Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Indosat Dukung Pendidikan

Written By amoy ya annisaa on Rabu, 23 Mei 2012 | 16.51

MODEM WIFI: Penyerahan secara simbolis modem wifi dan pulsa dari Head of Area Central Java, Wasis Sulaiman kepada perwakilan dari IAIN Walisongo
HARSEM/WARA MERDEKAWATI


SEMARANG- Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, PT Indosat Tbk kemarin, menegaskan kembali dukungannya kepada dunia pendidikan di lingkungan sekolah. Dukungan tersebut dalam bentuk pengaplikasian Indosat Cyber School (ICS).

Tiga tahun lalu, Indosat telah melaksanakan program ICS yang telah dinikmati oleh 153 SMU di seluruh Indonesia dalam bentuk pelatihan. Pelatihan tersebut untuk mengoptimalkan pemanfaatan software secara lebih produktif untuk proses belajar mengajar di sekolah.

Program ICS salah satu program CSR Indosat berupa bantuan perangkat ICT yaitu perangkat komputer, koneksi internet broadband, proyektor multimedia dan perangkat lunak bidang sains (fisika) untuk mendukung proses belajar mengajar dan minat siswa terhadap bidang sains.

Head of Area Central Java, Wasis Sulaiman, mengatakan sebagai wujud apresiasi Indosat kepada komunitas sekolah, Indosat memberikan kemudahan kepada anggota komunitas.

“Dalam penyediaan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah, melalui jaringan layanan internet indosat dengan dukungan jaringan 3,5 G, serta program Indosat Cyber School di berbagai sekolah seluruh tanah air,” katanya.

Perangkat lunak tersebut, lanjut Wasis, disediakan oleh Pesona Edu secara lengkap merupakan modul belajar berbagai mata pelajaran untuk pelajar SD, SMP, hingga SMA, terutama untuk mata pelajaran IPA dan Matematika.

“Indosat internet ini hadir untuk mensuport pendidikan, salah satunya dengan mempercepat proses akselerasi data pendidikan di Indonesia,” lanjutnya. (wam/15)


Hemat Biaya Triyout, Cari Soal di Internet

Written By p3joeang45 on Kamis, 12 Januari 2012 | 09.04

Para siswa kelas enam mengikuti tanya jawab IPA yang dibimbing wali kelas
TAK hanya mengadalkan tryout dari dinas pendidikan, SD Kuncup Melati mengadakan tryout mandiri dengan soal yang dibuat guru. Namun tak jarang, guru mencari soal di internet agar siswa semakin banyak memiliki bahan untuk pembahasan.

Demikian dikatakan oleh Kepala Sekolah Agustin Indrawati Dharmawan kepada Harsem saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Dikatakan, untuk pelaksanaan tryout, memang pihak sekolah tetap mengikuti program yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Semarang. “Namun kan kadangkala kami juga mengadakan tryout mandiri,” jelasnya.

Karena keterbatasan dana, sekolah tak menggandeng lembaga bimbingan belajar. Karenanya, sekolah swasta gratis ini lebih banyak mengandalkan guru untuk membuat soal sendiri. “Untuk tryout, guru bisa mencari soal-soal tahun lalu. Selain itu guru kadang mencari bahan dari buku-buku pelajaran,” paparnya.

Untuk lebih memperbanyak pustaka tanya jawab, guru tak sungkan mengkopi soal milik sekolah lain. “Kadang kan sekolah lain punya kumpulan soal yang kami tidak punya. Untuk itu, guru kelas enam saya minta lebih aktif bertanya dan pinjam kalau perlu,” jelasnya.

Kadangkala tryout tetap melibatkan sejumlah lembaga pendidikan di Kota Semarang. “Kadang kami melibatkan lembaga pendidikan untuk menyediakan soal. Pihak yayasan yang akan mengeluarkan dana untuk biaya tryout,” urainya.

Sekolah di bawah Yayasan Khong Kauw Hwee ini memang sangat konsisten menjadikan sekolah tersebut gratis dari iuran apapun yang melibatkan orangtua siswa. “Salah satunya ya untuk tryout ini. Semua ditanggung yayasan, siswa hanya sekedar melaksanakan tanpa harus terbebani biaya,” terangnya.

Dikatakan, pada tahun ajaran lalu, ada sejumlah lulusan SD Kuncup Melati yang berhasil masuk ke SMP negeri. “Ada beberapa siswa yang masuk SMP negeri, ada juga yang masuk ke SMP swasta favorit,” jelasnya.

Pada tahun ajaran ini, dirinya berharap siswa bisa mengerjakan soal dengan baik. “Dengan harapan hasil UN mereka akan baik. Itu akan mempermudah mereka masuk ke SMP negeri, dengan meringankan orangtua dalam hal biaya sekolah,” terangnya.

Namun, bukan berarti tidak ada kendala yang dialami sekolah. “Dukungan orangtua agar siswa belajar di rumah masih sangat kurang,” jelasnya.

Hal tersebut dikarenakan ada orangtua siswa yang kurang peduli. “Kadang kami harus melakukan home visit. Ternyata dari hasil home visit tersebut, kondisi rumah siswa sangat tidak kondusif untuk belajar,” tuturnya.

Meskipun demikian, pihak sekolah terus memberikan semangat kepada siswa untuk meraih cita-cita. “Salah satunya dengan tidak melupakan sekolah. Oleh karena itu guru harus bijak membantu siswa,” tandasnya. (awi/nji)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger