Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Demak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demak. Tampilkan semua postingan

Anggota Paskibra Ambil Seragam di Kuburan

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 14 Agustus 2012 | 10.20

SUNGAI LUMPUR : Dengan bergandengan tangan, personel Paskibraka menyusuri sungai lumpur. (HARSEM/SUKMAWIJAYA)


DEMAK-Puluhan personel Paskibraka yang dinyatakan lulus pendidikan dan pelatihan (Diklat), Sabtu malam (11/8) digembleng masuk sungai berlumpur dan keluar masuk tempat pemakaman sekedar untuk mengambil seragam Paskibraka.

Semua personel Paskibraka diwajibkan mengambil seragamnya di tengah-tengah makam di wilayah Tembiring, Kelurahan Bintoro, Demak. Berbekal sebuah nyala lilin, satu persatu personel mencari bungkusan plastik hitam yang berisi seragam putih-putih.

Di luar bungkusan itu tertera masing-masing nama personel, tentunya mereka harus meneliti nama-nama tersebut sebelum mengambil seragamnya. Setelah seluruh persenel mendapat seragam, mereka langsung turun ke sungai berlumpur di wilayah Kampung Domenggalan (dekat PDAM)  Kelurahan Bintoro.

Dengan bergandengan mereka menyusuri sungai lumpur, sebagian personel kesulitan berjalan akibat dalamnya lumpur sebatas pinggang orang dewasa. “Demikian tradisi pengambilan seragam yang dilakukan Paskibraka,” ungkap Pasi Ops Kodim 0716 Demak Kapt Arhanud Jayadi, kemarin.

Sebagai Tim Pelatih, Seksi Operasi Kodim 0716 Demak berusaha terbuka memilih kecerdasan, sikap dan tingkah laku para personel Paskibraka agar dalam pelaksanaan pengibaran sesuai dengan harapan. Awalnya, 170 siswa dari 70 sekolah telah mengikuti seleksi Paskibraka, dan terpilih 30 siswa yang terdiri 20 putra dan 10 putri,

“Mereka yang mendapat kepercayaan mengibarkan bendera pusaka saat Upacara Hari Kemerdekaan NKRI di alun-alun,” ujar Kapt Jayadi. Selama dua pekan kereka mengikuti Diklat sehingga muncul rasa tanggung jawab, cinta tanah air dan NKRI harga mati.

Paskibraka yang mengikuti Diklat dalam pelaksanaan Upacara Hari Proklamasi RI akan menempati pasukan tujuh belas dan delapan, sedangkan pasukan empat lima ditempati personel TNI-Polri. (swi/15)     

Siswa SMA Negeri 3 Demak Salurkan Zakat, Asah Nurani

KELOLA ZAKAT: Pelajar SMAN 3 Demak mengelola zakat fitrah di sekolahnya. (HARSEM/SUKMA WIJAYA)

 
DEMAK-Mencoba lebih mengasah hati nurani para pelajar, SMA Negeri 3 Demak melatih siswanya mengumpulkan dan menyalurkan zakat fitrah kepada fakir miskin atau anak yatim. 

Seluruh kegiatan penyaluran zakat (10/8) dikoordinir oleh pengurus OSIS, dipandu oleh sejumlah guru. “Dari seribu siswa terkumpul zakat fitrah 2,5 ton beras,” ungkap Ketua Pelaksana Penyaluran Zakat Fitrah OSIS SMAN 3 Demak, Ali Ma’ruf.

Selama tiga hari zakat fitrah berupa beras disalurkan ke sembilan yayasan  yatim piatu dan pondok pesantren.  Penyaluran zakat diambil perwakilan yayasan dan ponpes, dan langsung ke pihak sasaran.

Wakasek Kesiswaan Madyo Kustantono menambahkan, pihak sekolah sengaja menyarankan menyalurkan zakat diambil oleh perwakilan dari yayasan atau takmir masjid, agar tak terjadi desak-desakan antar penerima zakat yang ujungnya menimbulkan jatuh korban.

“Sedangkan di sekolah ada 62 siswa disarankan tidak ikut berzakat, karena dari keluarga miskin,” ujar Madyo didampingi Guru Agama, Abdul Rohim. 

Terpisah, Kepala SMAN 3 Demak Sugeng menjelaskan, sekolah sengaja menempatkan siswa dalam kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, untuk melatih dan mengasah nurani. “SMAN 3 Demak sebagai Sekolah Model Berbasis TIK harus memiliki potensi dan unggulan sendiri,” ujar Sugeng.

Siswa sekolah ini telah berprestasi, seperti Juara Kejurnas Lomba Dayung oleh Sulisno, Tri Wahyu Buono dan Anang Kurniadi. Serta lomba voli masuk enam besar se-Jawa Tengah. (swi/15)   

SMAN 1 Demak Peringkat Kelima Jateng

Written By amoy ya annisaa on Rabu, 30 Mei 2012 | 13.14


SERAHKAN PIAGAM: Kepala Dindikpora H Afhan Noor menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi dari SMAN 1 Demak
(HARSEM/SUKMA WIJAYA )

DEMAK-Hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2012 dengan rata-rata nilai 8,5 membawa SMAN 1 Demak masuk peringkat lima besar Jawa Tegah. Pengakuan Kepala SMAN 1 Demak, Suyanto keberhasilan berkat kerja keras dan dedikasi guru dan siswa.

Ternyata, kurikulum RSBI yang diterapkan tiga tahun lalu menuai hasil luar biasa. Terbukti, lulusan RSBI generasi pertama dari SMAN 1 Demak telah membawa harum nama.

“Perihal kelulusan, semula SMAN 1 Demak belum pernah meraih prestasi terbaik ke-5 se-Jateng. Namun setelah lulusan RSBI generasi pertama, sekolah semakin berkualitas," jelas Suyanto ketika memberi laporan dalam wisuda SMAN 1 Demak angkatan ke-48, Selasa (29/5) di halaman olahraga SMAN 1 Demak.

Disampaikan Suyanto, sebanyak 362 siswa SMAN 1 Demak 100 persen lulus. Keberhasilan metode pendidikan yang diterapkan pihak sekolah, hanya menggunakan biaya operasional pendidikan lebih murah dibanding sekolah lain sekelas RSBI. Hal inilah yang menjadikan SMAN 1 Demak luar biasa.

Sebanyak 32 siswa telah menerima undangan masuk perguruan tinggi negeri tanpa melalui tes dI UGM, Unnes, dan Undip.  Setelah memberikan penghargaan, Kepala Dindikpora Demak H Afhan Noor mengingatkan menjadi peringkat lima besar bukan akhir tujuan. "Seperti misi Pemda bagaimana terus meningkatkan mutu pendidikan ke depan karena hal ini yang menentukan kemajuan suatu negara," katanya.

Menurut Afhan Noor, prestasi luar bisa yang diraih SMAN 1 Demak juga didukung para wali murid yang turut mendorong putra-putrinya bersemangat dalam menempuh pendidikan. Selain itu kurikulum RSBI mendukung sarana-prasarana menunjang pendidikan berkualitas.

Namun sekolah berkualitas tidak hanya dilihat kondisi gedung sekolahnya yang megah, tetapi ditentukan dengan sistem pembelajaran yang berkualitas. Dan ini bisa dipenuhi melalui kurikulum RSBI. (swi/16)

Suluk Ling Lung dan Matematika Paling Diminati

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 29 Mei 2012 | 15.55

DIMINATI: Buku Suluk Ling Lung dan matematika cukup diminati pembeli dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
(HARSEM/SUKMA WIJAYA)

DEMAK-Ada fenomena menarik dalam pameran buku yang digelar Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah di Gedung KONI Demak. Para pelajar yang memadati pameran tertarik membaca buku Suluk Linglung dan matematika di salah satu stand.

Buka adalah samudera ilmu pengetahuan, demikian menurut Diah Yani pelajar SMA di Demak. Dia menyukai bacaan-bacaan yang menentramkan jiwa, seperti buku yang mendorong semangat berkarya, soal keteguhan niat, atau perjuangan.

Dia juga sempat kaget melihat sebuah buku terjemahan Suluk Linglung hasil karya Imam Anom, menceritakan perjalanan kewalian Sunan Kalijaga ketika bertemu Nabi Khidir, berisi wejangan mengenal diri sendiri. “Ceritanya seperti wayang Dewa Ruci,” akunya.

Pameran yang diselenggarakan selama tujuh hari mulai Senin (21/5) cukup mengundang perhatian pelajar dan pecinta buku. Sebagian dari mereka juga membeli karya-karya besar dari sastra atau sebuah cerita fiksi yang mendidik.

Kendati pameran buku dipadati pengunjung, ternyata masih ada yang menganggap animo baca masyarakat Demak kurang. Kendati demikian penyelenggara terus mencoba mendorong masyarakat di kota wali dengan pameran atau perpustakaan keliling. “Kami terus berharap minat baca bagi masyarakat atau pelajar meningkat,” ungkap Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Muliana, kemarin.

Keramaian 'Pesta Sejuta Buku 2012 Membaca Menjadi Tradisi' cukup menyita perhatian, apalagi mengadakan sejulah lomba untuk memeriahkan pameran buku yaitu lomba mewarnai gambar tingkat PAUD-TK, lomba fashion show (PAUD-TK), sulap magic for kids, lomba pildacil (tingkat SD), dan lomba baca puisi (SLTP-SKLTA).

“Kalau bisa pameran buka terus dilakukan agar kami terus mengetahui perkembangan informasi,” ungkap Siswa SMKN 1 Demak, Okter Syahenza ketika bersama kawannya melihat-lihat buku matematika. (swi/16)

Bela Negara, Gimana Caranya?

Written By tonitok on Selasa, 03 April 2012 | 17.45

Dandim 0716/Demak Letkol Arm Ruly Chandrayadi memberikan motivasi kepada pelajar (Foto:Harsem/Sukma Wijaya)
DEMAK-Setiap warga negara harus melakukan bela negara. Tapi seperti apa implementasi bela negara bagi pelajar? Menurut Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Arm Ruly Chandrayadi, bela negara bukan berarti ikut perang.

“Bela negara seorang pelajar adalah belajar giat. Prestasi adalah kehormatan yang harus diperjuangkan,” pesan Dandim di hadapan lebih dari seribu siswa MTS-MA Al-Irsyad Gajah, kemarin.

Dandim berharap siswa menumbuhkan jiwa nasionalis dan merasa memiliki negara. "Seiring perjalananan waktu, tantangan semakin berat. Kami berharap adik-adik berkonsentrasi belajar baik dan raih cita-citamu," kata Ruly adalam acara yang diadakan di ruang baca MA Al-Irsyad.

Seusai menjadi inspektur upacara Senin yang dikemas dengan peringatan Hari Jadi ke-509 Demak, Dandim meminta izin memberikan motivasi kepada siswa agar berkonsentrasi sebagai pelajar. Menjauh semua kegiatan negatif yang melanggar hukum.

Beberapa siswa. seperti Afifatul Iklimah dan Sarifaul Ulya sangat antusias mengikuti sosialisasi dan motivasi. Mereka ingin mengetahui kehidupan TNI sebagai garda terdepan melindungi keutuhan NKRI.  "Dengan berdialog dengan Pak Dandim kami bisa menanyakan bagaimana caranya menjadi TNI dan bagaimana melakukan bela negara," ujar Afifatul, kemarin.

MTs dan MA Al-Irsyad merupakan sekolah Islam favorit di Kota Demak. Sekolah di Kecamatan Gajah ini memberlakukan sistem kurikulum berbasis internasional. Untuk meningkatkan kualitas siswanya, Al-Irsyad juga mengadakan pertukaran guru asing untuk bahasa Inggris.

Kepala MA Al-Irsyad, H Farur Rozi sangat mendukung safari Komandan Kodim 0716 di sekolah-sekolah. Selain mengenalkan prajurit penjaga bangsa, siswa bisa mengetahui secara langsung kondisi keamanan negara dan bagaimana menjadi TNI. (swi/16)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger