Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Untag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untag. Tampilkan semua postingan
09.37
Untag Diperkuat 6 Pusat Kajian
Written By Khoierzblogs on Senin, 05 November 2012 | 09.37
SEMARANG- Menjawab dinamika sosial dan global yang berubah sangat cepat, Untag Semarang memperkuat diri dengan enam pusat kajian.
Keberadaan pusat kajian tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Keenam pusat kajian yang sudah dimiliki Untag (Universitas 17 Agustus 1945) Semarang yaitu Pusat Studi Anti Korupsi, Pusat Studi Reformasi Pajak, Pusat Bahasa dan Tourism, Pusat Studi Good Corporate Governance, Pusat Studi Kebijakan Publik Daerah, dan Pusat Studi Wanita.
Rektor Untag Wijaya pada wisuda periode II 2012 di Hotel Patra Jasa Semarang mengatakan, dengan adanya pusat kajian tersebut merupakan bagian dari tugas Tri Dharma perguruan tinggi, yakni melakukan pengabdian masyarakat. Sebab, kondisi saat ini telah memberikan peluang sekaligus ancaman. Dan menjadi ajang kompetisi berbagai tuntutan terhadap kompetensi yang kualitatif.
''Adapun, sebagai research university yang berpijak pada learning university, program pengabdian masyarakat harus menyentuh langsung pada kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional. Sehingga, penting jika didukung dengan keberadaan pusat studi tersebut,'' katanya.
Di samping itu, tantangan lain yang harus dihadapi sekarang dan masa depan yakni peran tenaga akademik profesional untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi agar universitas berdaya saing tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Untag mewisuda 417 mahasiswa dari program magister (78 orang), sarjana (331 orang), diploma tiga (satu orang). Dan tujuh orang dari Akademi Bahasa (Akaba) Untag Semarang.
Rektor menambahkan, saat ini Untag telah memiliki program studi baru, yakni Magister Kenotariatan yang izin operasionalnya turun pada 30 Agustus lalu. Ke depan pihaknya dan Fakultas Hukum tengah merintis pendirian program studi strata tiga. (K3/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Untag,
Wisuda
09.34
Fisip Untag Lepas 107 Alumni
Written By Khoierzblogs on Jumat, 02 November 2012 | 09.34
![]() |
| HARSEM/JBSM/ADHITIA A LEPAS MAHASISWA: Dekan FISIP Untag Suparno melepas wisudawan di Aula Kebangsaan Kampus Untag Bendan kemarin |
SEMARANG - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Untag Semarang melepas 107 wisudawan Kamis (1/11) di Aula Kebangsaan Kampus Untag Bendan. Mereka berasal dari empat program yakni Magister Ilmu Administrasi, Strata 1 Ilmu Administrasi Negara, Strata 1 Ilmu Administrasi Niaga, dan Diploma III Administrasi. Wisudawan terbanyak berasal dari program Strata 1 Ilmu Administrasi Negara, 54 orang.
Dekan fakultas tersebut, Suparno berharap para lulusan tetap ingat pada visi kampus yang selalu menekankan wawasan kebangsaan, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, peduli pada pelestarian lingkungan hidup, dan turut menjaga keutuhan NKRI.
"Kami menyadari selama melayani para mahasiswa saat menempuh studi masih ada kekurangan. Hal itu akan kami jadikan tantangan dalam memotivasi staf pengajar dan administrasi sesuai bidang keahliannya secara profesional," jelasnya.
Selain itu, dia juga berharap para calon wisudawan memiliki sikap peduli dan keberpihakan terhadap nilai-nilai kejujuran dan keadilan di lingkungan masyarakat, instansi, atau lingkungan pergaulan.
Sementara Rektor Untag Wijaya berpesan agar para lulusan terus mengembangkan diri. Apabila kemampuan diri diasah terus, maka akan menjadi kekuatan besar untuk selalu unggul sebagai sumber daya manusia yang mempunyai nilai hasil guna yang tinggi.
Wisudawan terbaik program Magister Ilmu Administrasi diraih Eko Panggyarso dengan IPK 3,84 dalam masa studi empat semester. Sementara untuk program sarjana Ilmu Administrasi Negara dan Niaga masing-masing diraih Purwantingtyas dengan IPK 3,81 dalam masa studi tujuh semester dan Yekti Setiyaningsih dengan IPK 3,83 dalam masa studi yang sama.
Acara pelepasan kemarin dihadiri Ketua Yayasan Pembina Pendidikan 17 Agustus 1945 Semarang Prof Sarsintorini Putra dan para pembantu rektor. (H35/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Untag,
Wisuda
13.01
Titi Laras dalam disertasinya meneliti tentang ''Kreativitas, Inovasi, Keunggulan Bersaing dan Kinerja Perusahaan Industri Kreatif Kota Bandung''. Penelitian itu, dia ambil setelah melihat ekonomi kreatif di berbagai negara di dunia saat ini yang diyakini dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsanya secara signifikan. Industri kreatif sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi kreatif.
''Ekonomi kreatif ini diyakini dapat menjawab tantangan permasalahan jangka pendek dan menengah. Relatif rendahnya pertumbuhan ekonomi pascakrisis rata-rata hanya 4.5% per tahun, masih tingginya pengangguran 9-10% dan tingginya tingkat kemiskinan 16-17% serta rendahnya daya saing industri,'' katanya.
Sementara itu, Sulistiyani dalam disertasi berjudul ''Membangun Kinerja Pemasaran Melalui Pembelajaran Generatif Berbasis Budaya dan Inovasi Akulturasi'', disimpulkan penelitian untuk meraih gelar doktor ini memberikan implikasi manajerial berupa strategi peningkatan kinerja pemasaran. Implikasi manajerial yang dimaksud dengan meningkatkan inovasi akulturatif .
Hal itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan portofolio pengetahuan produk akulturatif. Inovasi produk akulturatif dapat ditingkatkan dengan kompetensi rancang bangun produk. Pada akhirnya, penelitian ini mampu menggambarkan road map dalam meningkatkan kinerja pemasaran.
Terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus (Untag) Dra Giyah Yuliani MM menambahkan, inovasi yang dikembangkan kedua dosen itu memberi kontribusi positif bagi pengembangan industri kreatif maupun UKM.
''Ke depan, kami lebih giat mengembangkan pengetahuan sesuai dengan yang dibutuhkan stakeholder terkait. Kami bersyukur gelar doktor yang berhasil disandang kedua dosen ini semakin menambah jumlah doktor ilmu ekonomi yang dimiliki FE Untag,'' tukasnya. (J9/JBSM/15)
Untag Tambah Dua Doktor Ekonomi
Written By amoy ya annisaa on Senin, 03 September 2012 | 13.01
![]() |
| SERAHKAN IJASAH: Sekretaris Senat Undip Prof Dr Ir Sunarso MS
menyerahkan ijasah kepada promovenda doktor ilmu ekonomi Sulistiyani
saat ujian disertasi, Rabu (29/8) malam. (HARSEM/JBSM/HARTATIK) |
SEMARANG- Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) menambah dua dosen berpredikat doktor. Kedua dosen tersebut adalah Titi Laras dan Sulistiyani, mendapat gelar doktor setelah menyelesaikan pendidikan S3 dan disertasi di Undip.
Titi Laras dalam disertasinya meneliti tentang ''Kreativitas, Inovasi, Keunggulan Bersaing dan Kinerja Perusahaan Industri Kreatif Kota Bandung''. Penelitian itu, dia ambil setelah melihat ekonomi kreatif di berbagai negara di dunia saat ini yang diyakini dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsanya secara signifikan. Industri kreatif sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi kreatif.
''Ekonomi kreatif ini diyakini dapat menjawab tantangan permasalahan jangka pendek dan menengah. Relatif rendahnya pertumbuhan ekonomi pascakrisis rata-rata hanya 4.5% per tahun, masih tingginya pengangguran 9-10% dan tingginya tingkat kemiskinan 16-17% serta rendahnya daya saing industri,'' katanya.
Sementara itu, Sulistiyani dalam disertasi berjudul ''Membangun Kinerja Pemasaran Melalui Pembelajaran Generatif Berbasis Budaya dan Inovasi Akulturasi'', disimpulkan penelitian untuk meraih gelar doktor ini memberikan implikasi manajerial berupa strategi peningkatan kinerja pemasaran. Implikasi manajerial yang dimaksud dengan meningkatkan inovasi akulturatif .
Hal itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan portofolio pengetahuan produk akulturatif. Inovasi produk akulturatif dapat ditingkatkan dengan kompetensi rancang bangun produk. Pada akhirnya, penelitian ini mampu menggambarkan road map dalam meningkatkan kinerja pemasaran.
Terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus (Untag) Dra Giyah Yuliani MM menambahkan, inovasi yang dikembangkan kedua dosen itu memberi kontribusi positif bagi pengembangan industri kreatif maupun UKM.
''Ke depan, kami lebih giat mengembangkan pengetahuan sesuai dengan yang dibutuhkan stakeholder terkait. Kami bersyukur gelar doktor yang berhasil disandang kedua dosen ini semakin menambah jumlah doktor ilmu ekonomi yang dimiliki FE Untag,'' tukasnya. (J9/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
Untag
13.51
Dekan FH Untag Bambang Joyo Supeno SH MH mengatakan, pihaknya dalam setahun menyelenggarakan kegiatan kerohanian, yang diikuti dosen, karyawan, mahasiswa, baik yang beragama Islam maupun nonislam. "Tujuannya adalah untuk kesejahteraan rohani bagi sivitas akademika," ujar dia.
Dalam kesempatan itu Muhibbin mengulas tentang keterkaitan agama dan politik. Ia menjelaskan, ada pandangan yang menilai bahwa Islam dan politik itu merupakan satu kesatuan. Penilaian itu antara lain dilatarbelakangi sejarah Islam itu sendiri.
Muhibbin menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta antara lain mengenai pandangannya terhadap pemimpin nonmuslim dan pemimpin perempuan. Mengacu pendapat Ketua Umum PB NU KH Said Agil Sirajd , ia menyatakan bahwa Islam membolehkan masyarakat memilih pemimpin nonmuslim.
Tetapi dengan syarat, lanjutnya, pemimpin yang bersangkutan harus adil dan punya program-program yang jelas dan bisa menyejahterakan rakyat, ketimbang pemimpin muslim yang tidak adil yang tidak punya program menyejahterakan rakyat. (H30/JBSM/15)
Untag Gelar Kajian Keislaman
Written By amoy ya annisaa on Senin, 27 Agustus 2012 | 13.51
SEMARANG - Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menyelenggarakan kajian keislaman, belum lama ini. Materi kajian yang didiskusikan adalah fiqh siyasah, dengan narasumber Rektor IAIN Prof Dr H Muhibbin MA.
Dekan FH Untag Bambang Joyo Supeno SH MH mengatakan, pihaknya dalam setahun menyelenggarakan kegiatan kerohanian, yang diikuti dosen, karyawan, mahasiswa, baik yang beragama Islam maupun nonislam. "Tujuannya adalah untuk kesejahteraan rohani bagi sivitas akademika," ujar dia.
Dalam kesempatan itu Muhibbin mengulas tentang keterkaitan agama dan politik. Ia menjelaskan, ada pandangan yang menilai bahwa Islam dan politik itu merupakan satu kesatuan. Penilaian itu antara lain dilatarbelakangi sejarah Islam itu sendiri.
Muhibbin menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta antara lain mengenai pandangannya terhadap pemimpin nonmuslim dan pemimpin perempuan. Mengacu pendapat Ketua Umum PB NU KH Said Agil Sirajd , ia menyatakan bahwa Islam membolehkan masyarakat memilih pemimpin nonmuslim.
Tetapi dengan syarat, lanjutnya, pemimpin yang bersangkutan harus adil dan punya program-program yang jelas dan bisa menyejahterakan rakyat, ketimbang pemimpin muslim yang tidak adil yang tidak punya program menyejahterakan rakyat. (H30/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Untag
13.37
Direktur LPPSP, Indra Kertati mengatakan, kegiatan ini kepedulian terhadap lingkungan. “Kami melakukan gerakan kepedulian, ini pertama di lingkungan perguruan tinggi, dan selanjutnya akan sampai di masyarakat,” jelasnya.
Dikatakan, pihaknya akan menciptakan gerakan-gerakan kecil untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kualitas lingkungan itu. “Seperti saat ini kami sedang menginisiasi tentang pengembangan perlindungan mangrove yang ada di Demak. Ada tiga desa yang akan dikembangkan,” urainya.
Selain itu, pihaknya akan mendirikan SMART (sekolah lapang mangrove untuk rakyat). “Siapapun boleh masuk kesana gratis, dan ini adalah proses pembelajaran kepada masyarakat,” jelasnya.
Dikatakan, mangrove menjadi buffer (penyangga) yang sangat baik untuk mengurangi rob. “Semakin banyak orang yang peduli terhadap ini, maka akan mendirikan SMART di beberapa tempat supaya orang kemudian boleh belajar. Misalnya kenapa kita harus melindungi mangrove, kenapa harus melindungi lingkungan kita,” urainya.
Dari situlah, masyarakat memiliki keinginan untuk mengembangkan budaya mencintai lingkungan menjadi sebuah sistem yang habbit dalam kehidupan sehari-hari. “Pada 5 Juni ini kami memulai gerakan ini,” kata dia.
Dirinya mengatakan, sebetulnya sudah ada beberapa program yang dilakukan. “Tapi kami ingin memulai fokus, tujuannya go green menjadi sebuah perilaku hidup yang dengan sengaja didesain, bumi ini satu mangkok, tidak bisa sendiri-sendiri. Dalam hal ini kami ingin mengembangkan potensi lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Pembantu Dekan III Untag Harsoyo mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen khususnya untuk perguruan tinggi agar kondisi lingkungan di sekitar semakin baik.
“Maka dengan latar belakang ini, kami kerjasama dengan ini penyadaran atau edukasi, dimana ke depannya agar kampus Untag bisa lebih peduli kepada lingkungan,” tandasnya. (awi/15)
LPPSP Peduli Lingkungan di Kampus
Written By amoy ya annisaa on Kamis, 07 Juni 2012 | 13.37
![]() |
| Indra Kertati (HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI) |
SEMARANG- Gagasan Go Green lahir dari rasa keprihatinan pada suhu permukaan bumi yang semakin panas. Untuk itu, LPPSP (Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan) bekerjasama dengan Fisip Untag Semarang menggelar seminar bertema Go Green: Only One Earth, One Family, Care and Share, kemarin.
Direktur LPPSP, Indra Kertati mengatakan, kegiatan ini kepedulian terhadap lingkungan. “Kami melakukan gerakan kepedulian, ini pertama di lingkungan perguruan tinggi, dan selanjutnya akan sampai di masyarakat,” jelasnya.
Dikatakan, pihaknya akan menciptakan gerakan-gerakan kecil untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kualitas lingkungan itu. “Seperti saat ini kami sedang menginisiasi tentang pengembangan perlindungan mangrove yang ada di Demak. Ada tiga desa yang akan dikembangkan,” urainya.
Selain itu, pihaknya akan mendirikan SMART (sekolah lapang mangrove untuk rakyat). “Siapapun boleh masuk kesana gratis, dan ini adalah proses pembelajaran kepada masyarakat,” jelasnya.
Dikatakan, mangrove menjadi buffer (penyangga) yang sangat baik untuk mengurangi rob. “Semakin banyak orang yang peduli terhadap ini, maka akan mendirikan SMART di beberapa tempat supaya orang kemudian boleh belajar. Misalnya kenapa kita harus melindungi mangrove, kenapa harus melindungi lingkungan kita,” urainya.
Dari situlah, masyarakat memiliki keinginan untuk mengembangkan budaya mencintai lingkungan menjadi sebuah sistem yang habbit dalam kehidupan sehari-hari. “Pada 5 Juni ini kami memulai gerakan ini,” kata dia.
Dirinya mengatakan, sebetulnya sudah ada beberapa program yang dilakukan. “Tapi kami ingin memulai fokus, tujuannya go green menjadi sebuah perilaku hidup yang dengan sengaja didesain, bumi ini satu mangkok, tidak bisa sendiri-sendiri. Dalam hal ini kami ingin mengembangkan potensi lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Pembantu Dekan III Untag Harsoyo mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen khususnya untuk perguruan tinggi agar kondisi lingkungan di sekitar semakin baik.
“Maka dengan latar belakang ini, kami kerjasama dengan ini penyadaran atau edukasi, dimana ke depannya agar kampus Untag bisa lebih peduli kepada lingkungan,” tandasnya. (awi/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
Untag
13.26
Program studi D-3 meluluskan dua wisudawan, sementara program S-1 yang terdiri atas program Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Administrasi Niaga meluluskan 56 wisudawan. Program S-2 Magister Ilmu Administrasi meluluskan 15 orang.
Dekan Fisip Untag H Suparno menjelaskan, wisudawan terbaik untuk S-1 Ilmu Administrasi Negara diraih Amelia Nur Cahyani dengan IPK 3,77 dengan masa studi tujuh tahun. Sementara lulusan terbaik Ilmu Administrasi Niaga diraih Liska Ratnawati dengan IPK 3,67 dengan masa studi yang sama. Untuk program S-2 Magister Ilmu Administrasi, lulusan terbaik Annastasia Respati Wahyu dengan IPK 3,84.
''Kepada para wisudawan kami minta untuk menjaga sikap dan perilaku dalam bekerja serta beraktivitas di organisasi. Yang utama saat ini adalah mengubah sudut pandang dalam menghadapi sesuatu. Jangan terjebak dalam pola pikir yang konservatif," katanya.
Selain itu, dia juga berpesan agar para wisudawan selalu menghargai karya cipta seseorang. Sebab, ide dan gagasan adalah modal untuk melangkah lebih maju. Di dampingi para pembantu dekan, Suparno mengungkapkan, saat ini kampusnya menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, baik di dalam maupun luar negeri.
Dekan Fisip Untag, Jangan Berpikir Konservatif
Written By amoy ya annisaa on Kamis, 24 Mei 2012 | 13.26
SEMARANG - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang melepas puluhan wisudawan, dalam upacara wisuda, baru-baru ini. Ada 73 wisudawan pada periode I tahun akademik 2011/2012 dari tiga program di fakultas tersebut.
Program studi D-3 meluluskan dua wisudawan, sementara program S-1 yang terdiri atas program Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Administrasi Niaga meluluskan 56 wisudawan. Program S-2 Magister Ilmu Administrasi meluluskan 15 orang.
Dekan Fisip Untag H Suparno menjelaskan, wisudawan terbaik untuk S-1 Ilmu Administrasi Negara diraih Amelia Nur Cahyani dengan IPK 3,77 dengan masa studi tujuh tahun. Sementara lulusan terbaik Ilmu Administrasi Niaga diraih Liska Ratnawati dengan IPK 3,67 dengan masa studi yang sama. Untuk program S-2 Magister Ilmu Administrasi, lulusan terbaik Annastasia Respati Wahyu dengan IPK 3,84.
''Kepada para wisudawan kami minta untuk menjaga sikap dan perilaku dalam bekerja serta beraktivitas di organisasi. Yang utama saat ini adalah mengubah sudut pandang dalam menghadapi sesuatu. Jangan terjebak dalam pola pikir yang konservatif," katanya.
Selain itu, dia juga berpesan agar para wisudawan selalu menghargai karya cipta seseorang. Sebab, ide dan gagasan adalah modal untuk melangkah lebih maju. Di dampingi para pembantu dekan, Suparno mengungkapkan, saat ini kampusnya menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, baik di dalam maupun luar negeri.
Akhir tahun lalu misalnya, pihaknya menjalin kerja sama dengan salah satu universitas ternama di Bangkok, Thailand. Kerja sama itu akan dilanjutkan tahun ini. Pihaknya juga akan menambah jalinan itu dengan universitas di Singapura dan Malaysia. (H35/JBSM/15)
Label:
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Semarang,
Untag












