Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
11.01
SEMARANG- Untuk mengisi bulan Ramadan kali ini, ratusan siswa SMP IT PAPB mengikuti seminar di sekolahnya. Sebagai pembicara, dosen Tasawuf dari IAIN Walisongo, Ahmad Musyafiq. Dalam bahasannya, Ahmad menerangkan tentang sholat. “Terutama untuk kekhusukan orang saat menjalankan sholat,” jelasnya.
Siswa SMP IT PAPB Training Sholat Khusuk
Written By Sena on Rabu, 15 Agustus 2012 | 11.01
PESANTREN KILAT: Para siswa SMP IT PAPB mengikuti training sholat dalam pesantren kilat (HARSEM/DOK) |
SEMARANG- Untuk mengisi bulan Ramadan kali ini, ratusan siswa SMP IT PAPB mengikuti seminar di sekolahnya. Sebagai pembicara, dosen Tasawuf dari IAIN Walisongo, Ahmad Musyafiq. Dalam bahasannya, Ahmad menerangkan tentang sholat. “Terutama untuk kekhusukan orang saat menjalankan sholat,” jelasnya.
Sejauh ini, khusuk atau tidaknya seseorang dalam menjalankan sholat sesuai dengan persepsi masing-masing. “Ada yang mengartikan khusuk itu berarti rapi, dalam artian rapi dalam setiap gerakan sholat hingga baju yang dipakai,” jelasnya.
Namun ada juga yang menyimpulkan, khusuk berarti serius. “Sebab ketika takbirotul ihram orang sebisa mungkin akan mengulang gerakan takbir hingga berkali-kali agar bisa menyatu dalam hati,” jelasnya.
Ada pula yang mempersepsikan kalau khusuk adalah dengan cara melihat posisi tempat yang akan menjadi tempat sujud. “Jadi sebisa mungkin orang tersebut akan menjatuhkan pandangan hanya pada tempat sujudnya saat sholat,” jelasnya.
Dikatakan,semua persepsi tersebut sah-sah saja dalam rangka mengkhusukkan sholat agar pikiran tetap fokus. “Sehingga khusuk adalah keadaan di mana diri kita bahkan keadaan yang ada di sekitar kita itu dikendalikan oleh qolbu (hati) kita,” terangnya.
Namun demikian, untuk memulai agar bisa khusuk solat, ditanamkan dulu dua keyakinan, kemudian diiringi dengan gerakan tangan mengepal seraya berucap,”Saya bisa khusuk” dan “Sholat itu nikmat”. “Hal ini akan menghapuskan mind side anak-anak bahwa khusuk itu sulit,” tambahnya.
Kepala Sekolah SMP IT PAPB, Drs H Ramelan SH MH merasa senang dengan training tersebut. “Semoga dengan adanya training ini, bisa memunculkan nilai-nilai kemandirian untuk kematangan diri para siswa pada masa yang akan datang,” kata dia.
Sementara itu, tak hanya pesantren kilat saja, namun mendekati hari kemerdekaan RI ini, para siswa juga mengikuti sejumlah perlombaan yang diadakan sekolah. Di antaranya estafet kelereng, caping, catur, tebak gambar dan scrable. (awi/15)
Ada pula yang mempersepsikan kalau khusuk adalah dengan cara melihat posisi tempat yang akan menjadi tempat sujud. “Jadi sebisa mungkin orang tersebut akan menjatuhkan pandangan hanya pada tempat sujudnya saat sholat,” jelasnya.
Dikatakan,semua persepsi tersebut sah-sah saja dalam rangka mengkhusukkan sholat agar pikiran tetap fokus. “Sehingga khusuk adalah keadaan di mana diri kita bahkan keadaan yang ada di sekitar kita itu dikendalikan oleh qolbu (hati) kita,” terangnya.
Namun demikian, untuk memulai agar bisa khusuk solat, ditanamkan dulu dua keyakinan, kemudian diiringi dengan gerakan tangan mengepal seraya berucap,”Saya bisa khusuk” dan “Sholat itu nikmat”. “Hal ini akan menghapuskan mind side anak-anak bahwa khusuk itu sulit,” tambahnya.
Kepala Sekolah SMP IT PAPB, Drs H Ramelan SH MH merasa senang dengan training tersebut. “Semoga dengan adanya training ini, bisa memunculkan nilai-nilai kemandirian untuk kematangan diri para siswa pada masa yang akan datang,” kata dia.
Sementara itu, tak hanya pesantren kilat saja, namun mendekati hari kemerdekaan RI ini, para siswa juga mengikuti sejumlah perlombaan yang diadakan sekolah. Di antaranya estafet kelereng, caping, catur, tebak gambar dan scrable. (awi/15)
Label:
Belajar,
Pendidikan,
Pesantren
10.02
"Merupakan sebuah kebanggaan, remaja-remaja Islam mengikuti kegiatan keilmuan seperti ini. Bekal yang bagus untuk masa depan," Ujar Sekretaris Badan Pengelola MAJT, Drs Agus Fathuddin Yusuf pada peserta.
Waktu yang singkat menjadikan pesantren disebut kilat, namun ia mengharapkan ilmu yang diperoleh tidak kilat. Ilmu harus benar-benar dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan nyata. Meski sebenarnya pada saat diselenggarakannya kegiatan tersebut, peserta bisa langsung mengamalkan tuntunan bersilaturohmi. Satu sama lain saling berkomunikasi.
Meski acara diberi nama pesantren, namun tidak melulu ilmu agama yang dipelajarai. Peserta memang memperoleh materi tafsir surat Al Fatihah, namun juga diberikan bekal pendidikan toleransi, pendidikan karakter, serta training motivasi untuk keberhasilan pendidikan. "Materi-materi yang diperoleh peserta barangkali tidak didapat di sekolah mereka. Sehingga, harapannya mereka bisa cerdas secara intelektual dan sosial," kata Ketua Risma JT, Ahsan Fauzi.
Ahsan menjelaskan, ratusan siswa tersebut tidak hanya berasal dari Kota Semarang, namun ada juga yang berasal dari wilayah sekitarnya. Mereka juga berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Harapannya, tetap ada interaksi dan silaturohmi meski nantinya pesantren kilat telah usai.
Salah satu peserta yang berasal dari SMK 7 Semarang, Muhammad Mansyur mengatakan, ada lima siswa yang berasal dari sekolahnya.
Pesantren Boleh Kilat, Ilmunya Jangan
Written By amoy ya annisaa on Selasa, 07 Agustus 2012 | 10.02
![]() |
| PESANTREN KILAT: Sekretaris Badan Pengelola MAJT, Drs Agus Fathuddin
Yusuf membuka Pesantren Kilat yang diselenggarakan Risma JT, 4-5
Agustus. (Harsem/JBSM) |
WAKTU
untuk belajar agama dalam Pesantren Ramadan memang sangat terbatas, 4-5
Agustus. Waktu belajar efektif pun hanya sekitar 27 jam. Meski demikian
tidak mengurungkan niat ratusan pelajar SMP dan SMA sederajad ini.
Berkumpul untuk belajar dan berdiskusi bersama.
UNTUK kesekian kalinya, Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) menyelenggarakan wadah tholabul ilmi. Mengingat pentingnya usia-usia remaja membekali diri menyonsong masa dewasa. Terlebih lagi, sepuluh atau dua puluh tahun ke depan mereka akan menjadi pemimpin keluarga, atau bahkan dalam sekup yang lebih besar.
UNTUK kesekian kalinya, Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) menyelenggarakan wadah tholabul ilmi. Mengingat pentingnya usia-usia remaja membekali diri menyonsong masa dewasa. Terlebih lagi, sepuluh atau dua puluh tahun ke depan mereka akan menjadi pemimpin keluarga, atau bahkan dalam sekup yang lebih besar.
"Merupakan sebuah kebanggaan, remaja-remaja Islam mengikuti kegiatan keilmuan seperti ini. Bekal yang bagus untuk masa depan," Ujar Sekretaris Badan Pengelola MAJT, Drs Agus Fathuddin Yusuf pada peserta.
Waktu yang singkat menjadikan pesantren disebut kilat, namun ia mengharapkan ilmu yang diperoleh tidak kilat. Ilmu harus benar-benar dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan nyata. Meski sebenarnya pada saat diselenggarakannya kegiatan tersebut, peserta bisa langsung mengamalkan tuntunan bersilaturohmi. Satu sama lain saling berkomunikasi.
Terlebih
lagi, mereka nantinya juga akan terjun langsung untuk berdakwah di
masyarakat. "Gunakan masa muda sebelum datang masa tua," nasihat pria
yang saat ini tengah menempuh studi di Nanchang University China ini.
Meski acara diberi nama pesantren, namun tidak melulu ilmu agama yang dipelajarai. Peserta memang memperoleh materi tafsir surat Al Fatihah, namun juga diberikan bekal pendidikan toleransi, pendidikan karakter, serta training motivasi untuk keberhasilan pendidikan. "Materi-materi yang diperoleh peserta barangkali tidak didapat di sekolah mereka. Sehingga, harapannya mereka bisa cerdas secara intelektual dan sosial," kata Ketua Risma JT, Ahsan Fauzi.
Ahsan menjelaskan, ratusan siswa tersebut tidak hanya berasal dari Kota Semarang, namun ada juga yang berasal dari wilayah sekitarnya. Mereka juga berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Harapannya, tetap ada interaksi dan silaturohmi meski nantinya pesantren kilat telah usai.
Salah satu peserta yang berasal dari SMK 7 Semarang, Muhammad Mansyur mengatakan, ada lima siswa yang berasal dari sekolahnya.
Ia
sendiri telah dua kali mengikuti pesantren kilat, setelah tahun 2010
lalu. Ia mengaku senang karena materi-materi yang diperoleh sangat bagus
dan sesuai dengan kebutuhan remaja. "Selain ilmu agama, juga dapat
teman yang banyak dari sekolah lain," kata siswa kelas XII ini. (Hanung
Soekendro/JBSM/12)
11.07
SDN Manyaran Adakan Pesantren Kilat
Written By Sena on Senin, 30 Juli 2012 | 11.07
![]() |
| PESANTREN KILAT: Siswa SDN Manyaran 02 Semarang mengikuti pesantren kilat di sekolah. (HARSEM/ARIS WASITA WIDIASTUTI) |
SEMARANG-Memeriahkan bulan Ramadan, SDN Manyaran 02
mengadakan pesantren kilat. Kegiatan untuk menambah ilmu agama.
PESANTREN kilat wajib diikuti semua siswa, kelas satu hingga
enam. Untuk menambah khusyuk, siswa diminta mengenakan busana muslim. Kepala Sekolah
Leny Setyowati mengatakan, pesantren kilat dilakukan bersamaan dengan jam
pelajaran agama.
“Tapi ditambah kegiatan lain yang berhubungan dengan
keagamaan,” jelasnya kepada Harsem
saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Kegiatan lain di antaranya BTA (baca tAlquran), menyanyi
lagu-lagu islami, serta belajar tentang pendidikan karakter. “Hari ini,
kebetulan siswa kelas enam yang mengikuti pesantren kilat,” jelasnya.
Selain itu, sesuai anjuran pemerintah, jam pelajaran
dikurangi. “Agar tidak memberatkan anak-anak, jam pelajaran kami kurangi.
Setiap jam pelajaran dikurangi lima menit,” jelasnya.
Para siswa juga memulai KBM pada pukul 07.30. “Pulangnya
juga tidak sampai siang seperti pada hari biasa,” tambahnya.
Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler untuk sementara juga
ditiadakan. “Untuk olahraga diisi dengan teori, sedangkan ekstrakurikuler
karena bersamaan dengan awal tahun ajaran, jadi belum dimulai,” jelasnya.
Pihak sekolah sedang menyiapkan siswa untuk mengikuti lomba
Tartil Qur’an yang akan diadakan Kecamatan Semarang Barat. “Saat ini masih kami
persiapkan,” jelasnya.
Untuk agenda lain, para siswa juga akan diajak untuk buka
bersama di sekolah. “Nanti akan ada juga pengajian, kami mengundang pembicara
dari luar. Untuk buka puasa akan diadakan di halaman sekolah dengan menggunakan
tikar, karena memang kami tidak ada tempat yang luas untuk kegiatan anak-anak
di dalam ruangan,” urainya.
Untuk hari terakhir masuk sekolah, para siswa juga akan
dilatih untuk berbagi pada sesama. “Akan ada zakat fitrah, nanti kami salurkan
kepada panti asuhan-panti asuhan terdekat. Selain itu tentu saja juga sebagian
akan diberikan kepada para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu,”
tandasnya. (awi/16)
Label:
Pendidikan,
Pesantren,
Ramadhan,
SD
13.43
Farida santri Ponpes Daarun Najaah mengatakan, pemakaian limbah kertas sebagai bentuk kepedulian untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan turut menjaga bumi.
"Saya dan teman-teman santri mengumpulkan koran bekas milik warga jerakah dan beberapa sisa deterjen atau pewangi. Setelah terkumpul kami melakukan variasi ide-ide desain baju dengan menggunakan kreatifitas santri putri, sehingga menjadi baju yang layak pakai dan elegan dan pantas digunakan dalam karnaval," tegas mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Walisongo tersebut.
KH Sirodj Chudlori pengasuh Ponpes Daarun Najaah Jerakah Semarang mengatakan, bahwa menggunakan limbah kertas koran ini dalam rangka kepedulian terhadap keasrian bumi yang kita huni atau gerakan go green.
“Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Jika orang senang menjaga kelestarian alam dan menjaga kebersihan lingkungan pondok dan alam sekitarnya, dia tergolong orang yang memiliki iman bagus dibandingkan orang yang tidak mau melestarikan lingkungan dan membuang sampah sembarangan,” katanya.
"Saya menghimbau para santri turut andil dalam menjaga kebersihan dan kehijauan dunia, supaya ke depan bumi ini tidak tercemar dengan sampah-sampah yang berserakan dan limbah-limbah dari pihak yang tidak bertanggung jawab," papar dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo ini. (wam/16)
‘Semarang Limbah Carnival’ Ala Santri Daarun Najaah
Written By amoy ya annisaa on Selasa, 19 Juni 2012 | 13.43
![]() |
| KARNAVAL LIMBAH: Para santri melakukan karnaval dengan kostum dari kertas koran dan sampah anorganik. (HARSEM/WARA MERDEKAWATI) |
KRAPYAK-Bukan
kostum berharga jutaan rupiah, bukan pula asesoris mahal. Para santri
Ponpes Daarun Najaah justru mengenakan beragam limbah untuk memeriahkan
karnaval haflah akhirussanah ke-13, Sabtu (16/6). Karnaval mengambil
rute keliling kampung dengan start dari halaman pondok.
BUKAN hanya koran bekas. Bekas botol air mineral, bungkus plastik sisa detergen atau pewangi tak luput dari perhatian para santri. Mereka mengolah sampah anorganik tersebut menjadi benda-benda yang dapat digunakan sebagai penghias dalam karnaval ini. Kontras dengan gelaran ‘Semarang Night Carnival’ beberapa waktu lalu, tiap peserta bisa menghabiskan jutaan rupiah demi satu kostum.
BUKAN hanya koran bekas. Bekas botol air mineral, bungkus plastik sisa detergen atau pewangi tak luput dari perhatian para santri. Mereka mengolah sampah anorganik tersebut menjadi benda-benda yang dapat digunakan sebagai penghias dalam karnaval ini. Kontras dengan gelaran ‘Semarang Night Carnival’ beberapa waktu lalu, tiap peserta bisa menghabiskan jutaan rupiah demi satu kostum.
Farida santri Ponpes Daarun Najaah mengatakan, pemakaian limbah kertas sebagai bentuk kepedulian untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan turut menjaga bumi.
"Saya dan teman-teman santri mengumpulkan koran bekas milik warga jerakah dan beberapa sisa deterjen atau pewangi. Setelah terkumpul kami melakukan variasi ide-ide desain baju dengan menggunakan kreatifitas santri putri, sehingga menjadi baju yang layak pakai dan elegan dan pantas digunakan dalam karnaval," tegas mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Walisongo tersebut.
KH Sirodj Chudlori pengasuh Ponpes Daarun Najaah Jerakah Semarang mengatakan, bahwa menggunakan limbah kertas koran ini dalam rangka kepedulian terhadap keasrian bumi yang kita huni atau gerakan go green.
“Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Jika orang senang menjaga kelestarian alam dan menjaga kebersihan lingkungan pondok dan alam sekitarnya, dia tergolong orang yang memiliki iman bagus dibandingkan orang yang tidak mau melestarikan lingkungan dan membuang sampah sembarangan,” katanya.
DR H
Ahmad Izzudin menandaskan, santri diwajibkan peduli terhadap
kelestarian alam dengan menjaga kebersihan lingkungan pondok pesantren.
Juga dengan menanami pohon-pohon yang mampu menyerap polusi di daerah
Semarang.
"Saya menghimbau para santri turut andil dalam menjaga kebersihan dan kehijauan dunia, supaya ke depan bumi ini tidak tercemar dengan sampah-sampah yang berserakan dan limbah-limbah dari pihak yang tidak bertanggung jawab," papar dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo ini. (wam/16)
Label:
IAIN,
Kreasi,
Mahasiswa,
Pendidikan,
Perguruan Tinggi,
Pesantren
15.14
Dalam Outbond Managemant Training (OMT) mengusung tujuh macam permainan yang dapat melatih jiwa leadership, kekompakan, kepekaan sosial dan tanggung jawab dari anggota baru Risma JT.
Sejumlah permainan yang diikuti oleh peserta meliputi Seven Up, Polisi dan Penjahat, Bambu Gila, Kreta Buta, Air Terbang, Trasfor dan Kereta Roda Manusia. Ketua panitia, Didik Irawan mengatakan, kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kekompakan, kebersamaan, kepekaan dan sikap tanggung jawab. “Outbond ini telah kami siapkan secara matang, sehingga diharapkan setiap peserta dapat mengambil nilai positif dari tiap permainan yang diberikan," paparnya.
Selain training dalam bentuk outbound, para peserta juga mendapatkan juga diimbangi dengan motivasi spiritual oleh Kang Amy, sapaan akrab Ustadz Khamami. Para peserta juga melakukan sholat tahajut bersama. Selain itu, Kang Amy juga memberikan tausiahnya seputar tema yang diusung Risma JT yaitu “Reborn to bo Real Generation”.
Dirinya menyampaikan, kita terlahir di dunia ini sebagai manusia pilihan. Manusia yang telah dibekali dengan prestasi masing-masing. “Tidak usah takut dalam menjalankan hidup karena jalan kita sudah ditentukan. Yang terpenting kita terus berbuat kebajikan. Rezeki, jodoh dan karir sudah dicatatkan untuk kita. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk orang lain," tandasnya.
Kegiatan ini rangkaian kegiatan yang kelima dari tujuh kegiatan yang rencananya akan digelar bulan-bulan ini. Sebelumnya telah digelar kunjungan lapangan ke media massa, ziarah makam auliya Kota semarang, santunan panti asuhan cacat ganda Ar Rifdah dan khotmil qur'an sekaligus potong tumpeng. (awi/15)
Risma JT Tumbuhkan Kebersamaan Lewat Outbond
Written By amoy ya annisaa on Senin, 04 Juni 2012 | 15.14
| KEBERSAMAAN: Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) mengikuti outbond (HARSEM/DOK) |
SEMARANG- Untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, belum lama ini, 80 Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) mengikuti outbond. Kegiatan outbond tersebut diadakan di Pondok Pesantren Manaarul Hikmah Pudak Payung Semarang. Outbound yang digelar Risma JT di ponpes asuhan Ustadz H Muhammad Khamami, itu rangkaian kegiatan harlah (hari lahir) Risma JT yang ketujuh.
Dalam Outbond Managemant Training (OMT) mengusung tujuh macam permainan yang dapat melatih jiwa leadership, kekompakan, kepekaan sosial dan tanggung jawab dari anggota baru Risma JT.
Sejumlah permainan yang diikuti oleh peserta meliputi Seven Up, Polisi dan Penjahat, Bambu Gila, Kreta Buta, Air Terbang, Trasfor dan Kereta Roda Manusia. Ketua panitia, Didik Irawan mengatakan, kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kekompakan, kebersamaan, kepekaan dan sikap tanggung jawab. “Outbond ini telah kami siapkan secara matang, sehingga diharapkan setiap peserta dapat mengambil nilai positif dari tiap permainan yang diberikan," paparnya.
Selain training dalam bentuk outbound, para peserta juga mendapatkan juga diimbangi dengan motivasi spiritual oleh Kang Amy, sapaan akrab Ustadz Khamami. Para peserta juga melakukan sholat tahajut bersama. Selain itu, Kang Amy juga memberikan tausiahnya seputar tema yang diusung Risma JT yaitu “Reborn to bo Real Generation”.
Dirinya menyampaikan, kita terlahir di dunia ini sebagai manusia pilihan. Manusia yang telah dibekali dengan prestasi masing-masing. “Tidak usah takut dalam menjalankan hidup karena jalan kita sudah ditentukan. Yang terpenting kita terus berbuat kebajikan. Rezeki, jodoh dan karir sudah dicatatkan untuk kita. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk orang lain," tandasnya.
Kegiatan ini rangkaian kegiatan yang kelima dari tujuh kegiatan yang rencananya akan digelar bulan-bulan ini. Sebelumnya telah digelar kunjungan lapangan ke media massa, ziarah makam auliya Kota semarang, santunan panti asuhan cacat ganda Ar Rifdah dan khotmil qur'an sekaligus potong tumpeng. (awi/15)
Label:
hiburan,
Pendidikan,
Pesantren,
Semarang










