Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label UNISSULA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNISSULA. Tampilkan semua postingan

*Kaum Muda Perlu Diilibatkan Demokrasi Baru Level Dua

Written By Unknown on Rabu, 03 Juli 2013 | 08.41

                        Gambar: Ketua FRI Prof Dr Laode M Kamaluddin (kiri) Dr Ir Edi Effendi Tedjakusuma (kanan)
SEMARANG-“Demokrasi yang berkembang di negara kita kebanyakan  baru pada level dua yaitu dari rakyat, oleh rakyat. Belum  mencapai level tiga yakni untuk rakyat sebagaiamana filosofi demokrasi,” kata Ketua Forum Rektor (FRI) 2013 Prof Dr Laode M Kamaluddin yang juga Rektor Unissula Semarang dalam dialog regional universitas se-Kalimantan di Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur, kemarin. 
                     Menurut Laode, setiap elemen bangsa perlu terlibat dan mengawal proses demokrasi, terlebih pemilu 2014. “Kita harus melihat itu bukan sekadar demokrasi ansich tapi penting juga untuk mengawal bagaimana proses itu dilahirkan,” tambah Laode.
                      Rektor Unissula tersebut juga mengingatkan bagaimana merangkul semua elemen bangsa untuk berpartisipasi mensukseskan proses pemilu 2014 mendatang, tidak terkecuali kaum muda yang saat ini lebih banyak memilih golput dalam pemilu.
                  Belajar dari sejarah,  ada dua kerajaan besar di nusantara yang runtuh karena putra mahkota berpaling dari cita cita besar ayahnya, yakni Raden Fatah di Majapahit dan Raden Kian Santang di Padjajaran. Hal ini mengandung pelajaran besar bahwa sangat penting memperhatikan aspirasi anak muda agar tidak berbalik arah meruntuhkan cita cita besar yang telah digariskan dalam konsep bernegara.
Kaum muda saat ini mulai menarik diri dari proses demokrasi karena merasa kecewa para pemimpin terpilih tidak bisa memberi solusi permasalahan mendasar bangsa seperti kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan, kebutuhan infrastruktur, kebutuhan rasa aman dll.
Oleh karenanya Forum Rektor bekerjasama dengan KPU dan Bappenas turun ke universitas regional Jawa dan luar Jawa mensosialisasikan pentingnya partisipasi intelektual kampus dalam proses demokrasi di pemilu 2014.
            Forum rektor yang telah menetapkan enam kriteria calon presiden mendatang juga terus meminta masukan dari berbagai universitas dalam pertemuan regional termasuk di regional Kalimantan tersebut.  Pertemuan regional universitas se Sumatra akan dihelat 6 Juli 2013 mendatang di Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara Medan.
           Dr Ir Edi Effendi Tedjakusuma (Deputi Evalusi kinerja pembangunan kementrian PPN/ Bappenas) yang juga menjadi pembicara pada pertemuan tersebut mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang tepat pada pemilu 2014  untuk mengawal pembangunan Indonesia agar menjadi negara besar sesuai cita cita bangsa. “Untuk itu penting mempercepat konsolidasi demokrasi dan borokrasi serta penegakan hukum, memperkuat SDM dan iptek” imbuh Edi.(njs)

Kampus Jangan Jadi Penonton Demokrasi

Written By arnoldy septiano on Kamis, 17 Januari 2013 | 09.21

HARSEM/HARTATIK-SM NETWORK
Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) 2013 Prof Laode M Kamaluddin (kiri) memberikan penjelasan pada konferensi pers, kemarin.

SUDAH saatnya perguruan tinggi memainkan peran penting dalam mewujudkan demokrasi. Partisipasi itu ditunjukkan dengan mendorong semua elemen bangsa untuk berperan serta menyukseskan pemilihan umum agar berlangsung jujur, bebas, langsung dan adil.

Musyawarah Nasional (Munas) Forum Rektor Indonesia (FRI) ke-XV akan mengangkat tema ''Kepemimpinan Indonesia dalam Menyongsong Era Asia''. Munas digelar 17-19 Januari, dihadiri Wakil Presiden Boediono sejumlah menteri.

Ketua FRI 2013 Prof Laode M Kamaluddin mengatakan, selama ini perguruan tinggi hanya menjadi penonton. Semestinya perguruan tinggi berperan aktif mengawal demokrasi.

''Peran ini akan kami kukuhkan dengan penandatanganan FRI dan KPU pada saat munas. Kerja sama ini nantinya ditindaklanjuti antara perguruan tinggi dengan KPU daerah,'' terangnya, kemarin saat konferensi pers di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).

Dia berharap, kerja sama ini bisa menghasilkan sinergitas yang baik antara perguruan tinggi dengan KPU. Sinergitas ini dalam bentuk kegiatan sosialisasi penyelenggaraan pemilu yang demokratis, mulai kalangan mahasiswa hingga umum.

Meski begitu, Laode mengingatkan agar perguruan tinggi secara institusional harus steril dari politik praktis. Adanya pembelahan masyarakat sesuai kepentingan yang diusung serta adanya cedera janji dan politik yang bernuansa partisan menjadikan institusi penting dalam kehidupan bangsa ini harus dilindungi.

Laode akan menggantikan Ketua FRI periode 2012 Prof Usman Rianse. Serah terima jabatan akan dilaksanakan pada munas tersebut. (J9-SM Network/nji)

Dokter Baru Disambut Tiga Masalah

Written By arnoldy septiano on Selasa, 15 Januari 2013 | 08.59

HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI
Wisudawan tengah mengikuti pengambilan sumpah.
LULUSAN Fakultas Kedokteran (FK) Unissula Semarang harus siap menghadapi tiga masalah besar kesehatan di Indonesia. Demikian dikatakan Dekan FK dr Taufiq R Nasihun saat pengambilan sumpah dokter ke 87, Sabtu (12/1).

Tiga masalah tersebut di antaranya, kekurangan nutrisi (gizi) atau kelebihan gizi, infeksi dan penyakit degeneratif. "Kami berharap mahasiswa bisa mengembangkan diri memilih tiga problem yang dihadapi bangsa Indonesia," jelasnya di hadapan 40 lulusan.

Persoalan lain yang tidak kalah penting yaitu masalahan kesehatan yang dihadapi orang yang sudah mulai tua. "Saat ini, banyak orang dengan usia yang sudah mulai lanjut harus bergelut dengan penyakit degeneratif," tukasnya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, perlu dukungan keluarga. "Selain itu, biaya kesehatan yang dibutuhkan juga sangat tinggi. Hal yang harus dan penting adalah mencegah penyakit tidak datang," kata dia.

Untuk itu, diperlukan SDM yang baik. "Saat ini, FK Unissula telah mengembangkan prodi level magister, berkonsentrasi pada human health," kata dia.

Sementara itu, dirinya juga berpesan kepada para dokter baru ini bahwa lulus dari FK adalah ujian pertama. "Yang sesungguhnya adalah ketika terjun di masyarakat," pesannya.

Menurut survei, masyarakat mencintai dokter yang mau mendengarkan pasien. "Masyarakat tidak suka dokter yang kasar dan tidak punya waktu," kata dia.

Untuk itu, dia berharap agar para dokter merawat kemampuan diri. "Yaitu dengan cara live for learning (belajar sepanjang hayat)," kata dia. (awi/nji)

Syukurlah, Anggota DPR Masih Punya Rasa Malu

Written By Khoierzblogs on Rabu, 14 November 2012 | 10.27

HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI
BAHAN EJEKAN: Priyo Budi Santoso memberikan penjelasan tentang kepemimpinan.
SEMARANG-Tak ada kebanggaan menjadi anggota parlemen saat ini. Bahkan kerapkali malu karena menjadi bahan ejekan. Demikian dikatakan Wakil Ketua PPR RI, Priyo Budi Santoso saat menjadi pembicara seminar ‘Membangun Kepemimpinan Masa Depan Indonesia’ di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, kemarin.

Dia mengatakan, hal tersebut karena banyaknya pemberitaan yang menghina DPR. “Hampir setiap hari kami menjadi bahan ejekan. Jadi saya pribadi tidak merasa bangga menjadi anggota parlemen,” jelasnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Kondisi ini dikarenakan, banyaknya permasalahan yang dihadapi. “Ibaratnya, saat ini parlemen sedang mengalami masa pancaroba, kondisinya belum stabil,” jelasnya.

Mengenai sejumlah permasalahan yang ada, dirinya menghimbau tidak perlu melempar kesalahan ke orang lain. “Tidak boleh menyalahkan satu aspek pun. Tapi lebih baik introspeksi,” jelasnya.

Tak hanya di kalangan elit politik, namun permasalahan juga ada di masyarakat. “ Saat-saat ini masyarakat gampang marah, hanya karena persoalan sepele. Ini juga sangat memprihankan,” jelasnya.

Di tengah, sistem demokrasi yang sedang ditegakkan di Indonesia, justru kondisi tersebut harus diwarnai dengan mulai tergerusnya nilai-nilai luhur dari nenek moyang.

“Seperti misalnya tata karma, etika, sopan santun. Berita hiruk-pikuk atau kegaduhan hampir selalu ada, padahal kita sedang menegakkan demokrasi,” urainya.

Di kondisi lain, Indonesia merupakan negara yang menerapkan sistem demokrasi langsung dengan baik. “Bahkan Amerika pun yang merupakan negara adidaya, kalah oleh kita. Untuk kondisi ini kita patut berbangga,” jelasnya.

Jika sistem tersebut terus bisa diterapkan, maka para pemimpin di berbagai level akan terseleksi secara alamiah. “Ini merupakan sistem yang diterapkan Yunani kuno,” jelasnya pada seminar yang diadakan di Gedung Fakultas Kedokteran lantai 3 ini.

Selain itu, sejumlah lembaga baru, seperti misalnya MK (Mahkamah Konstitusi) juga bisa mengendalikan keadaan. “Dengan adanya MK, maka presiden tidak boleh sewenang-wenang mengeluarkan dekrit. Begitu juga DPR, tidak boleh asal mengeluarkan mosi tidak percaya,” paparnya.

Dia menghimbau masyarakat jangan meninggalkan ajaran nenek moyang. “Ada ajaran yang bisa diterapkan yaitu hasta brata. Jika menerapkan ajaran ini, maka sebagai pemimpin, kita akan selamat dan dicintai rakyat,” jelasnya.

Ini merupakan ajaran yang diberikan oleh Sri Bathara Kresna kepada Arjuna, yang berisi delapan elemen yang tidak boleh ditinggalkan. “Terdiri dari matahari, bulan, bintang, angkasa, angin, air, api, serta bumi,” tandasnya. (awi/nji)

Reuni Akbar 50 Tahun Unissula,Gelar ‘Budaya Akademik Islami Award’

Written By Khoierzblogs on Kamis, 08 November 2012 | 09.38

HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI
REUNI AKBAR: Jumpa pers ‘Home Coming Day’ Unissula
SEMARANG- Untuk memperingati 50 tahun Unissula berdiri dan mengabdi di dunia pendidikan, akan digelar ‘Home Coming Day’ atau reuni akbar 15 November mendatang. Seluruh alumni Unissula akan diundang mulai dari angkatan 1 hingga 64. Sekretaris jenderal (Sekjen) Ika Unissula, Nuridin mengatakan, ada sejumlah tokoh pemerintahan yang rencananya akan menghadiri reuni akbar kali ini.

 “Untuk yang sudah mengkonfirmasi akan datang yaitu Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Efendi,” jelasnya saat jumpa pers di ruang humas Unissula, kemarin.

Sedangkan, untuk tokoh lain yang juga diundang antara lain, Bupati Kota Waringin Barat Ujang Iskandar, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, dan Ketua DPRD Kabupaten Demak Muhlasin.
    
“Untuk jumlah alumninya sudah lebih dari 25 ribu orang. Meskipun tidak semua menerima undangan, namun kami berharap agar semua bisa hadir, ini terkait dengan keterbatasan data base kami,” urainya.

 Tujuan dari dilaksanakannya reuni akbar tersebut di antaranya Unissula ingin meminta pendapat dan masukan dari alumni terkait kurikulum dan pengembangan fakultas masing-masing.

 “Yang kedua yaitu kami akan melakukan penggalangan dana pada acara reuni akbar nanti. Untuk dana yang terkumpul nanti akan kami pergunakan untuk menambah fasilitas sarana dan prasarana guna mendukung pembelajaran mahasiswa Unissula,” paparnya.

Sedangkan tujuan yang ketiga, seperti halnya di tahun-tahun sebelumnya, Unissula selalu memberikan penghargaan ‘Budaya Akademik Islami Award’ kepada sejumlah tokoh Indonesia.

“Yang sudah pernah menerima antara lain Ketua MK Mahfudz MD, pemilik Mustafa Center Singapura Mustaq Ahmad serta mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla,” jelasnya.

 “Untuk nominasi award  tersebut yaitu Bupati Kota Waringin Barat Ujang Iskandar, mantan Ketua DPC Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia), Djunaidi serta Rektor Unikal (Universitas Pekalongan) Suryani,” urainya.

Sementara itu, ketua panitia ‘Home Coming Day’ Us Us Kurniawantoro berharap, minimal 60 persen undangan bisa hadir. “Karena tujuan dari diadakannya reuni akbar ini sangat penting, salah satunya kami ingin menginventarisir alumni serta potensi yang mereka miliki. Karena ternyata banyak lulusan dari Unissula yang memiliki jabatan yang sangat penting di pemerintahan,” jelasnya.

Pada reuni bertema ‘Silaturahmi Kembali ke Almamater Menuju Generasi Chairul Ummah’ ini, setidaknya sudah 20 persen undangan yang menyatakan kesiapannya untuk hadir. “Itu yang dari luar Jawa, harapannya yang di Pulau Jawa lebih banyak lagi yang akan hadir,” tandasnya. (awi/15)

Kuliah Umum di FH Unissula Citra Hakim Merosot, KY Dorong Pengawasan

Written By putra on Rabu, 03 Oktober 2012 | 09.00

      KULIAH UMUM: Ketua Komisi Yudisial Prof Eman Suparman mengisi kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung, kemarin  ( HARSEM/JBSM/HARTATIK )


 
SEMARANG- Tersangkutnya beberapa hakim Tipikor di daerah menunjukkan sinyalemen mafia peradilan semakin meluas. Sebaliknya, kepercayan terhadap kekuasaan kehakiman di bawah Mahkamah Agung (MA) justru kian merosot.

''Komisi Yudisial lahir sebagai organ konstitusi baru, buah dari reformasi di bidang ketatanegaraan,'' ujar Ketua Komisi Yudisial Prof Eman Suparman, kemarin, saat mengisi kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).

Lebih lanjut, menurutnya, KY dalam menjalankan fungsinya memerlukan pastisipasi masyarakat. Hal itu mengingat sistem pengawasan internal di Badan Pengawasan MA selama ini kurang berfungsi secara optimal. 

Meski bukan sebagai bagian dari kekuasaan kehakiman, namun KY mempunyai hubungan kedaulatan yang sejajar dengan MA. KY sendiri, memiliki kewenangan dalam mengusulkan penghargaan dan pengangkatan hakim agung kepada DPR.

''Kami juga mempunyai tugas menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat serta menjaga perilaku hakim,'' terangnya. Dalam kesempatan itu, Eman mengungkapkan 210 calon hakim hasil seleksi 2010 terancam menjadi hakim ilegal. Pasalnya, KY merasa tidak dilibatkan dalam proses seleksi hakim tersebut. 

Dia mengingatkan, pengawasan masyarakat kampus dalam penegakan hukum oleh hakim sangat penting. Hal itu tidak terlepas dari menguatnya keyakinan masyarakat bahwa proses penegakan hukum di pengadilan tidak adil. 

Pengawasan diperlukan guna mencegah adanya intervensi terhadap hakim dari kekuatan ekstrayudisial, terutama oleh pemerintah maupun dari kekuatan internal. (J9/JBSM/15)
   



Dahlan Iskan Ajak Mahasiswa Berbisnis

Written By putra on Senin, 24 September 2012 | 09.08

  KULIAH UMUM: Dahlan Iskan menyampaikan kuliah umum “Mandiri Technopreuner” di hadapan sedikitnya 3.000 mahasiswa Unissula, di Kampus Kaligawe, kemarin ( HARSEM/DOK)







SEMARANG- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengajak mahasiswa untuk mulai melakukan usaha sejak masih kuliah.

Pasalnya untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses harus dimulai sejak sekarang, yakni dengan melakukan usaha apa saja meski berskala kecil. ''Intinya, siapa yang mau sukses di bidang usaha harus dilakukan  sedini mungkin. Karena sukses tidak bisa datang tiba-tiba. Untuk menjadi sukses, pastinya akan mengalami pasang surut, mulai dari merugi, ditipu, dan rintangan lainnya. Namun kalau dilakukan dengan tekad dan usaha yang kuat, akan sukses dalam waktu beberapa tahun ke depan,'' jelasnya saat memberi kuliah umum “Mandiri Technopreuner” di hadapan sedikitnya 3.000 mahasiswa Unissula, di Kampus Kaligawe, kemarin.

Tema Mandiri Tecnopreneur pas, mengingat saat ini Unissula sangat gencar menanamkan spirit entrepreneruship dan juga  pengembangan teknologi seperti mobil hibrid, robotik, dan terestrial digital multimedia broadcasting.

Dahlan tampak nyaman saat  menaiki mobil hibrid karya mahasiswa Unissula sekitar 25 menit perjalanan dari Simpang Lima Semarang menuju Unissula yang berjarak sekitar 7 km. Lebih lanjut Dahlan mengatakan, saat ini penduduk Indonesia yang tidak miskin tercatat sebanyak 136 juta, sedangkan yang miskin kurang dari 36 juta orang, dari total jumlah penduduk Indonesia tahun 2012 yang tercatat lebih dari 244 juta jiwa.

Kondisi ini menunjukkan kalau lebih 60 persen penduduk Idonesia sudah masuk kategori warga tidak miskin. Dan ini merupakan modal untuk menjadikan Indonesia menjadi negara maju dalam waktu 10 tahun ke depan. Indikasi lain, saat ini banyak masyarakat yang sudah memiliki jiwa enterpreuner, sehingga membuka lapangan kerja buat orang lain, bukan sebaliknya justru bergantung pada pemerintah.

''Orang harus berpikir untuk maju, apalagi di era global saat ini dimana peluang sesuatu harus diperebutkan dengan usaha yang keras,'' jelasnya didampingi Rektor Unissula Prof Laode M Kamaluddin yang pada kesempatan yang sama me-launching buku karyanya “Saksikan Bahwa Aku Mencintai Islam.”

Laode  mengatakan, Unissula  universitas yang sangat konsen terhadap entrepreneurship di kalangan mahasiswa. Hal itu dimulai sejak mereka menempuh Opspek. Bahkan sejak dua tahun lalu Unissula telah memiliki unit resmi untuk melatih dan praktik mahasiswa berwirausaha yakni unit Bisnis Inkubator. Masih menurut Laode, Unissula memiliki karakter khas yakni budaya akademik Islami dan mengkombinasikannya dengan  kompetensi  global. Mahasiswa Unissula diwajibkan lolos tes TOEFL bahasa Inggris dengan nilai 450 dan 300 untuk TOEFL bahasa Arab. (15)

Halal Bihalal YBWSA Jadi Momen Instrospeksi

Written By amoy ya annisaa on Kamis, 30 Agustus 2012 | 09.47

H Hasan Toha Putra (HARSEM/DOK)

 
SEMARANG- Keluarga besar Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) belum lama ini mengadakan halal bihalal yang dipusatkan di Unissula. Acara dihadiri ribuan pegawai, karyawan, dosen, maupun guru  di lingkungan yayasan tersebut baik dari tingkat universitas, dikdasmen, hingga Rumah Sakit Islam Sultan Agung.

Ketua Umum YBWSA H Hasan Toha Putra MBA mengimbau agar halal bihal tersebut dijadikan momen bermuhasabah. “Kita harus menjadikan momen yang baik ini untuk bermuhasabah, mengadakan instrospeksi terhadap diri sendiri dan menjawab pertanyaan mengapa kita bekerja di yayasan ini.  Mari kita luruskan niat bekerja di lingkungan yayasan hanya semata mata untuk beribadah kepada Allah dan bukan karena motif motif lainnya” ungkap Hasan Toha.

Tak lupa ia juga mengingatkan untuk merenungkan apa sejatinya makna Ramadan dan adakah yang tersisa atau didapatkan dari berbagai ibadah di bulan yang suci tersebut. Dalam kesempatan tersebut secara simbolis Hasan Toha Putra juga menyerahkan tali asih kepada 13 calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini  di lingkungan YBWSA.

Dalam kesempatan tersebut juga ceramah yang disampaikan oleh Ustad Ainul Yaqin. Ia memaparkan bahwasanya ibadah puasa Ramadan merupakan medium yang dipilih oleh Allah untuk membentuk manusia bertaqwa dengan derajat tertinggi agar menjadi pribadi pribadi dengan titel muhsinin. “Mempertahankan derajat ketaqwaan tertinggi bukanlah pekerjaan yang ringan terlebih paska-Ramadan,” ungkapnya.

Ia kemudian mengungkapkan rahasia besar bagaimana manusia bisa mencapai derajat ketaqwaan dan mempertahankannya sebagaimana metode yang dipakai Imam Ibnu Taimiyyah. Menurut Imam Agung tersebut ada empat cara yang bisa ditempuh. Pertama merasa senantiasa diawasai oleh Allah SWT.

Sehingga sangat penting untuk mengkondisikan diri bahwa segala tindakan, ucapan, maupun pemikiran kita diawasi Sang Khaliq dan tidak ada ruang sedikitpun bagi kita untuk luput dari pengawasannya. “Sehingga kita seharusnya malu jika berpikir, berkata, berbuat yang tidak sesuai syariat,” tambahnya.

Tanpa adanya sikap merasa diawasi oleh Allah tersebut menjadikan manusia lupa diri sehingga tidak mengherankan jika tanpa kesadaran tersebut misalnya sistem hukum yang dibangun manusia tidak bisa memberantas kejahatan. Karena manusia hanya merasa diawasi penegak hukum dan berusaha mencari celah untuk menyelamatkan diri.

Kedua senantiasa mengingat akan hari dimana manusia dibangkitkan Allah dari alam kubur. Ketiga, senantiasa mengingat limpahan nikmat yang diberikan Allah. Dan yang keempat senantiasa mengingat mati. Mengingat akan datangnya kematian merupakan kontrol yang sangat efektif agar manusia hidup dengan jalan yang benar sesuai yang telah diajarkan Sang Nabi.

Seluruh amalan baik ketika hidup di dunia akan menjadi bekal dan sahabat yang menyenangkan ketika seorang manusia dijemput kematian sementara perbuatan perbuatan buruk, maksiat, zina, kufur, durhaka, korupsi dan lain lain justru akan menjadi beban yang menghinakan di alam kubur.

“Kematian merupakan sesuatu hal yang pasti akan datang kepada mereka yang bernyawa sehingga sangat penting untuk mengingat akan datangnya ketentuan tersebut agar kita menjadi manusia yang mampu mengendalikan diri dari perbuatan perbuatan buruk,” tegasnya. (15)

Unissula Akan Gelar Pekan Taaruf

Written By amoy ya annisaa on Senin, 27 Agustus 2012 | 14.03

RUSUNAWA: Peresmian Rusunawa Unissula. (HARSEM/DOK)

SEMARANG- Pekan taaruf (Ospek) bagi mahasiswa baru Unissula 2012-2013 akan dilaksanakan 2-7 September 2012. Acara tersebut merupakan  agenda  yang wajib diikuti oleh para mahasiswa baru (unissula.ac.id).

Kostum mahasiswa putra, baju batik lengan pendek, celana panjang gelap (bukan berbahan jeans), dan peci hitam. Sedang kostum mahasiswa putrid, baju batik panjang, bawahan rok berwarna gelap, dan jilbab putih.

Pembukaan Pekan Ta'aruf  Mahasiswa Baru Unissula "Menuju World Class Islamic Cyber University" oleh Rektor Unissula. Selain itu juga akan diberikan materi  BUDAI (Budaya Akademik Islami) sebagai Strategi Pendidikan Unissula oleh Dr.dr.H.M.Rofiq Anwar,Sp.PA.

Sedang materi Kesadaran Sejarah Generasi Khaira Ummah di Awal Islam oleh Ahmad Mujib, MA, dan Bisnis Inkubator oleh Mustafa,ST,MT dan Fajar Adi,SE. Akan ada pengenalan dan pemutaran slide show organisasi mahasiswa dan UKM serta demo Expo UKM, inagurasi dan pentas seni.

Juga akan ada penyerahan mahasiswa baru ke fakultas, Orientasi Ke-Unissula-an "Visi, Misi dan Tujuan Unissula" oleh Drs Ali Bowo Tjahjono, M.Pd dan Audit Potensi "Road to Khaira Ummah" oleh Sarjuni, S.Ag,M.Hum. 
 
Sedang materi “Become the best moslem generation in digital era”  akan disampaikan Rektor Unissula. Ada juga materi Adab Pergaulan Islami dan Busana Islami, Penelitian dan Penalaran Mahasiswa serta Thaharah dan Kampus Bebas Rokok. (15)

Dari Seribu Orang, Cuma 1 yang Suka Membaca

Written By amoy ya annisaa on Jumat, 10 Agustus 2012 | 10.43

BUDAYA BACA: KH Arja Imroni menyatakan keprihatinan atas rendahnya budaya baca di kalangan umat, dalam Nuzulul Quran di Unissula kemarin. (HARSEM/PANJI JOKO SATRIO)

GENUK-Budaya literasi di kalangan umat Islam sangat menyedihkan. Menurut sebuah penelitian, dari 1.000 orang Islam, hanya satu yang memiliki budaya membaca. “Ini sangat menyedihkan. Apalagi ayat Alquran pertama yang diturunkan memerintahkan umat untuk iqro atau membaca,” jelas KH Arja Imroni saat memberi ceramah Nuzulul Quran di Masjid Unissula, kemarin siang.

Ceramah mengambil tema Meraih Khaira Ummah dengan Alquran. Menurut Arja yang juga dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo, minimnya budaya literasi membuat umat Islam mengalami kemunduran dalam berbagai bidang. Baik dalam bidang politik, ekonomi, budaya, sains dan teknologi, serta tentu militer. “Jadi perlu ditingkatkan budaya baca di kalangan umat, baik membaca umum maupun Alquran,” tegasnya.

Arja mengatakan ada 4 syarat untuk membentuk generasi khaira ummah. Salah satunya adalah, melakoni peran historis yang berguna bagi peradaban kehidupan manusia. “Jangan kita menjadi seperti Ashabul Kahfi yang tertidur ribuan tahun. Kemudian saat terbangun, dunia sudah berubah drastis tanpa kita sadari,” pintanya.

Membaca menurut Arja, tak melulu membaca kitab atau teks. Tetapi juga membaca semua tanda-tanda alam semesta. Membaca Alquran sangat penting karena merupakan petunjuk bagi umat manusia. Sayangnya, umat semakin jauh dari budaya membaca, termasuk membaca Alquran. Kondisi ini, menurutnya sudah dirisaukan Rasulullah sejak beberapa abad silam.

Peringatan Nuzulul Quran sekaligus menutup rangkaian kegiatan perkuliahan di Unissula sebelum libur Lebaran. Rektor Prof Laode M Kamalludin mengemukakan hari ini (kemarin, red) merupakan masuk terakhir sebelum libur.

Nuzulul Quran diikuti ratusan mahasiswa. Selain jajaran rektorat, terlihat Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung, Hasan Toha Putera hadir mengikuti acara. Ditemui sebelum Nuzulul Quran, Toha Putra mengatakan perkembangan Unissula semakin baik. “Fakultas kedoteran juga semakin banyak peminat. Dari kuota 200 mahasiswa, yang mendaftar sampai berlipat-lipat,” jelasnya.

Unissula Perkenalkan Mobil Hybrid

Written By amoy ya annisaa on Senin, 23 Juli 2012 | 09.29


SEMARANG – Kendaraan bermotor yang irit bahan bakar merupakan dambaan setiap orang. Dambaan itu kini lahir di Provinsi Jateng di mana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (FTI Unissula) meluncurkan mobil hybrid H-Molex (Hybrid Mobile Electric).

Kendaraan tersebut diperkenalkan di kantor gubernuran kemarin. Saat melihat hasil karya perguruan tinggi swasta itu, Gubernur Bibit Waluyo mengaku sangat mengapresiasinya. Menurut dia mobil itu merupakan hasil inovasi, kreativitas, dan ide terbaik mahasiswa FTI Unissula Semarang.

“Saya minta hal itu terus disempurnakan. Kadin (Kamar Dagang Indonesia) Jateng yang harus menindaklanjuti. Untuk ilmunya, tentu dari Unisulla Semarang,” katanya.

Ia sendiri sempat mencoba mengendarai mobil itu dengan berkeliling halaman kantor gubernur sebanyak dua kali. Tidak hanya apresiasi dari gubernur tapi mobil H-Molex itu juga mendapat respon dari museum rekor Indonesia (Muri) yang langsung dicatatkan dan mendapatkan penghargaan.

Pada kesempatan itu, penghargaan Muri diserahkan oleh Senior Manager MURI Paulus Pangka kepada Unisulla Semarang selaku penggagas sekaligus pembuat mobil  hybrid.
 
Tantang Traktor
 
Dalam hal ini, Bibit tidak sekedar memberikan apresiasi tapi juga ‘menantang’ Unissula membuat inovasi lainnya. Permintaan gubernur yakni Unissula mampu membuat traktor/ alat pembajak sawah dengan memanfaatkan tiga sumber energi yakni gas, tenaga surya, dan premium.

“Bagaimana kalau Unissula membuat traktor untuk membajak sawah dengan sumber energi dari gas, matahari, dan premium seperti mobil ini. Piye lah carane. Tolong diakali,” pinta gubernur.

Ia menilai pembuatan traktor itu sangat penting untuk mendukung sektor pertanian. Dengan adanya mesin buatan lokal yang hemat energi, maka akan semakin memudahkan para petani  mengingat harga bahan bakar minyak (BBM) kini sangat mahal dan semakin langka.

“Sekarang ini, hewan-hewan yang dulu untuk narik juga berkurang. Traktor dengan energi BBM juga mahal. Jika traktor itu bisa dibuat, tentunya akan meringankan beban petani,” harapnya.(ano/11)

Tak Mudah Jadi Dokter Kompeten

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 03 Juli 2012 | 13.49

PENGAMBILAN SUMPAH: Acara pengambilan sumpah profesi 50 lulusan Fakultas Kedokteran Unissula
(HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI)

 
SEMARANG- Di era persaingan seperti saat ini, tidak mudah menjadi dokter yang kompeten. Demikian dikatakan Dekan Fakultas Kedokteran Unissula Dr dr Taufiq R Nasihun MKes Sp And saat pengambilan sumpah profesi 50 lulusan Fakultas Kedokteran, belum lama ini.

Bangku kuliah dan pada akhirnya lulus merupakan ujian pertama yang sudah dihadapi oleh para lulusan. "Kemudian ujian yang sesungguhnya yaitu saat menghadapi pasien," jelasnya. Ujian riil yang sesungguhnya yaitu saat berada di tengah-tengah masyarakat. "Sukses atau tidaknya menjadi dokter yang sesungguhnya tergantung dari Anda sendiri untuk lebih mengembangkan diri," pesannya.

Meskipun sudah lulus kuliah, bikan berarti selanjutnya berhenti untuk tetap belajar. "Anda harus terus memotivasi diri agar tidak berhenti belajar," ujarnya.

Selanjutnya, dirinya juga mengatakan agar para lulusan mau mengikuti pendidikan kedokteran berkelanjutan. "Insya Allah dengan begitu akan lebih kompeten dan sesuai dengan standar internasional," paparnya.

Namun demikian, akses keilmuan bisa dicermati dari berbagai sumber. Selain itu, dirinya juga berujar, diharapkan para lulusan bisa menjadi generasi qoirul ummah. "Karena lulusan dari Unissula harus berkualitas tinggi di bidang skill dan perilaku," jelasnya.

Jika para lulusan menjunjung tinggi nama baik sendiri dengn sikap yang baik maka nama Unissula juga akan terangkat. "Sedangkan jika sikap yang diperlihatkan kurang baik, maka nama universitas juga akan ikut terpuruk," kata dia.

Sementara itu, Kabid Rujukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Pungki Suhasto mengatakan, pencapaian MDGS 2010-2015 dimana prioritas pembangunan kesehatan dilakukan pada tahun 2012.

"Beberapa di antaranya angka kematian bayi, balita dan ibu, pencegahan penyakit menular, penanggulangan masalah gizi serta penjaminan kesehatan masyarakat," paparnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada para dokter baru, agar bisa membaur jadi bagian dari masyarakat. "Mari bersama-sama kita meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," tandasnya. Hingga saat ini, total lulusan dokter dari Unissula ada 3539. Upacara pengambilan sumpah dokter tersebut merupakan angkatan ke 86 periode II untuk tahun 2012. (awi/15)

Dina Fatmawati: Senang Berbagi Ilmu


SEMARANG- Menikmati kala berbagi ilmu dengan banyak orang dirasakan oleh Dina Fatmawati.
Salah satu dosen Fakultas Kedokteran Unissula ini merupakan salah satu dosen muda yang memiliki sejumlah prestasi. 

Beberapa prestasi yang pernah diperolehnya antara lain berhasil memperoleh hibah dari Departemen Kesehatan pada tahun 2010 untuk penelitian kanker payudara. "Selain itu saya juga pernah mendapatkan hibah dari Dikti pada tahun 2010 untuk dosen muda dengan beberapa dosen lain untuk meneliti tentang pigmen," paparnya.

Diakuinya, dirinya senang berbagi dengan banyak orang mengenai ilmu yang diperolehnya ini. Bahkan untuk meningkatkan ilmu yang dikuasainya tersebut, dirinya saat ini sedang mengambil studi S2 di UGM.

"Untuk S2 ini saya juga mengambil Kedokteran, " jelas wanita kelahiran Surabaya, 5 Mei 1983 itu. Dirinya mengaku senang dengan ilmu Biologi. "Waktu saya masih ambil S1 mengambil Jurusan Biologi di Undip," jelasnya.

Mengenai karir, dirinya mulai mengajar di Unissula sejak tahun 2005. "Tapi tidak langsung di Kedokteran, melainkan di Keperawatan dulu. Saya juga mengajar tentang Biologi, kemudian pada tahun 2010 baru di Kedokteran," jelasnya. (awi/15)

Pembukaan Klinik Kesehatan Unissula Banyak Warga Kelebihan Gula Darah

Written By amoy ya annisaa on Senin, 02 Juli 2012 | 14.38

PERIKSA KESEHATAN: Petugas klinik kesehatan Unissula Semarang di Kelurahan Penggaron Lor sedang memeriksa kondisi kesehatan warga setempat.
(HARSEM/WARA MERDEKAWATI)


SEMARANG- Pada pembukaan hari pertama klinik kesehatan Unissula Semarang di Kelurahan Penggaron Lor Kecamatan Genuk, kemarin, banyak orang tua yang memeriksakan kondisi kesehatannya.

Dari situ diperoleh, banyak yang kelebihan kadar gula. Salah satu dokter muda yang sedang berpraktek, Fandi Hazi Alfata (23) mengatakan, untuk pembukaan ini banyak yang memeriksakan tensi darah serta gula darah.

“Kalau untuk tensinya banyak yang normal, tapi untuk gula darahnya banyak yang kelebihan, terutama dari orang tua,” jelasnya kepada Harsem di sela pemeriksaan. 

Tak hanya memeriksa, namun dirinya bersama beberapa rekan lain juga memberikan penyuluhan kepada para pasien untuk lebih mengontrol pola makan. “Seperti mengurangi gula di setiap makanan maupun minuman yang dikonsumsi serta mengurangi konsumsi nasi putih,” jelasnya.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Kedokteran Unissula, Dr dr H Taufiq R Nasichun MKes Sp And pada acara launching kelurahan binaan Fakultas Kedokteran Unissula yang diadakan di Kelurahan Penggaron Lor tersebut mengatakan, ide mengenai kelurahan binaan ini sudah dimulai sejak tahun 2007.

“Namun mulai terealisasi pada tahun 2010. Setelah melakukan survei lapangan dan beberapa proses lain, akhirnya kerja sama secara formal baru dilakukan pada tahun ini, salah satunya dengan membuka klinik kesehatan,” jelasnya.

Dirinya berharap agar klinik tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat. “Ke depannya, kami juga ingin menjadikan kelurahan ini sebagai cyber village atau kelurahan yang dilengkapi dengan teknologi informasi,” jelasnya pada acara di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islam itu.

Selain itu, diharapkan agar kesehatan para warga di Kelurahan Penggaron Lor semakin baik dan meningkat. “Kami juga berharap agar Dinas Kesehatan Kota Semarang mau men-support desa ini untuk bidang kesehatannya,” jelasnya.

Sedangkan untuk Unissula sendiri, dirinya berharap agar dalam jangka panjangnya, klinik tersebut bisa menjadi tempat praktik para mahasiswa Kedokteran Unissula. “Sehingga mereka bisa menerapkan ilmu yang diperoleh selama duduk di bangku kuliah,” ujarnya.

Sementara itu, asisten I Bidang Tata pemerintahan Kota Semarang, Adi Trihananto mewakili Plt Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan kelurahan binaan ini. “Apalagi masih ada ratusan warga yang tergolong sangat miskin,” ujarnya.

Pemicunya yaitu kurang sejahteranya masyarakat. “Terlebih lagi di sisi kesehatan, penghasilan yang tidak tetap serta tergantung pada cuaca,” jelasnya. Selain itu, banyak warga sekitar yang bekerja sebagai buruh tani, pabrik serta bangunan. “Apalagi banyak dari mereka yang harus di-PHK serta kurangnya lapangan pekerjaan,” jelasnya. (awi/15)

Membantu Kaum Dhuafa


dr Pujiati SpA (HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI)
 
 
SEMARANG- Bisa ikut terjun langsung dalam proyek berdirinya klinik kesehatan yang ada di Kelurahan Penggaron Lor merupakan kebanggaan tersendiri bagi dr Pujiati SpA. Dosen kedokteran bagian anak Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) ini mengaku sangat senang karena bisa membantu kaum dhuafa yang berada di salah satu kelurahan Kecamatan Genuk ini.

“Misi dari adanya klinik ini adalah karena kami ingin membantu kaum dhuafa,” jelasnya. Diakuinya, tidak semua warga di daerah tersebut mendapatkan jaminan kesehatan. “Untuk itu mereka perlu dibantu dengan adanya promosi kesehatan ini,” ujar wanita kelahiran Kuala Pembuang, 27 Agustus 1965 ini.

Untuk itu, keberadaan klinik tersebut tidak hanya untuk sarana memeriksakan diri. “Namun juga agar mereka bisa mendapatkan jaminan kesehatan yang lebih baik lagi,” ujar ibu dua anak ini.

Pada dasarnya, dirinya bersama dosen-dosen lain ingin tetap memperhatikan dan fokus pada kebutuhan masyarakat. “Tidak hanya mengobati secara preventif, tetapi juga promotif,” kata dia.

Apalagi, Kelurahan Penggaron Lor merupakan daerah yang jauh dari sarana kesehatan. “Perlu waktu yang cukup lama untuk mendatangi puskesmas terdekat,” kata dia.

Mengenai karir sendiri, dirinya mulai bergabung sebagai bagian dari keluarga besar Unissula sejak tahun 1993. “Awalnya saya di Fisiologi, selanjutnya di bagian anak,” ujar wanita yang hobi olah raga ini. (awi/15)
 

Kuliahnya di Kampus, Ngajinya pada Kiai

Written By p3joeang45 on Kamis, 01 Desember 2011 | 09.42

Dari Kiri Imam Munajat (moderator), KH Haris Sodaqoh, dan KH Abdul Muhith
SUDAH memilih pendidikan moderen dengan kuliah di kampus, malah balik disuruh ngaji kepada kiai. Barangkali ini merupakan bukti, pendidikan ‘kuno’ di pesantren masih diandalkan untuk membentuk karakter mahasiswa.

Seperti dilakukan seribuan mahasiswa dan dosen Unissula, selasa (20/11). Para sivitas akademika kampus cyber ini malah ngangsu pendidikan karakter pada KH Hrais Shodaqoh, pengasuh Ponpes Al Itqon Gugen Semarang, yang notabene ‘hanya’ ponpes salaf.

Acara  halaqah ulama dengan tema Pembangunaan Karakter Bangsa melalui Pendidikan  itu diadakan di Masjid Abu Bakar Assegaf komplek Kampus Unissula, Jl Kaligawe Semarang.

Pada sesi pertama, tiga kiai memberi mauidhoh hasanah dilanjutkan tanya jawab. Ketiganya adalah KH Maimun Zubeir dari Ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang, KH Syukron Ma’mun (Ponpes Daarul Rahman  Jakarta), dan KH Dimyathi Rois (Ponpes Al-Fadhlu wal Fadhilah Kaliwungu Kendal).

Di sesi kedua, taushiah disampaikan Pengasuh Ponpes Al-Itqon KH Haris Sodaqoh dan Pengasuh Ponpes Al-Kholidin Jakarta KH Abdul Muhith.

Kiai Maimun dan Kiai Dimyathi yang mengasuh ponpes salafiyah menjelaskan bahwa pendidikan karakter itu butuh waktu lama dan intensitas serius. Butuh perhatian prima dan konsisten. Maka, mengasramakan mahasiswa/mahasiswi adalah salah satu cara yang baik, dan itu telah dilakukan Unissula.

Sementara Kiai Sukron Ma’mun yang mengasuh pesantren berpola paduan modern dan salaf memaparkan pentingnya penguasaan bahasa Arab dan bahasa asing lain untuk menambah bekal sukses hidup manusia. Itu setelah dia mantap ilmu agamanya dan telah terbentuk menjadi orang soleh.

Pembiasaan Membaca Alquran
Adapun Kiai Haris Sodaqoh dan Kiai Abdul Muhith yang mengasuh pesantren semimoderen dengan kurikulum salaf menekankan pentingnya penanaman iman dan pembiasaan baca Alqur'an. Syukur menghafalkan Alquran. Jika iman sudah ditanamkan, salah satunya dengan pendalaman Alquran, maka di manapun berada, akan menjadi orang yang berakhlak mulia. Karakter yang baik menjadi ciri khasnya dan dibawa sampai menghadap Tuhannya.

Rektor Unissula Prof Laode M Kamaluddin dalam sambutan pembukaan, Unissula  telah menjadikan pendidikan karakter sebagai hal penting sejak didirikan 49 tahun silam. Bahkan saat ini memasuki fase penting menjadi universitas terdepan dalam membangun pendidikan karakter.

“Sejak didirikan, Unissula menjadikan pendidikan karakter sebagai hal penting. Saat sekarang memasuki fase penting, kami mengundang ulama untuk menyusun rumusan pendidikan karakter di kampus ini. Momennya kami ambil tahun baru hijriyah 1433 ini,” ujarnya

“Rumusan pendidikan karakter sangat penting. Karena kami ingin mengkader calon pemimpin bangsa.  Terlebih universitas ini didirikan oleh ulama, bangsawan, pengusaha, dan pejuang,” terangnya.

Dijelaskannya, tiga tujuan Unissula yakni melahirkan generasi khaira ummah (generasi umat terbaik), kompetensi lulusan berrkelas global, dan mempersiapkan mahasiswa berkarakter unggul. (nji)

Wabup Sragen Bekali Wisudawan UNISSULA

Written By Harian Semarang on Senin, 31 Oktober 2011 | 06.11

Wabup Sragen H Daryanto (tengah)

Jangan jadi PNS, karena butuh sogokan jutaan rupiah. Begitu kata Wakil Bupati Sragen H Daryanto kepada wisudawan Unissula. Apalagi pesannya?

WAKIL Bupati Sragen H Daryanto berpidato dalam sesi I pembekalan calon wisudawan/wisudawati Unissula, di aula Fakultas Kedokteran kampus Unissula, Jl Kaligawe Semarang, kemarin.

Di hadapan 700 orang lulusan S1 dan dan D3  Unissula, Dayanto yang pernah kuliah di Fakultas Hukum Unissula kurun 1982-1987 ini bercerita panjang lebar mengenai motivasi dan keilmuan. Juga kisah jenaka semasa kuliah di Unissula.

Daryanto yang disebut potret sukses alumni Unissula yang berprofesi ganda; wakil bupati, PNS sekaligus wirausawahan, ini menyampaikan, setiap orang harus mengetahui potensi dirinya dan mengembangkan potensi sebaik-baiknya. Semasa kuliah, kisahnya, banyak teman-teman sekelasnya yang sudah bekerja. Mereka suka titip absen padanya.

Daryanto mengaku berbuat nakal, menandatangani kolom nama-nama teman-temannya yang titip absen padanya. Jika dosen  menyebut nama temannya, dia bilang “hadir”. Lalu pindah tempat duduk dan segera bilang “hadir” lagi saat dosen menyebut nama teman lain lagi.

Lama-lama aksinya itu konangan (ketahuan), sehingga dia dipanggil ke ruang dekan.     “Saya mengaku terus terang saat diinterogasi. Bahwa saya menolong teman dengan membuatkan resume kuliah dan mendapat upah,” tutur Daryanto sambil tertawa, lalu disambut tawa gerr hadirin.

Masih sambil bercanda Daryanto berkata, dirinya mahasiswa pinter  sehingga dipercaya membuat resume dari kuliah lisan para dosen. Keuntungannya banyak, konsentrasi lebih kuat kepada kuliah para dosen, sehingga ilmunya dirasa terus bertambah, lalu dapat upah.  “Saya sadar potensi otak saya. Dengan praktik jadi penitipan absen itu saya jadi pinter. Makanya sekarang jadi wakil bupati,” sambungnya.

Pendamping Bupati Agus Fatchurrahman ini melanjutkan, yang paling penting adalah membangun kepercayaan dan menggalang jaringan. Jika orang bisa dipercaya dan dikenal banyak orang, itu kunci sukses pertama. Dan untuk mencapai sukses berikutnya, sangat mudah ibarat tinggal memetik buah dari pohon yang telah lebat buahnya.

“Saya menyimpulkan, dalam kehidupan ini, termasuk di pekerjaan, kunci sukses adalah kepercayaan dan jaringan. Rezeki datang sendiri sebagai akibat jika orang bisa dipercaya dan dikenal banyak orang,” tutur mantan pengusaha ini.

Dalam kesempatan itu dia mengajak lulusan Unissula untuk merancang masa depan sebagai wirausawahan. Pikiran untuk menjadi PNS dia minta buang jauh. Karena terlalu banyak saingan dan kondisinya sudah tidak karu-karuan. Untuk menjadi pegawai nongajian sebagai on job training (OJT) saja harus membayar Rp 15-20 juta rupiah. Sedangkan untuk diangkat jadi PNS sering terdengar harus membayar puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, Rektor Unissula Prof Laode M Kamaluddin memberi sambutan khasnya, memotivasi agar agar lulusan Unissula menjadi generasi khaira ummah. Yaitu berkarakter yang bagus dan berjiwa berwirausaha.

“Setiap lulusan Unissula harus menahbiskan diri dengan karakter yang baik dan jiwa wirausaha. Dengan hal itu, jika sampai satu tahun dari wisuda tidak mendapat pekerjaan, berarti ada yang salah dengan kita. Maka saya mohon datanglah lagi ke kampus ini. Mungkin bisa kita diskusikan apa penyebabnya dan bagaimana solusinya,” ujarnya didampingi beberapa wakil rektor.

Di sesi kedua sore hari, pembekalan diisi Dekan Fakultas Teknik Unissula Kartono Wibowo dengan tema When Everything Changes (dan diakhiri diskusi kelas pemantapan budaya akademik Islami. (moi/nji)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger