Latest Post
Tampilkan postingan dengan label UNNES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNNES. Tampilkan semua postingan
09.38
JANGAN sia-siakan masa kuliah. Isilah dengan kegiatan bermanfaat. Demikian pesan Pembantu Rektor III Unnes Prof Masrukhi saat memberikan pengarahan pada pelantikan Dewan Racana dan Dewan Koordinasi Racana Wijaya Gudep Kota Semarang 14.111-14.112 Unnes, Rabu (30), di dekanat kampus Sekaran.
“Orang yang beruntung dalam menapaki kehidupan adalah yang mengisi waktu hidupnya dengan kegiatan bermakna dan bermanfaat. Sebaliknya, rugi jika menghabiskan waktu secara biasa-biasa saja,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Masrukhi melantik Leo Van Gunawan dari teknik mesin fakultas teknik (FT) sebagai Ketua Racana Wijaya 14.111. Dia menggantikan Ahmad Rouf, ketua sebelumnya. Serta Ika Zuliana dari teknologi pendidikan (FIP) sebagai Ketua Racana Wijaya 14.112 menggantikan Sintia Husnurroshida.
“Menjadi tua adalah pasti, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan,” kata Prof Masrukhi. Artinya umur terus bertambah tapi pribadi, mental, sikap dan perilaku itu tidak menunjukkan kedewasaan seiring bertambahnya usia.
Banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan kepramukaan. Di antaranya membentuk karakter dan jiwa nasionalisme.
Masyarakat sekarang ini sedang berada pada titik nadir dalam segala aspek. Mentalitas, moralitas masyarakat menurun drastis sehingga perilaku-perilaku tidak terpuji hampir kelihatan di seluruh eleman masyarakat. Berita tentang korupsi, kolusi, pemerkosaan, pembunuhan, tawuran hampir setiap hari terlihat di televisi.
“Pramuka sebagai kader masa depan bangsa diharapkan bisa memperbaiki kondisi masyarakat yang tidak sehat ini. Insya Allah dengan jiwa-jiwa mulia, luhur bisa kembali membangun masyarakat, membangun peradaban bangsa Indonesia di tengah kancah internasional. (nji)
Written By arnoldy septiano on Kamis, 31 Januari 2013 | 09.38
| HARSEM/DOK Leo Van Gunawan dan Ika Zuliana |
“Orang yang beruntung dalam menapaki kehidupan adalah yang mengisi waktu hidupnya dengan kegiatan bermakna dan bermanfaat. Sebaliknya, rugi jika menghabiskan waktu secara biasa-biasa saja,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Masrukhi melantik Leo Van Gunawan dari teknik mesin fakultas teknik (FT) sebagai Ketua Racana Wijaya 14.111. Dia menggantikan Ahmad Rouf, ketua sebelumnya. Serta Ika Zuliana dari teknologi pendidikan (FIP) sebagai Ketua Racana Wijaya 14.112 menggantikan Sintia Husnurroshida.
“Menjadi tua adalah pasti, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan,” kata Prof Masrukhi. Artinya umur terus bertambah tapi pribadi, mental, sikap dan perilaku itu tidak menunjukkan kedewasaan seiring bertambahnya usia.
Banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan kepramukaan. Di antaranya membentuk karakter dan jiwa nasionalisme.
Masyarakat sekarang ini sedang berada pada titik nadir dalam segala aspek. Mentalitas, moralitas masyarakat menurun drastis sehingga perilaku-perilaku tidak terpuji hampir kelihatan di seluruh eleman masyarakat. Berita tentang korupsi, kolusi, pemerkosaan, pembunuhan, tawuran hampir setiap hari terlihat di televisi.
“Pramuka sebagai kader masa depan bangsa diharapkan bisa memperbaiki kondisi masyarakat yang tidak sehat ini. Insya Allah dengan jiwa-jiwa mulia, luhur bisa kembali membangun masyarakat, membangun peradaban bangsa Indonesia di tengah kancah internasional. (nji)
Label:
Pendidikan,
UNNES
07.57
Tahun 2012 peserta sertifikasi dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) dinyatakan lulus 100% oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Demikian dilaporkan Koordinator Sertifikat Dosen (Serdos) Unnes Ngabiyanto Msi saat penyerahan sertifikat pendidik, Senin (21/1), di kampus Sekaran.
Penyerahan secara simbolis dilakukan Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) Unnes Dr Agus Wahyudin kepada perwakilan dari setiap fakultas. Yakni Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto (FIP), Sucipto Hadi Purnomo (FBS), Tjaturahono Budi Sanjoto (FIS), Yustinus Ulung Anggraito (FMIPA), Wiwit Styowati (FT), Chatila Maharani (FIK), Rodiyah (FH), dan Heri Yanto (FE).
Ngabiyanto juga melaporkan, 2012 Unnes mengajukan 142 dosen yang disertifikasi melalui tiga gelombang. Sebanyak 141 dosen dinyatakan lulus dan 1 orang dibatalkan keikutsertaannya karena dosen tersebut tercatat sebagai Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) di sistem Dikti, sehingga peserta serdos Unnes dinyatakan lulus 100%.
“Total dosen Unnes berjumlah 989 orang, yang sudah tersertifikasi sampai hari sebanyak 761 orang. Sedangkan yang belum tersertifikasi sejumlah 228 orang,” katanya.
Ngabiyanto menambahkan secara nasional ketidaklulusan serdos 2012 sebesar 10,64% yakni dosen yang disertifikasi sebanyak 15.625 dosen, yang belum lulus 1.662 dosen.
PR I Unnes Dr Agus Wahyudin mengajak kepada dosen yang profesional dan martabat supaya meningkatkan kinerjanya dengan merujuk pada 4 kompetensi yakni kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial. (nji)
Written By arnoldy septiano on Selasa, 22 Januari 2013 | 07.57
| HARSEM/DOK Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Agus Wahyudin menyerahkan sertifikat pendidik kepada Wiwit Styowati perwakilan Fakultas Teknik |
Tahun 2012 peserta sertifikasi dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) dinyatakan lulus 100% oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Demikian dilaporkan Koordinator Sertifikat Dosen (Serdos) Unnes Ngabiyanto Msi saat penyerahan sertifikat pendidik, Senin (21/1), di kampus Sekaran.
Penyerahan secara simbolis dilakukan Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) Unnes Dr Agus Wahyudin kepada perwakilan dari setiap fakultas. Yakni Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto (FIP), Sucipto Hadi Purnomo (FBS), Tjaturahono Budi Sanjoto (FIS), Yustinus Ulung Anggraito (FMIPA), Wiwit Styowati (FT), Chatila Maharani (FIK), Rodiyah (FH), dan Heri Yanto (FE).
Ngabiyanto juga melaporkan, 2012 Unnes mengajukan 142 dosen yang disertifikasi melalui tiga gelombang. Sebanyak 141 dosen dinyatakan lulus dan 1 orang dibatalkan keikutsertaannya karena dosen tersebut tercatat sebagai Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) di sistem Dikti, sehingga peserta serdos Unnes dinyatakan lulus 100%.
“Total dosen Unnes berjumlah 989 orang, yang sudah tersertifikasi sampai hari sebanyak 761 orang. Sedangkan yang belum tersertifikasi sejumlah 228 orang,” katanya.
Ngabiyanto menambahkan secara nasional ketidaklulusan serdos 2012 sebesar 10,64% yakni dosen yang disertifikasi sebanyak 15.625 dosen, yang belum lulus 1.662 dosen.
PR I Unnes Dr Agus Wahyudin mengajak kepada dosen yang profesional dan martabat supaya meningkatkan kinerjanya dengan merujuk pada 4 kompetensi yakni kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial. (nji)
Label:
Pendidikan,
UNNES
08.58
JANGAN sekali-kali melupakan sejarah (jasmerah), itu kata Bung Karno dahulu. Demi menjaga sejarah bangsa, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggandeng Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kerja sama menitikberatkan sinergi bidang kearsipan dalam rangka pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Kepala ANRI M Asichin MHum usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Prof Fathur Rokhman, pada kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes, akhir pekan lalu, mengatakan, teks Proklamasi dan Super Semar merupakan bukti otentik sejarah bangsa ini.
''Perjuangan pahlawan dalam upaya memerdekakan bangsa Indonesia itu merupakan sebuah sejarah yang harus dijaga. Melalui arsip dapat dijadikan sebagai penghormatan sekaligus simpul pemersatu bangsa,'' tuturnya.
Pada kuliah umum tersebut juga dilakukan pemutaran film pendek bertajuk ''Diorama Sejarah Indonesia''. Asichin meyampaikan, kebijakan kearsipan nasional sangat berperan dalam membangun karakter bangsa.
''Krisis multi dimensi era sekarang membawa pengaruh besar terhadap semakin lemahnya rasa kepercayaan diri dalam berbangsa dan bernegara,'' ungkapnya.
Dengan demikian, ANRI mengembangkan dan membangun kembali sejarah bangsa melalui arsip nasional sebagai rekaman perjuangan bangsa. Salah satu upaya itu dengan menggandeng perguruan tinggi.
"Arsip seperti dua sisi mata uang. Satu sisi arsip statis menjelaskan peristiwa masa lalu. Sedangkan sisi lain dinamis sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan," katanya.
Sementara, dari sisi akademis Asichin menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya akan memberikan bantuan sarana dan biaya dalam mengembangkan dan menjaga sejarah bangsa.
Prof Fathur Rokhman menyampaikan, sinergi ini akan memberikan manfaat, karena ANRI akan memfasilitasi mahasiswa dalam memperoleh ilmunya di bidang sejarah.
''Kami berharap penandatanganan nota kesepahaman akan berdampak positif dalam peningkatan berbagai hal terutama pendidikan,'' tandasnya. (K3-SM Network/nji)
Lestarikan ‘Jasmerah’, ANRI Gandeng Unnes
Written By arnoldy septiano on Senin, 14 Januari 2013 | 08.58
![]() |
| HARSEM/ANGGUN PUSPITA-SM NETWORK Kepala ANRI M Asichin (kanan) dan Prof Fathur Rokhman di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes, akhir pekan lalu. |
JANGAN sekali-kali melupakan sejarah (jasmerah), itu kata Bung Karno dahulu. Demi menjaga sejarah bangsa, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggandeng Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kerja sama menitikberatkan sinergi bidang kearsipan dalam rangka pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Kepala ANRI M Asichin MHum usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Prof Fathur Rokhman, pada kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes, akhir pekan lalu, mengatakan, teks Proklamasi dan Super Semar merupakan bukti otentik sejarah bangsa ini.
''Perjuangan pahlawan dalam upaya memerdekakan bangsa Indonesia itu merupakan sebuah sejarah yang harus dijaga. Melalui arsip dapat dijadikan sebagai penghormatan sekaligus simpul pemersatu bangsa,'' tuturnya.
Pada kuliah umum tersebut juga dilakukan pemutaran film pendek bertajuk ''Diorama Sejarah Indonesia''. Asichin meyampaikan, kebijakan kearsipan nasional sangat berperan dalam membangun karakter bangsa.
''Krisis multi dimensi era sekarang membawa pengaruh besar terhadap semakin lemahnya rasa kepercayaan diri dalam berbangsa dan bernegara,'' ungkapnya.
Dengan demikian, ANRI mengembangkan dan membangun kembali sejarah bangsa melalui arsip nasional sebagai rekaman perjuangan bangsa. Salah satu upaya itu dengan menggandeng perguruan tinggi.
"Arsip seperti dua sisi mata uang. Satu sisi arsip statis menjelaskan peristiwa masa lalu. Sedangkan sisi lain dinamis sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan," katanya.
Sementara, dari sisi akademis Asichin menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya akan memberikan bantuan sarana dan biaya dalam mengembangkan dan menjaga sejarah bangsa.
Prof Fathur Rokhman menyampaikan, sinergi ini akan memberikan manfaat, karena ANRI akan memfasilitasi mahasiswa dalam memperoleh ilmunya di bidang sejarah.
''Kami berharap penandatanganan nota kesepahaman akan berdampak positif dalam peningkatan berbagai hal terutama pendidikan,'' tandasnya. (K3-SM Network/nji)
Label:
ANRI,
Pendidikan,
sejarah,
UNNES
10.24
UNTUK mengembangkan produksi dan teknologi dewasa ini dunia industri di Indonesia tidak segan memanfaatkan penelitian dari perguruan tinggi (PT). Upaya itu untuk menyamakan posisi dengan negara maju lainnya yang telah melakukan tindakan sama.
Hal itu disampaikan pakar teknologi dan energi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Arief Budiman pada seminar internasional yang digelar Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT Unnes), Selasa (8/1) di Hotel Pandanaran Semarang.
Dia mengatakan, setidaknya ada tiga PT yang digandeng dunia usaha dalam mengembangkan teknologi lebih lanjut serta memanfaatkan penelitian dari kampus.
''Tiga perguruan tinggi yang penelitiannya sudah dimanfaatkan industri di antaranya, UGM, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Adapun, penelitian tersebut di bidang teknik, energi terbarukan, dan informatika, seperti pembuatan mobil listrik misalnya,'' kata dosen Teknik Kimia UGM ini.
Sumbangan Kampus
Pada seminar yang mengangkat tema ''Establishing Collaboration with Educational Institutions and Industrial Partners'' itu dijelaskan, kondisi sekarang dan sepuluh tahun lalu cukup berbeda.
''Kalau dulu paradigmanya PT yang membutuhkan industri sebagai sarana mencari kerja, saat ini sudah berbalik dan berkembang. Dunia industri justru tidak bisa lepas dari pemikiran dan penelitian di lingkungan kampus untuk dimanfaatkan dalam pengembangan usaha mereka,'' ungkap Arief.
Kondisi ini merujuk dengan apa yang sudah dilakukan oleh negara maju, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika. Sebab, hampir seluruh penemuan teknologi disana berasa dari PT.
Arief mengakui, hampir semua inovasi teknologi berasal dari kampus dan diproduksi masal oleh dunia industri. Di Indonesia sudah ada pergeseran ke arah sana, namun seharusnya pemerintah turut mendukung dengan memberikan dana penelitian agar lahir inovasi baru.
Selain Prof Arief Budiman dari UGM pembicara lainnya yaitu Dr Guido Link dari Karlsruhe Institute of Technology Jerman. Dia menjelaskan mengenai microwave materials processing di institut tersebut.
Sementara itu, Pembantu Rektor IV Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Unnes Prof Fathur Rokhman yang didaulat membuka acara menambahkan, kolaborasi PT dan dunia usaha sangat penting. Selain sebagai bentuk pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, juga dapat diaplikasikan sebagai bentuk pendidikan vokasi bagi mahasiswa.
"Kebijakan ekonomi saat ini bukan lagi berbasis sumber daya namun sudah bergeser pada kebijakan ekonomi berbasis teknologi. Perguruan tinggi mau tak mau harus terlibat di dalamnya," ungkapnya. (K3-SM Network/nji)
Unnes Kembangkan Penelitian Industri
Written By arnoldy septiano on Rabu, 09 Januari 2013 | 10.24
![]() |
| HARSEM/Anggun Puspita-SM Network Dr Guido Link dari Karlsruhe Institute Technology German menyampaikan paparan mengenai prospek penelitian dan pemanfaatan teknologi kampus, kemarin. |
UNTUK mengembangkan produksi dan teknologi dewasa ini dunia industri di Indonesia tidak segan memanfaatkan penelitian dari perguruan tinggi (PT). Upaya itu untuk menyamakan posisi dengan negara maju lainnya yang telah melakukan tindakan sama.
Hal itu disampaikan pakar teknologi dan energi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Arief Budiman pada seminar internasional yang digelar Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT Unnes), Selasa (8/1) di Hotel Pandanaran Semarang.
Dia mengatakan, setidaknya ada tiga PT yang digandeng dunia usaha dalam mengembangkan teknologi lebih lanjut serta memanfaatkan penelitian dari kampus.
''Tiga perguruan tinggi yang penelitiannya sudah dimanfaatkan industri di antaranya, UGM, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Adapun, penelitian tersebut di bidang teknik, energi terbarukan, dan informatika, seperti pembuatan mobil listrik misalnya,'' kata dosen Teknik Kimia UGM ini.
Sumbangan Kampus
Pada seminar yang mengangkat tema ''Establishing Collaboration with Educational Institutions and Industrial Partners'' itu dijelaskan, kondisi sekarang dan sepuluh tahun lalu cukup berbeda.
''Kalau dulu paradigmanya PT yang membutuhkan industri sebagai sarana mencari kerja, saat ini sudah berbalik dan berkembang. Dunia industri justru tidak bisa lepas dari pemikiran dan penelitian di lingkungan kampus untuk dimanfaatkan dalam pengembangan usaha mereka,'' ungkap Arief.
Kondisi ini merujuk dengan apa yang sudah dilakukan oleh negara maju, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika. Sebab, hampir seluruh penemuan teknologi disana berasa dari PT.
Arief mengakui, hampir semua inovasi teknologi berasal dari kampus dan diproduksi masal oleh dunia industri. Di Indonesia sudah ada pergeseran ke arah sana, namun seharusnya pemerintah turut mendukung dengan memberikan dana penelitian agar lahir inovasi baru.
Selain Prof Arief Budiman dari UGM pembicara lainnya yaitu Dr Guido Link dari Karlsruhe Institute of Technology Jerman. Dia menjelaskan mengenai microwave materials processing di institut tersebut.
Sementara itu, Pembantu Rektor IV Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Unnes Prof Fathur Rokhman yang didaulat membuka acara menambahkan, kolaborasi PT dan dunia usaha sangat penting. Selain sebagai bentuk pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, juga dapat diaplikasikan sebagai bentuk pendidikan vokasi bagi mahasiswa.
"Kebijakan ekonomi saat ini bukan lagi berbasis sumber daya namun sudah bergeser pada kebijakan ekonomi berbasis teknologi. Perguruan tinggi mau tak mau harus terlibat di dalamnya," ungkapnya. (K3-SM Network/nji)
Label:
Pendidikan,
UNNES
09.44
Gaya Hidup Sehat Ala Kampus Konservasi
Written By arnoldy septiano on Kamis, 03 Januari 2013 | 09.44
CUACA mendung umumnya akan membuat orang
malas beraktivitas, apalagi usai libur panjang tahun baru.
Namun rutinitas
menolak itu, khususnya bagi warga Universitas Negeri Semarang (Unnes) mereka
harus menghadapi sesuatu yang baru di kampus konservasi itu.
Memasuki pintu gerbang kampus sebelah barat atau timur ada
yang beda dan tidak seperti biasanya.
Tidak ada sepeda motor mahasiswa atau
mobil dosen dan karyawan yang berlalu lalang.
Karena yang ada mereka baik dosen,
karyawan maupun mahasiswa semua berjalan kaki atau bersepeda tanpa kecuali.
Udara siang itu, Rabu (2/1), juga terasa lebih sejuk dibandingkan hari-hari
sebelumnya, ditambah sepanjang jalan dinaungi pohon-pohon rindang menambah asri
suasana.
Ada apa dengan Unnes? Ternyata, ada kebijakan baru di kampus
yang berlokasi di Sekaran Gunungpati itu.
Mulai 2 Januari 2013, Unnes bebas
dari kendaraan bermotor atau seluruh warga kampus konservasi diharap memilih
jalan kaki atau bersepeda di kawasan tersebut.
Kebijakan itu berasal dari
Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo dan disepakati oleh jajaran pimpinan,
karyawan hingga fungsionaris mahasiswa.
Tidak melulu tentang kebijakan, karena rupanya ini bukti
bahwa istilah bahasa latin <I>Mens Sana in Corpore Sano<P> yang
artinya "di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat" juga
bukan lagi omong kosong bagi Unnes.
Sebab, melalui aturan ini pihak universitas
mengajak semua masyarakat untuk hidup sehat dan dimulai di lingkungan kampus.
Ya, mungkin begitu gaya hidup sehat ala kampus konservasi
yang bertujuan untuk mengurangi polusi udara dan mengantisipasi pemanasan bumi.
Mereka rela meletakkan kendaran bermotornya di gedung parkir kemudian silakan
memilih berjalan kaki atau bersepeda ke tujuan masing-masing.
Namun tetap
menjaga toleransi, pihak kampus juga menyediakan empat bus yang siap
beroperasional mengantar jemput penumpang yang enggan memilih dua opsi
tersebut.
Lantas di manakah kendaraan bermotor itu bisa diparkir?
Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, ada enam titik parkir
yaitu di Gedung Serba Guna (GSG), area parkir Masjid Ulul Albab, parkir timur
FMIPA, sisi selatan lapangan FIK atau
lewat Gang Cempaka untuk motor, sisi utara gerbang utama/barat untuk mobil,
sedangkan sisi selatan atau dekat PKM untuk sepeda motor.
''Kampus bebas kendaraan bermotor itu berlaku setiap hari
kerja (Senin-Jumat) mulai pukul 07.00 hingga 16.00.
Khusus Jumat hanya sampai
pukul 14.30,'' terangnya.
Upaya ini, lanjut dia, selain untuk hidup sehat dan
mengurangi polusi udara juga sebagai wujud toleransi.
Tidak ada perbedaan
antara yang naik mobil, bersepeda motor atau jalan kaki, sebab semua
diperlakukan sama untuk mematuhi peraturan yang ada.
Ice Apriyanti (18), mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes mengaku, nyaman dengan kebijakan tersebut.
Berjalan kaki ke kampus baginya bukan sebuah kesulitan atau paksaan.
''Setiap
hari saya berangkat kuliah juga jalan kaki, jadi ya nggak masalah.
Dengan
berkurangnya sepeda motor berlalu lalang juga dapat mengurangi polusi udara,''
ungkapnya. (Anggun Puspita-)
Label:
Kesehatan,
Pendidikan,
UNNES
15.23
Guru Lulus sertifikasi
Written By arnoldy septiano on Rabu, 02 Januari 2013 | 15.23
UNIVERSITAS Negeri Semarang (Unnes) menyerahkan sertifikat profesi kepada 12.251 pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.
Guru yang menerima sertifikat tersebut adalah yang telah berhasil menyelesaikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) Rayon 112 Unnes.
Sertifikat diserahkan secara simbolis oleh Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unnes Dr Agus Wahyudin di kampus tersebut, akhir pekan lalu.
Adapun, penerima berasal dari 28 kota dan kabupaten di Jateng. Serta sejumlah wilayah di Jabar seperti Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Kuningan.
Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Dr Hartono mengatakan, penerima sertifikat adalah para peserta PLPG tahun 2012 dan 2011 yang dinyatakan lulus.
''Dari kuota 2012 sebanyak 13.365 orang, yang dinyatakan lulus 12.240 orang. Sisanya yang tidak lulus 980 orang,” jelasnya.
Sedangkan peserta dari kuota tahun 2011 sebanyak 15 orang. Sebanyak 11 orang lulus, empat lainnya tidak.
PLPG di LPTK Rayon 112 Unnes dilakukan secara pola blok dan nonblok.
Pola blok pada 3 Mei hingga 31 Agustus 2012 lalu dilaksanakan di dalam dan luar kampus selama 10 hari berturut-turut.
Adapun, pola nonblok dengan waktu pelaksanaan hampir bersamaan dilaksanakan di kampus Unnes, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan Universitas Pancasakti Tegal, masing-masing 10 hari setiap Sabtu-Minggu.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik Dr Agus Wahyudin menyampaikan selamat kepada para peserta.
''Keberhasilan guru sesungguhnya merupakan keberhasilan semua pihak dan tentu saja pendidik itu sendiri. Dengan capaian yang diraih ini, diharapkan para pendidik semakin meningkatkan kualitas dan kompetensinya,'' tandasnya. (K3-SM Network/nji)
Guru yang menerima sertifikat tersebut adalah yang telah berhasil menyelesaikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) Rayon 112 Unnes.
Sertifikat diserahkan secara simbolis oleh Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unnes Dr Agus Wahyudin di kampus tersebut, akhir pekan lalu.
![]() |
| HARSEM/DOK Agus Wahyudin |
Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Dr Hartono mengatakan, penerima sertifikat adalah para peserta PLPG tahun 2012 dan 2011 yang dinyatakan lulus.
''Dari kuota 2012 sebanyak 13.365 orang, yang dinyatakan lulus 12.240 orang. Sisanya yang tidak lulus 980 orang,” jelasnya.
Sedangkan peserta dari kuota tahun 2011 sebanyak 15 orang. Sebanyak 11 orang lulus, empat lainnya tidak.
PLPG di LPTK Rayon 112 Unnes dilakukan secara pola blok dan nonblok.
Pola blok pada 3 Mei hingga 31 Agustus 2012 lalu dilaksanakan di dalam dan luar kampus selama 10 hari berturut-turut.
Adapun, pola nonblok dengan waktu pelaksanaan hampir bersamaan dilaksanakan di kampus Unnes, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan Universitas Pancasakti Tegal, masing-masing 10 hari setiap Sabtu-Minggu.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik Dr Agus Wahyudin menyampaikan selamat kepada para peserta.
''Keberhasilan guru sesungguhnya merupakan keberhasilan semua pihak dan tentu saja pendidik itu sendiri. Dengan capaian yang diraih ini, diharapkan para pendidik semakin meningkatkan kualitas dan kompetensinya,'' tandasnya. (K3-SM Network/nji)
Label:
Pendidikan,
UNNES
09.33
“Putra Putri Kampus harus menjadi ikon konservasi. Menyebarkan spirit konservasi kepada sivitas akademika dan masyarakat,” pinta Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes, Prof Dr Masrukhi pada malam penganugrahan Papika 2012 di Auditorium Kampus Sekaran, Selasa (6/11) malam.
Menurut Masrukhi, konservasi merupakan bagian visi-misi Unnes. Konsepnya tidak hanya pelestarian lingkungan. Tetapi juga bidang lain seperti, seni, budaya, dan moral. Pada ajang itu, setiap fakultas mengirimkan empat wakil. Jadi total diikuti 32 mahasiswa. Keluar sebagai pemenang adalah Argha Elton Situmeang (putra) dari Fakultas Hukum dan Citra Putri Utami dari Fakultas Bahasa dan Seni.
Menyusul pada urutan kedua M Rizqi Adhi Pratama (Fakultas Bahasa dan Seni) dan Putri Maya Purnamasari (Fakultas Teknik). Kemudian pada urutan ketiga Yosi Gumala (Fakultas Ilmu Pendidikan) dan Fany Yosica (Fakultas Hukum).
Adapun juara kepribadian disabet Elisa Happy Amalia (Fakultas Ilmu Keolahragaan). Sedangkan Nicky Soerya Raharja (Fakultas Ekonomi) memperoleh gelar juara favorit. Gelaran Putra Putri Kampus diadakan dua tahun sekali. Konsepnya bukan seperti ‘ratu-ratuan’ tetapi untuk mengembangkan kepribadian, kesantunan, dan karakter di kalangan mahasiswa.
“Papika merupakan media untuk menempa diri menjadi mahasiswa berprestasi,” jelas Masrukhi.
Malam pengaungerahan dimeriahkan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Band, tarian medley Nusantara oleh mahasiswa Seni Tari FBS Unnes, dan fashion show oleh Putra-Putri Kampus Unnes 2010. Busana finalis merupakan rancangan mahasiswa Teknik Jasa Produksi Fakultas Teknik Unnes yang juga finalis Papika tahun 2010, yakni Pramesty Prameswari. (nji/15)
Putra Putri Kampus Unnes,Jadi Ikon Konservasi
Written By Khoierzblogs on Kamis, 08 November 2012 | 09.33
![]() |
| HARSEM/DOK Argha Elton Situmeang dan Citra Putri Utami |
SEMARANG- Putra Putri Kampus Unnes harus menjadi ikon konservasi.
Agar tambah menarik, Unnes harus terus bersolek. Para Putra Putri Kampus (Papika) memiliki peran untuk membuat penampilan Unnes tambah cantik. Tetapi mereka bukan sekadar ‘pagar ayu’ atau penerima tamu.
Agar tambah menarik, Unnes harus terus bersolek. Para Putra Putri Kampus (Papika) memiliki peran untuk membuat penampilan Unnes tambah cantik. Tetapi mereka bukan sekadar ‘pagar ayu’ atau penerima tamu.
“Putra Putri Kampus harus menjadi ikon konservasi. Menyebarkan spirit konservasi kepada sivitas akademika dan masyarakat,” pinta Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes, Prof Dr Masrukhi pada malam penganugrahan Papika 2012 di Auditorium Kampus Sekaran, Selasa (6/11) malam.
Menurut Masrukhi, konservasi merupakan bagian visi-misi Unnes. Konsepnya tidak hanya pelestarian lingkungan. Tetapi juga bidang lain seperti, seni, budaya, dan moral. Pada ajang itu, setiap fakultas mengirimkan empat wakil. Jadi total diikuti 32 mahasiswa. Keluar sebagai pemenang adalah Argha Elton Situmeang (putra) dari Fakultas Hukum dan Citra Putri Utami dari Fakultas Bahasa dan Seni.
Menyusul pada urutan kedua M Rizqi Adhi Pratama (Fakultas Bahasa dan Seni) dan Putri Maya Purnamasari (Fakultas Teknik). Kemudian pada urutan ketiga Yosi Gumala (Fakultas Ilmu Pendidikan) dan Fany Yosica (Fakultas Hukum).
Adapun juara kepribadian disabet Elisa Happy Amalia (Fakultas Ilmu Keolahragaan). Sedangkan Nicky Soerya Raharja (Fakultas Ekonomi) memperoleh gelar juara favorit. Gelaran Putra Putri Kampus diadakan dua tahun sekali. Konsepnya bukan seperti ‘ratu-ratuan’ tetapi untuk mengembangkan kepribadian, kesantunan, dan karakter di kalangan mahasiswa.
“Papika merupakan media untuk menempa diri menjadi mahasiswa berprestasi,” jelas Masrukhi.
Malam pengaungerahan dimeriahkan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Band, tarian medley Nusantara oleh mahasiswa Seni Tari FBS Unnes, dan fashion show oleh Putra-Putri Kampus Unnes 2010. Busana finalis merupakan rancangan mahasiswa Teknik Jasa Produksi Fakultas Teknik Unnes yang juga finalis Papika tahun 2010, yakni Pramesty Prameswari. (nji/15)
Label:
Kampus,
Pendidikan,
UNNES
08.57
Beasiswa Sandwich-Like adalah program beasiswa yang ditujukan bagi para kandidat doktor se-Indonesia untuk mempercepat proses studi serta menambah pengetahuan serta pengalaman peserta tentang iklim pembelajaran di luar negeri.
Program ini dilaksanakan selama tiga hingga empat bulan dengan biaya dari Dirjen Dikti.
“Selama tiga bulan mereka akan mengikuti kuliah, melakukan studi pustaka, menulis disertasi dengan pembimbing dari Unnes dan Universitas Ohio,” ungkap Prof Samsudi.
Dalam kesempatan itu, rektor yang diwakili Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Kerjasama Prof Fathur Rokhman menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar menunjukkan pribadi berbudaya timur sebagai representasi diri, lembaga, dan bangsa Indonesia.
“Selamat kepada kesepuluh mahasiswa S3 PPs yang telah diterima di Universitas Ohio. Program ini sangat bermakna dalam pengembangan skill, pengetahuan, dan kerja sama baik secara pribadi maupun kelembagaan. Mahasiswa adalah representasi dari diri pribadi, lembaga dan bukan hanya pribadi. Maka jadilah pribadi yang menunjukkan sisi keramahan orang timur, ” katanya.
Sebelumnya, peserta telah mengikuti kegiatan seleksi pemberkasan oleh Dikti, kursus Bahasa Inggris, pelatihan presentasi dalam bahasa Inggris, pengetahuan tentang budaya Amerika Serikat, oleh Unnes.
Selain itu, Main Sufani, Agustinus Djokowidodo, dan Ateng Kurnia dari program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, serta C Murni Wahyuni dari Pendidikan Bahasa Inggris. (nji/15)
10 Mahasiswa Unnes Ikuti Sandwich Like di Ohio
Written By putra on Senin, 08 Oktober 2012 | 08.57
| PESERTA SANDWICH-LIKE: Mahasiswa program S-3 Unnes yang akan menjalani program Sandwich-Like di Ohio State University foto bersama para pimpinan Unnes ( HARSEM/JBSM/ANGGUN PUSPITA ) |
SEMARANG- Sepuluh mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) Unnes semester empat akan mengikuti program Sandwich Like di Ohio State University, Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Direktur PPS Unnes Prof Samsudi belum lama ini di ruang rapat rektor gedung Rektorat Unnes.
Beasiswa Sandwich-Like adalah program beasiswa yang ditujukan bagi para kandidat doktor se-Indonesia untuk mempercepat proses studi serta menambah pengetahuan serta pengalaman peserta tentang iklim pembelajaran di luar negeri.
Program ini dilaksanakan selama tiga hingga empat bulan dengan biaya dari Dirjen Dikti.
“Selama tiga bulan mereka akan mengikuti kuliah, melakukan studi pustaka, menulis disertasi dengan pembimbing dari Unnes dan Universitas Ohio,” ungkap Prof Samsudi.
Dalam kesempatan itu, rektor yang diwakili Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Kerjasama Prof Fathur Rokhman menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar menunjukkan pribadi berbudaya timur sebagai representasi diri, lembaga, dan bangsa Indonesia.
“Selamat kepada kesepuluh mahasiswa S3 PPs yang telah diterima di Universitas Ohio. Program ini sangat bermakna dalam pengembangan skill, pengetahuan, dan kerja sama baik secara pribadi maupun kelembagaan. Mahasiswa adalah representasi dari diri pribadi, lembaga dan bukan hanya pribadi. Maka jadilah pribadi yang menunjukkan sisi keramahan orang timur, ” katanya.
Sebelumnya, peserta telah mengikuti kegiatan seleksi pemberkasan oleh Dikti, kursus Bahasa Inggris, pelatihan presentasi dalam bahasa Inggris, pengetahuan tentang budaya Amerika Serikat, oleh Unnes.
“Mereka diharapkan memiliki kemampuan adaptasi yang cepat sehingga mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Harapannya mereka memiliki skill yang mumpuni tentang riset pustaka, belajar, dan membentuk jaringan kerjasama tetapi mahasiwa juga diharapkan telah mengerjakan disertasinya hingga 80 persen setelah menempuh studi di sana,” kata Samsudi
.
Kesepuluh mahasiswa yang akan menempuh kuliah di universitas Ohio adalah Agustina Sri Purnama, Endang Tri Wahyuni M, Wirawan Sumbodo, Suharto, dan Erwin Dwi Edi W, mahasiswa Manajemen Kependidikan.
Kesepuluh mahasiswa yang akan menempuh kuliah di universitas Ohio adalah Agustina Sri Purnama, Endang Tri Wahyuni M, Wirawan Sumbodo, Suharto, dan Erwin Dwi Edi W, mahasiswa Manajemen Kependidikan.
Selain itu, Main Sufani, Agustinus Djokowidodo, dan Ateng Kurnia dari program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, serta C Murni Wahyuni dari Pendidikan Bahasa Inggris. (nji/15)
Label:
Mahasiswa,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
UNNES
08.53
Mereka akan ditempatkan di empat kabupaten, yakni Kabupaten Landak Kalimantan Barat (36 orang), Kabupaten Aceh Besar (76 orang), Kabupaten Manggarai (60 orang), dan Kabupaten Ende (60 orang).
Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, sarjana mendidik yang siap diterjunkan tersebut harus menikmati segala kondisi di tempat pengabdian dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur. Sebab, mereka adalah insan terpilih dari sarjana lainnya yang mendaftar dan mengikuti seleksi SM-3T.
''Maka itu, waktu satu tahun adalah waktu yang pendek. Manfaatkan waktu itu seoptimal mungkin. Jangan bermalas-malas, apalagi hanya menunggu bulan pengabdian selesai,'' tuturnya saat memberikan pengarahan dan pembekalan pada para sarjana SM-3T terpilih, kemarin, di kampus Unnes Sekaran.
Lebih lanjut Rektor menjelaskan, Ende, Manggarai, Aceh, dan Landak sama saja dengan Jakarta, Semarang, atau kota besar lainnya. ''Dengan pendekatan dari dunia pendidikan, daerah tersebut harus digerakkan agar sama dengan kota-kota besar lainnya,'' katanya.
Pembekalan bagi para sarjana tersebut berlangsung 24 September hingga 5 Oktober 2012 di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, Srondol Semarang. Terakhir Rektor berharap, sarjana SM-3T dapat berbagi informasi tentang apa yang ada di Indonesia kepada peserta didik di daerah pengabdian tersebut.
''Berbagilah tidak hanya ilmu, tapi juga pengetahuan lainnya. Sebab, dengan berbagi kita akan bertambah kaya raya dan menjadi mulia. Dan dengan pendidikanlah itu dapat diwujudkan,'' tandasnya. (K3/JBSM/15)
Unnes Terjunkan 232 Sarjana Mendidik
Written By putra on Rabu, 26 September 2012 | 08.53
![]() |
| Prof Sudijono Sastroatmodjo ( HARSEM/UNNES.AC.ID ) |
SEMARANG- Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan menerjunkan 232 sarjana pendidikan untuk mengabdi di berbagai pelosok negeri. Mereka tergabung dalam program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T).
Mereka akan ditempatkan di empat kabupaten, yakni Kabupaten Landak Kalimantan Barat (36 orang), Kabupaten Aceh Besar (76 orang), Kabupaten Manggarai (60 orang), dan Kabupaten Ende (60 orang).
Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, sarjana mendidik yang siap diterjunkan tersebut harus menikmati segala kondisi di tempat pengabdian dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur. Sebab, mereka adalah insan terpilih dari sarjana lainnya yang mendaftar dan mengikuti seleksi SM-3T.
''Maka itu, waktu satu tahun adalah waktu yang pendek. Manfaatkan waktu itu seoptimal mungkin. Jangan bermalas-malas, apalagi hanya menunggu bulan pengabdian selesai,'' tuturnya saat memberikan pengarahan dan pembekalan pada para sarjana SM-3T terpilih, kemarin, di kampus Unnes Sekaran.
Lebih lanjut Rektor menjelaskan, Ende, Manggarai, Aceh, dan Landak sama saja dengan Jakarta, Semarang, atau kota besar lainnya. ''Dengan pendekatan dari dunia pendidikan, daerah tersebut harus digerakkan agar sama dengan kota-kota besar lainnya,'' katanya.
Pembekalan bagi para sarjana tersebut berlangsung 24 September hingga 5 Oktober 2012 di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, Srondol Semarang. Terakhir Rektor berharap, sarjana SM-3T dapat berbagi informasi tentang apa yang ada di Indonesia kepada peserta didik di daerah pengabdian tersebut.
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
UNNES
09.40
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastroatmodjo pada saat menyalurkan Bidikmisi kepada mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013, Selasa (28/8), di kampus Unnes Sekaran Gunungpati. Dia mengatakan, sangat mungkin Bidikmisi dialihkan kepada mahasiswa yang lebih membutuhkan, jika mahasiswa yang menerima sebelumnya ketahuan dari kalangan mampu.
''Dari tinjauan dan pengawalan yang kita lakukan selama ini, memang ada salah satu mahasiswa yang sebelumnya dari kalangan tidak mampu namun dengan berjalannya waktu ada perbaikan ekonomi di keluarganya. Sehingga akan kami lakukan pemindahan ke mahasiswa yang lebih membutuhkan beasiswa tersebut,'' ungkapnya, kemarin.
Dalam menyalurkan Bidikmisi dari pemerintah, Unnes mengambil peran secara utuh dengan segala konsekuensinya. Artinya, tidak hanya memberi kemudian melepas begitu saja para mahasiswa penerima, tetapi juga menciptakan komunikasi yang baik dan bimbingan secara intens.
Adapun, pada tahun akademik 2012/2013 ini Unnes kembali menyalurkan Bidikmisi dengan jumlah terbanyak dan tercepat se-Indonesia, yakni 1.750 beasiswa di waktu penerimaan mahasiswa baru. Namun pada tahap pertama ini baru tersalur 1.670 beasiswa, sedangkan sisanya menunggu proses verifikasi dari calon mahasiswa yang mengikuti seleksi di prodi-prodi yang baru dibuka oleh Unnes.
''Dalam buku tabungan mahasiswa baru penerima Bidikmisi tersebut sudah ada saldo Rp 600 ribu untuk biaya hidup bulan Agustus. Karena mereka kuliah di Unnes kan juga butuh biaya untuk makan, kos, atau beli buku,'' kata Rektor.
Sementara itu, berdasarkan rekaman data akademik jumlah peminat Bidikmisi di Unnes pada tahun ini mencapai 22.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun untuk dapat diterima mereka harus lolos seleksi secara akademik, verifikasi, dan survei lapangan.
Ketua Panitia Bidikmisi Unnes, Alamsyah menyampaikan, kuota Bidikmisi yang didapatkan Unnes pun meningkat pada tahun ini, yaitu mencapai 1.750 beasiswa. Tahun 2010, Unnes menyalurkan 400 beasiswa, dan 2011 memberikan 1.450 beasiswa kepada mahasiswa miskin berpretasi.
''Secara rinci 1.670 mahasiswa yang mendapat Bidikmisi di Unnes terdiri dari 400 orang laki-laki dan 1.270 perempuan. Mereka berasal dari FIP (268), FBS (285), FIS (210), FMIPA (304), FT (174), FIK (121), FE (268), dan FH (40),'' tuturnya. (K3/JBSM/15)
Ketahuan Mampu, Bidikmisi Bisa Dialihkan -Unnes Salurkan 1.670 Beasiswa Bidikmisi
Written By amoy ya annisaa on Kamis, 30 Agustus 2012 | 09.40
SEMARANG- Perguruan tinggi yang mengalokasikan Bidikmisi dapat mencabut hak beasiswa dari penerima jika dalam perjalanan yang bersangkutan ketahuan dari kalangan mampu. Beasiswa tersebut akan dialihkan bagi mahasiswa miskin tapi berprestasi yang lebih membutuhkan.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastroatmodjo pada saat menyalurkan Bidikmisi kepada mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013, Selasa (28/8), di kampus Unnes Sekaran Gunungpati. Dia mengatakan, sangat mungkin Bidikmisi dialihkan kepada mahasiswa yang lebih membutuhkan, jika mahasiswa yang menerima sebelumnya ketahuan dari kalangan mampu.
''Dari tinjauan dan pengawalan yang kita lakukan selama ini, memang ada salah satu mahasiswa yang sebelumnya dari kalangan tidak mampu namun dengan berjalannya waktu ada perbaikan ekonomi di keluarganya. Sehingga akan kami lakukan pemindahan ke mahasiswa yang lebih membutuhkan beasiswa tersebut,'' ungkapnya, kemarin.
Dalam menyalurkan Bidikmisi dari pemerintah, Unnes mengambil peran secara utuh dengan segala konsekuensinya. Artinya, tidak hanya memberi kemudian melepas begitu saja para mahasiswa penerima, tetapi juga menciptakan komunikasi yang baik dan bimbingan secara intens.
Adapun, pada tahun akademik 2012/2013 ini Unnes kembali menyalurkan Bidikmisi dengan jumlah terbanyak dan tercepat se-Indonesia, yakni 1.750 beasiswa di waktu penerimaan mahasiswa baru. Namun pada tahap pertama ini baru tersalur 1.670 beasiswa, sedangkan sisanya menunggu proses verifikasi dari calon mahasiswa yang mengikuti seleksi di prodi-prodi yang baru dibuka oleh Unnes.
''Dalam buku tabungan mahasiswa baru penerima Bidikmisi tersebut sudah ada saldo Rp 600 ribu untuk biaya hidup bulan Agustus. Karena mereka kuliah di Unnes kan juga butuh biaya untuk makan, kos, atau beli buku,'' kata Rektor.
Sementara itu, berdasarkan rekaman data akademik jumlah peminat Bidikmisi di Unnes pada tahun ini mencapai 22.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun untuk dapat diterima mereka harus lolos seleksi secara akademik, verifikasi, dan survei lapangan.
Ketua Panitia Bidikmisi Unnes, Alamsyah menyampaikan, kuota Bidikmisi yang didapatkan Unnes pun meningkat pada tahun ini, yaitu mencapai 1.750 beasiswa. Tahun 2010, Unnes menyalurkan 400 beasiswa, dan 2011 memberikan 1.450 beasiswa kepada mahasiswa miskin berpretasi.
''Secara rinci 1.670 mahasiswa yang mendapat Bidikmisi di Unnes terdiri dari 400 orang laki-laki dan 1.270 perempuan. Mereka berasal dari FIP (268), FBS (285), FIS (210), FMIPA (304), FT (174), FIK (121), FE (268), dan FH (40),'' tuturnya. (K3/JBSM/15)
Label:
Bidikmisi,
Mahasiswa,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Rektor,
Semarang,
UNNES
11.26
SEMARANG- Rektor Unnes belum lama ini bersilaturahim ke rumah penerima Bidikmisi di Purbalingga, Temanggung, dan Magelang.
Turunnya program Bidikmisi atau beasiswa pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu atau miskin tapi berprestasi sudah berjalan selama tiga tahun ini.
Maka itu, program ini harus benar-benar dikawal supaya tepat sasaran. Artinya mahasiswa penerima memang layak untuk mendapatkan fasilitas dari pemerintah, yakni biaya pendidikan penuh plus uang saku selama kuliah.
Ya, pengawalan itu pun juga dilakukan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai PTN yang mengalokasikan beasiswa tersebut. Bahkan, agar tepat sasaran berbagai cara pun dilakukan, mulai survei lapangan untuk membuktikan kondisi ekonomi keluarga bersangkutan hingga pembinaan kepada mahasiswa penerima selama kuliah di Unnes.
''Agar beasiswa Bidikmisi tepat sasaran, jika memang mahasiswa yang mendaftar tidak memenuhi syarat kami tidak segan untuk tidak meloloskan dalam proses verifikasi.
Tim survei yang diterjunkan, lanjut dia, adalah para dosen dan mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut. Tugasnya mengecek latar belakang calon mahasiswa Bidikmisi itu apa benar-benar miskin dan pantas untuk difasilitasi.
Perlu diketahui pada tahun pertama 2010 Unnes menerima 400 beasiswa Bidikmisi, tahun 2011 mengalokasikan 1.450 beasiswa, dan tahun 2012 ini jumlahnya meningkat hingga 1.750.
Pada kesempatan Ramadan dan Lebaran ini, jajaran pimpinan Unnes melakukan kunjungan ke rumah penerima Bidikmisi.
''Dengan adanya Bidikmisi keinginan saya melanjutkan kuliah tidak jadi pupus. Sebab, saya bisa meraih cita-cita dan mimpi mendiang orang tua yang menginginkan saya dapat kuliah,'' tutur Noor, mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia ini. (Anggun Puspita/JBSM/15)
Rektor Unnes Kunjungi Penerima Bidikmisi
Written By amoy ya annisaa on Selasa, 28 Agustus 2012 | 11.26
SEMARANG- Rektor Unnes belum lama ini bersilaturahim ke rumah penerima Bidikmisi di Purbalingga, Temanggung, dan Magelang.
Turunnya program Bidikmisi atau beasiswa pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu atau miskin tapi berprestasi sudah berjalan selama tiga tahun ini.
Setiap perguruan tinggi negeri (PTN) wajib memenuhi kuota yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tujuannya agar mahasiswa miskin berprestasi akademik tetap dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Maka itu, program ini harus benar-benar dikawal supaya tepat sasaran. Artinya mahasiswa penerima memang layak untuk mendapatkan fasilitas dari pemerintah, yakni biaya pendidikan penuh plus uang saku selama kuliah.
Ya, pengawalan itu pun juga dilakukan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai PTN yang mengalokasikan beasiswa tersebut. Bahkan, agar tepat sasaran berbagai cara pun dilakukan, mulai survei lapangan untuk membuktikan kondisi ekonomi keluarga bersangkutan hingga pembinaan kepada mahasiswa penerima selama kuliah di Unnes.
''Agar beasiswa Bidikmisi tepat sasaran, jika memang mahasiswa yang mendaftar tidak memenuhi syarat kami tidak segan untuk tidak meloloskan dalam proses verifikasi.
Sebab, para pendaftar Bidikmisi di Unnes selalu kami survei dengan menerjunkan tim ke setiap daerah dan provinsi di Indonesia,'' ungkap Rektor Unnes, Prof Sudijono Sastroatmodjo di sela-sela silaturahmi ke rumah penerima Bidikmisi Unnes di Purbalingga, Temanggung, dan Magelang, belum lama ini.
Tim survei yang diterjunkan, lanjut dia, adalah para dosen dan mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut. Tugasnya mengecek latar belakang calon mahasiswa Bidikmisi itu apa benar-benar miskin dan pantas untuk difasilitasi.
''Dari laporan mereka kita akan tahu bagaimana kondisi keluarganya, hingga foto rumah calon mahasiswa. Adapun, kami memprioritaskan para yatim piatu yang tidak mampu dan mereka yang orang tuanya berpenghasilan minim.”
Perlu diketahui pada tahun pertama 2010 Unnes menerima 400 beasiswa Bidikmisi, tahun 2011 mengalokasikan 1.450 beasiswa, dan tahun 2012 ini jumlahnya meningkat hingga 1.750.
Berbagai pembinaan pun dilakukan kampus, seperti pemberian motivasi, jambore Bidikmisi, hingga kunjungan dari pihak universitas seperti yang dilakukan langsung oleh rektor bersama jajaran pembantu rektor, ketua senat, dan dekan ke tempat mahasiswa.
Pada kesempatan Ramadan dan Lebaran ini, jajaran pimpinan Unnes melakukan kunjungan ke rumah penerima Bidikmisi.
Di antaranya, M Awaludin Noor (19) di Kelurahan Kalijaran Kecamatan Karanganyar Purbalingga, Fatika Sari (18) di Desa Bandingan Kecamatan Kejobong Purbalingga, Nafisa Dian Hikmaya (19) di Gandon Kaluran Temanggung, dan dua mahasiswa di Magelang. Mayoritas mereka adalah yatim piatu yang tinggal bersama kakek nenek atau kakaknya.
''Dengan adanya Bidikmisi keinginan saya melanjutkan kuliah tidak jadi pupus. Sebab, saya bisa meraih cita-cita dan mimpi mendiang orang tua yang menginginkan saya dapat kuliah,'' tutur Noor, mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia ini. (Anggun Puspita/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Rektor,
Semarang,
UNNES
13.57
“Hingga pukul 10.10, ada 43 karyawan yang belum melakukan presensi,” ungkap Rektor Prof Sudijono Sastroatmodjo, di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di fakultas-fakultas di laman unnes.ac.id.
Menurut Rektor, data tersebut dapat dengan cepat diketahui karena sejak lebih dari tiga tahun lalu Unnes telah memberlakukan presensi online. Cukup dengan men-scan barcode pada ID-card atau mengetik nomor induk pegawai (NIP) masing-masing, setiap pegawai Unnes akan tercatat kehadirannya. Termasuk jumlah menit keterlambatannya.
Kepada para pegawai yang telah hadir tepat waktu, Rektor menyampaikan apresiasinya. “Hadir pada hari pertama, apalagi tepat waku, tentu bukan hal yang mudah dalam suasana seperti ini. Karena itu, sebagai pimpinan universitas, saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas komitmen yang tinggi terhadap tanggung jawab sebagai pegawai,” katanya.
Sebelumnya, bersama para pejabat dan para tenaga kependidikan rektorat, sejak pukul 07.00 Rektor berhalalbihalal. Begitu bayak yang datang, hingga halalbihalal dadakan itu pun membentuk ular-ularan di lantai II. (15)
Unnes Gelar Halal Bihalal Dadakan
Written By amoy ya annisaa on Senin, 27 Agustus 2012 | 13.57
![]() |
| HALAL BIHALAL: Halal Bihalal dadakan di Unnes membentuk ular-ularan. (HARSEM/DOK) |
SEMARANG- Sebanyak 723 atau 94,39% karyawan Universitas Negeri Semarang (Unnes) hadir pada hari pertama kerja setelah cuti bersama Idul Fitri 1433 H, Kamis (23/8). Dari sejumlah itu, 587 (77%) hadir sebelum pukul 07.30. Selama 45 menit berikutnya 105 hadir, sedangkan 31 orang baru hadir setelah itu.
“Hingga pukul 10.10, ada 43 karyawan yang belum melakukan presensi,” ungkap Rektor Prof Sudijono Sastroatmodjo, di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di fakultas-fakultas di laman unnes.ac.id.
Dalam inspeksi itu, Rektor disertai Pembantu Rektor I Dr Agus Wahyudin, Pembantu Rektor II Wahyono MM, Pembantu Rektor III Prof Masrukhi, Pembantu Rektor IV Prof Fathur Rokhman, dan Ketua Senat/Ketua LP3 Prof DYP Sugiharto.
Menurut Rektor, data tersebut dapat dengan cepat diketahui karena sejak lebih dari tiga tahun lalu Unnes telah memberlakukan presensi online. Cukup dengan men-scan barcode pada ID-card atau mengetik nomor induk pegawai (NIP) masing-masing, setiap pegawai Unnes akan tercatat kehadirannya. Termasuk jumlah menit keterlambatannya.
Kepada para pegawai yang telah hadir tepat waktu, Rektor menyampaikan apresiasinya. “Hadir pada hari pertama, apalagi tepat waku, tentu bukan hal yang mudah dalam suasana seperti ini. Karena itu, sebagai pimpinan universitas, saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas komitmen yang tinggi terhadap tanggung jawab sebagai pegawai,” katanya.
Sebelumnya, bersama para pejabat dan para tenaga kependidikan rektorat, sejak pukul 07.00 Rektor berhalalbihalal. Begitu bayak yang datang, hingga halalbihalal dadakan itu pun membentuk ular-ularan di lantai II. (15)
Label:
Halal Bihalal,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
UNNES
13.54
Kegiatan akan dilaksanakan Jumat dan Sabtu, 31 Agustus dan 1 September 2012 pukul 07.00 hingga 13.00 di fakultas masing-masing. Adapun peserta, diwajibkan membuat tanda pengenal dan tali yang digunakan pada tanda pengenal berwarna sesuai dengan warna fakultas masing-masing; FIP-hijau, FBS-ungu, FIS-merah, FMIPA-biru muda, FT-orange, FIK-putih, FE-biru tua, dan FH-merah.
Pengarahan kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan temu teknis Program Pengenalan Akademik (PPA) Unnes 2012, yakni Senin, 27 Agustus 2012 di fakultas masing-masing (unnes.ac.id).
Diajak Adaptasi
Pola pembinaan gerakan pramuka memiliki nilai-nilai dan norma sosial yang sangat relevan dengan kehidupan di perguruan tinggi. Bertujuan membentuk pribadi pemikir dan pemimpin tangguh. Pribadi mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi pelopor perjuangan dan pembangunan moral bangsa.
Selama mengikuti kegiatan, seluruh peserta diwajibkan seragam pramuka lengkap. Penjelasan lebih lanjut akan disampikan saat temu teknis di masing masing fakultas, atau kunjungi laman http://pramuka.unnes.ac.id/. OKPT Unnes 2012 tidak dikenakan biaya tambahan administratif. (15)
Mahasiswa Baru Unnes Wajib Ikuti Orientasi Kepramukaan
![]() |
| KEGIATAN PRAMUKA: Kegiatan pramuka di Unnes untuk membentuk pribadi pemikir dan pemimpin tangguh. (HARSEM/DOK) |
SEMARANG- Semua mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun akademik 2012/2013 diwajibkan mengikuti Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) Unnes tahun 2012.
Kegiatan akan dilaksanakan Jumat dan Sabtu, 31 Agustus dan 1 September 2012 pukul 07.00 hingga 13.00 di fakultas masing-masing. Adapun peserta, diwajibkan membuat tanda pengenal dan tali yang digunakan pada tanda pengenal berwarna sesuai dengan warna fakultas masing-masing; FIP-hijau, FBS-ungu, FIS-merah, FMIPA-biru muda, FT-orange, FIK-putih, FE-biru tua, dan FH-merah.
Pengarahan kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan temu teknis Program Pengenalan Akademik (PPA) Unnes 2012, yakni Senin, 27 Agustus 2012 di fakultas masing-masing (unnes.ac.id).
Diajak Adaptasi
Dalam mengikuti orientasi itu, mahasiswa baru akan diajak untuk beradaptasi dalam hal psikologi, sosial, dan budaya. OKPT sebagai bagian awal dari proses belajar di kampus berfungsi meletakkan dasar pembinaan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui dan memahami kehidupan kampus Unnes, sehingga akan menghasilkan mahasiswa yang patuh dan taat pada norma-norma yang berada di lingkungannya.
Pola pembinaan gerakan pramuka memiliki nilai-nilai dan norma sosial yang sangat relevan dengan kehidupan di perguruan tinggi. Bertujuan membentuk pribadi pemikir dan pemimpin tangguh. Pribadi mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi pelopor perjuangan dan pembangunan moral bangsa.
Selama mengikuti kegiatan, seluruh peserta diwajibkan seragam pramuka lengkap. Penjelasan lebih lanjut akan disampikan saat temu teknis di masing masing fakultas, atau kunjungi laman http://pramuka.unnes.ac.id/. OKPT Unnes 2012 tidak dikenakan biaya tambahan administratif. (15)
Label:
Mahasiswa,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Pramuka,
Semarang,
UNNES
11.16
Sebuah bencana ternyata bisa menjadi berkah bagi yang mau berupaya. Seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) diantaranya, Aji Christian Bani Adam (FMIPA-Kimia), Umarudin (FMIPA-Biologi), Oki Prisnawan Dani (Fakultas Ekonomi), dan Yoga Pratama (Fakultas Ilmu Keolahragaan).
Mereka menyulap bencana lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo Jawa Timur menjadi peluang berinovasi sekaligus turut membantu warga di kawasan tersebut. Yakni dengan memanfaatkan lumpur di sana untuk membuat baterai bernama LUSI Cell Battery. Adapun nama LUSI sendiri merupakan kepanjangan dari Lumpur Sidoarjo.
Aji mengatakan, tingkat salinitas lumpur yang cukup tinggi yakni mencapai 40% menjadi alasan untuk membuat baterai. Apalagi didukung dengan kandungan logam akibat pengeboran, misalnya lantanida, merkuri, timbal, mangan, seng, natrium dan lainnya.
''Logam yang dikandung dalam lumpur lapindo Sidoarjo ini merupakan bahan-bahan yang digunakan dalam baterai,'' ungkapnya. Mereka berempat melakukan observasi selama tujuh bulan sejak Desember 2011, dan penemuan itu diikutsertakan dalam kompetisi Technopreneurship yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi di Graha Widya Puspiptek Serpong, 9-21 Juli lalu. Dan kerja keras itu pun menuai hasil dengan meraih Juara II pada lomba tersebut.
Pembuatan baterai dari lumpur tersebut melewati sejumlah proses dan masih menggunakan metode manual. ''Kami memanfaatkan selongsong baterai bekas yang sudah tidak terpakai, lalu mengisinya dengan sel kering hasil ekstrasi lumpur lapindo yang mengandung mangaan, merkuri, dan sejumlah zat lainnya itu,'' jelas Aji.
Untuk membuat satu buah baterai bisa dibilang cukup cepat. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit saja baterai dengan daya 1,5 volt sudah terkemas rapi. Namun, untuk proses ekstraksi hingga menjadi sel kering memang butuh waktu 10 hari.
''Baterai-baterai yang sudah kami buat ini, dijual seharga Rp 3.000 per buahnya. Namun jika ada yang membeli empat baterai sekaligus, kami berikan harga khusus sebesar Rp 10.000. Adapun, dari hasil penjualan tiap paketnya kami donasikan 1 kilogram beras untuk disumbangkan kepada warga korban Lumpur Lapindo sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat,'' kata mahasiswa berusia 24 tahun ini.
Sementara itu, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unnes Prof Masrukhi mengaku, bangga dengan prestasi yang ditorehkan para mahasiswanya tersebut. Masrukhi juga berharap, apa yang sudah dicapai oleh Aji dan kawan-kawan tersebut dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa lainnya di Unnes untuk berkreasi sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
''Jika penemuan tersebut dapat dikembangkan lebih jauh, dan dapat diproduksi secara masal oleh investor maka akan sangat berguna ke depannya. Saya juga bangga dengan sistem pemasarannya yang turut memikirkan nasib korban lumpur dengan menyumbang satu kilogram beras dalam setiap penjualan baterai,'' tandasnya. (anggun puspita/JBSM/15)
Lumpur Lapindo Jadi Baterai
Written By amoy ya annisaa on Senin, 13 Agustus 2012 | 11.16
![]() |
| BATERAI LUSI: Salah satu mahasiswa Unnes, Aji Christian Bani Adam menunjukkan hasil inovasinya baterai LUSI yang dibuat dari lumpur Lapindo Porong Sidoarjo. (HARSEM/JBSM/ANGGUN PUSPITA) |
SEMARANG- Mahasiswa Unnes memanfaatkan lumpur Lapindo untuk membuat baterai LUSI Cell Battery.
Sebuah bencana ternyata bisa menjadi berkah bagi yang mau berupaya. Seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) diantaranya, Aji Christian Bani Adam (FMIPA-Kimia), Umarudin (FMIPA-Biologi), Oki Prisnawan Dani (Fakultas Ekonomi), dan Yoga Pratama (Fakultas Ilmu Keolahragaan).
Mereka menyulap bencana lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo Jawa Timur menjadi peluang berinovasi sekaligus turut membantu warga di kawasan tersebut. Yakni dengan memanfaatkan lumpur di sana untuk membuat baterai bernama LUSI Cell Battery. Adapun nama LUSI sendiri merupakan kepanjangan dari Lumpur Sidoarjo.
Aji mengatakan, tingkat salinitas lumpur yang cukup tinggi yakni mencapai 40% menjadi alasan untuk membuat baterai. Apalagi didukung dengan kandungan logam akibat pengeboran, misalnya lantanida, merkuri, timbal, mangan, seng, natrium dan lainnya.
''Logam yang dikandung dalam lumpur lapindo Sidoarjo ini merupakan bahan-bahan yang digunakan dalam baterai,'' ungkapnya. Mereka berempat melakukan observasi selama tujuh bulan sejak Desember 2011, dan penemuan itu diikutsertakan dalam kompetisi Technopreneurship yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi di Graha Widya Puspiptek Serpong, 9-21 Juli lalu. Dan kerja keras itu pun menuai hasil dengan meraih Juara II pada lomba tersebut.
Pembuatan baterai dari lumpur tersebut melewati sejumlah proses dan masih menggunakan metode manual. ''Kami memanfaatkan selongsong baterai bekas yang sudah tidak terpakai, lalu mengisinya dengan sel kering hasil ekstrasi lumpur lapindo yang mengandung mangaan, merkuri, dan sejumlah zat lainnya itu,'' jelas Aji.
Untuk membuat satu buah baterai bisa dibilang cukup cepat. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit saja baterai dengan daya 1,5 volt sudah terkemas rapi. Namun, untuk proses ekstraksi hingga menjadi sel kering memang butuh waktu 10 hari.
''Baterai-baterai yang sudah kami buat ini, dijual seharga Rp 3.000 per buahnya. Namun jika ada yang membeli empat baterai sekaligus, kami berikan harga khusus sebesar Rp 10.000. Adapun, dari hasil penjualan tiap paketnya kami donasikan 1 kilogram beras untuk disumbangkan kepada warga korban Lumpur Lapindo sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat,'' kata mahasiswa berusia 24 tahun ini.
Sementara itu, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unnes Prof Masrukhi mengaku, bangga dengan prestasi yang ditorehkan para mahasiswanya tersebut. Masrukhi juga berharap, apa yang sudah dicapai oleh Aji dan kawan-kawan tersebut dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa lainnya di Unnes untuk berkreasi sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
''Jika penemuan tersebut dapat dikembangkan lebih jauh, dan dapat diproduksi secara masal oleh investor maka akan sangat berguna ke depannya. Saya juga bangga dengan sistem pemasarannya yang turut memikirkan nasib korban lumpur dengan menyumbang satu kilogram beras dalam setiap penjualan baterai,'' tandasnya. (anggun puspita/JBSM/15)
Label:
Amal,
Mahasiswa,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
UNNES
10.14
Mereka adalah Ayu Fitriani, Dani Ardiyawan, Guruh Tri Utomo dan Uswatun Hasanah. Karena kepeduliannya terhadap kesenian daerah, mereka berhasil meraih juara pertama Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2012 kategori program kreativitas mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat.
Ayu mengatakan, Kuda Lumping sendiri merupakan kesenian lama di Kabupaten Semarang. “Tapi sudah lama vakum, jarang ada yang memainkannya,” jelasnya. Untuk itu, dirinya bersama tiga rekan yang lain berusaha untuk menghidupkan kembali tradisi yang bersifat menghibur tersebut. “Kami berinisiatif untuk memodifikasi kesenian Kuda Lumping konvensional dengan sentuhan teatrikal,” jelasnya.
Tujuannya bisa menambah nilai jual pada kesenian tersebut. “Dengan begini, Kuda Lumping kesannya tidak lagi mistis, namun lebih bermuatan kesenian. Juga ada cerita yang diangkat,” jelasnya.
Karena, selama ini kesenian Kuda Lumping jarang dimainkan dengan membawakan sebuah cerita. “Sejauh ini kami sudah mulai melatih warga sekitar, terutama anak-anak dan warga sekitar untuk memainkan kesenian ini,” jelasnya.
Kegiatan tersebut sudah berlangsung selama dua bulan lalu. “Agar lebih mudah bagi kami untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi dengan warga sekitar, kami didampingi oleh sejumlah sesepuh desa,” kata dia.
Dipilihnya, anak-anak dan remaja dengan tujuan agar ada regenerasi untuk memainkan kesenian ini. “Namun begitu, kami tetap minta didampingi oleh para sesepuh atau tokoh desa agar kesenian ini tidak hilang rohnya,” terangnya.
Sejauh ini, antusiasme masyarakat dalam bermain teater kuda lumping cukup besar. “Pada tanggal 15 April lalu, kami sudah pentas perdana di desa tersebut, ada 70 warga yang ikut ambil bagian dalam memainkan kesenian ini,” urainya.
Tak hanya itu, kalangan pemerintah pun menyambut dengan baik adanya kesenian ini. ”Pementasan perdana itu dihadiri berbagai kalangan terkait, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Kami berharap pemerintah daerah menjadikan Desa Baran Dukuh Lor sebagai desa wisata,” tegasnya.
Desa Baran Dukuh Lor sendiri memiliki banyak potensi yang layak dikembangkan untuk pariwisata, seperti kerajinan ronce melati, pembuatan ornamen jaran kepang, dan batu bata. (awi/15)
Mahasiswa Unnes Hidupkan Kuda Lumping
Written By amoy ya annisaa on Kamis, 09 Agustus 2012 | 10.14
![]() |
| KUDA LUMPING: Empat mahasiswa Unnes mengembangkan kesenian daerah yakni teater Kuda Lumping. (HARSEM/UNNES.AC.ID) |
SEMARANG- Kembangkan teater Kuda Lumping, empat mahasiswa Unnes sabet juara pertama Pimnas 2012 kategori program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat.
Demi mengangkat potensi daerah di Desa Baran Dukuh Lor, Kabupaten Semarang, empat mahasiswa Unnes mengembangkan kesenian daerah yakni teater Kuda Lumping.
Demi mengangkat potensi daerah di Desa Baran Dukuh Lor, Kabupaten Semarang, empat mahasiswa Unnes mengembangkan kesenian daerah yakni teater Kuda Lumping.
Mereka adalah Ayu Fitriani, Dani Ardiyawan, Guruh Tri Utomo dan Uswatun Hasanah. Karena kepeduliannya terhadap kesenian daerah, mereka berhasil meraih juara pertama Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2012 kategori program kreativitas mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat.
Ayu mengatakan, Kuda Lumping sendiri merupakan kesenian lama di Kabupaten Semarang. “Tapi sudah lama vakum, jarang ada yang memainkannya,” jelasnya. Untuk itu, dirinya bersama tiga rekan yang lain berusaha untuk menghidupkan kembali tradisi yang bersifat menghibur tersebut. “Kami berinisiatif untuk memodifikasi kesenian Kuda Lumping konvensional dengan sentuhan teatrikal,” jelasnya.
Tujuannya bisa menambah nilai jual pada kesenian tersebut. “Dengan begini, Kuda Lumping kesannya tidak lagi mistis, namun lebih bermuatan kesenian. Juga ada cerita yang diangkat,” jelasnya.
Karena, selama ini kesenian Kuda Lumping jarang dimainkan dengan membawakan sebuah cerita. “Sejauh ini kami sudah mulai melatih warga sekitar, terutama anak-anak dan warga sekitar untuk memainkan kesenian ini,” jelasnya.
Kegiatan tersebut sudah berlangsung selama dua bulan lalu. “Agar lebih mudah bagi kami untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi dengan warga sekitar, kami didampingi oleh sejumlah sesepuh desa,” kata dia.
Dipilihnya, anak-anak dan remaja dengan tujuan agar ada regenerasi untuk memainkan kesenian ini. “Namun begitu, kami tetap minta didampingi oleh para sesepuh atau tokoh desa agar kesenian ini tidak hilang rohnya,” terangnya.
Sejauh ini, antusiasme masyarakat dalam bermain teater kuda lumping cukup besar. “Pada tanggal 15 April lalu, kami sudah pentas perdana di desa tersebut, ada 70 warga yang ikut ambil bagian dalam memainkan kesenian ini,” urainya.
Tak hanya itu, kalangan pemerintah pun menyambut dengan baik adanya kesenian ini. ”Pementasan perdana itu dihadiri berbagai kalangan terkait, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Kami berharap pemerintah daerah menjadikan Desa Baran Dukuh Lor sebagai desa wisata,” tegasnya.
Desa Baran Dukuh Lor sendiri memiliki banyak potensi yang layak dikembangkan untuk pariwisata, seperti kerajinan ronce melati, pembuatan ornamen jaran kepang, dan batu bata. (awi/15)
Label:
Mahasiswa,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Prestasi,
Semarang,
UNNES
11.05
SEMARANG- Sesuai dengan amanah pembukaan UUD 1945 di antaranya mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah Indonesia mengadakan program SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal).
Sejumlah perguruan tinggi ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan tahap seleksi tersebut, salah satunya Unnes. Untuk peserta yang mengikuti seleksi di Unnes ada 250 orang.
Terkait program SM-3T, Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, rangkaian kebijakan tersebut bukan lahir hari ini. “Ini merupakan tindakan dari program setahun lalu. Pemerintah meluncurkan program SM-3T agar di seluruh wilayah Indonesia tersentuh oleh pendidikan,” tandasnya di sela pantauan tes, kemarin.
Dengan begitu, tidak ada wilayah di Indonesia ini yang tidak terjamah oleh sentuhan-sentuhan kebijakan nasional khususnya di bidang pendidikan.
Untuk tahun ini, ada 17 kampus yang ditunjuk. “Di antaranya Universitas Riau, Universitas Tanjung Pura, serta Universitas Mulawarman,” jelasnya.
Sedangkan untuk jumlah keseluruhan peserta tingkat nasional ada 3848. Awalnya untuk Jawa Tengah, pendaftar ada 592, setelah melalui seleksi administrasi dan IPK yang dilakukan secara online, terpilih 250 peserta yang mengikuti ujian.
Peserta berasal dari 10 progdi yang memang dibutuhkan. Di antaranya Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Jasmani Kesehatan, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan dan PGSD.
Untuk status para peserta yaitu sebagai peserta biasa. Namun, pengalaman dan pengabdian yang mereka lakukan, bisa digunakan sebagai tiket untuk menjadi guru. (awi/15)
Unnes Seleksi 250 Peserta SM-3T
Written By amoy ya annisaa on Senin, 06 Agustus 2012 | 11.05
| TINJAU SELEKSI: Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo saat meninjau seleksi SM-3T. (HARSEM/ARIS WASITA W) |
SEMARANG- Sesuai dengan amanah pembukaan UUD 1945 di antaranya mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah Indonesia mengadakan program SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal).
Sejumlah perguruan tinggi ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan tahap seleksi tersebut, salah satunya Unnes. Untuk peserta yang mengikuti seleksi di Unnes ada 250 orang.
Terkait program SM-3T, Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, rangkaian kebijakan tersebut bukan lahir hari ini. “Ini merupakan tindakan dari program setahun lalu. Pemerintah meluncurkan program SM-3T agar di seluruh wilayah Indonesia tersentuh oleh pendidikan,” tandasnya di sela pantauan tes, kemarin.
Dengan begitu, tidak ada wilayah di Indonesia ini yang tidak terjamah oleh sentuhan-sentuhan kebijakan nasional khususnya di bidang pendidikan.
“Sebelumnya, ada kesulitan-kesulitan untuk menempatkan guru di berbagai daerah yang terluar, terdepan, dan terpencil. Pemerintah menangkap satu situasi tanpa ada bantuan barangkali di daerah-daerah itu akan muncul permasalahan kekurangan guru. Maka di tahun 2011 lalu, ada 12 perguruan tinggi yang ditugasi untuk menyelenggarakan itu,” jelasnya.
Untuk tahun ini, ada 17 kampus yang ditunjuk. “Di antaranya Universitas Riau, Universitas Tanjung Pura, serta Universitas Mulawarman,” jelasnya.
Sementara itu, para peserta yang berasal dari berbagai bidang pendidikan ini, akan dikirim ke sembilan provinsi yang membutuhkan bantuan pendidik. Di antaranya Aceh, NTT (Nusa Tenggara Timur), Kepri (Kepulauan Riau), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Papua, Papua Barat serta Sulawesi Utara.
Sedangkan untuk jumlah keseluruhan peserta tingkat nasional ada 3848. Awalnya untuk Jawa Tengah, pendaftar ada 592, setelah melalui seleksi administrasi dan IPK yang dilakukan secara online, terpilih 250 peserta yang mengikuti ujian.
Peserta berasal dari 10 progdi yang memang dibutuhkan. Di antaranya Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Jasmani Kesehatan, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan dan PGSD.
Untuk status para peserta yaitu sebagai peserta biasa. Namun, pengalaman dan pengabdian yang mereka lakukan, bisa digunakan sebagai tiket untuk menjadi guru. (awi/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Rektor,
Semarang,
Ujian,
UNNES
11.08
Kondisi itu terlihat dari jumlah pendaftar prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang mencapai 1.083 orang, sedangkan daya tampung hanya 120 kursi. Kemudian, prodi Pendidikan Matematika dari daya tampung 40 kursi diperebutkan 608 peserta. Begitupun dengan prodi kependidikan lainnya.
Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo di sela-sela pantauan ujian tersebut mengatakan, beberapa program studi memang menjadi favorit karena banyak jumlah pendaftarnya. Sehingga tingkat keketatan persaingannya besar, terutama pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan.
"Adapun selain prodi kependidikan, untuk prodi lain yang jumlah pesertanya tinggi yakni Akuntansi dan Manajemen di Fakultas Ekonomi. Tingkat ketetatan persaingan masuk program studi favorit tersebut rata-rata 1:20, artinya satu pendaftar harus bersaingan dengan 20 orang. Sedangkan, program-program studi lainnya ketetatan persaingannya sekitar 1:5,'' jelasnya.
Tes SPMU yang dilaksanakan selama dua hari itu, dimana hari pertama untuk ujian tes potensi akademik, dan hari kedua untuk tes keterampilan bagi prodi tertentu tersebut diikuti oleh 8.298 peserta. Mereka akan memperebutkan 1.879 kursi yang tersebar di 36 jurusan atau 80 program studi melalui jalur mandiri Unnes itu.
Sudijono menyampaikan, peserta SPMU ini tidak hanya didominasi pendaftar dari wilayah Kota Semarang dan sekitarnya, tetapi dari berbagai daerah di Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, dan Jakarta. Sedangkan pelaksanaan tes terbagi di beberapa titik lokasi, yakni kampus Unnes Sekaran Gunungpati, Sekolah Teuku Umar, dan SMP 13 Semarang.
''Pengumuman hasil SPMU akan dilakukan pada 3 Agustus 2012. Karena itu, kami harus bekerja keras karena hanya ada waktu seminggu untuk melakukan penilaian. Memang relatif singkat sehingga kami harus bekerja cepat," katanya.
Sementara itu, salah satu peserta SPMU, Mutiarani mengaku, sangat berharap dapat diterima di salah satu prodi pilihannya. Alumni SMK 2 Semarang yang juga peraih nilai tertinggi UN 2012 itu memilih jurusan Pendidikan Akuntansi dan Akuntansi pada ujian tersebut.
''Karena ingin menjadi guru saya berharap dapat diterima di Pendidikan Akuntansi, tapi apapun hasilnya nanti tetap saya terima. Sebab, saingannya juga banyak,'' katanya yang juga mendaftar beasiswa Bidikmisi itu. (K3/JBSM/15)
PGSD, Prodi Favorit di Unnes
Written By amoy ya annisaa on Selasa, 31 Juli 2012 | 11.08
![]() |
| PANTAU SPMU: Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo melakukan pantauan
pelaksanaan ujian seleksi penerimaan mahasiswa Unnes (SPMU), Sabtu
(28/7). (HARSEM/JBSM/ANGGUN PUSPITA) |
SEMARANG- Tingkat keketatan persaingan peserta yang mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (SPMU), Sabtu-Minggu (28-29/7), untuk program studi kependidikan terbilang cukup tinggi. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang memperebutkan kursi di prodi tersebut.
Kondisi itu terlihat dari jumlah pendaftar prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang mencapai 1.083 orang, sedangkan daya tampung hanya 120 kursi. Kemudian, prodi Pendidikan Matematika dari daya tampung 40 kursi diperebutkan 608 peserta. Begitupun dengan prodi kependidikan lainnya.
Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo di sela-sela pantauan ujian tersebut mengatakan, beberapa program studi memang menjadi favorit karena banyak jumlah pendaftarnya. Sehingga tingkat keketatan persaingannya besar, terutama pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan.
"Adapun selain prodi kependidikan, untuk prodi lain yang jumlah pesertanya tinggi yakni Akuntansi dan Manajemen di Fakultas Ekonomi. Tingkat ketetatan persaingan masuk program studi favorit tersebut rata-rata 1:20, artinya satu pendaftar harus bersaingan dengan 20 orang. Sedangkan, program-program studi lainnya ketetatan persaingannya sekitar 1:5,'' jelasnya.
Tes SPMU yang dilaksanakan selama dua hari itu, dimana hari pertama untuk ujian tes potensi akademik, dan hari kedua untuk tes keterampilan bagi prodi tertentu tersebut diikuti oleh 8.298 peserta. Mereka akan memperebutkan 1.879 kursi yang tersebar di 36 jurusan atau 80 program studi melalui jalur mandiri Unnes itu.
Sudijono menyampaikan, peserta SPMU ini tidak hanya didominasi pendaftar dari wilayah Kota Semarang dan sekitarnya, tetapi dari berbagai daerah di Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, dan Jakarta. Sedangkan pelaksanaan tes terbagi di beberapa titik lokasi, yakni kampus Unnes Sekaran Gunungpati, Sekolah Teuku Umar, dan SMP 13 Semarang.
''Pengumuman hasil SPMU akan dilakukan pada 3 Agustus 2012. Karena itu, kami harus bekerja keras karena hanya ada waktu seminggu untuk melakukan penilaian. Memang relatif singkat sehingga kami harus bekerja cepat," katanya.
Sementara itu, salah satu peserta SPMU, Mutiarani mengaku, sangat berharap dapat diterima di salah satu prodi pilihannya. Alumni SMK 2 Semarang yang juga peraih nilai tertinggi UN 2012 itu memilih jurusan Pendidikan Akuntansi dan Akuntansi pada ujian tersebut.
''Karena ingin menjadi guru saya berharap dapat diterima di Pendidikan Akuntansi, tapi apapun hasilnya nanti tetap saya terima. Sebab, saingannya juga banyak,'' katanya yang juga mendaftar beasiswa Bidikmisi itu. (K3/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Rektor,
Semarang,
Ujian,
UNNES
14.13
Unnes Sabet Emas Debat Bahasa Arab
Written By Sena on Jumat, 13 Juli 2012 | 14.13
![]() |
| SABET EMAS: Dua mahasiswa Unnes berhasil menyabet medali emas pada lomba Debat Bahasa Arab di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (Pimnas) XXV di UMY(HARSEM/JBSM/DOK) |
SEMARANG-Tim Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil menyabet medali emas pada lomba Debat Bahasa Arab di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (Pimnas) XXV di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (10/7) malam.
Sang juara tersebut adalah Gilar Rizqi Nugroho dan Jamat Jamil yang merupakan mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Bahasa dan Seni. Selain meraih Juara I, Jamat Jamil juga terpilih menjadi pendebat terbaik. Adapun, Juara II diraih Universitas Negeri Malang (UM) dan juara III Universitas Islam Indonesia (UII).
Saat menyampaikan kabar baik itu, Rabu (11/7), Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof Masrukhi mengatakan, bahwa lawan dari lomba debat itu sama-sama tangguh. Bahkan, pada saat babak final peserta lomba belum mengetahui tentang tema yang akan diberikan panitia.
''Untungnya tim Unnes sangat optimisme dapat melalui itu, apalagi setelah tahu bahwa tema yang diperdebatkan tentang pemberian hukuman mati bagi para koruptor,'' jelasnya yang meneruskan kabar dari pemenang lomba debat tersebut.
Lomba Bahasa Arab kali ini dikemas dengan sistem British yang mempertandingkan empat tim dalam babak final. Kemudian mereka dibagi dalam dua tim pro dan dua tim kontra. Perdebatan berlangsung sengit manakala peserta memberikan paparan yang kemudian disanggah oleh tim lawan.
''Kami merasa senang sekali dan tidak menduga akan memperoleh gelar juara pertama. Harapan kami pada lomba ini hanya menargetkan hasil yang lebih baik dibanding Pimnas 2011 di Makasar lalu. Tetapi Alhamdulillah, Allah menganugerahkan lebih kepada tim kami,'' ungkap Jamat Jamil ketika dihubungi melalui telepon, kemarin.
Ratusan Karya
Ratusan karya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan non-PKM memenuhi Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Karya tersebut merupakan hasil kreativitas mahasiswa yang bertarung dalam Pimnas ke-25 yang berlangsung di kampus tersebut.
Gerai pameran poster PKM berada di dalam gedung Sportorium, pameran produk non-PKM berada di sisi barat dan hasil karya lomba berada di sisi timur. Tak hanya peserta yang menonton karya-karya itu tapi juga masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kreasi mahasiswa dari seluruh Indonesia.
''Peserta pameran ada 400 poster dan produk tim PKM yang lolos Pimnas sedangkan untuk pameran produk non-PKM diisi sebanyak 18 gerai dengan produk-produk unggulan dari tuan rumah UMY dan beberapa peserta seperti UI, IPB, ITS, UGM, Undip, UNS dan lainnya,'' papar Koordinator Pameran Poster, Produk PKM dan non-PKM, Bambang Wahyu Nugroho SIP MA, kemarin.
Pameran berlangsung hingga hari ini dan buka sejak pukul 09.00-21.00. Masyarakat yang tertarik dengan karya inovasi mahasiswa bisa datang dan melihat langsung. Peserta juga akan menjelaskan hasil karyanya karena masing-masing gerai ada petugas jaga.
Bambang menjelaskan produk-produk unggulan yang dipamerkan bervariasi. Kampus IPB misalnya menampilkan beberapa hasil karya penelitian dosen dan mahasiswanya. Karya mereka antara lain belalang ranting, koleksi-koleksi serangga unik dan langka, jambu kristal yang memiliki sedikit biji, beras analog yang merupakan campuran bahan dasar lokal berupa jagung, sagu, sorgum dan umbi-umbian.
UNS juga menampilkan karya inovasi seperti mesin pengisian dan pengepresan baglog jamur dengan sistem semi otomatis, teh celup herbal, peningkatan sifat gasohol dengan penambahan bioetil asetat dan MTBE sebagai biofuel generasi kedua yang ramah lingkungan.
Lain lagi Undip yang menampilkan pemanfaatan bio oil sebagai bioaditif membran cair emulsi untuk recoveri khrom dari limbah cair, alat pengepres singkong berbasis hidrolik, pengering gabah resirkulasi tipe konveyor pneumatik dan beberapa lainnya.
Tuan rumah UMY memamerkan beberapa produk unggulan seperti aneka makanan berbahan dasar telo (ketela), tanaman hias dalam bentuk hortirarium, terarium dan hidrogel, serta pesawat kontrol hasil karya mahasiswa Teknik Mesin kampus tersebut. (K3/D19/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
UNNES
13.45
Hal itu disampaikan promovendus doktor manajemen pendidikan dari Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Subagyo, di ujian disertasi terbuka di kampus tersebut, Selasa (10/7).
Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes itu di hadapan para penguji yang diketuai Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi menjelaskan, bahwa dalam proses pendidikan di Akpol ada tiga aspek yang dilakukan secara bersinergi yaitu, pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan.
''Pengasuhan merupakan bagian dari keseluruhan proses pendidikan yang dilakukan di Akpol. Dalam pengasuhan terjadi transfer nilai seperti dasar kepolisian, etika polisi kepada para taruna yang dijadikan rambu dalam proses pengembangan karakter polisi sipil,'' ungkap laki-laki kelahiran Boyolali, 8 Agustus 1951 itu.
Dalam disertasi yang berjudul ''Model Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian Sebagai Pembangun Karakter Polisi Sipil'' itu promovendus mencoba mengangkat permasalahan mengenai dibutuhkannya polisi sipil yang bisa melayani dan mengayomi masyarakat. Sebab, dewasai ini masyarakat Indonesia sendiri menjadi lebih demokratis, maju, dan kritis dalam menyikapi berbagai hal.
''Maka itu dalam pendidikan taruna akpol nilai-nilai militer harus dapat dieliminir dan mengutamakan nilai sipil dalam pembentukan karakter calon polisi tersebut. Sekarang pun hal itu juga sudah diimplementasikan dalam model pendidikannya dan perlu ditingkatkan lagi,'' katanya yang juga sebagai dosen Akpol itu.
Adapun untuk mewujudkan keinginan itu perlu kerja sama dengan para penyelenggara pendidikan yang secara konsisten mampu memberikan teladan secara baik. (K3/JBSM/15)
Pendidikan Taruna Akpol, Nilai-nilai Militer Harus Dieliminir
Written By amoy ya annisaa on Kamis, 12 Juli 2012 | 13.45
SEMARANG- Pola atau model pengasuhan dalam pendidikan taruna di Akademi Kepolisian (Akpol) memberikan pengaruh dalam pembentukan karakter mereka untuk menjadi polisi sipil. Hal itu dilakukan dalam transfer nilai antara pengasuh yakni anggota polisi sebagai pendidik kepada para taruna selama menempuh pendidikan disana.
Hal itu disampaikan promovendus doktor manajemen pendidikan dari Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Subagyo, di ujian disertasi terbuka di kampus tersebut, Selasa (10/7).
Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes itu di hadapan para penguji yang diketuai Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi menjelaskan, bahwa dalam proses pendidikan di Akpol ada tiga aspek yang dilakukan secara bersinergi yaitu, pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan.
''Pengasuhan merupakan bagian dari keseluruhan proses pendidikan yang dilakukan di Akpol. Dalam pengasuhan terjadi transfer nilai seperti dasar kepolisian, etika polisi kepada para taruna yang dijadikan rambu dalam proses pengembangan karakter polisi sipil,'' ungkap laki-laki kelahiran Boyolali, 8 Agustus 1951 itu.
Dalam disertasi yang berjudul ''Model Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian Sebagai Pembangun Karakter Polisi Sipil'' itu promovendus mencoba mengangkat permasalahan mengenai dibutuhkannya polisi sipil yang bisa melayani dan mengayomi masyarakat. Sebab, dewasai ini masyarakat Indonesia sendiri menjadi lebih demokratis, maju, dan kritis dalam menyikapi berbagai hal.
''Maka itu dalam pendidikan taruna akpol nilai-nilai militer harus dapat dieliminir dan mengutamakan nilai sipil dalam pembentukan karakter calon polisi tersebut. Sekarang pun hal itu juga sudah diimplementasikan dalam model pendidikannya dan perlu ditingkatkan lagi,'' katanya yang juga sebagai dosen Akpol itu.
Adapun untuk mewujudkan keinginan itu perlu kerja sama dengan para penyelenggara pendidikan yang secara konsisten mampu memberikan teladan secara baik. (K3/JBSM/15)
Label:
Akpol,
Doktor,
Pendidikan,
Penghargaan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
UNNES
13.34
“Salah satunya program jangka pendek, mengadakan pelatihan informasi dan teknologi, pelatihan ketrampilan dari kain perca. Sedangkan untuk remaja diberi pelatihan servis motor bekerjasama dengan Disnaker,” katanya.
Ifa mengaku, memilih kampung Tinjomoyo dikarenakan, wilayah etrsebut belum terjamah oleh program CSR, sekaligus lokasinya dekat dengan Kampus Unnes. “Di sini punya potensi untuk dijadikan desa wisata, karena di wilayah ini ada hutan yang bisa dimanfaatkan untuk hutan wisata dan outbond. Pelatihan ini akan diikuti warga di RW 08 selama 4-5 bulan, yang selanjutnya berupa pendampingan,” ungkapnya.
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr. Masrukhi, Mpd mengatakan, melalui desa sutera ini ada keuntungan yang bisa diperoleh, bagi masyarakat maupun anggota fungsionaris BEM Unnes. Keuntungan bagi masyarakat, kampus bisa dijadikan sebagai agen perubahan, diharapkan setelah kegiatan ini masyarakat bisa mendapat imbasnya.
“Ada ilmu maupun keahlian yang bisa diterima untuk masyarakat, dari berbagai kegiatan yang diadakan oleh BEM Unnes. Diantaranya, pelatihan maupun penyuluhan,” katanya.
Sedangkan bagi anggota fungsionaris BEM, dengan kegiatan ini bisa menjadi latihan untuk terjun langsung ke masyarakat, dapat menyerap aspirasi kebutuhan masyarakat yang nantinya bisa dijadikan bekal sebagai sosok pemimpin bangsa.
“Berbeda dengan KKN, kalau KKN mahasiswa dibebankan oleh kurikulum sehingga kebanyakan mahasiswa yang melakukan KKN hanya sebatas formalitas. Tetapi kegiatan ini memang menjadi proker dari BEM sehingga tidak ada beban di kurikulum,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Gunungpati Bambang Surono yang diwakilkan Kasubag Umum Kecamatan Gunungpati Sutikno mengucapkan terima kasih kepada Unnes. Dengan kegiatan ini akan berpengaruh terhadap lingkungan masyarakat Tinjomoyo.
“Mahasiswa juga bisa dijadikan sebagai sarana pembelajaran, sebagai aplikasi apa yang sudah diajarkan di universitas. Semoga bisa bermanfaat,” katanya. (wam)
Desa Sutera Kampung Tinjomoyo Diluncurkan
Written By amoy ya annisaa on Selasa, 10 Juli 2012 | 13.34
| SERAHKAN BIBIT: Pembantu Rektor III Prof Dr Masrukhi Mpd menyerahkan bibit tanaman kepada Sutikno. (WARA MERDEKAWATI) |
SUKOREJO-Mewujudkan
desa yang sehat, unggul dan sejahtera, itulah yang menjadi target dari
BEM Keluarga Mahasiswa Unnes dalam kegiatan desa binaan yang terangkum
dalam Sutera. Kegiatan yang merupakan pilot project dari Unnes ini
bertempat di Kampung Tinjomoyo RW 08 Kelurahan Sukorejo Kecamatan
Gunungpati.
KETUA panitia Ifa Listriani mengatakan, kegiatan desa binaan merupakan program kerja dari BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Unnes yang bekerjasama dengan LP2M (Lembaga Pengembangan Pengabdian Masyarakat). Dimana program yang ada di dalamnya bertujuan untuk menambah kemampuan skill warga setempat.
KETUA panitia Ifa Listriani mengatakan, kegiatan desa binaan merupakan program kerja dari BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Unnes yang bekerjasama dengan LP2M (Lembaga Pengembangan Pengabdian Masyarakat). Dimana program yang ada di dalamnya bertujuan untuk menambah kemampuan skill warga setempat.
“Salah satunya program jangka pendek, mengadakan pelatihan informasi dan teknologi, pelatihan ketrampilan dari kain perca. Sedangkan untuk remaja diberi pelatihan servis motor bekerjasama dengan Disnaker,” katanya.
Ifa mengaku, memilih kampung Tinjomoyo dikarenakan, wilayah etrsebut belum terjamah oleh program CSR, sekaligus lokasinya dekat dengan Kampus Unnes. “Di sini punya potensi untuk dijadikan desa wisata, karena di wilayah ini ada hutan yang bisa dimanfaatkan untuk hutan wisata dan outbond. Pelatihan ini akan diikuti warga di RW 08 selama 4-5 bulan, yang selanjutnya berupa pendampingan,” ungkapnya.
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr. Masrukhi, Mpd mengatakan, melalui desa sutera ini ada keuntungan yang bisa diperoleh, bagi masyarakat maupun anggota fungsionaris BEM Unnes. Keuntungan bagi masyarakat, kampus bisa dijadikan sebagai agen perubahan, diharapkan setelah kegiatan ini masyarakat bisa mendapat imbasnya.
“Ada ilmu maupun keahlian yang bisa diterima untuk masyarakat, dari berbagai kegiatan yang diadakan oleh BEM Unnes. Diantaranya, pelatihan maupun penyuluhan,” katanya.
Sedangkan bagi anggota fungsionaris BEM, dengan kegiatan ini bisa menjadi latihan untuk terjun langsung ke masyarakat, dapat menyerap aspirasi kebutuhan masyarakat yang nantinya bisa dijadikan bekal sebagai sosok pemimpin bangsa.
“Berbeda dengan KKN, kalau KKN mahasiswa dibebankan oleh kurikulum sehingga kebanyakan mahasiswa yang melakukan KKN hanya sebatas formalitas. Tetapi kegiatan ini memang menjadi proker dari BEM sehingga tidak ada beban di kurikulum,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Gunungpati Bambang Surono yang diwakilkan Kasubag Umum Kecamatan Gunungpati Sutikno mengucapkan terima kasih kepada Unnes. Dengan kegiatan ini akan berpengaruh terhadap lingkungan masyarakat Tinjomoyo.
“Mahasiswa juga bisa dijadikan sebagai sarana pembelajaran, sebagai aplikasi apa yang sudah diajarkan di universitas. Semoga bisa bermanfaat,” katanya. (wam)
Label:
Mahasiswa,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
UNNES






















