Home » , , , , , » Teliti Tafsir Anom, Arif Junaidi Raih Doktor

Teliti Tafsir Anom, Arif Junaidi Raih Doktor

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 24 Juli 2012 | 09.47

FOTO BERSAMA: Arif Junaidi berfoto bersama dengan anggota Sidang Senat Terbuka Pascasarjana IAIN Walisongo usai menjalani sidang ujian doktor di Gedung Pascasarjana IAIN Walisongo. (HARSEM/JBSM/KRISNAJI SATRIAWAN)

 
SEMARANG- Kajian kitab tafsir Alquran karya ulama lokal khususnya Jawa masih sangat minim. Kebanyakan, kitab tafsir yang dipelajari di sekolah madrasah dan pesantren adalah kitab dari ulama yang belajar langsung dengan Mekah seperti Tafsir A-Munir karya Syaikh Nawawi Banten, Tarjuman al-Mustafid Syaikh Abdur Rauf Sinkel Aceh, dan Tafsir Faidlur Rahman karya KH Soleh Darat Semarang.

Padahal, banyak karya kitab tafsir ulama Jawa yang tidak belajar langsung di Mekah.
''Seperti kitab tafsir Jalalain Basa Jawi karya Kiai Bagus Ngarfah atau Tafsir Djawen yang dibuat oleh Dara Masyitoh. 

Yang paling menarik adalah Kur'an Winedhar Juz I dan Tafsir Al-Qur'anul Adhim karya Raden Pengulu Tafsir Anom V dari Solo,'' kata Arif Junaidi saat mempertahankan disertasi “Tafsir Al-Qur'anul Adhim, Interteks dan Ortodoksi dalam Penafsiran Raden Pengulu Tafsir Anom V” pada Sidang Senat Terbuka Ujian Doktor di Gedung Pascasarjana IAIN Walisongo.

Di hadapan senat yang dipimpin oleh Rektor IAIN Walisongo Prof Dr Muhibbin MAg, Arif mengatakan, tafsir buatan Pengulu Tafsir Anom V sangat menarik karena terdiri dari dua edisi yakni dengan aksara Arab Pegon dan aksara Latin.

 Edisi pertama adalah karya asli dari Radeng Pengulu Tafsir Anom V yang dikumpulkan oleh anak-anaknya. Sedangkan kedua, ujar dia, hasil pengumpulan salah satu anaknya yaitu Prof KH Raden Muhammad Adnan.

''Karya Raden Pengulu ini sangat menarik karena tafsir itu mempunyai keunikan khususnya terkait intertekstualitas (hubungan antarteks) penafsiran. Di mana Raden Pengulu banyak mengutip kitab fiqih,'' jelas dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo ini. Menurut dia, pengutipan kitab fiqih ini tidak dilakukan oleh musafir lain.

Perujukan atau pengutipan kitab fiqih ini, papar pria kelahiran 8 Desember 1970 di Demak ini, dilakukan dengan memosisikan sebagai anutan. ''Keunikan lain dari tafsir ini adalah indikasi ortodoksi pemikiran Islam dari konteks Kasunanan Surakarta pada awal abad 20. Di mana saat itu keraton dianggap pusat sinkritisme Jawa oleh sarjana barat,'' papar Arif.

Dijelaskan, Radeng Pengulu Tafsir Anom V yang nama asli Raden Muhammad Qomar adalah seorang modernis. Saya tidak banyak mengetahui riwayat pendidikannya. Tapi, ia tidak belajar di Mekah,'' ungkapnya. (H85/JBSM/15)

Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Education - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger