Latest Post
Tampilkan postingan dengan label MA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MA. Tampilkan semua postingan
17.45
“Bela negara seorang pelajar adalah belajar giat. Prestasi adalah kehormatan yang harus diperjuangkan,” pesan Dandim di hadapan lebih dari seribu siswa MTS-MA Al-Irsyad Gajah, kemarin.
Dandim berharap siswa menumbuhkan jiwa nasionalis dan merasa memiliki negara. "Seiring perjalananan waktu, tantangan semakin berat. Kami berharap adik-adik berkonsentrasi belajar baik dan raih cita-citamu," kata Ruly adalam acara yang diadakan di ruang baca MA Al-Irsyad.
Seusai menjadi inspektur upacara Senin yang dikemas dengan peringatan Hari Jadi ke-509 Demak, Dandim meminta izin memberikan motivasi kepada siswa agar berkonsentrasi sebagai pelajar. Menjauh semua kegiatan negatif yang melanggar hukum.
Beberapa siswa. seperti Afifatul Iklimah dan Sarifaul Ulya sangat antusias mengikuti sosialisasi dan motivasi. Mereka ingin mengetahui kehidupan TNI sebagai garda terdepan melindungi keutuhan NKRI. "Dengan berdialog dengan Pak Dandim kami bisa menanyakan bagaimana caranya menjadi TNI dan bagaimana melakukan bela negara," ujar Afifatul, kemarin.
MTs dan MA Al-Irsyad merupakan sekolah Islam favorit di Kota Demak. Sekolah di Kecamatan Gajah ini memberlakukan sistem kurikulum berbasis internasional. Untuk meningkatkan kualitas siswanya, Al-Irsyad juga mengadakan pertukaran guru asing untuk bahasa Inggris.
Kepala MA Al-Irsyad, H Farur Rozi sangat mendukung safari Komandan Kodim 0716 di sekolah-sekolah. Selain mengenalkan prajurit penjaga bangsa, siswa bisa mengetahui secara langsung kondisi keamanan negara dan bagaimana menjadi TNI. (swi/16)
Bela Negara, Gimana Caranya?
Written By tonitok on Selasa, 03 April 2012 | 17.45
| Dandim 0716/Demak Letkol Arm Ruly Chandrayadi memberikan motivasi kepada pelajar (Foto:Harsem/Sukma Wijaya) |
DEMAK-Setiap warga negara harus melakukan bela negara. Tapi seperti apa implementasi bela negara bagi pelajar? Menurut Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Arm Ruly Chandrayadi, bela negara bukan berarti ikut perang.
“Bela negara seorang pelajar adalah belajar giat. Prestasi adalah kehormatan yang harus diperjuangkan,” pesan Dandim di hadapan lebih dari seribu siswa MTS-MA Al-Irsyad Gajah, kemarin.
Dandim berharap siswa menumbuhkan jiwa nasionalis dan merasa memiliki negara. "Seiring perjalananan waktu, tantangan semakin berat. Kami berharap adik-adik berkonsentrasi belajar baik dan raih cita-citamu," kata Ruly adalam acara yang diadakan di ruang baca MA Al-Irsyad.
Seusai menjadi inspektur upacara Senin yang dikemas dengan peringatan Hari Jadi ke-509 Demak, Dandim meminta izin memberikan motivasi kepada siswa agar berkonsentrasi sebagai pelajar. Menjauh semua kegiatan negatif yang melanggar hukum.
Beberapa siswa. seperti Afifatul Iklimah dan Sarifaul Ulya sangat antusias mengikuti sosialisasi dan motivasi. Mereka ingin mengetahui kehidupan TNI sebagai garda terdepan melindungi keutuhan NKRI. "Dengan berdialog dengan Pak Dandim kami bisa menanyakan bagaimana caranya menjadi TNI dan bagaimana melakukan bela negara," ujar Afifatul, kemarin.
MTs dan MA Al-Irsyad merupakan sekolah Islam favorit di Kota Demak. Sekolah di Kecamatan Gajah ini memberlakukan sistem kurikulum berbasis internasional. Untuk meningkatkan kualitas siswanya, Al-Irsyad juga mengadakan pertukaran guru asing untuk bahasa Inggris.
Kepala MA Al-Irsyad, H Farur Rozi sangat mendukung safari Komandan Kodim 0716 di sekolah-sekolah. Selain mengenalkan prajurit penjaga bangsa, siswa bisa mengetahui secara langsung kondisi keamanan negara dan bagaimana menjadi TNI. (swi/16)
Label:
Al Irsyad,
Demak,
MA,
Pendidikan,
SMA
00.54
Salah satu Founder Champion Teens, Sesilia DKF mengatakan, program kerjasama dengan PT Nasmoco Group ini diselenggarakan khusus untuk memberikan motivasi kepada pelajar kurang mampu agar memiliki semangat dan karakter sebagai pemenang, berani bermimipi dan mampu merealisasikan impiannya tersebut.
“Di sini, mereka tidak cuma mendapatkan materi motivasi dari ahli, tetapi juga mendapat dasar-dasar ketrampilan dan berwirausaha,” jelasnya, di sela kegiatan, Sabtu (23/10).
Selain itu, Sesilia mengatakan, program Champion Teens ini juga memberikan kesempatan bagi siswa yang mampu membuat rencana bisnis yang baik. “Mereka akan kami beri modal untuk merealisasikan rencana bisnis tersebut. Selain itu, kami berikan pendampingan selama tiga tahun agar bisnisnya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara, James Gwee selaku motivator pengisi program ini menjelaskan, seminar motivasi itu dimaksudkan untuk membangun pemikiran dan karakter maju di kalangan siswa tak mampu, agar mereka tidak minder dengan kondisi yang mereka alami.
Untuk itu, ia mengatakan, dalam program ini para siswa tidak hanya akan dibekali dengan pembelajaran karakter dan mental untuk menjadi sukses, namun juga bekal keterampilan-keterampilan yang secara riil dibutuhkan untuk para siswa menuju sukses.
“Mereka kami beri pelatihan-pelatihan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan efektif dan bagaimana cara mengembangkan usaha. Setidaknya, bekal-bekal ini berguna bagi mereka dalam melangkah demi mencapai cita-citanya,” ucapnya.
Dalam program tersebut, James Gwee mengajak para siswa untuk meyakini bahwa setiap manusia sesungguhnya juara, dan harus memiliki pemikiran semacam itu agar selalu optimistis dalam menentukan langkah.(sna/nji)
260 Siswa Digembleng Kemandirian
Written By Harian Semarang on Senin, 31 Oktober 2011 | 00.54
| Motivator James Gwee tengah memberikan motivasi kepada ratusan siswa peserta Champion Teens Care for the Nation |
SEKURANGNYA 260 siswa jenjang SMA/MA dan SMK dari Kota Semarang dan Kabupaten Semarang mengikuti program pembangunan karakter remaja bertajuk Champion Teens Care for the Nation di gedung serbaguna Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes Sekaran. Selama dua hari, Sabtu – Minggu (22– 3/10). Mereka digembleng untuk menjadi pribadi mandiri dan berkarakter juara.
Salah satu Founder Champion Teens, Sesilia DKF mengatakan, program kerjasama dengan PT Nasmoco Group ini diselenggarakan khusus untuk memberikan motivasi kepada pelajar kurang mampu agar memiliki semangat dan karakter sebagai pemenang, berani bermimipi dan mampu merealisasikan impiannya tersebut.
“Di sini, mereka tidak cuma mendapatkan materi motivasi dari ahli, tetapi juga mendapat dasar-dasar ketrampilan dan berwirausaha,” jelasnya, di sela kegiatan, Sabtu (23/10).
Selain itu, Sesilia mengatakan, program Champion Teens ini juga memberikan kesempatan bagi siswa yang mampu membuat rencana bisnis yang baik. “Mereka akan kami beri modal untuk merealisasikan rencana bisnis tersebut. Selain itu, kami berikan pendampingan selama tiga tahun agar bisnisnya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara, James Gwee selaku motivator pengisi program ini menjelaskan, seminar motivasi itu dimaksudkan untuk membangun pemikiran dan karakter maju di kalangan siswa tak mampu, agar mereka tidak minder dengan kondisi yang mereka alami.
Untuk itu, ia mengatakan, dalam program ini para siswa tidak hanya akan dibekali dengan pembelajaran karakter dan mental untuk menjadi sukses, namun juga bekal keterampilan-keterampilan yang secara riil dibutuhkan untuk para siswa menuju sukses.
“Mereka kami beri pelatihan-pelatihan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan efektif dan bagaimana cara mengembangkan usaha. Setidaknya, bekal-bekal ini berguna bagi mereka dalam melangkah demi mencapai cita-citanya,” ucapnya.
Dalam program tersebut, James Gwee mengajak para siswa untuk meyakini bahwa setiap manusia sesungguhnya juara, dan harus memiliki pemikiran semacam itu agar selalu optimistis dalam menentukan langkah.(sna/nji)
Label:
MA,
Pendidikan,
Siswa,
SMA,
SMK







