretaris Senat Undip Prof Dr Ir Sunarso MS menyerahkan ijasah kepada promovenda doktor ilmu ekonomi Sulistiyani saat ujian disertasi, Rabu (29/8) malam. (HARSEM/JBSM/HARTATIK)

SEMARANG- Fakultas  Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) menambah dua dosen berpredikat doktor. Kedua dosen tersebut adalah Titi Laras dan Sulistiyani, mendapat gelar doktor setelah menyelesaikan pendidikan S3 dan disertasi di Undip.

Titi Laras dalam disertasinya meneliti tentang ''Kreativitas, Inovasi, Keunggulan Bersaing dan Kinerja Perusahaan Industri Kreatif Kota Bandung''. Penelitian itu, dia ambil setelah melihat ekonomi kreatif di berbagai negara di dunia saat ini yang diyakini dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsanya secara signifikan. Industri kreatif sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi kreatif.

''Ekonomi kreatif ini diyakini dapat menjawab tantangan permasalahan jangka pendek dan menengah. Relatif rendahnya pertumbuhan ekonomi pascakrisis rata-rata hanya 4.5% per tahun, masih tingginya pengangguran 9-10% dan tingginya tingkat kemiskinan 16-17% serta rendahnya daya saing industri,'' katanya.

Sementara itu, Sulistiyani dalam disertasi berjudul ''Membangun Kinerja Pemasaran Melalui Pembelajaran Generatif Berbasis Budaya dan Inovasi Akulturasi'', disimpulkan penelitian untuk meraih gelar doktor ini memberikan implikasi manajerial berupa strategi peningkatan kinerja pemasaran. Implikasi manajerial yang dimaksud dengan meningkatkan inovasi akulturatif .

Hal itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan portofolio pengetahuan produk akulturatif. Inovasi produk akulturatif dapat ditingkatkan dengan kompetensi rancang bangun produk. Pada akhirnya, penelitian ini mampu menggambarkan road map dalam meningkatkan kinerja pemasaran.

Terpisah,  Dekan Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus (Untag) Dra Giyah Yuliani MM menambahkan, inovasi yang dikembangkan kedua dosen itu memberi kontribusi positif bagi pengembangan industri kreatif maupun UKM.

''Ke depan, kami lebih giat mengembangkan pengetahuan sesuai dengan yang dibutuhkan stakeholder terkait. Kami bersyukur gelar doktor yang berhasil disandang kedua dosen ini semakin menambah jumlah doktor ilmu ekonomi yang dimiliki FE Untag,'' tukasnya. (J9/JBSM/15)

Undip Berikan 22 Sertifikat Tanah

Written By Sena on Kamis, 30 Agustus 2012 | 11.37

 SERAH TERIMA: Penyerahan sertifikat diberikan oleh Rektor Undip, Prof Sudharto P Hadi kepada warga. (HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI)

SEMARANG- Proses pemberian sertifikat tanah warga sekitar Undip yang sebagian tanahnya digunakan oleh Undip akhirnya memasuki tahap final. Dari 28 sertifikat yang dijanjikan, 22 di antaranya sudah diberikan kepada pemilik tanah. Sebagian tanah warga Kampung Baskoro, Jurang Blimbing dan Bengkek Kelurahan Tembalang tersebut digunakan untuk kebutuhan Undip.
    
Untuk itu, Undip membayar ganti rugi dan menjanjikan sertifikat tanah kepada masing-masing pemilik tanah. Rektor Undip, Prof Sudharto P Hadi mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada para pemilik tanah yang sudah merelakan tanah mereka digunakan oleh Undip.
    
“Insya Allah ini tidak sia-sia, karena tanah ini digunakan untuk keperluan pendidikan. Untuk masa depan bangsa,” kata dia. Selain itu, dirinya berharap mahasiswa Undip membawa manfaat bagi warga sekitar. “Warga bisa membuka kos-kosan atau tempat makan,” tambahnya.
    
Sementara itu, ketua penyertifikatan tanah Undip, Mulyadi mengatakan, sejauh ini permohonan sertifikat relokasi warga sebagian sudah diberikan. “Masih ada beberapa sertifikat lagi yang belum, saat ini sedang proses penyelesaian,” kata dia.
    
Paling tidak, sertifikat yang lain akan diselesaikan pada minggu depan. “Setelah sertifikat diberikan, diharapkan warga juga memenuhi kewajiban yang sudah dijanjikan,” terangnya.
    
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, Bambang Priyono menjelaskan sertifikat yang sampai saat ini belum diberikan akan segera diselesaikan pembuatannya. “Tidak menunggu sesudah lebaran, besok sertifikat tersebut sudah jadi,” janjinya.
    
Untuk keterlambatan enam sertifikat lain karena ada kesalahan data dari komputer. “Tapi sudah kami perbaiki, jadi intinya hanya kesalahan teknis saja,” terangnya.
    
Pada kesempatan tersebut dirinya berpesan agar sertifikat tanah tersebut dijaga, jangan sampai hilang. “Jangan sampai hilang, karena kalau hilang urusannya repot dan biaya pengurusannya pun tidak sedikit,” kata dia.
    
Dan karena sertifikat tersebut HM (Hak Milik), bisa digunakan sebagai modal usaha. “Tapi kalau ingin dijadikan sebagai modal usaha juga harus diseriusi, harus sungguh-sungguh,” tandasnya. (awi/15)   

Halal Bihalal YBWSA Jadi Momen Instrospeksi

H Hasan Toha Putra (HARSEM/DOK)

 
SEMARANG- Keluarga besar Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) belum lama ini mengadakan halal bihalal yang dipusatkan di Unissula. Acara dihadiri ribuan pegawai, karyawan, dosen, maupun guru  di lingkungan yayasan tersebut baik dari tingkat universitas, dikdasmen, hingga Rumah Sakit Islam Sultan Agung.

Ketua Umum YBWSA H Hasan Toha Putra MBA mengimbau agar halal bihal tersebut dijadikan momen bermuhasabah. “Kita harus menjadikan momen yang baik ini untuk bermuhasabah, mengadakan instrospeksi terhadap diri sendiri dan menjawab pertanyaan mengapa kita bekerja di yayasan ini.  Mari kita luruskan niat bekerja di lingkungan yayasan hanya semata mata untuk beribadah kepada Allah dan bukan karena motif motif lainnya” ungkap Hasan Toha.

Tak lupa ia juga mengingatkan untuk merenungkan apa sejatinya makna Ramadan dan adakah yang tersisa atau didapatkan dari berbagai ibadah di bulan yang suci tersebut. Dalam kesempatan tersebut secara simbolis Hasan Toha Putra juga menyerahkan tali asih kepada 13 calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini  di lingkungan YBWSA.

Dalam kesempatan tersebut juga ceramah yang disampaikan oleh Ustad Ainul Yaqin. Ia memaparkan bahwasanya ibadah puasa Ramadan merupakan medium yang dipilih oleh Allah untuk membentuk manusia bertaqwa dengan derajat tertinggi agar menjadi pribadi pribadi dengan titel muhsinin. “Mempertahankan derajat ketaqwaan tertinggi bukanlah pekerjaan yang ringan terlebih paska-Ramadan,” ungkapnya.

Ia kemudian mengungkapkan rahasia besar bagaimana manusia bisa mencapai derajat ketaqwaan dan mempertahankannya sebagaimana metode yang dipakai Imam Ibnu Taimiyyah. Menurut Imam Agung tersebut ada empat cara yang bisa ditempuh. Pertama merasa senantiasa diawasai oleh Allah SWT.

Sehingga sangat penting untuk mengkondisikan diri bahwa segala tindakan, ucapan, maupun pemikiran kita diawasi Sang Khaliq dan tidak ada ruang sedikitpun bagi kita untuk luput dari pengawasannya. “Sehingga kita seharusnya malu jika berpikir, berkata, berbuat yang tidak sesuai syariat,” tambahnya.

Tanpa adanya sikap merasa diawasi oleh Allah tersebut menjadikan manusia lupa diri sehingga tidak mengherankan jika tanpa kesadaran tersebut misalnya sistem hukum yang dibangun manusia tidak bisa memberantas kejahatan. Karena manusia hanya merasa diawasi penegak hukum dan berusaha mencari celah untuk menyelamatkan diri.

Kedua senantiasa mengingat akan hari dimana manusia dibangkitkan Allah dari alam kubur. Ketiga, senantiasa mengingat limpahan nikmat yang diberikan Allah. Dan yang keempat senantiasa mengingat mati. Mengingat akan datangnya kematian merupakan kontrol yang sangat efektif agar manusia hidup dengan jalan yang benar sesuai yang telah diajarkan Sang Nabi.

Seluruh amalan baik ketika hidup di dunia akan menjadi bekal dan sahabat yang menyenangkan ketika seorang manusia dijemput kematian sementara perbuatan perbuatan buruk, maksiat, zina, kufur, durhaka, korupsi dan lain lain justru akan menjadi beban yang menghinakan di alam kubur.

“Kematian merupakan sesuatu hal yang pasti akan datang kepada mereka yang bernyawa sehingga sangat penting untuk mengingat akan datangnya ketentuan tersebut agar kita menjadi manusia yang mampu mengendalikan diri dari perbuatan perbuatan buruk,” tegasnya. (15)

Rektor Undip Ajak Mahasiswa Baru Bersepeda ke Kampus

BERI ARAHAN: Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi memberikan arahan tentang pendidikan karakter saat program penerimaan mahasiswa baru (PMB) di Ruang Teater FISIP, Tembalang, Selasa (28/8). (HARSEM/JBSM/HARTATIK)

SEMARANG- Mencintai kampus dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah peduli dengan lingkungan. Hal itu ditekankan selama penerimaan mahasiswa baru (PMB) berlangsung.  

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Sudharto P Hadi mengajak mahasiswa baru agar bersepeda ke kampus. Undip sendiri, setiap Jumat rutin mengadakan kegiatan gowes keliling kampus. Tiap fakultas disediakan 50 sepeda untuk dipinjam gratis.

''Saya berharap ada perwakilan dari masing-masing fakultas yang rutin ikut gowes,'' ujarnya, kemarin, di sela-sela PMB FISIP Undip. Dengan memanfaatkan fasilitas sepeda ini, lanjutnya, dapat membantu menunjang aktivitas kampus melalui moda transportasi yang sehat dan nyaman. 

Program gowes ini merupakan upaya untuk mewujudkan sarana transportasi yang aman, terawat dan ramah lingkungan. Dia juga berharap, bersepeda ke kampus akan tercipta lingkungan yang lebih ramah, sehat dan bersahabat.

Dengan begitu, para civitas akademika Undip pun akan sehat, bahagia serta peduli terhadap sesama dan lingkungannnya. Sementara itu, salah satu materi yang diberikan pada kegiatan PMB adalah peraturan akademik. Nurul Hasfi, salah satu pengajar menerangkan tentang pentingnya mahasiswa menjalin komunikasi dengan dosen wali.

"Dosen wali tidak cuma sekedar didatangi pada saat pengisian KRS (Kartu Rencana Studi-red), biasakan untuk menjalin komunikasi dan ceritakan jika ada kesulitan,'' katanya.

Nurul juga mengatakan dosen wali punya peranan strategis mengantarkan mahasiswa meraih kesuksesan selama menjalani studi. Mereka pun akan dengan terbuka memberikan bimbingan akademik tentang cara belajar yang paling efektif di perguruan tinggi. (J9/JBSM/15)

Ketahuan Mampu, Bidikmisi Bisa Dialihkan -Unnes Salurkan 1.670 Beasiswa Bidikmisi

SERAHKAN BIDIKMISI: Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo menyerahkan beasiswa Bidikmisi kepada mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013, kemarin di kampus Unnes Sekaran. (HARSEM/JBSM/ANGGUN PUSPITA)

SEMARANG- Perguruan tinggi yang mengalokasikan Bidikmisi dapat mencabut hak beasiswa dari penerima jika dalam perjalanan yang bersangkutan ketahuan dari kalangan mampu. Beasiswa tersebut akan dialihkan bagi mahasiswa miskin tapi berprestasi yang lebih membutuhkan.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastroatmodjo pada saat menyalurkan Bidikmisi kepada mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013, Selasa (28/8), di kampus Unnes Sekaran Gunungpati. Dia mengatakan, sangat mungkin Bidikmisi dialihkan kepada mahasiswa yang lebih membutuhkan, jika mahasiswa yang menerima sebelumnya ketahuan dari kalangan mampu.

''Dari tinjauan dan pengawalan yang kita lakukan selama ini, memang ada salah satu mahasiswa yang sebelumnya dari kalangan tidak mampu namun dengan berjalannya waktu ada perbaikan ekonomi di keluarganya. Sehingga akan kami lakukan pemindahan ke mahasiswa yang lebih membutuhkan beasiswa tersebut,'' ungkapnya, kemarin.

Dalam menyalurkan Bidikmisi dari pemerintah, Unnes mengambil peran secara utuh dengan segala konsekuensinya. Artinya, tidak hanya memberi kemudian melepas begitu saja para mahasiswa penerima, tetapi juga menciptakan komunikasi yang baik dan bimbingan secara intens.

Adapun, pada tahun akademik 2012/2013 ini Unnes kembali menyalurkan Bidikmisi dengan jumlah terbanyak dan tercepat se-Indonesia, yakni 1.750 beasiswa di waktu penerimaan mahasiswa baru. Namun pada tahap pertama ini baru tersalur 1.670 beasiswa, sedangkan sisanya menunggu proses verifikasi dari calon mahasiswa yang mengikuti seleksi di prodi-prodi yang baru dibuka oleh Unnes.

''Dalam buku tabungan mahasiswa baru penerima Bidikmisi tersebut sudah ada saldo Rp 600 ribu untuk biaya hidup bulan Agustus. Karena mereka kuliah di Unnes kan juga butuh biaya untuk makan, kos, atau beli buku,'' kata Rektor.

Sementara itu, berdasarkan rekaman data akademik jumlah peminat Bidikmisi di Unnes pada tahun ini mencapai 22.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun untuk dapat diterima mereka harus lolos seleksi secara akademik, verifikasi, dan survei lapangan.

Ketua Panitia Bidikmisi Unnes, Alamsyah menyampaikan, kuota Bidikmisi yang didapatkan Unnes pun meningkat pada tahun ini, yaitu mencapai 1.750 beasiswa. Tahun 2010, Unnes menyalurkan 400 beasiswa, dan 2011 memberikan 1.450 beasiswa kepada mahasiswa miskin berpretasi.

''Secara rinci 1.670 mahasiswa yang mendapat Bidikmisi di Unnes terdiri dari 400 orang laki-laki dan 1.270 perempuan. Mereka berasal dari FIP (268), FBS (285), FIS (210), FMIPA (304), FT (174), FIK (121), FE (268), dan FH (40),'' tuturnya. (K3/JBSM/15)

Mahasiswa Baru Undip Dilarang Bermobil ke Kampus

SERAHKAN TANAMAN: Seorang mahasiswa baru secara simbolis menyerahkan  tanaman kepada Rektor Undip. (HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI)

SEMARANG- Undip melarang para mahasiswa barunya untuk menggunakan mobil ke kampus. “Karena memang belum ada lahan parkir yang luas, selain itu untuk mengurangi kemacetan di daerah Tembalang ini,” jelas Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi, usai memberikan sambutan pada upacara penerimaan mahasiswa baru Undip tahun ajaran 2012/2013 di GOR Undip, belum lama ini.

Larangan tersebut akan diberlakukan selama dua semester ke depan. “Bagi mahasiswa yang melanggar, akan diberikan sanksi teguran sebanyak tiga kali. Dan kalau masih melanggar maka akan ada sanksi akademik,” tandasnya.

Selain itu dia menyatakan, “Dengan menanam tumbuhan berarti telah menanamkan kehidupan di sekitar kita”. Untuk itu, masing-masing mahasiswa baru diwajibkan untuk membawa bibit tanaman yang tingginya tidak lebih dari satu meter. “Ada 11ribu pohon yang berhasil dikumpulkan,” jelasnya.

Namun karena saat ini sedang musim kemarau, tanaman yang telah terkumpul akan ditampung dulu di persemaian. “Di musim ini kita memelihara dulu, bukan menanam. Untuk itu kita tampung sebagian di rusunawa dan sebagian lagi di stadion ini. Bulan Oktober nanti baru kita tanam,” jelasnya.

Nantinya, tanaman tersebut akan ditanam di sekitar kampus. “Karena masih banyak lokasi di sekitar kampus yang masih gersang,” tambahnya.

Pada masa orientasi ini nanti, para mahasiswa akan banyak diberikan materi mengenai pendidikan karakter. “Acara di universitas hanya satu hari ini saja, untuk di fakultas dua hari. Sedangkan tiga hari berikutnya yaitu pendidikan karakter,” tandasnya.

Pendidikan karakter akan diberikan dalam format yang tidak formal. “Dalam situasi yang dialogis, ada film dan dialog selama tiga hari. Terutama untuk memahami karakter bangsa kita dalam masa yang memprihatinkan,” jelasnya.

Di antaranya tingginya korupsi serta kecenderungan untuk mengutamakan kepentingan sendiri dan kelompok. “Dengan tawuran dan perkelahian, itu adalah karakter yang tidak sejalan dengan Pancasila,” kata dia.

Untuk itu, para mahasiswa baru Undip akan dipahamkan terhadap permasalahan tersebut. “Kemudian kami berikan pemahaman, bahwa kita punya nilai-nilai Pancasila dan kejuangan Diponegoro yang hakekatnya adalah jujur, berani dan peduli yang bisa diterapkan dalam kehidupan mereka,” tandasnya.

Untuk tahun ajaran 2012/2013 ini, jumlah mahasiswa baru mencapai 11.587 orang, terdiri dari 7.716 mahasiswa program sarjana, 1.660 mahasiswa diploma, 202 program doktor, 1.807 magister, 79 spesialis, dan 123 profesi. (awi/15)

Rektor Unnes Kunjungi Penerima Bidikmisi

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 28 Agustus 2012 | 11.26

KUNJUNGI PENERIMA BIDIKMISI: Jajaran pimpinan Unnes mengunjungi rumah salah satu mahasiswa penerima Bidikmisi belum lama ini. Kunjungan tersebut bentuk pengawalan dan pembinaan kepada mahasiswa agar beasiswa tepat sasaran. (HARSEM/JBSM/ANGGUN PUSPITA)


SEMARANG- Rektor Unnes belum lama ini bersilaturahim ke rumah penerima Bidikmisi di Purbalingga, Temanggung, dan Magelang.

Turunnya program Bidikmisi atau beasiswa pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu atau miskin tapi berprestasi sudah berjalan selama tiga tahun ini. 

Setiap perguruan tinggi negeri (PTN) wajib memenuhi kuota yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tujuannya agar mahasiswa miskin berprestasi akademik tetap dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Maka itu, program ini harus benar-benar dikawal supaya tepat sasaran. Artinya mahasiswa penerima memang layak untuk mendapatkan fasilitas dari pemerintah, yakni biaya pendidikan penuh plus uang saku selama kuliah.

Ya, pengawalan itu pun juga dilakukan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai PTN yang mengalokasikan beasiswa tersebut. Bahkan, agar tepat sasaran berbagai cara pun dilakukan, mulai survei lapangan untuk membuktikan kondisi ekonomi keluarga bersangkutan hingga pembinaan kepada mahasiswa penerima selama kuliah di Unnes.

''Agar beasiswa Bidikmisi tepat sasaran, jika memang mahasiswa yang mendaftar tidak memenuhi syarat kami tidak segan untuk tidak meloloskan dalam proses verifikasi. 

Sebab, para pendaftar Bidikmisi di Unnes selalu kami survei dengan menerjunkan tim ke setiap daerah dan provinsi di Indonesia,'' ungkap Rektor Unnes, Prof Sudijono Sastroatmodjo di sela-sela silaturahmi ke rumah penerima Bidikmisi Unnes di Purbalingga, Temanggung, dan Magelang, belum lama ini.

Tim survei yang diterjunkan, lanjut dia, adalah para dosen dan mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut. Tugasnya mengecek latar belakang calon mahasiswa Bidikmisi itu apa benar-benar miskin dan pantas untuk difasilitasi. 

''Dari laporan mereka kita akan tahu bagaimana kondisi keluarganya, hingga foto rumah calon mahasiswa. Adapun, kami memprioritaskan para yatim piatu yang tidak mampu dan mereka yang orang tuanya berpenghasilan minim.”

Perlu diketahui pada tahun pertama 2010 Unnes menerima 400 beasiswa Bidikmisi, tahun 2011 mengalokasikan 1.450 beasiswa, dan tahun 2012 ini jumlahnya meningkat hingga 1.750. 

Berbagai pembinaan pun dilakukan kampus, seperti pemberian motivasi, jambore Bidikmisi, hingga kunjungan dari pihak universitas seperti yang dilakukan langsung oleh rektor bersama jajaran pembantu rektor, ketua senat, dan dekan ke tempat mahasiswa.

Pada kesempatan Ramadan dan Lebaran ini, jajaran pimpinan Unnes melakukan kunjungan ke rumah penerima Bidikmisi. 

Di antaranya, M Awaludin Noor (19) di Kelurahan Kalijaran Kecamatan Karanganyar Purbalingga, Fatika Sari (18) di Desa Bandingan Kecamatan Kejobong Purbalingga, Nafisa Dian Hikmaya (19) di Gandon Kaluran Temanggung, dan dua mahasiswa di Magelang. Mayoritas mereka adalah yatim piatu yang tinggal bersama kakek nenek atau kakaknya.

''Dengan adanya Bidikmisi keinginan saya melanjutkan kuliah tidak jadi pupus. Sebab, saya bisa meraih cita-cita dan mimpi mendiang orang tua yang menginginkan saya dapat kuliah,'' tutur Noor, mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia ini. (Anggun Puspita/JBSM/15)

Prof dokter Sultana MH Faradz PhD: Obat Kerancuan Kelamin Mahal


SEMARANG- Tahun ini, Freedom Institute menganugerahkan penghargaan Achmad Bakrie kepada tokoh-tokoh inspiratif, salah satunya pakar histologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Prof dokter Sultana MH Faradz PhD. Seperti apa sepak terjang sang profesor itu dalam mengembangkan ilmu genetika?

Di ruangan sekitar 10 x 12 meter dan berpendingin di gedung Rektorat Undip inilah Prof dr Sultana MH Faradz PhD menjalankan rutinitas harian sebagai Pembantu Rektor Pengembangan Kerja Sama (PRPKS). Pakar histologi ini juga getol meneliti gangguan perkembangan intelektual dan kerancuan kelamin (interseks).

Ibu tiga anak ini tergabung ke dalam tim penyesuaian kelamin laboratorium genetika di RSUP Dr Kariadi. Tim tersebut antara lain meliputi dokter anak, ahli hormon hingga psikiater dan psikolog.  Sejak 2001, laboratorium itu didirikan hingga kini lebih dari 500 pasien interseks yang telah dirawat.

Dosen genetika medik pada program  Pascasarjana Undip ini mengatakan, kerancuan kelamin adalah penyakit dan harus diobati. Hanya saja, obat ini mahal dan tidak tersedia di Tanah Air. Karena itu, pihaknya menjalani kerja sama dengan Belanda, sehingga mendapat bantuan obat ataupun pembacaan hasil tes yang sebelumnya dikirimkan ke sana.

Pada mulanya, istri dr M Hussein ini tergugah menggeluti penelitian genetika karena merasa prihatin terhadap banyaknya pasien dengan kerancuan kelamin yang datang berobat. Terlebih mereka cenderung berasal dari kalangan ekonomi lemah dan terkadang untuk ongkos transportasi pun tidak punya, ketika mereka harus datang kontrol.

’’Belum lagi jika masuk pada pemeriksaan hormon, biayanya mahal karena sekali periksa bisa mencapai Rp 200.000. Lantas terbersit ide bagaimana membantu mereka melalui kegiatan usaha,’’ katanya, kemarin.

Dengan difasilitasi Pemprov, berdiri warung makan yang melayani mahasiswa kedokteran Undip. Kegiatan usaha itu dikelola pasien kerancuan kelamin yang tergabung pada Forum Komunikasi Interseks Indonesia (Fokis). Para pasien interseks tersebut menerima gaji, sedangkan keuntungan dari hasil penjualan warung digunakan untuk menolong penderita interseks lainnya yang membutuhkan.

Dicurigai

 
Perjalanan anggota American Society of Human Genetics  dan Human Genetics Society Australia itu dalam membantu pasien interseks tidak hanya berhenti di situ saja. Untuk sekadar melacak riwayat kesehatan pasien, reviewer riset Iptek Kedokteran Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes ini kerap mendapat tekanan keluarga pasien. Tidak hanya itu saja, dia juga pernah dicurigai oleh istri dokter yang merawat pasien itu sebelumnya.

Hal itu terjadi ketika menangani penderita interseks yang mengalami gangguan perut. Dari keterangan adik pasien, dia mencari tahu siapa dokter yang merawatnya. Perjuangan Sultana tidak berhenti di situ saja. Sebab, dokter tersebut telah berpindah rumah sakit.

’’Saya diberi nomor dokter tersebut, tapi nomor telepon rumah. Setelah bisa dihubungi dan yang menerima istrinya, ternyata saya malah dicurigai dikira ada apa-apa dengan dokter tersebut,’’ katanya sembari tersenyum.

Setelah bisa diketahui nomor ponsel tersebut, baru diketahui bahwa dokter yang menangani penderita interseks dengan gangguan perut ini  tidak tahu. Dokter tersebut mengatakan, pasien tidak cerita sehingga tidak dilakukan pemeriksaan alat kelamin. Sebaliknya, jika pemeriksaan alat kelamin dilakukan sudah pasti si pasien menolak.

’’Tentu pasien menolak, lha wong yang sakit perut tapi kok alat kelamin ikut diperiksa. Terkadang etika ketimuran kita tidak memungkinkan untuk memeriksa alat kelamin. Tapi setelah diperiksa, ternyata benar alat kelaminnya rancu,’’ imbuhnya.

Atas dedikasinya tersebut, Sultana dinobatkan Freedom Institute sebagai salah seorang pakar Indonesia yang mendalami dan mengembangkan genetika untuk menghadapi sejumlah masalah besar yang memengaruhi mutu kesehatan, pendidikan, dan layanan masyarakat sebuah bangsa.

Sumbangan ilmiahnya yang paling menonjol adalah pemahaman aspek seluler dan molekuler dari kelambanan intelektual dan kerancuan kelamin, beserta pewarisan genetis dan penanganannya.

Sumbangannya tak terbatas pada kajian laboratorium tapi meluas sampai ke pembangunan institusi. Wanita kelahiran Purbalingga, 2 Februari 1952 ini memrakarsai berdirinya program Magister of Genetic Counseling yang pertama di Asia Tenggara. Program ini telah menghasilkan para konselor genetik dari beberapa daerah di Indonesia.  (Hartatik/JBSM/15)

Dirjen Dikti Tambah Kuota Peserta SM-3T

Written By amoy ya annisaa on Senin, 27 Agustus 2012 | 13.59

SIAP MENGABDI: Peserta SM-3T siap mengabdi di daerah tertinggal di nusantara. (HARSEM/DOK)

SEMARANG- Pendaftaran peserta program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) gelombang II masih dibuka hingga Minggu, 26 Agustus 2012. Pendaftaran dilakukan secara online melalui  www.sm-3t.dikti.go.id.

Ketua Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Drs Abdurrahman MPd mengatakan, pendaftaran program SM-3T gelombang II diselenggarakan setelah Dirjen Dikti menambah kuota peserta. “Dirjen Dikti membuka kesempatan bagi sarjana untuk mengikuti seleksi gelombang II program ini,” ungkapnya, kemarin di kampus Sekaran di laman unnes.ac.id.

Sebelumnya, pada 1-4 Agustus 2012 lebih dari 3.000 peserta gelombang I serentak melakukan ujian online di 17 perguruan tinggi. “Peserta akan ditempatkan di delapan provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Aceh, Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Maluku, Kepulauan Riau,” kata Abdurrahman.

Persyaratan Peserta
 
Adapun persyaratan peserta gelombang II sama dengan gelombang I. Beberapa syarat antara lain  warga negara Indonesia,  usia maksimum 28 tahun per 31 Desember 2012, lulusan program studi kependidikan S-1 empat tahun terakhir (2009, 2010, 2011, 2012) dari program studi terakreditasi (kecuali PGPAUD minimal sudah memiliki izin operasional) yang sesuai dengan mata pelajaran dan/atau bidang keahlian yang dibutuhkan, dan IPK minimal 3,0.

Selain itu, berbadan sehat, bebas narkotik, berkelakuan baik, mendapatkan izin orangtua/wali,  belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti Program SM-3T dan PPG, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermeterai. Peserta juga diutamakan yang memiliki pengalaman organisasi kemahasiswaan.

Tahapan berikutnya setelah pendaftaran, ungkap Abdurrahman, adalah seleksi administrasi pada 27-29 Agustus, pengumuman hasil seleksi administrasi dan pengumuman jadwal tes online (30-31 Agustus), tes online (3-6 September), dan pengumuman hasil tes sekaligus jadwal wawancara (9 Agustus), wawancara hasil seleksi gelombang I dan II (14-16 September), dan pengumuman hasil seleksi gelombang I dan II pada 19 September 2012.

Program studi kependidikan yang dibuka adalah PGSD, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan  Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Jasmani, Pendidikan IPA, Pendidikan IPS, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Geografi, Pendidikan Seni, dan Pendidikan Konseling.

“Mereka yang belum lolos gelombang I yang telah diumumkan 10 Agustus 2012 diperbolehkan mengikuti pendaftaran gelombang II,” tutur Abdurrahman. (15)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger